Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hakkam bin Salm Ar Razi] ia berkata, "Aku mendengar [Ali bin Abdul A'la] menyebutkan hadits dari [Bapaknya] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Liang lahad itu untuk kita, sedang lubang (di tengah) untuk selain kita. "
Telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Musa As Suddi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abul Yaqzhan] dari [Zadzan] dari [Jarir bin Abdullah Al Bajali] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Liang lahad itu untuk kita sedang lubang (di tengah) untuk selain kita. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul Mutsanna] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far Az Zuhri] dari [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd] dari [Amir bin Sa'd] dari [Sa'ad] bahwasanya ia berkata, "Buatkanlah aku liang lahad dan buatkan (tembok pembatas) pada dinding sebagaimana dilakukan terhadap kuburan Rasulullah. "
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hasyim Ibnul Qasim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mubarak bin Fadlalah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Humaid Ath Thawil] dari [Anas bin Malik] berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal, di Madinah ada yang membuat liang lahad dan ada yang membuat lubang di tengah. Mereka mengatakan, "Kami minta kebaikan kepada Rabb kami, kami akan membiarkan mereka, yang kalah cepat dari keduanya maka kami akan meninggalkannya. " Akhirnya keduanya dibiarkan (beradu cepat dalam membuat lubang), lalu orang yang membuat liang lahad lebih dahulu, sehingga mereka membuatkan liang lahad untuk Nabi. "
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Syabbah bin Ubaidah bin Zaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaid bin Thufail Al Muqri] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Abu Mulaikah Al Qurasi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Mulaikah] dari ['Aisyah] ia berkata, "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat, para sahabat berselisih seputar lahad dan peti. Sehingga mereka bertengkar dalam perkara itu dan suara mereka mulai meninggi. Umar berkata: "Janganlah kalian berteriak di sisi Rasulullah, baik beliau masih hidup ataupun sudah wafat, " atau dengan kalimat yang semisalnya. Maka mereka pun memanggil tukang pembuat peti dan tukang penggali lubang. Tetapi yang datang adalah tukang penggali lahad. Sehingga ia kemudian membuat lahad untuk Rasulullah, setelah itu shallallahu 'alaihi wasallam dikuburkan. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ubaidah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Abu Sai'd] dari [Al Adra' As Sulami] ia berkata, "Suatu malam aku datang untuk menjaga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang bacaannya sangat tinggi, hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar. Aku berkata, "Ya Rasulullah, orang ini telah berbuat riya. " Al Adra' berkata, "Lalu lelaki itu meninggal di Madinah. Ketika telah selesai mengurusi jenazahnya, mereka pun membawa jenazahnya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Berlaku lembutlah kepadanya, semoga Allah memperlakukannya dengan lembut. Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya. " Al Adra' menuturkan; "Beliau lalu menggali kuburannya. Beliau bersabda: "Lapangkan kuburnya, semoga Allah melapangkannya. " Sebagian sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah engkau merasa sedih?" beliau menjawab: "Benar, sebab ia seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. "
Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Marwan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul warits bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Dahma] dari [Hisyam bin Amir] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Galilah lubang, lapangkan dan baguskanlah. "
Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ayyub Abu Hurairah Al Wasithi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Katisr bin Zaid] dari [Zainab binti Nubaith] dari [Anas bin Malik] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi tanda kuburan Utsman bin Mazh'un dengan batu. "
Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Marwan] dan [Muhammad bin Ziyad] keduanya berkata; [Abdul Warits] dari [Ayub] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang mengecat kuburan. "
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] dari [Ibnu Juraij] dari [Sulaiman bin Musa] dari [Jabir] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang menulis sesuatu di atas kuburan. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Ar Raqqasyi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Abu Sa'id] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang membangun sesuatu di atas kuburan. "
Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas bin Al Walid Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Shalih] berkata, telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Kultsum] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Auza'I] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menshalatkan satu jenazah kemudian mendatangi kuburannya. Beliau menaburkan debu di atasnya tiga kali dari arah kepalanya. "
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu Hazim] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya salah seorang dari kalian duduk di atas bara yang membakarnya, itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Samurah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Muharibi] dari [Al Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abul Khair Martsad bin Abdullah Al Yazani] dari [Uqbah bin Amir] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku berjalan di atas bara api, atau pedang, atau dengan melepas sandalku, sungguh lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim. Dan aku tidak peduli apakah di tengah kubur aku membuang hajat ataukah di tengah pasar. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Aswad bin Syaiban] dari [Khalid bin Sumair] dari [Basyir bin Nahik] dari [Basyir Ibnul Khashashiah] ia berkata, "Ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Wahai Ibnul Khashashiah, tidak mungkin engkau cela Allah lalu engkau berjalan bersama Rasulullah. " Saya menjawab, "Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Allah sedikit pun, segala sesuatu yang Allah berikan kepadaku semuanya baik. " Beliau lalu berjalan melewati kuburan kaum muslimin, beliau bersabda: "Mereka telah mendapatkan kebaikan yang banyak. " Lalu beliau juga melewati kuburan kaum musyrikin, beliau bersabda: "Mereka telah melewatkan kebaikan yang banyak. " Basyir Ibnul Khashashiah berkata, "Beliau berpaling hingga melihat seorang laki-laki berjalan antara pekuburan dengan mengenakan dua sandal, beliau bersabda: "Wahai pemilik dua sandal, lepaskanlah kedua sandalmu! " Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Mahdi berkata; Abdullah bin Utsman berkata, "Hadits ini bagus, dan rawinya terpercaya. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] dari [Yazid bin kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ziarahilah kubur, sesungguhnya ia dapat mengingatkan kalian dengan akhirat. "
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'id Al Jauhari] berkata, telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bistham bin Muslim] ia berkata; aku mendengar [Abu At Tayyah] berkata; aku mendengar [Ibnu Abu Mulaikah] dari ['Aisyah] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi keringanan untuk ziarah kubur. "
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abdul A'la] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] berkata, telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ayyub bin Hani`] dari [Masruq Ibnul Ajda'] dari [Ibnul Mas'ud] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku telah melarang kalian dari ziarah kuburan, sekarang berziarahlah. Karena ia dapat menjadikan zuhud di dunia dan ingat dengan akhirat. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi kuburan ibunya, beliau menangis hingga menjadikan orang-orang yang ada di sekitarnya ikut menangis. Beliau lalu bersabda: "Aku minta izin Rabbku untuk memintakan ampun bagi ibuku namun Ia tidak memberiku izin. Lalu aku minta izin untuk menziarahi kuburnya dan Ia memberiku izin. Maka ziarahilah kuburan karena hal itu dapat mengingatkan kepada kematian. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Al Bakhtari Al Wasithi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] dari [Ibrahim bin Sa'd] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Bapaknya] ia berkata, "Seorang arab badui datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah menyambung silaturrahim, dan telah melakukan ini dan ini, lalu di manakah tempatnya?" Rasulullah menjawab: "Di neraka. " Ibnu Umar berkata, "Seakan-akan laki-laki badui itu marah dengan jawaban beliau. Kemudian ia bertanya lagi, "Ya Rasulullah, di mana ayahmu?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Di mana saja kamu melewati kuburan orang musyrik, maka berilah kabar gembira dengan neraka. " Ibnu Umar berkata, "Laki-laki badui itu kemudian masuk Islam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberiku tugas yang berat, tidaklah aku melewati kuburan orang kafir melainkan aku beri kabar gembira kepadanya dengan neraka. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Bisyr] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Qabishah]. (dalam jalur lain disebutkan;) Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaid bin Sa'id]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalaf Al Asqalani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Firyani] dari [Qabishah] semuanya dari [Sufyan] dari [Abdullah bin Utsman bin Khutsaim] dari ['Abdurrahman bin Bahman] dari ['Abdurrahman bin Hassan bin Tsabit] dari [Bapaknya] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita-wanita peziarah kubur. "
Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Marwan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Juhadah] dari [Abu Shalih] dari [Ibnu Abbas] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita-wanita peziarah kubur. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalaf Al Asqalani Abu Nashr] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Thalib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Umar bin Abu Salamah] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita-wanita peziarah kubur. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [Hafsh] dari [Ummu 'Athiah] ia berkata, "Kami dilarang untuk mengiringi jenazah, tetapi tidak diwajibkan. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mushaffa Al Himshi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Khalid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isra'il] dari [Isma'il bin Sulaiman] dari [Dinar Abu Umar] dari [Ibnul Hanafiyyah] dari [Ali] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar, sementara ada kaum wanita yang sedang duduk-duduk. Beliau bersabda: "Apa yang membuat kalian duduk-duduk?" Mereka menjawab, "Kami sedang menunggu jenazah. " Beliau bertanya: "Apakah kalian yang memandikannya?" Mereka menjawab, "Tidak. " Beliau bertanya: "Apakah kalian yang akan mengusungnya?. " Mereka menjawab, "Tidak. " Beliau bertanya: "Apakah kalian yang akan menurunkannya?" Mereka menjawab, "Tidak. " Beliau bersabda: "Hendaklah kalian pulang, kalian akan berdosa dan tidak mendapat pahala. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Yazid bin Abdullah] mantan budak Ash Shabha dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Salamah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tentang ayat: (Dan mereka tidak bermaksiat kepadamu di dalam hal yang ma'ruf), beliau bersabda: "Yakni ratapan. "
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ayyasy] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dinar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Hariz] -mantan budak Mu'awiyah- ia berkata, " [Mu'awiyah] berkhutbah di daerah Himsh, kemudian dalam khutbahnya ia menyebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari niyahah (meratap). "
Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas bin Abdul Azhim Al 'Anbari] dan [Muhammad bin Yahya] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ibnu Mu'aniq] atau Abu Mu'aniq dari [Abu Malik Al Asy'ari] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ratapan adalah dari perkara jahiliyyah. Dan bagi perempuan yang meratap lalu mati dan belum bertaubat, maka Allah akan memotongkan baginya baju-baju dari timah dan baju besi dari jilatan api neraka. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhamamad bin Yusuf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Umar Rasyid Al Yamami] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Meratapi mayat adalah dari perkara jahiliyyah. Sesungguhnya perempuan yang meratap, jika mati dan belum bertaubat akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan mengenakan jubah dari timah, kemudian akan dipasangkan baju besi dari jilatan api neraka. "
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yusuf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] berkata, telah memberitakan kepada kami [Isra'il] dari [Abu Yahya] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang jenazah diiringi dengan tangisan. "
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki']. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dan ['Abdurrahman] semuanya dari [Sufyan] dari [Zubaid] dari [Ibrahim] dari [Masruq]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] dan [Abu Bakr bin Khallad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari [Abdullah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukan dari golongan kami orang yang menyobek kantong baju, memukul pipi dan berseru dengan seruan jahiliyah. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Jabir Al Muharibi] dan [Muhammad bin Karamah] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari ['Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] dari [Makhul] dan [Al Qasim] dari [Abu Umamah] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita yang mencakar-cakar wajahnya, wanita yang menyobek kantong bajunya dan wanita yang berdoa agar binasa dan rusak. "
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Utsman Al Audi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Aun] dari [Abu Al 'Umais] berkata; aku mendengar [Abu Shakhr] menyebutkan dari ['Abdurrahman bin Yazid] dan [Abu Burdah] keduanya berkata; Ketika [Abu Musa] semakin parah sakitnya, isterinya Ummu Abdullah, berbalik berteriak dengan tangisan hingga Abu Musa terbangun. Kemudian ia berkata kepada isterinya, "Tidak tahukah kamu bahwa aku berlepas diri dari sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlepas diri darinya! " lalu ia membacakan hadits kepada isterinya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku berlepas diri dari orang-orang yang menggundul rambut, berteriak-teriak dan menyobek-nyobek (kain). "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Ali bin Muhamamad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Wahb bin Kaisan] dari [Muhammad bin Amru bin 'Atho`] dari [Abu Hurairah] berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam acara takziah jenazah, tiba-tiba Umar melihat seorang perempuan berteriak meratapinya (jenazah). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Hai Umar, biarkanlah dia. Sesungguhnya mata meneteskan air mata, jiwa sedang tertimpa musibah, dan perjanjian masanya sudah dekat. " Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Affan] dari [Hammad bin Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Wahb bin Kaisan] dari [Muhammad bin Amru bin 'Atho`] dari [Salamah Ibnul Azraq] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ashim Al Ahwal] dari [Abu Utsman] dari [Usamah bin Zaid] berkata, "Anak salah seorang isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan sakaratul maut, maka ia mengutus seseorang menemui Rasulullah agar beliau datang (kembali ke rumah). Namun beliau balik mengutus seseorang untuk menyampaikan, bahwa milik Allah lah yang Ia ambil, dan bagi-Nya yang Ia beri, di sisi-Nya segala sesuatu telah ditentukan ajalnya. Maka hendaklah ia (isteri beliau) sabar dan mengharap pahala. Akan tetapi isteri beliau kembali mengutus seseorang dan bersumpah atasnya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bangkit, demikian juga dengan aku. Beliau bersama Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'b dan Ubadah bin Ash Shamit. Ketika kami masuk mereka meraih bayi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sementara ruh bayi itu bergejolak dalam dadanya. " Abu Utsman berkata, "Menurutku Usamah bin Zaid mengatakan, "Seperti air dalam geriba. " Usamah bin Zaid berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menangis. Sehingga Ubadah bin Ash Shamit berkata kepada beliau, "Kenapa engkau menangis ya Rasulullah?" beliau menjawab: "Ini adalah kasih sayang yang Allah berikan kepada anak cucu Adam, dan Allah akan menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang. "
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaim] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma binti Yazid] ia berkata, "Ketika Ibrahim putera Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menangis. Lalu seorang yang bertakziah -antara Abu Bakar dan Umar- berkata kepadanya, "Engkau adalah orang yang paling berhak dimuliakan Allah. " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mata boleh berlinang, hati boleh bersedih, namun kita tidak boleh mengucapkan perkataan yang membuat Allah murka. Sekiranya bukan karena perjanjian yang pasti (kematian), janji yang sempurna, dan bahwa yang akhir mengikuti yang awal, niscaya kami akan mendapatimu wahai Ibrahim, lebih utama dari apa yang kami dapatkan, dan kami bersedih atas kematianmu. "
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Muhammad Al Farwi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Umar] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah bin Jahsy] dari [Bapaknya] dari [Hamnah binti Jahsy] bahwasanya ketika disampaikan kepadanya berita kematian saudaranya, ia berkata, "RAHIMAHULLAH INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN (Semoga Allah merahmatinya, sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya). " Mereka berkata, "Suamimu juga terbunuh! " ia berkata, "Duhai, alangkah sedihnya. " Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Sesungguhnya seorang suami itu mempunyai kedudukan tersendiri pada seorang isteri, maka tidak apalah ia sedih. "
Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Sa'id Al Mishri] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] berkata, telah memberitakan kepada kami [Usamah bin Zaid] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati isteri-isteri Abdul Asyhal, mereka menangisi suami mereka yang gugur pada perang Uhud. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Hamzah tidak ada yang menangisinya. " Maka datanglah wanita-wanita Anshar menangisi Hamzah hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbangun, beliau lalu bersabda: "Celakalah mereka, mereka nanti tidak akan bisa kembali. Perintahkanlah agar mereka kembali dan jangan menangisi orang yang telah tiada setelah ini. "
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim Al Hajari] dari [Ibnu Abu Aufa] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk meratapi mayat. "
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syadzan]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dan [Muhammad Ibnul Walid] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdu Ash Shamad] dan [Wahb bin Jarir] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Sai'd Ibnul Musayyab] dari [Ibnu Umar] dari [Umar Ibnul Khaththab] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Orang yang telah meninggal akan disiksa dengan ratapan orang yang masih hidup. "