Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Azhar] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Waqid]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mu`ammal bin Ash Shabbah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Badal bin Muhabbar] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Al Walid] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Bahdalah] dari [Zir] dan [Abu Wa`il] dari [Abdullah bin Mas'ud] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu membaca di dua rakaat setelah maghrib QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (Katakanlah: "Hai orang-orang kafir) dan QUL HUWA ALLAHU AHAD (Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa). "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abul Husain Al 'Ukli] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Umar bin Abu Khats'am Al Yamami] berkata, telah memberitakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman bin 'Auf] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa shalat setelah maghrib enam raka'at, ia tidak berbicara di sela-sela raka'at itu dengan perkataan jelek, maka ia seperti mengerjakan shalat dua belas raka'at selama setahun. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhmmad bin Rumh Al Mishri] berkata, telah memberitakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abdullah bin Rasyid Az Zaufi] dari [Abdullah bin Abu Murrah Az Zaufi] dari [Kharijah bin Hudzafah Al 'Adawi] ia berkata "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengunjungi kami, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi kalian shalat yang lebih baik kalian dari pada unta merah, yakni shalat witir. Shalat tersebut Allah jadikan bagi kalian antara shalat isya hingga terbit fajar. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] dan [Muhammad bin Ash Shabbah] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Ayyasy] dari [Abu Ishaq] dari [Ashim bin Dlamrah As Saluli] ia berkata, " [Ali bin Abu Thalib] berkata, "Shalat witir tidak wajib dan tidak pula seperti shalat maktubah kalian, hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu mengerjakannya, beliau mengatakan: "Wahai ahli Qur`an, hendaklah kalian shalat witir, sesungguhnya Allah menyukai shalat witir. "
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Hafs Al Abbar] dari [A'masy] dari [Amru bin Murrah] dari [Abu Ubaidah] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah itu ganjil, menyukai yang ganjil, maka laksanakanlah witir wahai ahli Qur'an. " Kemudian seorang badui berkata, "Apa yang dikatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Beliau bersabda: "Bukan bagimu dan bukan pula bagi teman-temanmu. "
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Hafs Al Abbar] dari [A'masy] dari [Thalhah] dan [Zaid] dari [Dzarr] dari [Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza] dari [Bapaknya] dari [Ubai bin Ka'b] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dengan membaca; "SABBIHISMA RABBIKAL A'LAA (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi) dan QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (Katakanlah: "Hai orang-orang kafir) serta QUL HUWAALLAHU AHAD (Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Esa)
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abu Ishaq] dari [Bapaknya] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir dengan membaca; SABBIHISMA RABBIKAL A'LAA (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi) dan QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (Katakanlah: "Hai orang-orang kafir) serta QUL HUWAALLAHU AHAD (Katakanlah: " Dia-lah Allah yang Maha Esa). " Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Manshur Abu Bakr] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syababah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abu Ishaq] dari [Bapaknya] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] dan [Abu Yusuf Ar Raqqi Muhammad bin Ahmad Ash Shaidalani] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dari [Khushaif] dari [Abdul Aziz bin Juraij] ia berkata, "Kami bertanya kepada ['Aisyah]; surat apa yang biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika melaksanakan shalat witir?" ia menjawab, "Di raka'at pertama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca 'SABBIHISMA RABBIKAL A'LAA (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi), raka'at kedua membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (Katakanlah: "Hai orang-orang kafir) dan raka'at ketiga membaca QUL HUWAALLAHU AHAD (Katakanlah: "Hai orang-orang kafir) dan AL MU'AWIDZATAIN (Al Falaq dan An Nas). "
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Anas bin Sirin] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat malam dua raka'at dua raka'at, dan witir dengan satu raka'at. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ashim] dari [Abu Mijlaz] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at, sedangkan witir satu raka'at. " Aku bertanya, "Bagaimana pendapatmu seandainya aku terkalahkan oleh mataku hingga aku tidur?" ia menjawab, "Jadikanlah perandaianmu itu pada bintang (maksudnya; tidur), " aku pun mengangkat kepalaku dan ternyata bintang itu telah nampak. Ibnu Umar mengulangi ucapannya lagi, kemudian ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at, sedangkan witir adalah satu raka'at sebelum subuh. "
Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Muthallib bin Abdullah] ia berkata, "Seorang laki-laki bertanya kepada [Ibnu Umar], "Berapa rakaat aku harus shalat witir?" ia menjawab, "Witirlah satu raka'at, " laki-laki itu berkata, "Aku khawatir orang-orang akan mengatakan kepadaku Butaira`, " Ibnu Umar berkata, "Sunnah Allah dan Rasul-Nya, " maksudnya; ini adalah sunnah Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syababah] dari [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zuhri] dari [Urwah] dari ['Aisyah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam pada setiap dua raka'at dan witir dengan satu raka'at. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Buraid bin Abu Maryam] dari [Abu Al Haura`] dari [Al Hasan bin Ali] ia berkata, "Kakekku, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajariku beberapa kalimat yang aku baca ketika qunut dalam shalat witir; ALLAHUMMA 'AAFANI FIIMAN 'AAFAITA WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAITA WAH DINII FIIMAN HADAITA WAQINII MAA QADLAITA WA BAARIKLII FIIMAA A'THAITA INNAKA TAQDLII WA LAA YUQDLAA 'ALAIKA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAA LAITA SUBHAANAKA RABBANAA TABAARAKTA WA TA'AALAIKA.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Umar Hafsh bin Amru] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bahz bin Asad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Amru Al Fazari] dari ['Abdurrahman bin Harits bin Hisyam Al Makhzumi] dari [Ali bin Abu Thalib] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di akhir shalat witir membaca do'a, "ALLHUMMA INNI A'UUDZU BI RIDLAAKA MIN SUKHTIKA WA A'UUDZU BI MU'AAFAATIKA MIN 'UQUUBATIKA WA A'UUDZU BIKA MINKA LAA UHSHI TSNAA`AN 'ALAIKA ANTA KAMAA ATSNAITA 'ALAA NAFSIKA (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan keridlaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menghitung pujian kepada-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji pada diri-Mu. "
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Arubah] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] berkata, "Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah mengangkat kedua tangannya ketika berdo`a kecuali pada shalat istisqa`. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] dan [Muhammad bin Ash Shabbah] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami ['A`id bin Habib] dari [Shalih bin Hassan Al Anshari] dari [Muhammad bin Ka'ab Al Qurazhi] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu berdo'a kepada Allah gunakanlah bagian dalam telapak tanganmu dan jangan dengan bagian luarnya, jika selesai do`a maka usaplah wajahmu dengan keduanya. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Maimun Ar-Raqqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Makhlad bin Yazid] dari [Sufyan] dari [Zubaid Al Yami] dari [Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza] dari [Bapaknya] dari [Ubai bin Ka'b] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dan qunut sebelum rukuk. "
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sahl bin Yusuf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas bin Malik] ia berkata, "Ia ditanya tentang qunut dalam shalat subuh?" maka Anas pun menjawab, "Kami melakukan qunut sebelum rukuk dan sesudahnya. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Muhammad] ia berkata, "Aku bertanya kepada [Anas bin Malik] tentang qunut, maka ia pun menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan qunut setelah rukuk. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Ayyasy] dari [Abu Hushain] dari [Yahya bin Watstsab] dari [Masruq] ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada ['Aisyah] tentang witirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menjawab, "Beliau pernah witir di awal malam, tengah malam dan waktu witirnya berakhir di akhir malam, di waktu sahur. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki']. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada setiap malamnya witir di awal malam, tengah malam dan berakhir di akhir malam menjelang sahur. "
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Ghaniah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa di antara kalian khawatir tidak bisa bangun di akhir malam hendaklah ia witir di awal malam kemudian tidur, dan barangsiapa mampu bangun di akhir malam hendaklah ia witir di akhir malam, sebab shalat di akhir malam itu disaksikan. Dan itulah yang lebih afdlal. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mush'ab Ahmad bin Abu Bakr Al Madini] dan [Suwaid bin Sa'id] berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Zaid bin Aslam] dari [Bapaknya] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa'id] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa kehilangan shalat witir karena tidur atau lupa, hendaklah ia kerjakan ketika bangun (subuh) atau teringat. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] dan [Ahmad Ibnul Azhar] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Witirlah sebelum datang waktu subuh. " Muhammad bin Yahya berkata, "Hadits ini menjadi dalil bahwa hadits 'Abdurrahman itu lemah. "
Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Ibrahim bin Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Firyabi] dari [Al Auza'i] dari [Az Zuhri] dari ['Atho` bin Yazid Al Laitsi] dari [Abu Ayyub Al Anshari] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Witir adalah haq (disyariatkan), barangsiapa berkehendak ia bisa witir lima raka'at, barangsiapa berkehendak ia bisa witir tiga raka'at dan barangsiapa berkehendak ia bisa witir satu raka'at. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Arubah] dari [Qatadah] dari [Zurarah bin Abu Aufa] dari [Sa'd bin Hisyam] ia berkata, "Aku bertanya kepada ['Aisyah], "Aku katakan, "Wahai Ummul mukminin, berilah fatwa kami tentang witirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! " ia menjawab, "Kami menyiapkan siwak dan air wudlu beliau, lalu Allah membangunkannya atas kehendak-Nya kapan beliau harus bangun. Beliau bersiwak dan wudlu, kemudian shalat sembilan raka'at tanpa duduk kecuali pada raka'at ke delapan. Beliau berdo`a, dzikir kepada Allah, memuji dan memohon kepada-Nya. Kemudian beliau berdiri tanpa salam terlebih dahulu, lalu diam berdiri. Setelah itu beliau shalat pada raka'at kesembilan, lalu duduk dan dzikir kepada Allah, memuji, memohon kepada Rabbnya, dan bershalawat atas Nabi-Nya. Kemudian beliau mengucapkan salam dengan suara keras hingga kami mendengarnya, setelah salam itu beliau shalat lagi dua raka'at dalam keadaan duduk. Maka itulah sebelas raka'at. Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berusia senja, beliau witir tujuh raka'at dan shalat dua raka'at setelah salam. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Humaid bin 'Abdurrahman] dari [Zuhair] dari [Mansur] dari [Al Hakam] dari [Miqsam] dari [Ummu Salamah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat witir dengan tujuh atau lima raka'at, dan beliau tidak memisahkannya dengan salam atau perkataan. "
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sinan] dan [Ishaq bin Manshur] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] dari [Salim] dari [bapaknya] ia berkata, "Dalam safar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua raka'at tidak lebih, dan beliau selalu shalat malam. " Aku berkata, "Beliau juga shalat witir?! Ia menjawab, "Benar. "
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Musa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Jabir] dari [Amir] dari [Ibnu Abbas] dan [Ibnu Umar] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi contoh shalat safar dengan dua raka'at, sempurna dan tidak diringkas. Dan shalat witir dalam perjalanan adalah sunnah. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Mas'adah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Maimun bin Musa Al Mara`i] dari [Al Hasan] dari [Ibunya] dari [Ummu Salamah] berkata, "Setelah witir beliau melaksanakan shalat dua raka'at yang ringan sambil duduk. "
Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Umar bin Abdul Wahid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] berkata; telah menceritakan kepadaku ['Aisyah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir satu raka'at, kemudian beliau mengerjakan shalat dua raka'at sambil membaca sedang beliau duduk, jika akan rukuk beliau bangun kemudian baru rukuk. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Mis'ar] dan [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman] dari ['Aisyah] ia berkata, "Aku tidak pernah mendapati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di akhir malam kecuali dalam keadaan tidur. " Waki' berkata, "Yakni setelah shalat witir. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ulayyah] dari ['Abdurrahman bin Ishaq] dari [Az Zuhri] dari [Urwah] dari ['Aisyah] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika selesai melaksanakan shalat dua raka'at sebelum fajar, beliau berbaring pada sisi sebelah kanan. "
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hisyam] berkata, telah menceritakan kepada kami [An Nadlr bin Syumail] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Suhail bin Abu Shalih] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari dua raka'at fajar, beliau berbaring. "
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sinan] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Mahdi] dari [Malik bin Anas] dari [Abu Bakar bin Umar bin 'Abdurrahman bin Abdullah bin Umar Ibnul Khaththab] dari [Sa'id bin Yasar] ia berkata, "Aku pernah bersama [Ibnu Umar], lalu aku mengakhirkan diri untuk shalat witir. Hingga Ibnu Umar pun bertanya, "Kenapa kamu terakhir?" Aku menjawab, "Aku shalat witir. " Ibnu Umar berkata, "Tidakkah pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terdapat teladan baik bagimu?" Aku menjawab, "Tentu, " ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat witir di atas kendaraannya. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yazid Al Asfathi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin Manshur] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat witir di atas kendaraannya. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud Sulaiman bin Taubah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Jabir bin Abdullah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar: "Jam berapa kamu witir?" Abu Bakar menjawab, "Di awal malam, selepas isya. " Beliau bersabda: "Kalau kamu, jam berapa Umar?" Umar menjawab, "Di akhir malam. " Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Adapun kamu wahai Abu Bakar, engkau melakukannya dengan penuh kehati-hatian. Dan engkau wahai Umar, engkau melakukannya dengan penuh kekuatan (yakin). " Telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud Sulaiman bin Taubah] berkata, telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Abbad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Salim] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar, lalu ia menyebutkan sebagaimana dalam hadits. "
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Amir bin Zurarah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat, lalu beliau kelebihan atau kurang dalam raka'at. Ibrahim berkata, "Keraguan itu sumbernya dariku, " lalu dikatakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apakah engkau menambahkan sesuatu dalam shalat?" beliau menjawab: "Aku hanyalah manusia seperti kalian yang terkadang lupa sebagaimana kalian lupa. Jika salah seorang dari kalian lupa, hendaklah ia sujud (sahwi) dengan dua kali sujud dalam keadaan duduk. " Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bergeser dan sujud dengan dua kali sujud. "
Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Rafi'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ulayyah] dari [Hisyam] berkata, telah menceritakan kepadaku [Yahya] dari [Iyadl] Bahwasanya ia pernah bertanya kepada [Abu Sa'id Al Khudri], ia mengatakan, "Salah seorang dari kami shalat tetapi tidak tahu berapa raka'at yang telah ia kerjakan?" Abu Sa'di Al Khudri menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat dan tidak tahu berapa raka'at yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia sujud dua kali sedang ia dalam keadaan duduk. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dan [Abu Bakr bin Khallad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Al Hakam] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur lima raka'at, lalu katakan kepada beliau, "Apa shalatnya ditambah?" beliau bertanya: "Apakah itu benar?" lalu dikatakan kepada beliau, kemudian beliau menekuk kakinya dan sujud dua kali. "