Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'd]. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Abdullah Al Ja'fari] dari [Abdul Aziz bin Muhammad], semuanya dari [Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Al Had] dari [Al Walid bin Abu Al Walid] dari [Utsman bin Abdullah bin Suraqah Al 'Adawi] dari [Umar Ibnul Khaththab] ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid Allah yang di dalamnya digunakan untuk berdzikir kepada Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Al Hanafi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Ja'far] dari [Bapaknya] dari [Mahmud bin Labid] dari [Utsman bin Affan] ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya masjid di surga."
Telah menceritakan kepada kami [Al 'Abbas bin Utsman Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abul Aswad] dari ['Urwah] dari [Ali bin Abu Thalib] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid dari hartanya, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abdul A'la] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] dari [Ibrahim bin Nasyith] dari [Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain An Naufali] dari ['Atho` bin Abu Rabah] dari [Jabir bin Abdullah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid karena Allah meski sebesar sangkar burung, atau bahkan lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan baginya satu istana di surga."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kiamat tidak akan datang hingga manusia berbangga-bangga dengan masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Jubarah bin Al Mughallis] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Karim bin Abdurrahman Al Bajali] dari [Laits] dari [Ikrimah] dari [Ibnu 'Abbas] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat kalian akan memegahkan masjid-masjid kalian setelah sepeninggalku, sebagaimana orang-orang Yahudi memegahkan sinagog-sinagog mereka, dan sebagaimana orang-orang Nasrani memegahkan gereja-gereja mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Jubarah bin Al Mughallis] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Karim bin Abdurrahman] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru bin Maimun] dari [Umar bin Al Khatthab] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak buruk amal suatu kaum kecuali membuat hiasan-hiasan dinding di masjid-masjid mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hammad bin Salamah] dari [Abu At Tayyah Adl Dlabbi] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Letak masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah di bani Najjar, di situ terdapat pepohon kurma dan pekuburan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka: "Juallah kebun ini kepadaku! " mereka menjawab; "Selamanya kami tidak akan menjualnya." Anas berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membangun masjidnya sementara mereka membantunya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan itu adalah kehidupan akhirat. Ya Allah, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin." Anas berkata; "Sebelum membangun masjid, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa melaksanakan shalat di manasaja ketika waktunya telah tiba."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Hammam Ad Dallal] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin As Sa`ib] dari [Muhammad bin Abdullah bin Iyadl] dari [Utsman bin Abul 'Ash] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepadanya agar memposisikan (menghormati) masjid Tha`if sebagaimana orang-orang memposisikan sesembahan mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Utsman] berkata, telah menceritakan kepada kami [Musa bin A'yun] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], ia ditanya tentang dinding (lantai) yang terkena kotoran. Maka Ibnu Umar menjawab; "Jika lantai itu selalu disiram dengan air, maka shalatlah di sana, " ia memarfu'kan hadits ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru bin Yahya] dari [Bapaknya] dan [Hammad bin Salamah] dari ['Amru bin Yahya] dari [Bapaknya] dari [Abu Sa'id Al Khudzri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seluruh bumi adalah tempat masjid, kecuali kuburan dan kamar mandi."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] dari [Yahya bin Ayyub] dari [Zaid bin Jabirah] dari [Dawud bin Al Hushain] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang shalat di tujuh tempat; pembuangan sampah, penyembelihan, pekuburan, tengah jalan, kamar mandi, kandang unta dan di atas Ka'bah."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Dawud] dan [Muhammad bin Abul Husain] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Shalah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Al Laits] berkata, telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar bin Al Khatthab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tujuh tempat yang tidak boleh dipergunakan untuk shalat; di atas Ka'bah, pekuburan, pembuangan sampah, tempat penyembelihan hewan, kamar mandi, kandang unta, dan tengah jalan."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al Himshi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Himyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Jabirah Al Anshari] dari [Dawud bin Al Hushain] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Beberapa hal yang tidak layak dilakukan di masjid; tidak dijadikan sebagai jalan, tidak boleh senjata dihunuskan, tidak boleh busur ditarik, tidak boleh menyebarkan anak panah, tidak boleh melewatkan daging mentah, tidak boleh dilaksanakan had, tidak boleh menuntut qishash dari seseorang, dan tidak boleh menjadikannya sebagai pasar."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sa'id Al Kindi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] dari [Ibnu 'Ajlan] dari ['Amru bin Syu'aib] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk jual beli dan mendendangkan sya'ir dalam masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yusuf As Sulami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Harits bin Nabhan] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Utbah bin Yaqzhan] dari [Abu Sa'id] dari [Makhul] dari [Watsilah bin Al Asqa'] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hindarkan dari masjid-masjid kalian anak kecil, orang gila, jual beli, perdebatan, meninggikan suara, pelaksanaan hudud dan menghunuskan pedang. Buatlah pada setiap pintunya tempat bersuci dan serta harumkanlah di setiap hari jum'at."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] berkata, telah memberitakan kepada kami [Ubaidullah bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata; "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kami biasa tidur di masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Musa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Abdurrahman] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Ya'isy bin Qais bin Thikhfah] menceritakan kepadanya dari [Bapaknya] -ia termasuk Ashabus Shuffah- ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada kami: "Berangkatlah." Kami pun berangkat menunju rumah Aisyah, lalu kami makan dan minum. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda kepada kami: "Jika mau, kalian boleh tidur di sini, dan jika mau kalian bisa pergi ke masjid." Ia berkata; Maka kami berkata; "Kami akan pergi ke masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Maimun Ar Raqqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid]. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Bapaknya] dari [Abu Dzar Al Ghifari] ia berkata; Aku bertanya; " Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun?" beliau menjawab: "Masjidil Haram." Abu Dzar berkata; Aku bertanya; "Lalu mana lagi?" beliau menjawab: "Masjidil Aqsha." Aku bertanya; "Berapa jarak antara keduanya?" beliau menjawab: "Empat puluh tahun. Dan bumi bagimu adalah masjid, maka shalatlah dimanapun tempatnya ketika waktu shalat telah tiba."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Marwan Muhammad bin Utsman Al Utsmani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Ibnu Syihab] dari [Mahmud bin Ar Rabi' Al Anshari] -dia telah menjaga Majjah (air yang dikeluarkan dari dalam mulut) dalam ember yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluarkan (muntahkan) ke dalam sumur milik mereka-, dari ['Itban bin Malik As Salimi] -ia adalah imam bagi kaumnya, bani Salim. Dan ia juga pernah ikut dalam perang badar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.- Ia berkata; Aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku bertanya kepadanya; "Wahai Rasulullah, mataku sakit dan banjir menghalangiku untuk mendatangi masjid kaumku, hingga aku tidak dapat melaluinya, sekiranya engkau berkehendak datang dan shalat di rumahku yang bisa aku jadikan sebagai tempat shalat, maka lakukanlah." Beliau bersabda: "Aku akan datang." maka di awal siang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar berangkat, beliau minta izin dan akupun memberinya izin (masuk). Namun beliau tidak langsung duduk hingga beliau bertanya: "Tempat mana yang engkau sukai untuk aku jadikan tempat shalat di rumahmu ini?" lalu aku memberi isyarat kepada beliau tempat yang aku sukai. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri dan kami membuat shaf di belakangnya, lalu beliau shalat dua raka'at bersama kami. Setelah itu aku menghidangkan daging yang berkuah kepada mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Al Fadhl Al Khurqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Ashim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], berkata; Seorang lelaki Anshar mengutus seseorang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, agar ia mengatakan; "kunjungilah dan garislah untukku sebuah masjid di rumahku, hingga aku bisa shalat di situ." Dan hal itu ketika ia mengalami kebutaan. Lalu beliau datang dan melakukkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hakim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Ibnu 'Aun] dari [Anas bin Sirin] dari [Abdul Hamid bin Al Mundzir bin Al Jarud] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Sebagian dari bibiku membuatkan makanan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Aku suka jika engkau makan dan shalat di rumahku." Anas berkata; "Kemudian beliau mendatanginya, sementara di rumah ada tikar, beliau memerintahkan memegang bagian ujungnya agar di bersihkan dan diperciki air. Kemudian beliau shalat dan kami shalat bersamanya." Abu Abdullah Ibnu Majah berkata; "Al Fahlu adalah tikar yang sudah menghitam lusuh."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Sulaiman bin Abul Jaun] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Shalih Al Madani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Abu Maryam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengeluarkan kotoran dari dalam masjid, maka Allah akan membuatkan baginya rumah di surga."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam] dan [Ahmad bin Al Azhar] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Malik bin Su'air] berkata, telah memberitakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar masjid dibangun di perkampungan, dibersihkan dan di beri wewangian."
Telah menceritakan kepada kami [Rizqullah bin Musa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ishaq Al Hadlrami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Za`idah bin Qudamah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar masjid dibangun di perkampungan, dibersihkan dan diberi wewangian."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sinan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Khalid bin 'Iyas] dari [Yahya bin Abdurrahman bin Hathib] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; "Pertama kali yang memberi penerangan di masjid adalah Tamim Ad Daari."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Utsman Al Utsmani Abu Marwan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Ibnu Syihab] dari [Humaid bin Abdurrahman bin Auf] dari [Abu Hurairah] dan [Abu Sa'id Al Khudri] bahwa keduanya telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat dahak di dinding masjid, beliau lalu mengambil kerikil seraya membersihkannya. Setelah itu beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian membuang dahak, maka janganlah ke bagian depan atau samping kanannya. Tetapi hendaklah ke samping kiri atau di bawah kaki kirinya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Tharif] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Aidz bin Habib] dari [Humaid] dari [Anas] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat dahak di kiblat masjid hingga beliau marah dan memerah wajahnya. Kemudian datanglah seorang wanita Anshar kepada beliau seraya mengerik dan memberi wewangian pada bekasnya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Alangkah bagusnya ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh Al Mishri] berkata, telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Nafi'] dari [Abdullah bin Umar] ia berkata; Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang shalat, beliau melihat dahak di kiblat masjid lalu beliau mengeriknya. Selesai shalat beliau kemudian bersabda: "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat sesungguhnya Allah berada di depannya, maka ketika shalat janganlah kalian membuang dahaknya ke arah depan."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membersihkan ludah di kiblat masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Abu Sinan Sa'id bin Sinan] dari [Alqamah bin Martsad] dari [Sulaiman bin Buraidah] dari [Bapaknya] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat, lalu seorang laki-laki berkata; "siapa yang menemukan unta merah?" maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Engkau tidak akan mendapatkannya, masjid itu dibangun untuk sujud."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rumh] berkata, telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Lahi'ah]. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] semuanya dari [Ibnu 'Ajlan] dari ['Amru bin Syu'aib] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang mengumumkan barang hilang di masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Humaid bin Kasib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Haiwah bin Syuraih] dari [Muhammad bin Abdurrahman Al Asadi Abu Al Aswad] dari [Abu Abdullah] mantan budak Syaddad Ibnul Had, bahwasanya ia mendengar [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mendengar seseorang mengumumkan barang hilang di masjid, maka hendaklah ia mengatakan; 'Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, ' sebab masjid tidak dibangun untuk ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun]. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyr Bakr bin Khalaf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Hassan] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian tidak menemukan tempat kecuali kandang kambing dan kandang unta, maka shalatlah di kandang kambing, dan jangan shalat di kandang unta."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Yunus] dari [Al Hasan] dari [Abdullah bin Mughaffal Al Muzani] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalatlah kalian di kandang kambing dan jangan shalat di kandang unta, sebab ia diciptakan dari setan."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zaid Ibnul Hubab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Ar Rafi' bin Sabrah bin Ma'bad Al Juhani] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Bapakku] dari [Bapaknya], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak dibolehkan shalat di kandang unta, namun dibolehkan shalat di kandang kambing."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] dan [Abu Mu'awiyah] dari [Laits] dari [Abdullah Ibnul Hasan] dari [Ibunya] dari [Fatimah binti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam], ia berkata; Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, kemudian beliau mengucapkan: "BISMILLAH WAS SALAMU 'ALA RASUULILLAH ALLAHUMMAGHFIRLI DZUNUUBI WAFTAHLI ABWAABA RAHMATIK (Dengan menyebut nama Allah dan salam -semoga- tercurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku pintu rahmat-Mu)." Dan jika keluar beliau mengucapkan; "BISMILLAH WAS SALAMU 'ALA RASUULILLAH ALLAHUMMAGHFIRLI DZUNUUBI WAFTAHLI ABWAABA FADLLIKA (Dengan menyebut nama Allah dan salam -semoga- tercurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu)."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al Himshi] dan [Abdul Wahhab bin Adl Dlahhak] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ayyasy] dari [Umarah bin Ghaziah] dari [Rabi'ah bin Abu Abdurrahman] dari [Abdul Malik bin Sa'id bin Suwaid Al Anshari] dari [Abu Humaid As Sa'idi] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid hendaklah mengucapkan salam atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu hendaklah ia mengucapkan; ALLAHUMMAF TAHLI ABWAABA RAHMATIK (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu rahmat-Mu), dan jika keluar ucapkanlah; ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA MIN FADLLIKA (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu)."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr Al Hanafi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahhak bin Utsman] berkata, telah menceritakan kepadaku [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka ucapkanlah salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan hendaklah mengucapkan; 'ALLAHUMMAF TAHLII ABWAABA RAHMATIK (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu rahmat-Mu).' Dan jika keluar hendaklah mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan hendaklah mengucapkan; 'ALLAHUMMA'SHIMNII MINASY SYAITHANIR RAJIIM (Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk).'"
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berwudlu dan membaguskannya, kemudian datang ke masjid, dan tidak ada yang menggerakkannya berjalan menuju masjid kecuali shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali dengannya Allah akan mengangkat derajat dan menghapus dosanya hingga ia masuk masjid. Dan jika masuk masjid, maka ia akan tetap dalam hitungan shalat selama shalatlah yang menahannya (dari keinginan pulang)."