Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsaur bin Yazid] dari [Raja` bin Haiwah] dari [Warrad] penulis Al Mughirah bin Syu'bah, dari [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap bagian atas dan bawah khufnya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mushaffa Al Himshi] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] dari [Jarir bin Yazid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Mundzir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati seorang lelaki yang sedang berwudlu dan mencuci kedua khufnya, maka dengan tangannya seakan-akan mendorongnya beliau bersabda: "Kamu hanya diperintah untuk mengusapnya." Beliau bersabda lagi sambil memperagakan dengan tangannya: "Seperti ini." Mulai dari bagian ujung jari hingga ke pangkal betis, dan menggaris dengan jari-jarinya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] ia berkata; aku mendengar [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Syuraih bin Hani`] berkata; aku bertanya kepada Aisyah seputar mengusap kedua khuf, maka ia pun berkata; "Datanglah kepada [Ali], sebab ia lebih tahu dariku dalam persoalan ini." Maka aku pun mendatanginya dan bertanya tentang mengusap khuf, maka ia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami, agar bagi orang yang muqim mengusap selama satu hari satu malam dan bagi orang yang safar tiga hari tiga malam."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Bapaknya] dari [Ibrahim At Taimi] dari ['Amru bin Maimun] dari [Khuzaimah bin Tsabit] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menetapkan bagi orang yang muqim untuk mengusap khuf selama tiga hari, sekiranya orang yang bertanya itu tetap minta, sungguh beliau akan menetapkannya menjadi lima hari."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah bin Kuhail] ia berkata; aku mendengar [Ibrahim At Taimi] menceritakan dari [Al Harits bin Suwaid] dari ['Amru bin Maimun] dari [Khuzaimah bin Tsabit] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga hari, -dan aku kira beliau mengatakan; - "dan tiga malam bagi musafir untuk mengusap kedua khufnya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Umar bin Abdullah bin Abu Khats'am Ats Tsumali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Para sahabat bertanya; "Ya Rasulullah, bagaimana cara bersucinya kedua khuf?" Beliau menjawab: "Bagi musafir tiga hari tiga malam, dan bagi orang yang muqim satu hari satu malam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dan [Bisyr bin Hilal Ash Shawwaf] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab bin Abdul Majid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Muhajir Abu Makhlad] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; bahwa beliau memberi keringanan bagi seorang musafir yang mengenakan khuf, apabila ia batal dan ingin berwudlu, hendaknya ia mengusap selama tiga hari tiga malam, dan bagi orang yang muqim satu hari satu malam."
Telah menceritakan kepada kami [Harmalah bin Yahya] dan ['Amru bin Sawwad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata, telah memberitakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dari [Abdurrahman bin Razin] dari [Muhammad bin Yazid bin Abu Ziyad] dari [Ayyub bin Qathan] dari [Ubadah bin Nusai] dari [Ubai bin 'Imarah], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya menghadap dua kiblat, dan pada saat itu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah aku boleh mengusap kedua khuf?" beliau menjawab: "Ya, " ia bertanya lagi; "Untuk sehari?" beliau menjawab: "Bisa juga untuk dua hari, " ia bertanya; "Dan tiga hari?" hingga mencapai tujuh hari. Rasulullah menjawab: "Terserah menurutmu."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yusuf As Sulami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Haiwah bin Syuraih] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Al Hakam bin Abdullah Al Balwi] dari [Ali bin Rabah Al Lakhmi] dari [Uqbah bin Amir Al Juhani] bahwasanya ia datang dari Mesir menemui [Umar bin Al Khaththab], lalu bertanya, "Sejak kapan kamu tidak melepas kedua khufmu?" ia menjawab; "Sejak hari Jum'at hingga hari jum'at." Umar berkata, "Engkau telah sesuai sunnah."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Qais Al Audi] dari [Al Huzail bin Syurahbil] dari [Al Mughirah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu lalu mengusap kedua kaus kaki dan kedua sandal."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'alla bin Manshur] dan [Bisyr bin Adam] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Isa bin Sinan] dari [Adl Dlahhak bin Abdurrahman bin 'Arzab] dari [Abu Musa Al Asy'ari]; bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu lalu mengusap kedua kaus kaki dan kedua sandalnya." Al Mu'alla berkata tentang haditsnya, "Aku tidak mengetahui kecuali bahwa ia mengatakan, "Dan kedua sandalnya."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Al A'masy] dari [Al Hakam] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ka'ab bin Ujrah] dari [Bilal] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kedua khuf dan khimarnya (semacam surban untuk ikat kepala)."
Telah menceritakan kepada kami [Duhaim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i]. (dalan jalur lain disebutkan, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] dari ['Amru bin Umaiyyah] ia berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kedua khuf dan imamahnya (surban yang dililitkan pada kepala)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] dari [Dawud bin Abul Furat] dari [Muhammad bin Zaid] dari [Abu Syuraih] dari [Abu Muslim] mantan budak Zaid bin Shuhan, ia berkata; Aku pernah bersama [Salman], tiba-tiba ia melihat seorang lelaki melepas kedua khufnya untuk berwudlu. Maka iapun menegurnya; "Usaplah kedua khuf, imamah dan ubun-ubunmu. Karena aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap kedua khuf dan surbannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Thahir Ahmad bin 'Amru bin As Sarh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Abdul Aziz bin Muslim] dari [Abu Ma'qil] dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu sementara beliau mengenakan imamah Qithriyyah, lalu beliau memasukkan tangannya pada bagian bawah surbannya, kemudian mengusap bagian depan kepalanya dan tidak melepaskan surbannya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari ['Ammar bin Yasir] bahwasanya ia berkata; kalung Aisyah jatuh hingga ia tertinggal karena mencarinya. Lalu Abu Bakar menemui Aisyah dengan murka karena pasukan tertahan melanjutkan perjalanan karena sebab dirinya. Maka Allah pun menurunkan ruhshah untuk bertayamum. 'Ammar bin Yasir berkata; "Maka ketika itu kami mengusap hingga pundak-pundak kami." 'Ammar bin Yasir berkata; "Akhirnya Abu Bakar pergi menemui Aisyah dan berkata; "Aku tidak tahu bahwa engkau membawa berkah."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Umar Al Adani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Bapaknya] dari [Amar bin Yasir] berkata; "Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu hingga pundak."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Humaid bin Kasib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu Hazim]. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq Al Harawi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] semuanya dari [Al 'Ala`] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan alat bersuci."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] bahwasanya ia pernah meminjam sebuah kalung dari Asma`, namun kalung itu hilang hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus beberapa orang untuk mencarinya. Lalu waktu shalat tiba dan mereka shalat dengan tanpa wudlu, maka setelah kembali mereka mengadukan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan turunlah ayat tentang tayamum. Usaid bin Hudlair lalu berkata; "Semoga Allah memberimu kebaikan. Demi Allah, tidaklah Ia menurunkan ayat kepadamu kecuali itu merupakan jalan keluar bagimu dan berkah bagi kaum muslimin."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Dzar] dari [Sa'id bin Abdurrahman bin Abza] dari [Bapaknya] berkata; "Seorang laki-laki datang menemui Umar Ibnul Khaththab dan bertanya; "Aku junub namun tidak mendapatkan air?" maka Umar menjawab; "Janganlah engkau shalat." Lalu ['Ammar bin Yasir] berkata; "Wahai Amirul Mukminin, tidakkah engkau ingat ketika aku dan engkau dalam sebuah ekspedisi mengalami junub dan kita tidak mendapatkan air. Waktu itu engkau tidak shalat sedangkan aku bergulingan di tanah kemudian shalat. Maka ketika aku datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan aku sebutkan hal itu kepada beliau, beliau lalu bersabda: "Sebenarnya cukup bagimu, lalu beliau memukulkan kedua tangannya ke tanah dan meniupnya, lalu beliau mengusapkan kedua tangannya ke wajah dan kedua telapak tangannya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Abdurrahman] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Al Hakam] dan [Salamah bin Kuhail] bahwa keduanya bertanya kepada [Abdullah bin Abu Aufa] tentang tayamum, maka ia pun menjawab, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan 'Ammar untuk melakukan seperti ini, lalu ia menepukkan kedua tangannya ke tanah, kemudian mengibaskannya dan mengusap mukanya, [Al Hakam] berkata; "Dan kedua tangannya." Sementara [Salamah] menyebutkan, "Dan kedua sikunya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ath Thahir Ahmad bin 'Amru bin As Sarh Al Mishri] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata; telah memberitakan kepada kami [Yunus bin Yazid] dari [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari ['Ammar bin Yasir] ketika ia bertayamum bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau memerintahkan kaum muslimin, lalu mereka pun memukulkan kedua tangannya ke tanah tanpa menggenggam tanah sedikitpun, lalu mereka mengusap muka satu kali. Setelah itu mereka mengulangi lagi, mereka memukulkan kedua telapak tangannya ke tanah sekali lagi dan mengusapkannya ke tangan."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Hubaib bin Abu Al Isyrin] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari ['Atho` bin Abu Rabah] berkata; aku mendengar [Ibnu 'Abbas] berkata; "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada seorang laki-laki yang kepalanya terkena luka, laki-laki tersebut mimpi basah, lalu ia diperintahkan untuk mandi hingga lukanya bertambah parah dan mati. Maka sampailah berita itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Mereka telah membunuhnya, semoga Allah akan membunuhnya. Tidaklah obat orang yang bodoh itu bertanya." 'Atho` berkata, "Telah sampai kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya ia hanya membasuh badannya dan mengecualikan kepalanya yang terkena luka."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Salim bin Abu Al Ju'd] dari [Kuraib] -mantan pelayan Ibnu 'Abbas- telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Abbas] dari bibinya [Maimunah] ia berkata; "Aku menyiapkan air mandi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau pun mandi junub. Beliau menuangkan bejana dengan tangan kirinya ke tangan kanan dan membasuhnya tiga kali, kemudian beliau menuangkan pada kemaluannya lalu menggosokkan tangannya ke bumi. Setelah itu beliau berkumur, memasukkan air ke hidung dan membasuh wajahnya tiga kali, serta kedua sikunya tiga kali. Kemudian menuangkan air ke seluruh tubuh, kemudian menjauh dari tempat mandinya dan mencuci kedua kakinya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Shodaqoh bin Sa'id Al Hanafi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jumai' bin Umair At Taimi] ia berkata; "Aku bersama dengan bibiku dari pihak ayah dan ibu menemui Aisyah, lalu kami bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi junub. [Aisyah] menjawab, "Beliau menuangkan air ke dalam telapak tangannya tiga kali baru memasukkan tangannya ke dalam bejana. Dan membasuh kepalanya tiga kali baru menuangkan air ke seluruh tubuhnya. Setelah itu beliau pergi melaksanakan shalat. Adapun kami (isteri-isteri Nabi) mandi dengan membasuh kepala hingga lima kali karena masalah rambut (panjang)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Sulaiman bin Shurad] dari [Jubair bin Muth'im] ia berkata; "Para sahabat berdebat masalah cara mandi junub di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Aku menuangkan air ke atas kepalaku sebanyak tiga telapak tangan."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki']. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudlail] semuanya dari [Fudlail bin Marzuq] dari ['Athiyah] dari [Abu Sa'id] bahwa seorang laki-laki bertanya kepadanya tentang mandi junub, maka ia menjawab; "Tiga kali." Lelaki itu bertanya kembali, "Sesungguhnya rambutku sangat lebat." Abu Sa'id menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam rambutnya lebih banyak dan lebih bagus dari rambutmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [Bapaknya] dari [Jabir] ia berkata; "Wahai Rasulullah, aku berada di suatu wilayah yang sangat dingin, bagaimana aku harus mandi junub?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku menuangkan air ke atas kepalaku sebanyak tiga kali."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Khallad Al Ahmar] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Sa'id bin Abu Sa'id] dari [Abu Hurairah] bahwa ia pernah ditanya oleh seorang laki-laki, "Berapa kali aku harus menuangkan air ke atas kepalaku ketika junub?" ia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuangkan tiga siraman di atas kepalanya." Laki-laki itu berkata; "Sesungguhnya rambutku sangat panjang?" Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam rambutnya lebih panjang dan lebih baik dari milikmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abdullah bin 'Amir bin Zurarah] dan [Isma'il bin Musa As Suddi] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak berwudlu setelah mandi janabah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syarik dari Huraits] dari [Huraits] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi dari janabah, kemudian beliau menghangatkan badannya pada tubuhku sebelum aku mandi."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam junub kemudian tidur tanpa menyentuh air. Setelah itu beliau bangun dan mandi."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] ia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ingin menyetubuhi isterinya, beliau melakukannya kemudian tidur dalam keadaan seperti itu tanpa menyentuh air."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika junub beliau tidur dalam keadaan seperti itu tanpa menyentuh air." Sufyan berkata; "Pada suatu hari aku menyebutkan hadits ini, maka berkatalah Isma'il kepadaku; "Wahai anak muda, hadits ini ada sesuatu yang mengikatnya (butuh penafsiran)."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh Al Mishri] berkata, telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] ia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ingin tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudlu sebagaimana wudlunya ketika shalat."
Telah menceritakan kepada kami [An Nashr bin Ali Al Jahdlami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar Ibnul Khaththab berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Apakah salah seorang dari kami boleh tidur dalam keadaan junub?" beliau menjawab: "Boleh, jika berwudlu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Marwan Al Utsmani Muhammad bin Utsman] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Yazid bin Abdullah bin Al Hal] dari [Abdullah bin Khabbab] dari [Abu Sa'id Al Khudri]; bahwasanya pada suatu malam ia junub lalu ingin tidur kembali, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya untuk berwudlu baru setelah itu tidur."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu Al Mutawakkil] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian menyetubuhi isterinya dan ingin mengulanginya, hendaklah ia berwudlu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul Mutsanna] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dan [Abu Ahmad] dari [Sufyan] dari [Ma'mar] dari [Qotadah] dari [Anas] berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggilir isteri-isterinya dengan satu kali mandi."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Shalih bin Abu Al Ahdlar] dari [Az Zuhri] dari [Anas] ia berkata; "Aku menyediakan air untuk mandi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau mandi setelah menggilir semua isterinya dalam satu malam."