Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Abdullah bin Abu Bakar] dari [Abdul Malik bin Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam]; ia menceritakannya dari [Khallad bin As-Sa'ib] dari [Ayahnya]; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril telah mendatangiku, lalu memerintahkanku untuk menyuruh para sahabatku mengeraskan suara saat bertalbiyah."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Abu Labid] dari [Al Muthallib bin Abdullah bin Hanthab] dari [Khalad bin As Sa'ib] dari [Zaid bin Khalid Al Juhanni]; ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jibril telah mendatangiku, seraya berkata; 'Wahai Muhammad. Perintahkan para sahabatmu untuk mengeraskan suara mereka dengan talbiyah. Karena itu termasuk syi'ar haji'."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir Al Hizami] dan [Ya'qub bin Humaid bin Kasib], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Fudaik] dari [Adl Dlahhak bin 'Utsman] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Abdurrahman bin Yarbu'] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya; "Amal perbuatan apakah yang paling utama di musim haji?" Beliau menjawab: 'Mengeraskan suara dengan talbiyah dan menyembelih hewan kurban.'
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir Al Hizami]; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Nafi'] dan [Abdullah bin Wahab] serta [Muhammad bin Fulaih], semuanya berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin 'Umar bin Hafsh] dari ['Ashim bin 'Ubaidillah] dari [Abdullah bin Amir bin Rabi'ah] dari [Jabir bin Abdillah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang yang berihram berkurban untuk Allah, pada harinya ia bertalbiyah sehingga matahari terbenam kecuali hilang dosa-dosanya, dan dia kembali seperti waktu ibunya melahirkannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah]; Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh]; telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'ad] semuanya dari ['Abdurrahman bin Al Qasim] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] radliallahu 'anha bahwa ia berkata; Aku telah memakaikan wewangian untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum beliau berihram dan saat beliau bertahalul sebelum beliau mengerjakan thawaf ifadah. Sufyan berkata; Aisyah berkata; "Aku melakukannya dengan kedua tanganku ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Adl Dluha] dari [Masruq] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; "Seakan-akan aku melihat kilauan minyak wangi pada belahan rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau sedang bertalbiyah."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Musa]; telah menceritakan kepada kami [Syariik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Seakan aku dapat memandang kilauan wangi pada belahan rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah tiga hari, sedangkan beliau mengerjakan ihram."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Nafi'] dari [Abdullah bin 'Umar] radliallahu 'anhu bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Pakaian apakah yang boleh dikenakan oleh orang-orang yang berihram?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Tidak boleh memakai baju, penutup kepala, celana, mantel yang bertudung kepala dan sepatu tinggi, kecuali jika ia tidak mendapatkan sepasang sandal, maka ia boleh memakai khuf, tetapi hendaknya ia memotong keduanya lebih rendah dari mata kaki dan janganlah melumuri pakaian dengan za'faran atau wars (tumbuhan berwarna kuning dan beraroma wangi)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abdullah bin 'Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang orang yang ihram memakai baju yang bercelup wars (warna kuning dan wangi) atau za'faran.
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] dan [Muhammad bin Ash Shabbah] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Amru bin Dinar] dari [Jabir bin Zaid Abu Asy Sya'tsa`] dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah di atas mimbar seraya bersabda: "Barang siapa yang tidak mendapatkan kain, maka ia dapat memakai celana dan siapa saja yang tidak mendapatkan sepasang sandal, maka ia dapat mengenakan sepatu." Hisyam berkata di dalam Haditsnya; 'Maka ia dapat memakai celana jika ia tidak mendapatkan kain.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Nafi'] dan dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang tidak mendapatkan sepasang sandal, maka dia dapat mengenakan sepatu (khuf), hendaknya dia memotong bawah keduanya lebih rendah dari dua mata kaki."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Idris] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Ayahnya] dari [Asma binti Abu Bakar] radliallahu 'anha, ia berkata; "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan ketika tiba di daerah 'Ara', kamipun singgah. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk (beristirahat) dan Aisyah duduk di sisi beliau, sedangkan aku duduk di samping Abu Bakar. Kendaraan kami dan kendaraan Abu Bakar satu, yang dibawa oleh budak Abu Bakar." (Perawi) berkata; 'Budak itupun muncul tanpa ditemani untanya (kendaraan). Lantas Abu Bakar bertanya; 'Mana untamu? ' Budak itu menjawab; 'Aku kehilangan semalam.' Abu Bakar berujar; 'Kamu hanya memiliki seekor unta lalu kamu hilangkan? ' (Perawi) berkata; 'Maka Abu Bakar pun memukulnya, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Perhatikanlah orang yang tengah berihram ini? Apa yang ia perbuat! '
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Hunain] dari [Ayahnya] bahwa Abdullah bin Abbas dan Al Miswar bin Makramah berselisih pendapat di daerah Abwa'. Abdullah bin Abbas berkata; "Orang berihram boleh mencuci kepalanya. Sedangkan Al Miswar mengatakan; 'Orang yang berihram tidak boleh mencuci kepalanya.' Maka Ibnu Abbas radliallahu 'anhu mengutusku untuk menemui [Abu Ayub Al Anshari] guna menanyakan tentang hal tersebut, dan aku mendapatkannya (Abu Ayyub) sedang mandi diantara dua tanduk dan ia menutupinya dengan pakaian. Lalu kuucapkan salam kepadanya, dan ia pun bertanya; 'Siapakah itu? ' Aku menjawab; 'Aku Abdullah bin Hunain. Abdullah bin Abbas telah mengutusku kepadamu untuk menanyakan tentang bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membasuh kepalanya saat berihram.' Abdullah bin Hunain berkata; Abu Ayyub lalu meletakan tangannya di atas pakaian, lalu mengangguk-anggukkan kepalanya, sehingga nampak olehku kepalanya, kemudian dia berkata kepada seseorang yang tengah menyirami kepalanya; 'Siramilah'. Maka iapun menyirami kepalanya, lalu menggerakan kepalanya dengan kedua tangannya ke depan dan ke belakang. Kemudian Abu Ayyub berkata; 'Begitulah aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Mujahid] dari ['Aisyah] berkata; "Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam ihram, apabila lewat para pengendara kami tutup wajah kami dan apabila ia telah pergi maka kami buka kembali." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Idris] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Mujahid] dari [Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami [Ayahku]; Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Hakim] dari [Abu Bakar bin Abdullah bin Az Zubair], dari kakeknya, ia berkata; "Aku tidak mengetahui [Asma binti Abu Bakar] atau [Su'da bin Auf], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui Dluba'ah binti Abdul Muththalib seraya bersabda: 'Wahai bibiku apa yang mencegahmu untuk melaksanakan haji? ' Dluba'ah menjawab; 'Aku wanita yang sedang sakit, dan aku takut tertahan (tidak bisa melanjutkan ibadahku).' Maka beliau bersabda: 'Berihramlah. Dan syaratkan tempat tahalul-mu di manapun kamu tertahan.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dan [Waki'] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Ayahnya] dari [Dluba'ah], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku dan aku sedang sakit, maka beliau bertanya: 'Bukankah kamu ingin melaksanakan haji tahun ini? ' Aku menjawab; 'Aku sedang sakit wahai Rasulullah! ' Beliau pun bersabda: 'Laksanakanlah haji, dan ucapkan: 'Tempat tahallul-ku di manapun (penyakit itu) menahanku (untuk meneruskan haji).'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyr bin Khalaf]; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Ibnu Juraij]; telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa ia mendengar [Thawus] dan ['Ikrimah], keduanya menceritakan dari [Ibnu 'Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Dluba'ah binti Zubair bin Abdul Muththalib datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu berkata: 'Aku adalah wanita yang sedang sakit berat, tapi aku ingin sekali melaksanakan haji. Bagaimana aku dapat berniat haji? ' Beliau menjawab: 'Berniatlah dan syaratkan: 'Bahwa tempat tahallulku dimanapun aku tertahan.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib]; telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Shabih]; telah menceritakan kepada kami [Mubarak bin Hassan Abu Abdullah] dari ['Atha` bin Abu Rabah] dari [Abdullah bin 'Abbas], ia berkata; "Para Nabi, mereka memasuki Baitul Haram dalam keadaan berjalan kaki dan tidak memakai sandal, dan mereka berthawaf mengelilingi Ka'bah dan melaksanakan manasik dalam keadaan telanjang kaki dan berjalan kaki."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]; telah menceritakan kepada kami [Ubaidillah bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki Makkah dari bukit tertinggi. Dan jika keluar, maka beliau akan keluar dari bukit terendah.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Al 'Umari] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki Makkah pada siang hari.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazak]; telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ali bin Al Husain] dari [Amru bin Utsman] dari [Usamah bin Sa'id], ia berkata; "Aku bertanya; 'Wahai Rasulullah, di mana engkau akan singgah esok? ' Kejadian itu pada saat beliau mengerjakan haji. Lalu beliau menjawab: 'Apakah 'Aqil menyiapkan rumah untuk kita? ' Beliau kemudian bersabda: 'Besok kita singgah di lembah Bani Kinanah.' Yang beliau maksud adalah Al Muhashshab, sebuah lokasi melempar jumrah yang pernah menjadi lokasi kaum Quraisy berikrar untuk tidak kufur. Ini terjadi saat Bani Kinanah bersekutu dengan Quraisy melawan Bani Hasyim dengan menolak mengawinkan keturunan Bani Hasyim dan menolak berdagang dengan mereka." Ma'mar berkata; 'Zuhri berkata; 'Al Khaif adalah sebuah lembah'.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]; telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Al Ahwal] dari [Abdullah bin Sarjis], ia berkata; "Aku melihat seorang yang gundul ([Umar bin Khaththab radliallahu 'anhu]) mencium Hajar Aswad sambil mengucapkan; 'Aku sungguh menciummu, walau ku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak memberi mudlarat dan juga tidak memberi manfaat. Seandainya tidak karena kulihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, tentu aku tidak akan menciummu."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahim Ar Razi] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Sa'id bin Jubair] berkata; Aku mendengar [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Batu ini (Hajar Aswad) sungguh akan datang pada hari kiamat, ia mempunyai dua mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara serta bersaksi atas orang yang mengusap (atau menciumnya) dengan benar.'"
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Pamanku, Ya'la] dari [Muhammad bin 'Aun] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap Hajar Aswad kemudian meletakkan kedua bibirnya kepadanya, dan beliau menangis lama sekali, kemudian dia berpaling, dan ternyata dia menemukan 'Umar dalam keadaan menangis pula, beliau bersabda: 'Wahai Umar, di sinilah ditumpahkan air mata.'"
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Amru bin As Sarh Al Mishri]; Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahab]; telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim bin Abdullah] dari [Ayahnya], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam belum pernah mengusap rukun-rukun (pojok) Ka'bah kecuali rukun Hajar Aswad dan rukun setelahnya (rukun Yamani) di sekitar tempat tinggal kaum Jumah."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Abu Tsaur] dari [Shafiyyah binti Syaibah], ia berkata; "Ketika Rasulullah merasa tenang saat hari penaklukan kota Makkah, beliau lantas thawaf di atas untanya dan mengusap rukun (Hajar Aswad) dengan tongkat yang ada di tangannya. Kemudian beliau masuk ke dalam Ka'bah dan di dalamnya mendapati patung merpati panjang yang terbuat dari pohon kurma. Lalu beliau menghancurkannya dan berdiri di depan pintu Ka'bah seraya melemparkannya. Saat itu aku melihatnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Amru bin As Sarh]; telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Wahab] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berthawaf di atas untanya saat mengerjakan haji Wada'. Beliau mengusap Hajar Aswad dengan tongkat."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Waki']; Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Hadiyyah bin Abdul Wahhab]; telah menceritakan kepada kami [Fadlal bin Musa], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'ruf bin Kharrabudz Al Maki], ia berkata; aku mendengar [Abu Ath Thufail 'Amir bin Watshilah], berkata; "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas kendaraannya berthawaf di Baitullah. Beliau mengusap rukun Hajar Aswad dengan tongkatnya, lalu mencium tongkat tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Basyir]; Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika melakukan thawaf pertama, maka beliau akan berlari kecil tiga kali dan berjalan empat kali dari Hijr Isma'il sampai kembali ke Hijr Isma'il (satu putaran). Dan Ibnu Umar juga mengerjakannya.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Abu Husain Al 'Ukli] dari [Malik bin Anas] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [Ayahnya] dari [Jabir] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berlari-lari kecil tiga kali dari Hijr Isma'il sampai ke Hijr Ismai'il (satu putaran) dan berjalan empat kali.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] dari [Hisyam bin Sa'ad] dari [Zaid bin Aslam] dari [Ayahnya] berkata; Aku mendengar [Umar] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Untuk apa lari kecil saat itu? Padahal sungguh Allah telah menetapkan Islam dan meniadakan kekafiran dan pemeluknya. Demi Allah! Kami tidak meninggalkan apapun yang dulu kami kerjakan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazak]; telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Abu Ath Thufail] dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya ketika hendak memasuki kota Makkah guna mengerjakan umrah setelah dilakukannya perjanjian Hudaibiyah, 'Sesungguhnya kaum kalian besok akan melihat kalian. Maka perlihatkanlah kekuatan kalian pada mereka.' Ketika mereka memasuki Masjidil Haram, mereka lantas mengusap rukun (Hajar Aswad) dan berlari-lari kecil disertai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bersama mereka. Dan ketika sampai pada rukun Yamani, mereka berjalan sampai rukun Hajar Aswad, kemudian berlari-lari kecil lagi hingga mencapai rukun Yamani. Kemudian mereka berjalan lagi Hingga Hajar Aswad. Dan itu dilakukan tiga kali. Kemudian mereka berjalan di empat putaran yang tersisa."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dan [Qabishah], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Juraij] dari [Abdul hamid] dari [Ibnu Ya'la bin Umayyah] dari [Ya'la] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan thawaf dengan idlthiba' (melipat kain dari bawah ketiak sebelah kanan ke pundak sebelah kiri). [Qabishah] berkata; dan diatasnya memakai selendang yang bergaris."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Musa]; telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Asy'ats bin Abi Asy Sya'tsa`] dari [Aswad bin Yazid] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang Hijr Isma'il, maka beliau menjawab: "Ia adalah bagian dari Ka'bah". Aku bertanya lagi; 'Apa yang mencegah (orang-orang dulu) memasukannya ke dalam bagian Ka'bah? ' Beliau menjawab: 'Mereka kekurangan biaya.' Lalu aku bertanya lagi; 'Kenapa pintunya tinggi, hingga tidak dapat dinaiki kecuali dengan tangga? ' Beliau menjawab: 'Itu adalah perbuatan kaummu, agar dapat (mengatur) masuknya siapa yang dikehendaki dan melarang orang yang dikehendaki ke dalamnya. Seandainya kaummu tidak dekat dari kekufuran dan khawatir hati mereka (keimanan) akan pudar, tentu aku akan pertimbangkan kembali apakah mungkin aku merubahnya dan kumasukan sesuatu yang kurang ke dalamnya, serta kujadikan pintunya dekat dengan tanah (pendek).'
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Al 'Ala bin Al Musayyab] dari ['Atha`] dari ['Abdullah bin Umar] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barangsiapa berthawaf di Baitullah dan mengerjakan shalat dua rakaat, maka pahalanya seperti membebaskan seorang budak.'"
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar]; telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ayyasy]; telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Abu Sawiyyah] berkata; Aku mendengar Ibnu Hisyam bertanya pada 'Atha` bin Abu Rabah tentang rukun Yamani sedang ia berthawaf di Ka'bah, ['Atha`] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Padanya ada tujuh puluh malaikat yang menjaganya, siapa saja yang berdoa; ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA AFWA WAL AFIYAH FIDUNYA WAL AKHIRAH RABBANA ATINA FIDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ADZABAN NAAR (Ya Allah aku berharap kemaafan dan kesehatan dari di dunia dan akhirat wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan kami dari api neraka)." Niscaya mereka berkata; 'Amien (kabulkanlah!) '. Ketika ia sampai dirukun Hajar Aswad, ia berkata; 'Wahai Abu Muhammad, apa yang engkau ketahui jika sampai di sini?.' Atha` berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: 'Siapa yang berusaha sesungguhnya ia berusaha menggapai tangan Ar Rahman.' Ibnu Hisyam berkata kepadanya; 'Wahai Abu Muhammad, bagaiamana dengan thawaf? ' 'Atha` menjawab; telah menceritakan kepadaku [Abu Hurairah] bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa yang berthawaf sebanyak tujuh kali dan ia tidak mengucapkan kecuali "Subhanallah" (Maha Suci Allah), "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah), "Laa ilaaha Illallah (Tiada Tuhan kecuali Allah) dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar), 'Laa haula wa laa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah), maka dihapuskan padanya sepuluh kesalahan, dituliskan sepuluh kebaikan dan diangkat derajatnya sepuluh tingkat. Dan siapa yang berthawaf dengan berkata-kata (tidak berdzikir) maka seakan-akan ia berenang pada rahmat Allah dengan kedua kakinya saja (tanpa jasadnya) semisal ia berenang di air dengan kedua kakinya.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Ibnu Juraij] dari [Katsir bin Katsir bin Muththalib bin Abu Wada'ah As Sahmi] dari [Ayahnya] dari [Al Muththalib] berkata; Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila selesai melakukan thawaf yang ke tujuh, beliau datang dan shalat di belakang rukun di ujung tempat thawaf dan tidak ada seseorang pun yang menghalanginya diantara beliau dan orang yang sedang thawaf." Ibnu Majah berkata; "Ini khusus di Mekah."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] dan [Amru bin Abdullah], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Muhammad bin Tsabit Al 'Abdi] dari [Amru bin Dinar] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Makkah, lantas mengerjakan Thawaf di Baitullah tujuh putaran, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat. Waki' berkata; "Shalat ini dilakukan di maqam Ibrahim." Kemudian beliau keluar menuju Shafa (untuk bersa'i)."
Telah menceritakan kepada kami [Al 'Abbas bin 'Utsman Ad Dimasyqi]; telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Malik bin Anas] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [Ayahnya] dari [Jabir] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai melaksanakan Thawaf di Baitullah, maka beliau mendatangi Maqam Ibrahim. Kemudian 'Umar radliallahu 'anhu bertanya; 'Wahai Rasulullah, apakah ini maqam bapak kita (Ibrahim 'Alaihis Salam) yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah sebutkan dalam firman-Nya: 'Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.' (Qs. Al Baqarah 2:125)" Al Walid berkata; 'Aku bertanya kepada Malik; 'Beginikah Umar membacanya; 'Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim sebagai tempat Shalat? ' Malik menjawab; 'Ya.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Mu'alla bin Manshur]; Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dan [Ahmad bin Sinan], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Naufal] dari ['Urwah] dari [Zainab] dari [Ummu Salamah] radliallahu 'anha, bahwa ia ditimpa sakit, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya untuk berthawaf di belakang jama'ah sambil berkendara. Ummu Salamah berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Shalat menghadap ke Baitullah seraya membaca: WA THUUR WA KITAABI MASTHUUR.' QS.Ath Tuur 52: 1-2)." Ibnu Majah berkata; Ini hadits dari Abu Bakar."