Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sa'id Al Hamdani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] ia berkata; telah menceritakan kepada [Amru bin Al Harits] bahwa [Umar bin As Sa`ib] menceritakan kepadanya, Bahwasanya telah sampai berita kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk, lalu bapak sesusuannya datang. Beliau lalu menggelar sebagian kainnya hingga bapaknya bisa duduk. Lantas datang pula ibu susuannya, lalu beliau menggelar sebagian yang lain dari kain miliknya hingga ibunya duduk di atas kain tersebut. Setelah itu saudara laki-laki sesusuannya datang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bangkit dan mendudukkan saudaranya tersebut di depannya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman] dan [Abu Bakar] -keduanya anak Abu Syaibah- secara makna mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Abu Malik Al Asyja'i] dari [Ibnu Hudair] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memiliki anak perempuan (atau saudara perempuan), ia tidak menguburkannya hidup-hidup, tidak menghinakannya, dan tidak melebihkan anak laki-laki di atas mereka, maka Allah akan memasukkan dia ke dalam surga." Utsman tidak menyebutkan lafadz 'laki-laki'."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Suhail] -maksudnya Suhail bin Abu Shalih- dari [Sa'id Al A'sya] -Abu Dawud berkata; dia adalah Sa'id bin 'Abdurrahman bin Mukmil Az Zuhri- dari [Ayyub bin Basyir Al Anshari] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memelihara tiga orang anak wanita, lalu ia mendidik dan menikahkan mereka, serta berbuat baik kepada mereka. maka ia akan mendapatkan surga." Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Musa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Suhail] dengan sanad ini, ia menyebutkan, "Tiga saudara perempuan, atau tiga anak perempuan, atau dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] berkata, telah menceritakan kepada kami [An Nahhas bin Qahm] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Syaddad Abu Ammar] dari [Auf bin Malik Al Asyja'i] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kelak pada hari kiamat aku bersama wanita yang kedua pipinya kehitam-hitaman (karena sibuk bekerja dan tidak sempat berhias) seperti ini -Yazid memberi isyarat dengan jari tengah dan jari telunjuk-. Yaitu seorang wanita janda yang ditinggal mati oleh suaminya; mempunyai kedudukan dan berwajah cantik, ia menahan dirinya (tidak menikah) untuk merawat anak-anaknya hingga mereka dewasa atau meninggal."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah bin Sufyan] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abdul Aziz] -maksudnya Abdul Aziz bin Abu Hazim- ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Sahl] bahwa nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku dan pemelihara anak yatim di dalam surga seperti ini -lalu beliau merapatkan antara dua jarinya; jari tengah dan jari telunjuk-."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Abu Bakar bin Muhammad] dari [Amrah] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril selalu memberiku nasihat agar aku berbuat baik kepada tetangga hingga aku berkata 'sungguh ia akan ikut mewarisi'."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Basyir Abu Isma'il] dari [Mujahid] dari [Abdullah bin Amru] Bahwasanya ia pernah menyembelih kambing, lalu ia berkata, "Hendaklah kalian beri tetanggaku yang Yahudi. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril senantiasa memberiku nasihat agar aku berbuat baik kepada tetanggaku, hingga aku punya perkiraaan bahwa dia menjadi ahli warisnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ar Rabi' bin Nafi' Abu Taubah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Hayyan] dari [Muhammad bin Ajlan] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengadukan tetangganya. Beliau lalu bersabda: "Hendaklah engkau pergi dan bersabarlah." Laki-laki itu kembali mendatangi nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga dua atau tiga kali, beliau pun bersabda: "Pergilah, dan buanglah semua perabotmu ke jalan." Laki-laki itu kemudian membuang semua perabotnya ke jalan, hingga orang-orang bertanya kepadanya. Ia lalu mengabarkan kepada mereka tentang nasib yang dialaminya hingga mereka melaknat tentangganya tersebut dengan lakanat "Allah Akan melakukan hukuman kepadanya, dan menimpakan keburukan". Kemudian tetangga itu mendatangi laki-laki tersebut dan berkata, "Kembalilah pulang, engkau tidak akan lagi melihat sesuatu yang engkau benci dariku."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul Mutawakkil Al Asqalani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia muliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berbicara yang baik-baik, jika tidak bisa hendaklah ia diam."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad bin Musarhad] dan [Sa'id bin Manshur] bahwa [Al Harits bin Ubaid] menceritakan kepada mereka dari [Abu Imran Al Jauni] dari [Thalhah] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] ia berkata, "Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai dua tetangga, siapa dari mereka yang harus aku dahulukan (untuk berbuat baik)?" beliau menjawab: "Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat denganmu." Abu Dawud berkata, "Syu'bah berkata dalam hadits ini, ada perawi bernama Thalhah, dia adalah seorang laki-laki yang berasal dari Quraisy."
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] dan [Utsman bin Abu Syaibah] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul Fudhail] dari [Mughirah] dari [Ummu Musa] dari [Ali 'Alaissalam] ia berkata, "Ucapan terakhir Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah, "Kerjakanlah shalat, kerjakanlah shalat, dan takutlah kalian kepada Allah atas hak-hak hamba sahaya kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Al Ma'rur bin Suwaid] ia berkata; Aku melihat [Abu Dzar] di Rabadzah mengenakan kain beludru tebal, sementara budaknya juga mengenakan kain yang sama. Orang-orang pun berkata, "Wahai Abu Dzar, sekiranya engkau ambil kain yang dikenakan oleh budakmu lalu kamu pakai tentu itu akan manjadi perhiasan, lantas engkau beri budakmu itu dengan pakaian yang lain." Abu Dzar berkata, "Aku pernah menawan seorang laki-laki, sementara ibunya adalah seorang wanita 'Ajam (non Arab). Lalu laki-laki itu aku tukar dengan ibunya. Orang itu kemudian mengadukan aku kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau pun bersabda: "Wahai Abu Dzar, engkau ini laki-laki yang masih ada sisa-sisa sifat jahilliyah." Beliau melanjutkan lagi: "Mereka itu adalah saudara-saudara kalian, Allah melebihkan kalian atas mereka. maka siapa saja dari mereka yang tidak berbuat baik kepada kalian hendaklah kalian jual, dan jangan kalian siksa makhluk Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Al Ma'rur bin Suwaid] ia berkata, "Aku menemui [Abu Dzar] di Rabdzah, saat itu ia mengenakan kain yang sama dengan kain yang dikenakan oleh budaknya. Maka kami pun bertanya, "Wahai Abu Dzar! Sekiranya engkau ambil kain budakmu untuk engkau kenakan, lalu ia engkau berikan kain yang lain saja." Abu Dzar berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Mereka) adalah saudara-saudara kalian, Allah menjadikan mereka ada dalam tanggungan kalian. Maka barangsiapa yang saudaranya ada dalam tanggungannya, hendaklah ia beri makan sesuai dengan apa yang ia makan, dan memberinya pakaian sesuai dengan pakaian yang ia pakai. Jangan memberi beban di luar kemampuannya, jika ia memberi beban di atas kemampuannya, maka hendaklah ia menolongnya." Abu Dawud berkata, " [Ibnu Numair] meriwayatkannya dari [Al A'masy] seperti itu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul 'Ala`] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mutsanna] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At taimi] dari [Bapaknya] dari [Abu Mas'ud Al Anshari] ia berkata, "Aku memukul budak milikku. Lalu aku mendengar suara dari arah belakang, "Ketahuilah wahai Abu Mas'ud! -Ibnul Mutsanna berkata; suara itu berulang hingga dua kali-. Sungguh, Allah lebih mampu atasmu dari pada kamu atas dia." Aku lalu menoleh ke belakang, dan ternyata orang yang berbicara itu adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sekarang ia merdeka karena Allah Ta'ala." Beliau bersabda: "Sekiranya itu tidak kamu lakukan, sungguh neraka akan meratakanmu, atau beliau mengatakan, "neraka pasti akan membakarmu." Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] dari [Al A'masy] dengan sanad dan makna yang sama dengan hadits tersebut. Abu Mas'ud berkata, "Aku memukul budak hitam milikku dengan cambuk…. dan ia tidak menyebutkan tentang perintah untuk memerdekakan budak."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Amru Ar razi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Muwarriq] dari [Abu Dzar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa saja dari budak kalian yang berlaku baik, maka berilah makan sesuai dengan yang kalian makan, dan berilah pakaian sesuai dengan pakaian yang kalian pakai. Dan siapa saja dari budak kalian yang tidak berlaku baik kepada kalian, maka juallah ia dan jangan kalian menyiksa makhluk Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Utsman bin Zufar] dari [Sebagian bani Rafi' bin Makits] dari [Rafi' bin Makits] -dan ia adalah termasuk orang yang ikut menyaksikan perjanjian Hudaibiyah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berlaku baik kepada budak akan mendatangkan keberkahan, dan berlaku buruk akan membawa kesialan."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sa'id Al Hamdani] dan [Ahmad bin Amru bin As Sarh] - dan ini adalah hadits Al Hamdani- dan hadits lebih sempurna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Hani` Al Khaulani] dari [Al Abbas bin Julaid Al Hajari] ia berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Umar] berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, berapa kali kami harus memberi maaf kepada seorang budak?" Beliau diam. Laki-laki itu kembali mengulangi pertanyaannya namun beliau tetap saja diam. Sehingga pada kali yang ketiga, beliau bersabda: "Berilah maaf kepadanya tujuh puluh kali dalam sehari."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa Ar Razi] ia berkata; telah mengabarkan kepada kami. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muammal Ibnul Fadhl Al Harrani] ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Isa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Fudhail] -maksudnya Fudhail bin Ghazwan- dari [Ibnu Abu Nu'm] dari [Abu Hurairah] ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abul Qasim -Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- beliau bersabda: "Barangsiapa menuduh budaknya (zina) sementara budak itu berlepas diri dari tuduhan tersebut, maka pada hari kiamat ia akan dicambuk sebagai hukuman baginya." Muammal berkata, "Telah menceritakan kepada kami Isa dari Al Fudhail -maksudnya Fudhail bin Ghazwan-."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Salamah bin Kuhail] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Mu'awiyah bin Suwaid bin Muqarrin] ia berkata, "Aku pernah memukul mantan budak yang kami merdekakan, lalu [ayahku] memanggilnya dan juga memanggilku. Bapakku berkata kepada budak itu, "Balaslah ia! Pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kami adalah tujuh bersaudara, tetapi kami tidak mempunyai pelayan kecuali hanya seorang saja. Lalu ada salah seorang dari kami memukul budak itu, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Merdekakanlah budak (wanita) itu." Mereka lantas menjawab, "Kami tidak memiliki budak kecuali hanya dia." Beliau bersabda: "Hendaklah budak itu membantu mereka hingga mereka tidak memerlukannya lagi (sudah dapat pengganti), jika sudah tidak membutuhkannya hendaklah mereka membebaskannya."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dan [Abu Kamil] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Firas] dari [Abu Shalih Dzakwan] dari [Zadzan] ia berkata, "Aku mendatangi [Ibnu Umar], sementara ia pada waktu itu telah memerdekakan budak miliknya. Lalu ia mengambil sebatang kayu atau sesuatu dari tanah seraya berkata, "Ohh, tidakkah sebaiknya kudapatkan ganjaran yang setara dengan tongkat ini?" Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang menampar atau memukul budaknya, maka kafarahnya adalah dengan memerdekakannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah Al Qa'nabi] dari [Malik] dari [Nafi'] dari [Abdullah bin Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang budak taat kepada tuannya dan baik dalam beribadah kepada Allah, maka ia mendapatkan pahalanya dua kali."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ali] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] dari [Ammar bin Zuraiq] dari [Abdullah bin Isa] dari [Ikrimah] dari [Yahya bin Ya'mar] dari [Abu Hurairah] ia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menzinai isteri atau budak orang lain maka ia budak dari golonganku, "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ubaidullah bin Abu Bakar] dari [Anas bin Malik] berkata, "Ada seseorang yang mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangkit ke arah orang itu dengan membawa panah, atau beberapa anak panah, dan seakan aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengendap-endap untuk menikamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Suhail] dari [Bapaknya] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Hurairah] bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengintip rumah suatu kaum tanpa seizin mereka lalu mereka mencongkel matanya, maka telah sia-sialah matanya (tidak ada jaminan qishas)."
Telah menceritakan kepada kami [Ar Rabi' bin Sulaiman Al Muadzdzin] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] dari [Sulaiman] -maksudnya Sulaiman bin Bilal- dari [Katsir] dari [Al Walid] dari [Abu Hurairah] Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika (pandangan) mata telah masuk (ke dalam rumah), maka tidak ada izin (seperti masuk tanpa izin)."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hafsh] dari [Al A'masy] dari [Thalhah] dari [Huzail] ia berkata, "Seorang laki-laki datang - [Sa'd] berkata; - dan berhenti di depan pintu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk minta izin masuk, maka ia pun berdiri di depan pintu -Utsman menyebutkan; menghadap ke arah pintu-. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Jauhilah olehmu seperti ini (berdiri di depan pintu). Atau beliau mengatakan: "Seperti ini jangan kamu lakukan, hanyasanya diperintahkan untuk izin karena menjaga dari pandangan." Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud Al Hafari] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Thalhah bin Musharrif] dari [seorang laki-laki] dari [Sa'd] seperti itu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Ashim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [yahya bin habib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Rauh] dari [Ibnu Juraij] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Amru bin Abu Sufyan] bahwa [Amru bin Abdullah bin Shafwan] mengabarkan kepadanya dari [Kaldah bin Hanbal] bahwa Shafwan bin Umayyah mengutusnya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membawa susu, anak kijang dan anak rubah. Saat itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di perbukitan Makkah. Lalu aku masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu, maka beliau pun bersabda: "Kembali dan ucapkanlah; Assalamu Alaikum." Kejadian itu setelah Shafwan bin Umayyah masuk Islam.", [Amru] berkata; " [Ibnu Shafwan] memberitahukan ini semua kepadaku dari [Kaladah bin Hanbal], dan ia tidak berkata; aku mendengarnya darinya (Kaldah).", Abu Dawud berkata; "Yahya bin Habib mengatakan; Umayyah bin Shafwan tidak mengatakan; aku mendengarnya dari Kaldah bin Hanbal, dan Yahya juga berkata; Amru bin Abdullah bin Shafwan memberitahunya bahwa Kaldah bin Al Hanbal telah mengabarkan kepadanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari [Manshur] dari [Rib'i] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [seorang laki-laki dari Bani Amir] Bahwasanya ia pernah minta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau di dalam rumah. Ia berkata, "Bolehkah saya masuk?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata kepada pelayannya: "Temuilah orang ini dan ajari dia cara minta izin. Suruh dia mengucapkan 'Assalamu 'Alaikum, bolehkah saya masuk?" laki-laki itu mendengar perkataan Nabi hingga ia pun mengucapkan, "Assalamu 'Alaikum, bolehkah saya masuk?" Akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi izin, dan ia pun masuk." Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin As Sari] dari [Abul Ahwash] dari [Manshur] dari [Rib'I bin Hirasy] ia berkata; [Aku mendapat cerita] bahwa ada seorang laki-laki dari bani Amir memohon izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.. maka ia menceritakan dengan makna yang sama dengan hadits tersebut. Abu Dawud berkata, "Seperti itu pula, telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Manshur] dari [Rib'i] dan ia tidak menyebutkan 'dari seorang laki-laki bani Amir'. Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bapakku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i] dari [seorang laki-laki bani Amir] Bahwasanya ia memohon izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dengan makna yang sama. Ia berkata, "Aku mendengar ucapan beliau, maka aku pun mengucapkan, "Assalamu 'Alaikum, bolehkah aku masuk? '
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdah] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Yazid bin Khushaifah] dari [Busr bin Sa'id] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata, "Suatu kali aku duduk di salah satu majelis kaum Anshar, lalu tiba-tiba [Abu Musa] datang dengan wajah ketakutan. Kami lalu bertanya kepadanya, "Apa yang membuatmu takut?" ia menjawab, "Umar memerintahkan aku untuk menemuinya, ketika aku meminta izin hingga tiga kali, ia tidak memberiku izin. Maka aku pun kembali pulang." Umar lantas bertanya kepadaku, "Apa yang menghalangimu untuk datang kepadaku?" Aku menjawab, "Aku sudah datang dan meminta izin hingga tiga kali, tetapi tidak jawaban, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian meminta izin hingga tiga kali, lalu tidak mendapat izin, maka hendaknya ia kembali." Umar berkata, "Kamu harus membawa bukti atas apa yang kamu katakan ini." Abu Sa'id berkata, "Tidak akan ada yang akan menemanimu kecuali orang paling muda umurnya." Lalu berangkatlah Abu Sa'id bersamanya untuk menjadi saksi."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dawud] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] Bahwasanya ia pernah mendatangi Umar dan meminta izin kepadanya hingga tiga kali. Ia mengatakan, "Abu Musa meminta izin, Al Asy'ari meminta izin, Abdullah bin Qais meminta izin!" namun ia tidak mendapatkan izin hingga ia pun kembali pulang. Umar lalu mengutus seseorang untuk memanggilnya, Umar bertanya, "Apa yang membuatmu kembali pulang?" Abu Musa menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaklah salah seorang dari kalian meminta izin (untuk masuk) tiga kali, jika diizinkan maka silahkan masuk, jika tidak hendaklah ia kembali." Umar berkata, "Berilah aku satu bukti dalam masalah ini." Abu Musa kemudian pergi, lalu ia kembali menemui Umar seraya berkata, "Ini Ubay." [Ubay] lalu berkata, "Wahai Umar, janganlah kamu menjadi beban bagi sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam!" Umar menjawab, "Aku tidak menjadi beban bagi sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Habib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Atha`] dari [Ubaid bin Umair] berkata, "Abu Musa pernah meminta izin kepada Umar…maka ia menceritakan dengan kisah yang sama. Dalam hadits tersebut ia menyebutkan, "Abu Musa lalu pergi bersama dengan [Abu Sa'id] untuk menjadi saksi. Umar lalu berkata, "Apakah perkara yang datang dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini tersembunyi dariku? Sungguh, jual beli di pasar telah membuat aku lupa. Maka ucapkanlah salam terserah kamu dan jangan minta izin." Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Akhzam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Qaahir bin Syu'aib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Burdah bin Abu Musa] dari [Bapaknya] dengan kisah yang sama. Ia (perawi) berkata, "Umar lalu berkata kepada Abu Musa, "Aku tidak menuduhmu, hanya saja tentang hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini sangat tegas (yakni dalam meriwayatkannya, agar tidak terjadi pemalsuan hadits)." Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Rabi'ah bin Abu 'Abdurrahman dari banyak ulama mereka, dalam masalah tersebut Umar berkata kepada Abu Musa, "Aku tidak menuduh kamu, hanya saja aku kawatir akan banyak orang-orang yang berbicara atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Abu Marwan] dan [Muhammad Ibnul Mutsanna] secara makna, [Muhammad Ibnul Mutsanna] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] ia berkata; Aku mendengar [Yahya bin Abu Katsir] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin 'Abdurrahman bin As'ad bin Zurarah] dari [Qais bin Sa'd] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengunjungi kami di rumah milik kami, beliau lalu mengucapkan: "Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi." Sa'd lalu menjawab salam tersebut dengan suara lirih." Qais berkata, "Aku bertanya, "Apakah kamu tidak memberi izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Sa'd menjawab, "Biarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak salam kepada kami." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengucapkan salam lagi: "Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi." Sa'd lalu menjawab salam tersebut dengan suara lirih." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali mengucapkan salam: "Assalamu Alaikum wa Rahmatullahi." Selah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali pulang, sementara Sa'd mengikutinya dari belakang. Sa'd berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar salammu, dan aku juga telah menjawab salammu dengan suara yang lirih dengan harapan engkau memperbanyak salam kepada kami." Akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama Sa'd kembali ke rumah Sa'd. Sa'd kemudian mempersilahkan Rasulullah untuk mandi, maka beliau pun mandi. Lalu ia menyediakan handuk yang telah dicelup dengan minyak Za'faran atau Wars (sejenis tumbuhan), sehingga beliau mengelap tubuhnya dengan handuk tersebut. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: "Ya Allah, jadikanlah shalawat (kesejahteraan) dan rahmat-Mu tercurah kepada keluarga Sa'd bin Ubadah." Perawi berkata, "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyantap makanan, dan ketika beliau ingin berlalu pergi, Sa'd mendekatkan himar yang telah diberi alas selembar kain kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sa'd berkata, "Wahai Qais, temanilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Qais berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berkata kepadaku: "Naiklah." Aku diam. Kemudian beliau berkata lagi: "Engkau ikut naik atau engkau tidak usah ikut?" Qais berkata, "Maka aku pun memutuskan untuk tidak ikut." [Hisyam Abu Marwan] menyebutkan dari [Muhammad bin 'Abdurrahman bin As'ad bin Zurarah]. Abu Dawud berkata, " [Umar bin Abdul Wahid] dan [Ibnu Sama'ah] meriwayatkannya dari [Al Auza'I] secara mursal. Namun keduanya tidak menyebutkan Qais bin Sa'd."
Telah menceritakan kepada kami [Muammal Ibnul Fadhl Al Harrani] bersama beberapa orang ulama, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah Ibnul Walid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdurrahman] dari [Abdullah bin Busr] ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak berdiri di depan pintu, tetapi beliau berada di sisi sebelah kanan atau kirinya seraya mengucapkan: "Assalamu Alaikum Assalamu Alaikum." Sebab saat itu rumah-rumah belum ada yang mengunakan satir."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bisyr] dari [Syu'bah] dari [Muhammad Ibnul Munkadir] dari [Jabir] Bahwasanya ia pernah pergi menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk membicarakan hutang bapaknya. Aku lalu mengetuk pintu, beliau bertanya: "Siapa itu?" Aku menjawab, "Saya." Beliau bersabda: "Saya, saya." Seakan beliau tidak menyukai jawaban tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] -maksudnya Yahya bin Ayyub Al Maqabiri- berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il] -maksudnya Isma'il bin Ja'far- berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Amru] dari [Abu Salamah] dari [Nafi' bin Abdul Harits] ia berkata, "Aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar hingga kami sampai pada sebuah kebun. Beliau bersabda kepadaku: "Tahanlah (tutuplah) pintu itu." Pintu itu lalu diketuk dari luar, aku lantas bertanya, "Siapa ini? ' …lalu hadits tersebut disebutkan secara lengkap." Abu Dawud berkata, "Maksudnya adalah hadits Abu Musa Al Asy'ari, dalam hadits tersebut ia menyebutkan, "Beliau lalu mengetuk pintu tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Habib] dan [Hisyam] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Utusan seseorang kepada orang lain adalah bentuk izinnya."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Mu'adz] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian diundang untuk menghadiri jamuan makan, lalu ia datang bersama utusan (orang yang mengundang), maka itu adalah bentuk izinnya." Abu Ali Al Lu`lu`I berkata, "Aku mendengar Abu Dawud berkata, "Qotadah belum pernah mendengar sesuatu pun dari Abu Rafi'."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu As Sarh]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ash Shabbah bin Sufyan] dan [Ibnu Abdah] -dan ini adalah haditsnya- keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Ubaidullah bin Abu Yazid] ia mendengar [Ibnu Abbas] berkata, "Sebelum orang-orang diperintahkan oleh ayat izin, aku telah memerintahkan budakku untuk minta izin kepadaku." Abu Dawud berkata, " [Atha] juga meriwayatkan dari [Ibnu Abbas] dengan lafadz 'memerintahkan dengannya (izin) '."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] -maksudnya Abdul Aziz bin Muhammad- dari [Amru bin Abu Amru] dari [Ikrimah] bahwa ada beberapa orang dari penduduk Irak berkata, "Wahai [Ibnu Abbas], apa pendapatmu tentang ayat ini; kami telah diperintahkan untuk mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, namun tidak seorang pun mau mengamalkannya? Yaitu firman Allah: (Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu…." Al -Qa'nabi membacanya hingga firman-Nya-: "…Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) ' -Qs. An Nuur: 58- Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyanyangi orang-orang mukmin. Allah suka (sifat) menutupi air orang lain. Sementara saat itu orang-orang tidak memiliki penutup atau hijab di rumah mereka, hingga dimungkinkan seorang pembantu, atau anak, atau wanita anak yatim seorang laki-laki masuk rumah saat suami menggauli isterinya. Maka Allah memerintahkan mereka untuk meminta izin pada waktu-waktu tersebut. Allah datang kepada mereka dengan syari'at hijab dan kebaikan, namun aku tidak pernah mendapati seorang pun melakukan itu." Abu Dawud berkata, "Hadits Ubaidullah dan Atha merusak hadits ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abu Syu'aib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zuhair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga saling menyayangi. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang jika kalian amalkan maka kalian akan saling menyayangi? Tebarkanlah salam di antara kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al laits] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abul Khair] dari [Abdullah bin Amru] berkata, "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Islam bagaimanakah yang paling baik?" beliau menjawab: "Engkau memberikan makanan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal atau pun orang yang tidak kamu kenal."