Telah menceritakan kepada kami [Ismail] telah menceritakan kepada kami [Ibn Wahb] dari [Yunus] dari [Ibn Syihab] telah mengabarkan kepadaku [Humaid] berkata, aku mendengar [Mu'awiyah bin Abu Sufyan] berpidato dengan berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik, maka Allah menjadikannya pandai terhadap urusan agamanya, hanyasanya aku membagi sedang Allah Sang pemberi, dan keadaan umat ini akan terus senantiasa lurus hingga kiamat tiba, atau dengan redaksi, 'hingga keputusan Allah tiba."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan], ['Amru] berkata, "Aku mendengar [Jabir bin Abdullah] radliallahu 'anhuma berkata, "Ketika diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ayat: '(Katakanlah, Dialah Allah yang mampu mengutus siksa kepada kalian dari atas kamu) ' (Qs. Al an'aam: 65), maka Rasulullah berdoa: 'Aku berlindung dengan wajah-Mu, '(Atau dari bawah kakimu) ', Nabi berdoa: "Aku berlindung dengan wajah-Mu, " maka dikala diturunkan: '(atau menjadikan kalian berkelompok-kelompok dan menjadikan sebagian di antara kalian merasakan keganasan sebagian yang lain) ', maka Rasulullah bersabda: "Perpecahan dan keganasan konflik ini lebih ringan, atau beliau katakan 'lebih remeh."
Telah menceritakan kepada kami [Asbagh bin Al Faraj] telah menceritakan kepadaku [Ibn Wahb] dari [Yunus] dari [Ibn Syihab] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Abu Hurairah], bahwa ada seorang laki-laki arab badui (nomade, primitive) mendatagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berujar, "Isteriku melahirkan bayi hitam pekat dan aku memungkirinya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Bukankah engkau juga mempunyai unta?" Ia menjawab, "Benar." Nabi bertanya lagi: "Lalu, apa warnanya? ' Ia menjawab, "Merah." Nabi bertanya lagi: "Bukankah di sana juga ada belang kecoklatan?" Si arab badui menjawab, "Betul, di sana ada belang warna coklat." Nabi bertanya lagi: "Lantas dari mana warna itu datang?" Si arab badui menjawab, "Boleh jadi akar keturunan yang menurunkan warna itu, dan tidak memberi ruang untuk meniadakannya sama sekali."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibn Abbas], bahwa seorang wanita menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berujar, "Ibuku bernadzar untuk haji, hanya terburu meninggal dunia, bolehkah aku menggantikan hajinya?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Silahkan, berhajilah engkau untuk menggantikannya, bukankah engkau sependapat sekiranya ibumu mempunyai hutang, bukankah engkau yang melunasi?" Wanita itu menjawab, "Ya." Lantas Nabi berkata: "Penuhilah hutang Allah, sebab Allah lebih berhak untuk dilunasi hutangnya."
Telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Ubbad] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Humaid] dari [Ismail] dari [Qais] dari ['Abdullah] mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh dengki kecuali dalam dua hal; Seseorang yang Allah beri harta, lantas ia mengelola perbelanjaannya dalam rangka kebenaran, dan seseorang yang Allah beri hikmah (ilmu) kemudian ia pergunakan untuk memutuskan masalah dan ia ajarkan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad] telah mengabarkan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Mughirah bin Syu'bah] berkata, "Umar bin Khattab pernah bertanya tentang imlash, yaitu perut seorang wanita yang sedang hamil dipukul agar janinnya keguguran. Umar tanyakan, "Siapa di antara kalian yang mendengar nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang hal itu?" Aku menjawab, "Aku." Umar bertanya, 'Bagaimana menurutmu? ' Aku jawab, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentangnya, yaitu membayar sepuluh diyat yang nilainya setara satu budak atau satu hamba sahaya." Umar lantas berkata, "Tolong kamu jangan pergi jauh-jauh hingga engkau membawaku penegasan yang kamu katakan!" Lantas aku keluar dan kutemukan [Muhammad bin Maslamah], aku membawanya dan ia bersaksi bersamaku bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentangnya, yaitu membayar sepuluh diyat yang senilai satu budak atau hamba sahaya." Hadits ini diperkuat oleh [Ibn Abu Az Zinad] dari [ayahnya] dari [Urwah] dari [Mughirah].
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ibn Abu Dzi'b] dari [Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hari kiamat tak bakalan terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, seperti Persi dan Romawi?" Nabi menjawab: "Manusia mana lagi selain mereka itu?"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Aziz] telah menceritakan kepada kami [Abu Umar Ash Shan'ani] dari Yaman dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah?" Nabi menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?"
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari [Abdullah] mengatakan, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang dibantai secara zhalim, selain anak Adam pertama turut menanggung dosanya." Adakalanya Sufyan menyebutkan dengan redaksi, "Menanggung dosa darah yang ditumpahkan, sebab dialah yang pertama-tama melakukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Ismail] telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah as Salmi], bahwa seorang arab badui berbaiat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk Islam, lantas si arab badui terkena demam di Madinah, sehingga ia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, tolong batalkanlah baiatku, " namun Rasulullah enggan. Kemudian ia mendatangi beliau lagi dan berkata, "Tolong batalkanlah baiatku!" Namun Rasulullah tetap enggan. Kemudian ia datang lagi untuk kali ketiga dan berkata, "Tolong batalkanlah baiatku." Namun Rasulullah menolak, lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Madinah itu bagaikan mesin tungku api, ia membersihkan karat-karat (besi) dan menyaring yang baik-baik saja."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Ibn Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata, "Dahulu aku membacakan Abdurrahman bin Auf. Dikala [Umar] melakukan haji yang terakhir kalinya, Abdurrahman berkata di Mina, "Sekiranya saja engkau melihat Amirul Mukminin ketika didatangi seseorang yang berkata, si A berkata, 'Kalaulah Amirul Mukminin meninggal, niscaya aku berbaiat kepada si fulan dan si fulan." Lantas Umar berkata, "Niscaya sore ini aku berdiri memberi peringatan orang-orang yang ingin merebut wewenang mereka." Abdurrahman berkata, "Hai, jangan kau lakukan! Sebab musim haji ini menghimpun para pemimpin manusia yang memenuhi majlismu!" Maka aku khawatir jangan-jangan mereka tidak menggunakan saranmu sesuai tempatnya sehingga mereka tafsirkan tidak tepat sasaran, maka tangguhkan saja hingga Madinah menjadi tempat hijrah dan tempat yang aman, serta dipenuhi oleh sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari muhajirin dan Anshar. Kemudian mereka menjaga saran-saranmu dan menafsirkannya sesuai tempatnya." Lantas Ibn Abbas berkata, "Demi Allah, sungguh aku berdiri bersamanya di awal-awal aku berdiri bersamanya di Madinah Munawwarah." Ibn Abbas melanjutkan, "Lantas kami tiba di Madinah, dan ia katakan, "Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa kebenaran dan menurunkan al Kitab bersamanya, yang diantara ayat yang diturunkan adalah ayat rajam."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Muhammad] berkata, "Pernah kami berada di sisi [Abu Hurairah] yang saat itu mengenakan dua kain kapas yang sudah rombeng (koyak), "Bakh..bakh (ungkapan karena senang), Abu Hurairah berbajukan kain wool?" padahal aku pernah tersungkur antara mimbar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga kamar Aisyah dengan setengah pingsan, lantas ada seseorang datang dan meletakkan kakinya di tengkuknya, terlihat aku seolah-olah gila, padahal aku tidak gila, hanya karena aku sangat kelaparan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman bin Abbas] berkata, " [Ibn Abbas] pernah ditanya 'Apakah engkau pernah menghadiri shalat 'ied bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? ' ia menjawab, 'Benar, kalaulah bukan karena kedudukanku di sisi beliau, sungguh aku tak mungkin bisa menghadirinya semenjak kecil. Beliau mendatangi 'alam (tanda batas shalat) di perkampungan Katsir bin Shalt, kemudian beliau shalat, lalu berkhutbah." -Ibnu Abbas tidak menyebut-nyebut adzan dan tidak pula iqamat- Kemudian beliau perintahkan untuk bersedekah, sehingga para wanita melepaskan anting-anting yang berada di telinga mereka dan kalung yang berada di leher mereka, sementara Bilal mendatangi mereka untuk mengambil barang-barang itu, kemudian ia kembali menemui nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibn Umar] radliallahu 'anhua, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendatangi Quba dengan berjalan kaki dan berkendaraan."
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaid bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [ayahnya] dari ['Aisyah] berkata kepada Abdullah bin Zubair, "Kuburkanlah aku bersama-sama sahabatku, dan jangan kuburkan aku bersama nabi shallallahu 'alaihi wasallam di rumah, sebab aku tidak suka dikeramatkan."
Dan (masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) dari [Hisyam] dari [Ayahnya], bahwa Umar pernah mengutus utusan kepada ['Aisyah] yang isinya, "Maaf, berilah aku ijin agar aku dikuburkan bersama dua sahabatku (Nabi dan Abu Bakar), padahal hari-hari sebelumnya jika ada sahabat laki-laki yang mengutus utusan kepada Aisyah (agar dikuburkan bersama nabi atau Abu bakar), 'Aisyah selalu menjawab "TIDAK, demi Allah, selamanya aku sama sekali tidak akan memberi kesempatan kepada seorangpun."
Telah menceritakan kepada kami [Ayyub bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Uwais] dari [Sulaiman bin Bilal] dari [Shalih bin Kisan], [Ibn Syihab] berkata, [Anas bin Malik] mengabarkan kepadaku, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat 'ashar, (selesai shalat) beliau mendatangi 'Awali sementara matahari masih meninggi." Dan [Al Laits] menambahkan dari [Yunus] 'dan jarak 'Awali empat atau tiga mil.'
Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Zurarah] telah menceritakan kepada kami [Alqasim bin Malik] dari [Al Ju'aid] aku mendengar [As Saib bin Yazid] berkata, "Satu sha' di jaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah satu mud lebih sepertiga (mud kalian) hari ini, dan bahkan terkadang ditambahi lagi." Alqasim bin Malik mendengar dari Ju'aid.
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Maslamah] dari [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memanjatkan doa: "Ya Allah, berilah barakah bagi mereka dalam takaran mereka, juga berkahilah mereka dalam sha' dan mud mereka, " maksudnya bagi penduduk Madinah."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibn Umar] ia mendengar nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa ketika shalat fajar dan ketika mengangkat kepalanya dari rukuk: 'ALLAAHUMMA RABBANAA WALAKAL HAMDU (Ya Allah rabb kami, bagi-Mu segala puji) ', itu beliau ucapkan pada rukuk terakhir. Kemudian beliau berdoa: 'ALLAAHUMMA IL 'AN FULAANAN WAFULAANAN (Ya Allah, laknatlah si A dan si B) '. Lantas Allah menurunkan ayat: '(Sama sekali engkau tidak mempunyai wewenang terhadap urusan mereka itu, Allah mengampuni mereka atau menyiksa mereka, sebab mereka adalah orang-orang yang zhalim) ' (Qs. Ali'Imran: 128).
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Azzuhri]. (dalam jalur lain disebutkan) telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Salam] Telah mengabarkan kepada kami ['Attab bin Basyir] dari [Ishaq] dari [Azzuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ali bin Husain] bahwa [Husain bin Ali] radliyallahu'anhuma mengabarkan kepadanya, bahwa [Ali bin Abu Thalib] berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam membangunkannya di malam hari, dan juga beliau bangunkan Fatimah binti Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau berkata kepada mereka: "Tidak sebaiknyakah kalian mendirikan shalat? Kata Ali, kujawab "Wahai Rasulullah, jiwa kita ada di tangan Arrahman, kalaulah Dia berkenan membangunkan kita niscaya Dia membangunkan." Lantas Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pergi ketika Ali menjawab sedemikian ini, dan sama sekali tidak kembali lagi, kemudian Ali mendengar Nabi membaca sebuah ayat ketika kembali sambil menepuk pahanya, ayat yang beliau baca: '(Sungguh manusia itu makhluk yang suka membantah (QS. Al Kahfi; 54). Abu Abdullah berkata; apa saja yang datang kepadamu malam hari, diistilahkan dengan Ath thariq. Istilah Ath Thariq juga diperuntukan untuk bintang, sedang atsaqib maknanya yang bercahaya atau menyala, seperti perkataan atsqib naaroka (nyalakan apimu)."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al laits] dari [Sa'id] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] berkata, ketika kami di sebuah masjid, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam datang dan bersabda: 'Berangkatlah kalian menuju kaum yahudi." Maka kami berangkat bersama beliau hingga kami tiba di Baitul madras. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan menyeru mereka seraya berkata: "Wahai segenap yahudi, masuk Islamlah kalian niscaya kalian selamat." Mereka menjawab, 'Telah engkau sampaikan wahai Abul qasim.' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kembali menyeru mereka seraya berkata: 'Yang kuimpikan, masuk Islamlah kalian, niscaya kalian selamat.' Namun mereka menjawab sama, 'Telah engkau sampaikan wahai Abul qasim.' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam kembali menyeru mereka: 'Yang saya inginkan ialah….dan seterusnya. (beliau ulang tiga kali), hingga kali keempat beliau sabdakan: 'Ketahuilah, bahwasanya bumi adalah milik Allah dan rasul-Nya, dan sungguh saya akan mengusir kalian dari bumi ini, maka barangsiapa diantara kalian bisa menemukan sesuatu dari hartanya, juallah, kalaulah tidak, ketahuilah bahwa bumi adalah milik Allah dan rasul-Nya."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepada kami [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id alkhudzri] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Nabi Nuh didatangkan pada hari kiamat lantas ditanya, 'Sudahkah kamu menyampaikan? ' ia menjawab, 'Benar ya Rabbi'. Ummatnya kemudian ditanya, 'Apakah dia memang benar telah menyampaikan kepada kalian? ' Mereka menjawab, 'Belum ada seorang pemberi peringatan kepada kita.' Lantas Allah bertanya lagi: 'Siapa yang menjadi saksimu? ' Nuh menjawab, 'Muhammad dan umatnya.' Lantas kalian didatangkan dan kalian bersaksi." Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam membaca ayat: '(Dan demikianlah Kami jadikan kalian umat yang wasath) ' (Qs. Albaqarah 143). Kata Al A'masy, wasath artinya adil '(Agar kalian menjadi saksi atas semua manusia dan agar rasul sebagai saksi atas kalian) ' (Qs. Albaqarah 143). Dan dari [Ja'far bin Aun] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id alkhudzri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ismail] dari [saudaranya] dari [Sulaiman bin Bilal] dari [Abdul Majid bin Suhail bin Abdurrahman bin Auf] ia mendengar [Sa'id bin Musayyab] menceritakan bahwa [Abu Sa'id alkhudzri] dan [Abu Hurairah] menceritakan kepadanya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengutus saudara bani 'Adi Al anshari dan mempekerjakannya untuk mengelola kebun Khaibar, selanjutnya ia membawa kurma yang kualitasnya istimewa, maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bertanya: 'Apa setiap kurma Khaibar seperti ini? ' Ia menjawab, 'Tidak, demi Allah ya Rasulullah, kami membeli satu sha' kurma ini dengan dua sha' kurma kami dari Jam' (Muzdalifah).' Maka Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan seperti itu kau lakukan, namun jika kamu ingin menukar, tukarlah dengan takaran sama, atau jual dahulu kurmamu dan belilah kurma itu dengan uang hasil penjualanmu, demikian pula timbangan."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid almuqri' almakki] telah menceritakan kepada kami [Haiwa bin Syuraikh] telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abdullah bin Al Had] dari [Muhammad bin Ibrahim bin Alharits] dari [Busr bin Sa'id] dari [Abu Qais] mantan budak Amru bin 'Ash, dari ['Amru bin 'ash] ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang hakim mengadili dan berijtihad, kemudian ijtihadnya benar, maka ia mendapat dua pahala, dan jika seorang hakim berijtihad, lantas ijtihadnya salah (meleset), baginya dua pahala." Kata 'Amru, 'Maka aku ceritakan hadis ini kepada [Abu Bakar bin Amru bin Hazm], dan ia berkata, 'Beginilah [Abu Salamah bin Abdurrahman] mengabarkan kepadaku dari [Abu Hurairah]. Dan [Abdul 'Aziz bin Al Muththalib] dari [Abdullah bin Abu Bakar] dari [Abu Salamah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Shallallahu'alaihiwa sallam semisalnya."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] telah menceritakan kepadaku ['Atha] dari ['Ubaid bin Umair] berkata, " [Abu Musa] meminta ijin Umar, lantas ia temukan seolah-olah Umar sangat sibuk sehingga Abu musa pulang. Maka Umar berkata, 'Tidakkah aku mendengar suara Abdullah bin Qais? Tolong berilah dia ijin (masuk).' Lantas Abdullah pun diundang. Kata Umar, 'Apa yang mendorongmu melakukan yang kau lakukan? ' Abdullah menjawab, 'Kami diperintahkan yang demikian.' Umar berkata, 'Berilah aku bukti atau aku akan mengerjaimu! ' Lantas Abdullah bertolak ke sebuah majlis anshar, lalu mereka katakan, 'Tidak ada yang bersaksi selain anak-anak muda kami! Lantas [Abu Sa'id alkhudzri] datang dan bersaksi, 'Kami diperintah demikian.' Lantas Umar berkata, 'Sayang, saya tidak mendapat penjelasan yang jelas dari tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hal ini, aku dilalaikan oleh bisnisku di pasar.'
Telah menceritakan kepada kami [Ali] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Azzuhri] ia mendengarnya dari [Al A'raj] berkata, [Abu Hurairah] mengabarkan kepadaku, ia berkata, "Kalian beranggapan bahwa Abu hurairah (maksudnya dirinya sendiri) banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan Allah sajalah yang memberi janji, aku adalah seorang miskin yang selalu menyertai Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan perut cukup berisi makanan pokok saja, kaum muhajirin selalu disibukkan oleh perdagangan di pasar-pasar sedang orang anshar disibukan oleh pengelolaan hartanya, maka suatu hari kusaksikan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: 'Siapa yang mau membentangkan kainnya hingga aku menuntaskan ucapanku kemudian ia menggenggamnya dan tidak akan pernah lupa terhadap sesuatu yang ia dengarkan dariku? ' Spontan aku hamparkan kain yang ada padaku, Demi Dzat yang mengutusnya dengan kebenaran, aku tak pernah lagi melupakan suatupun yang aku dengar darinya.'
Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Humaid] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Muhammad bin Al Munkadir] berkata, 'Pernah aku melihat [Jabir bin Abdullah] bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Shaid adalah dajjal. Maka saya katakan, 'Engkau bersumpah atas nama Allah? ' ia jawab, 'Saya mendengar Umar bersumpah atas yang demikian disisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau Shallallahu'alaihiwasallam tidak memungkirinya.'
Telah menceritakan kepada kami [Ismail] telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari [Abu Shalih assiman] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata: 'Kuda itu bagi tiga orang; bagi orang pertama mendatangkan pahala, bagi orang kedua sebagai penutup (penyelesaian, solusi), dan bagi orang ketiga mendatangkan dosa. Adapun kuda yang mendatang pahala adalah seseorang yang menambatkan kudanya di jalan Allah, lantas ia gembalakan kudanya di rerumputan luas atau kebun, maka segala yang dimakan kuda itu di padang gembalaan, baik kebun atau rerumputan luas selain tercatat sebagai kebaikan baginya, dan sekiranya kuda itu mengarungi padang gembalaan, lantas dia melangkah satu atau dua langkah, maka bekas dan kotorannya juga terhitung kebaikan baginya, dan sekiranya kuda itu melewati sungai dan meminumnya, padahal si pemilik tidak berniat memberinya minuman, maka itu terhitung kebaikan baginya, kesemuanya itu terhitung ganjaran baginya. Kuda kedua, adalah seseorang yang mengikatnya untuk mencari penghasilan dan untuk menjaga kehormatan diri, sedang ia tidak melupakan hak Allah terhadap ikatannya dan tidak pula terhadap punggungnya, maka kuda itu sebagai penyelesaian baginya. Adapun kuda ketiga adalah, seseorang yang mengikatnya untuk sekedar kebanggaan dan pamer, maka itu adalah bosa baginya. Dan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah ditanya tentang keledai. Maka beliau hanya menjawab: 'Allah tidak menurunkan kepadaku tentangnya selain satu ayat yang ringkas ini: '(Barangsiapa yang beramal kebaikan seberat biji atom, maka Allah akan melihatnya, sebaliknya barangsiapa yang beramal seberat biji atom keburukan, pasti ia melihatnya) ' (Qs. Al Zalzalah: 7-8).
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Uyainah] dari [Manshur bin Shafiyah] dari [Ibunya] dari [Aisyah] bahwa, ada seorang wanita bertanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Shallallahu'alaihiwasallam -lewat jalur periwayatan lain-Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad] -yaitu Ibnu Uqbah- telah menceritakan kepada kami [Al Fudlail bin Sulaiman An Numairi Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Abdurrahman Ibn Syaibah] telah menceritakan kepadaku [Ibuku] dari [Aisyah] radliyallahu'anha, ada seorang wanita bertanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang haidl, bagaimana ia harus mandi karena haidl? Nabi menjawab: 'Hendaklah kau ambil sepotong kapas, lantas kau berwudlu dengannya.' Wanita itu bertanya, 'Bagaimana aku berwudlu dengan kapas itu wahai Rasulullah? ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Berwudlulah.' Si wanita terus bertanya, 'Bagaimana aku harus berwudlu dengan kapas itu ya Rasulullah? Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Berwudlulah.' Si wanita terus bertanya, 'Bagaimana aku harus berwudlu dengan kapas itu ya Rasulullah? ' Maka Aisyah pun berkata, 'Aku mengerti yang Rasulullah maksudkan, sehingga kutarik wanita itu dan kuajari.'
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibn Abbas], bahwa Ummu Hufaid binti Al Harits bin Hazin menghadiahi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berupa minyak samin, keju dan daging biawak. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengundang para sahabat untuk menyantap makanan itu, dan makanan itu disantap diatas meja makannya, sedang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkannya seolah-olah merasa jijik, kalaulah makanan itu diharamkan, niscaya tidak dimakan diatas meja makannya dan tidak pula menyuruh untuk menyantapnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Shalih] telah menceritakan kepada kami [Ibn Wahb] telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibn Syihab] telah menceritakan kepadaku ['Atha bin Abu Rabah] dari [Jabir bin Abdullah] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa makan bawang merah atau bawang putih, hendaklah menyingkir dari kami --atau dengan redaksi 'agar dia menyingkiri- masjid kami, dan duduklah di rumahnya." Pernah dalam perang badar beliau diberi hidangan yang berisi sayur-mayur, berupa kubis, dan beliau temukan mempunyai bau. Maka Nabi menanyakan perihal sayuran itu, dan dikabarkan bahwa sayuran itu diantaranya ada kubis. Beliau lantas bersabda: "Coba tolong dekatkan!" Lantas mereka pun mendekatkannya kepada beberapa sahabatnya yang ikut bersama beliau. Tatkala beliau melihatnya, beliau merasa risih memakannya dan bersabda: "Saya menjauhi santapan yang kalian tidak menjauhinya." Sedang [Ibnu Ufair] dari [Ibnu Wahb] berkata dengan redaksi 'didatangkan kepada beliau periuk berisi kubis', dan [Al Laits] dan [Abu Shafwan] tidak menyebutkan dari [Yunus] tentang kisah periuk, maka aku tidak tahu apakah itu ucapan [Azzuhri] atau termasuk bagian hadis."
Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah bin Sa'd bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dan [pamanku] berkata telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ayahnya] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Jubair] bahwa bapaknya [Jubair bin Muth'im] mengabarkan kepadanya, bahwa seorang wanita menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan mengajak beliau bicara tentang sesuatu. Lantas si wanita tadi berkata, 'Menurut anda bagaimana ya rasulullah sekiranya aku datang lagi namun tidak bertemu dengan baginda? ' Nabi menjawab: "Kalaulah engkau tidak menemuiku, temuilah Abu Bakar." [Al Humaidi] menambahkan untuk kami dari [Ibrahim bin sa'd] yang wanita maksudkan, adalah, sekiranya ia temukan nabi telah wafat."
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Usman bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Al Mubarak] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata, 'Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa ibrani dan menafsirkannya dengan bahasa arab untuk pemeluk Islam! Spontan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan kalian benarkan ahli kitab, dan jangan pula kalian mendustakannya, dan katakan saja '(Kami beriman kepada Allah, dan apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu) '."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Ibn Syihab] dari ['Ubaidullah bin Abdullah] bahwa [Ibn Abbas] radliyallahu'anhuma berkata, "Bagaimana kalian bertanya ahli kitab padahal kitab kalian yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih baru kemurniannya dan belum terkotori? Sedang ahlu kitab menceritakan kepada kalian dengan mengubah-ubah kitabullah dan menggantinya, dan mereka tulis alkitab dengan tangannya dan mereka katakan, 'Ini dari sisi Allah' untuk mereka tukar dengan harga yang sedikit, tidak sebaiknyakah ilmu yang yang kalian miliki mencegah kalian dari bertanya kepada mereka? Tidak, demi Allah, takkan kulihat lagi seseorang diantara mereka bertanya kalian tentang yang diturunkan kepada kalian.'
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] Telah mengabarkan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Sallam bin Abu Muthi'] dari [Abu'Imran Al Jauni] dari [Jundab bin Abdullah Al Bajali] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah alquran selama menjadikan hati kalian bersatu padu, namun jika kalian berselisih, tinggalkanlah." Abu Abdullah berkata, 'Abdurrahman mendengar Sallam (bukan sekedar dari).'
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Abdushshamad] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Imran Al Jauni] dari [Jundab bin Abdullah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Bacalah alquran, selama menjadikan hati kalian bersatu padu, namun jika kalian berselisih, tinggalkanlah." Abu Abdullah berkata, [Yazid bin harun] berkata dari [Harun Al Al'war] telah menceritakan kepada kami [Abu Imran] dari [Jundab] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Ma'mar] dari [Azzuhri] dari ['Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibn Abbas] berkata, "Dikala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelang wafat, yang ketika itu di rumah nabi ada beberapa pemuka yang diantaranya Ummar bin Khattab, beliau berkata: 'Kesinilah, saya tuliskan untuk kalian tulisan yang sekali-kali kalian tidak bisa sesat selama-lamanya.' Umar berkata, 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menderita kesakitan dan di sisi kalian ada alquran, maka cukuplah bagi kita kitabullah.' Ahlul bait menjadi berselisih dan bersengketa, di antaranya ada yang berkata 'Tolong kalian mendekatlah sehingga Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bisa menuliskan tulisan untuk kalian yang sekali-kali kalian tak akan tersesat selama-lamanya.' Di antara mereka ada yang berpendapat sebagaimana ucapan Umar. Tatkala suara mereka semakin gaduh dan perselisihan semakin kencang di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Nabi berkata: 'Menyingkirlah kalian dariku! ' Ubaidullah berkata, 'Ibn Abbas berkata, 'Bencana dari segala bencana adalah yang menghalangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam untuk menulis catatan bagi mereka, karena mereka berselisih dan membuat kegaduhan.'
Telah menceritakan kepada kami [Al Makki bin Ibrahim] dari [Ibn Juraij], ['Atha'] berkata, [Jabir] berkata, Abu Abdullah berkata, [Muhammad bin bakar Al Bursani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibn Juraij] berkata, telah mengabarkan kepadaku ['Atha'] aku mendengar [Jabir bin Abdullah] di tengah-tenghah manusia yang bersamanya berkata, 'Kami para sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bertalbiyah dan berniyat haji semata tanpa disertai Umrah.' Kata 'Atha, "Jabir berkata, "Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba pada waktu subuh hari keempat bulan Dzulhijjah, tatkala kami tiba, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan kami untuk bertahallul. Beliau sabdakan: 'Bertahallullah kalian, dan gilirlah isteri-isteri kalian! 'Atha berkata, "Jabir berkata, "Nabi tidak mewajibkan atas mereka, hanya menghalalkan isteri-isteri itu untuk dikumpuli, kemudian Jabir pun mengabarkannya. Kami katakan, ketika itu jarak antara kami dan Arafah selain hanya lima, dan beliau perintahkan kami untuk bertahallul hingga isteri-isteri kami, lantas kami datangi Arafah sedang kemaluan kami meneteskan madzi.' Kata 'Atha, "Jabir berkata, 'Demikian' sambil ia gerakkan tangannya. Lantas Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berdiri dan bersabda: 'Kalian tahu bahwa aku adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian dan paling jujur, paling baik, kalaulah bukan karena hewan sembelihanku, niscaya aku telah bertahallul sebagaimana kalian lakukan, maka bertahallullah kalian, kalaulah aku bisa mengulang kembali kejadian yang telah lewat, niscaya aku tidak membawa sembelihan.' Kami pun bertahallul, mendengar dan taat."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'mar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Al Husain] dari [Ibn Buraidah] telah menceritakan kepadaku [Abdullah Al Muzanni] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalatlah kalian sebelum maghrib, shalatlah kalian sebelum maghrib, " pada kali ketiga beliau katakan: "Bagi siapa yang ingin, " yang demikian karena beliau khawatir jangan-jangan manusia menjadikannya sunnah."