Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], ia berkata; Aku mendengar [Al Mutsanna bin Ash Shabah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Amru bin Syu'aib] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya], ia berkata; "Aku pernah melakukan thawaf bersama Abdullah bin 'Amru dan setelah kami selesai dari putaran ke tujuh, kami shalat di belakang Ka'bah. Aku kemudian berkata; 'Tidakkah kita seharusnya memohon perlindungan kepada Allah dari neraka? ' Maka ia berkata; 'Aku berlindung kepada Allah dari neraka.' Kemudian ia berlalu, lantas mengusap rukun Hajar Aswad, kemudian berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah lalu menempelkan dada, kedua tangan dan pipinya di sana seraya berkata; 'Beginilah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya'."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Abdurrahman bin Al Qasim] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (sepertinya) tidak ada tujuan lain kecuali untuk mengerjakan haji. Dan ketika kami berada di daerah Sarif atau dekat dengan Sarif, Aku pun mengalami haid. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku dan mendapatiku tengah menangis. Beliau bersabda: 'Kenapa kamu? Apakah kamu sedang mengalami nifas (haid)? ' Aku menjawab; 'Ya.' Lalu beliau bersabda: 'Sesungguhnya ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap anak-anak perempuan keturunan Adam 'Alaihis Salam. Maka lakukanlah seluruh manasik haji selain thawaf di Baitullah.' Aisyah berkata; 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas memotong kurban seekor sapi untuk para istrinya.'
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Amar] dan [Abu Mush'ab]; keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas]; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Al Qasim] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] radliallahu 'anha Ummul Mukminin, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengerjakan haji Ifrad.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Abu Al Aswad Muhammad bin Abdurrahman bin Naufal], dia adalah seorang yatim di rumah ['Urwah bin Zubair], dari [Aisyah] radliallahu 'anha Ummul Mukminin, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengerjakan haji Ifrad.
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar]; telah menceritakan kepada kami ['Abdul Aziz Ad Darawardi] dan [Hatim bin Isma'il] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [Ayahnya] dari [Jabir] Radlialahu 'Anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan haji Ifrad.
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar]; telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Abdullah Al 'Umari] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman mengerjakan haji Ifrad.
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami]; telah menceritakan kepada kami [Abdul `A'la bin 'Abdul A'la]; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Ishaq] dari [Anas bin Malik] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wa Sallam menuju Makkah, kudengar beliau bersabda: "Aku penuhi panggilan-Mu. Dengan melaksanakan umrah dan haji."
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali]; telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahab]; telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku penuhi panggilan-Mu. Dengan melaksanakan haji dan Umrah (bersamaan)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Hisyam bin 'Ammar], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Abdah bin Abu Lubabah] berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il Syaqiq bin Salamah] berkata; Aku telah mendengar [Ash Shubay bin Ma'bad] berkata; "Dulu aku seorang Nasrani, lalu masuk Islam. (Ketika berangkat haji) aku mengeraskan niat bacaan haji dan umrah. Salman bin Rabi'ah dan Zaid bin Shuhan pun mendengar niatku itu saat bersama mereka di Qadisiyah. Maka mereka berkata; 'Sungguh orang ini lebih sesat daripada untanya.' Seakan-akan mereka berdua telah membebaniku dengan gunung lewat ucapan mereka itu. Maka aku mendatangi [Umar bin Khaththab] radliallahu 'anhu, lalu kuceritakan kejadiannya. Lalu Umar menjumpai Salman dan Zaid lantas mencela mereka berdua. Kemudian Umar menjumpaiku dan berkata; 'Kamu telah diberi petunjuk kepada sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh kamu telah diberi petunjuk kepada sunah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. [Hisyam] berkata dalam haditsnya; Syaqiq berkata; dan kebanyakan kepergianku dan Masruq untyuk bertanya tentang masalah tersebut. Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abu Mu'awiyah] dan pamanku [Ya'la] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Ash Shubay bin Ma'bad] ia berkata; 'Belum lama aku memeluk agama Nashrani, akupun masuk kedalam Islam dan aku tidak biasa berijtihad, maka kukeraskan bacaan niat haji dan umrahku." -Lalu Shubai menyebutkan kisah seperti itu.-
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammd]; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Al Hasan bin Sa'd] dari [Ibnu 'Abbas]; telah mengabarkan kepadaku [Abu Thalhah] radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memadukan Haji dan Umrah."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ya'la bin Harits Al Muharibi]; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ghailan bin Jami'] dari [Laits] dari ['Atha`] dan [Thawus] dan [Mujahid] dari [Jabir bin Abdullah] radliallahu 'anhu, [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu dan [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah dan para sahabatnya belum pernah melakukan thawaf untuk haji dan umrah mereka saat mereka tiba kecuali hanya sekali.
Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin As Sari]; telah menceritakan kepada kami ['Abtsar bin Al Qasim] dari [Asy'ats] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan thawaf untuk haji dan umrah hanya dengan satu thawaf.
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar]; telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Khalid Az Zanji]; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin 'Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu bahwa ia datang dengan niat haji qiran, lalu mengerjakan thawaf tujuh putaran di Baitullah dan mengerjakan Sa'i dari Shafa ke Marwa, kemudian ia mengatakan; "Inilah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhriz bin Salamah]; telah menceritakan kepada kami ['Abdul Aziz bin Muhammad] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa berniat ihram melaksanakan haji dan umrah (secara bersamaan), maka cukup baginya mengerjakan sekali thawaf, dan tidaklah ia bertahallul sampai ia menyelesaikan hajinya, (barulah kemudian) bertahallul untuk keduanya (haji dan umrah) sekaligus."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi] yaitu Duhaima; telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i]; telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abu Katsir]; telah menceritakan kepadaku ['Ikrimah]; telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Abbas]; telah menceritakan kepadaku [Umar bin Khaththab] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ketika berada di 'Aqiq: 'Utusan dari Tuhanku mendatangiku, seraya berkata. 'Shalatlah kamu di lembah yang diberkahi ini, dan katakan: 'Umrah dan Haji'." Lafadz ini dari Duhaim.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Mis'ar] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [Thawus] dari [Suraqah bin Ju'tsam], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangkit untuk berkhutbah di lembah yang diberkahi ini, seraya bersabda: "Ingatlah bahwa haji Tamattu' (telah disyari'atkan) hingga hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Al Jurairi] dari [Abul Ala` Yazid bin Asy Syikhkhir] dari saudaranya [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syikhkhir], ia berkata; [Imran bin Al Hushain] berkata kepadaku; "Akan kusampaikan sebuah hadist kepadamu, semoga akan memberi manfaat pada hari ini. Ketahuilah bahwa sekelompok keluarga Rasulullah telah melakukan umrah pada bulan Dzulhijjah, sedangkan beliau tidak melarangnya dan tidak pula turun (nash) yang me-nasakh-nya. Dan nanti seseorang (biasanya) akan berpendapat sesuka hatinya dalam masalah ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammad bin Basysyar], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far]; telah menceritakan kepada kami [Nashr bin 'Ali Al Jahdlami]; telah menceritakan kepada kami [Ayahku], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari ['Umarah bin 'Umair] dari [Ibrahim bin Abu Musa] dari [Abu Musa Al Asy'ari] radliallahu 'anhu, bahwa ia pernah menfatwakan untuk melaksanakan haji Tamattu', lantas seorang laki-laki berkata kepadanya; "Tahan dulu fatwamu itu, karena kamu tidak tahu apa yang diperbaharui oleh Amirul Mukminin setelahmu masalah pelaksanaan haji." Abu Musa berkata; Sampai suatu ketika aku menjumpai Amirul Mukminin, maka kukatakan kepadanya. Lalu [Umar] berkata; 'Aku tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat beliau telah mengerjakannya. Namun aku tidak suka (jika) orang-orang nanti bernaung di bawahnya beristirahat di bawah pohon ark (Siwak), kemudian berangkat melaksanakan haji dan kepala mereka terbentur dengan keras.'
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi]; telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim]; telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari ['Atha`] dari [Jabir bin Abdullah], ia berkata; "Kami mengeraskan suara bacaan niat untuk mengerjakan haji saja bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tanpa mencampurnya dengan niat umrah. Dan kami tiba di Makkah pada malam keempat bulan Dzulhijjah. Maka ketika kami thawaf di Baitullah, dan Sa'i antara Shafa dan Marwa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas memerintahkan kami untuk menjadikannya sebagai umrah dan segera berkumpul dengan para istri kami. Maka kami saling berkata; 'Antara kita kini dari hari Arafah hanya tersisa lima hari. Apakah kita harus pergi ke sana (Arafah) sedangkan kemaluan kita mengucurkan mani (kita tengah berhadast)? ' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya aku adalah orang yang paling baik dan jujur di antara kalian, seandainya tidak ada (al hadyu), niscaya akan kubolehkan (untuk melakukannya).' Suraqah bin Malik bertanya; 'Apakah haji Tamattu' kami hanya diwajibkan untuk tahun ini saja atau untuk selamanya? ' Beliau menjawab: 'Tidak tetapi untuk selamanya'.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Amrah] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; "Kami berangkat bersama Rasulullah pada lima hari tersisa di bulan Dzulqa'dah dan kami tidak diperlihatkan kecuali haji. Ketika waktunya tiba dan mendekat, Rasulullah memerintahkan orang yang tidak membawa hewan sesembelihan (al hadyu) untuk bertahalul, sehingga semua orang bertahalul. Kecuali orang yang membawa hewan sesembelihan. Dan ketika datang hari 'Ied Adha, dibawakanlah kepada kami daging sapi, maka dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih kurban untuk para istrinya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah]; telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara` bin 'Azib], ia berkata; Rasulullah bersama dengan para sahabat menemui kami, maka kami melakukan ihram untuk haji. Tatkala kami sampai di Makkah, beliau bersabda: "Ubahlah haji kalian menjadi 'umrah." Maka para sahabat bertanya; 'Wahai Rasulullah, kita telah berihram untuk haji, bagaimana kami mengubahnya menjadi 'umrah? ' Beliau bersabda: 'Perhatikan apa yang aku perintahkan kepada kalian dan kerjakanlah.' Tetapi mereka menolak sabdanya sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam marah dan pergi kemudian masuk menemui 'Aisyah dalam keadaan marah, maka 'Aisyah melihat kemarahan di wajahnya dan berkata; 'Siapa yang membuat kamu marah maka telah membuat marah Allah.' Beliau bersabda: 'Bagaimana aku tidak marah, sedang aku memerintahkan suatu perintah tapi tidak diikuti.'
Telah menceritakan kepada kami [Bakar bin Khalaf Abu Bisyr]; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim]; telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij]; telah mengabarkan kepadaku [Manshur bin Abdurrahman] dari ibunya [Shafiyyah] dari [Asma` binti Abu Bakar] ia berkata; "Kami pergi (berangkat haji) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan berihram. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa membawa hewan sesembelihan, maka tetaplah memakai ihram. Dan barang siapa tidak membawa hewan sesembelihan, maka ia hendaknya bertahalul'." Asma berkata; 'Saat itu aku tidak membawa hewan sembelihan, maka akupun bertahalul. Dan Zubair membawa hewan sembelihan maka ia tidak bertahalul. Lantas kupakai pakaianku dan aku datang menemui Zubair, lalu Zubair berkata; 'Pergilah dariku! ' Akupun berkata; 'Apakah kamu takut aku akan menerkammu?.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab]; telah menceritakan kepada kami ['Abdul Aziz bin Muhammad Ad Darawardi] dari [Rabi'ah bin Abu 'Abdurrahman] dari [Al Harits bin Bilal bin Al Harits] dari [Ayahnya] berkata; Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah mengganti haji dengan umrah itu khusus untuk kami atau untuk manusia secara umum?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Bahkan khusus untuk kami.'
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Ayahnya] dari [Abu Dzar] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Haji tamattu hanya untuk para sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam bin 'Urwah]; telah mengabarkan kepadaku [Ayahku] ia berkata; "Aku berkata kepada Aisyah; "Kurasa tidak ada dosa bagiku, (jika aku tidak bersa'i antar Shafa dan Marwa". [Aisyah] menjawab; "Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya untuk mengerjakan sa'i antara keduanya." Seandainya maknanya seperti yang kamu katakan, tentu bunyi firman-Nya (akan menjadi); Maka tidak ada dosa baginya tidak mengerjakan Sa'i di antara keduanya. Ayat ini turun kepada orang-orang Anshar yang biasa mengeraskan suara, mereka melakukannya untuk Manat, maka tidak boleh bagi mereka untuk bersa'i antara Shafa dan Marwa. Dan ketika mereka tiba bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada sebuah musim haji, merekapun menceritakannya kepada beliau, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan ayat ini. Aku bersumpah; Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan menyempurnakan haji orang yang tidak melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Budail bin Maisarah] dari [Shafiyyah binti Syaibah] dari [Ummu Waladnya Syaibah], ia berkata; "Aku melihat Rasulullah melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa, dan beliau bersabda: 'Jarak (dalam sa'i) tidak terpotong kecuali dengan berlari.'
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] dan [Amru bin Abdullah], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari ['Atha` bin As Sa`ib] dari [Katsir bin Jumhan] dari [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Jika aku bersa'i antara Shafa dan Marwa, maka terlihat olehku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersa'i dan jika aku berjalan, maka aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan, sedangkan aku adalah orang yang sudah tua."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar]; telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Yahya Al Khusyani]; telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Qais]; telah mengabarkan kepadaku [Thalhah bin Yahya] dari Pamannya [Ishaq bin Thalhah] dari [Thalhah bin 'Ubaidillah] bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Haji adalah jihad, sedang 'umrah adalah tathawwu (tidak wajib)."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair]; telah menceritakan kepada kami [Ya'la]; telah menceritakan kepada kami [Isma'il]; Aku mendengar dari [Abdullah bin Abu 'Aufa] berkata; "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau tengah mengerjakan sebuah umrah. Beliau melakukan thawaf, kamipun melakukannya bersama beliau. Beliau mengerjakan shalat, kami pun mengerjakannya bersama beliau. Kami melindungi beliau dari pandangan penduduk kota Makkah, agar tidak ada seorangpun (dari mereka) dapat melukai beliau."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhammad], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki']; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Bayan] dan [Jabir] dari [Asy Sya'bi] dari [Wahb bin Khanbasy], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji'."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah]; telah menceritakan kepada kami [Sufyan]; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Muhammad] dan ['Amru bin Abdullah], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] semuanya dari [Dawud bin Yazid Az Za'afiri] dari [Asy Sya'bi] dari [Harim bin Khanbasy]. Ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji'."
Telah menceritakan kepada kami [Jubarah bin Mughallis]; telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin 'Utsman] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad bin Yazid] dari [Abu Maqil], dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad]; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Hajjaj] dari ['Atha`] dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) ibadah haji'."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdul Malik bin Waqid]; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin 'Amru] dari [Abdul Karim] dari ['Atha`] dari [Jabir] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) mengerjakan haji."
Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Zakaria bin Abu Zaidah] dari [Ibnu Abu Laila] dari ['Atha`] dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam belum pernah umrah kecuali di bulan Dzulqa'dah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Habib] dari ['Urwah] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia bekata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melakukan umrah kecuali di bulan Dzulqa'dah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib]; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dari [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Habib yaitu Ibnu Abu Tsabit] dari ['Urwah], ia berkata; " [Ibnu Umar] radliallahu 'anhu ditanya; 'Pada bulan apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan Umrah? ' Ia menjawab; 'Pada bulan Rajab.' Maka [Aisyah] radliallahu 'anha berkata; 'Rasulullah tidak pernah sekalipun melakukan umrah pada bulan Rajab, dan tidak pernah melakukannya kecuali ia Ibnu Umar bersama beliau'."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Abu Ishaq Asy Syafi'i Ibrahim bin Muhammad bin Al 'Abbas bin 'Utsman bin Syafi'], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari ['Amru bin Dinar]; telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin Aus]; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Abu Bakr] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya untuk mengiringi Aisyah, lalu membawanya umrah dari Tan'im.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami ['Abdah bin Sulaiman] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; "Kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam haji Wada'. Kami menyempurnakan awal bulan Dzulhijjah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa diantara kalian ingin berniat umrah, maka segera lakukanlah. Seandainya aku tidak membawa Al Hadyu (hewan kurban) niscaya akupun berniat untuk umrah'." Aisyah berkata; 'Maka diantara para sahabat ada pula yang berniat umrah, dan diantara mereka ada yang berniat haji. Aku termasuk dikalangan orang yang berniat umrah.' Aisyah berkata lagi; 'Lalu kami berangkat hingga sampai di Makkah. Saat datang hari Arafah, ternyata aku haid, sedangkan belum tiba waktuku untuk bertahallul dari umrahku. Maka kuadukan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas beliau bersabda: 'Tinggalkanlah umrahmu. Lerailah (ikatan) rambutmu, dan sisirlah, lalu berniatlah haji'. Aisyah berkata; 'Maka aku melaksanakan perintah beliau. Dan ketika datang malam melempar Jumrah, dan Allah telah menyempurnakan ibadah haji kami, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Abdurrahman bin Abu Bakar kepadaku, lalu mengiringiku keluar menuju Tan'im, kemudian aku bertahalul untuk umrah. Maka Allah telah menyempurnakan haji dan umrah kami. Dalam pelaksanaan haji tersebut, tidak ada hadyu, sedekah ataupun puasa.'
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la bin Abdul A'la] dari [Muhammad bin Ishaq]; telah menceritakan kepadaku [Sulaiman bin Suhaim] dari [Ummu Hakim binti Umayyah] dari [Ummu Salamah]; sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang berniat 'umrah dari Baitul Maqdis, akan diampuni dosanya."