Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Manshur] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Ayyasy] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Salim] -dan lewat jalur periwayatan lain- dan telah mengabarkan kepadaku [Ahmad bin Muhammad bin Al Mughirah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Sa'id] dari [Syu'aib] dari [Muhammad Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdullah bin 'Umar] dari [Ibnu 'Umar] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika memulai takbir dalam shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya. Beliau juga melakukan hal tersebut saat takbir untuk ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku" sambil mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya) ', lalu mengucapkan 'Rabbana iakal hamdu (Wahai Tuhan kami, untuk-Mu segala pujian) '. Beliau Shallallahu'alaihi wasallam tidak melakukannya saat sujud dan tidak pula saat mengangkat kepalanya dari sujud."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Salim] dari [Ibnu 'Umar] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika berdiri untuk shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya, lalu bertakbir." Ibnu Umar lalu berkata; 'Beliau Shallallahu'alaihi wasallam juga melakukan hal tersebut saat takbir untuk ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku', sambil mengucapkan 'Sami'allahu liman Hamidah (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya) ', dan beliau Shallallahu'alaihi wasallam tidak melakukannya saat sujud."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Abdullah bin 'Umar] dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika mengawali shalatnya maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan pundaknya. Beliau Shallallahu'alaihi wasallam juga melakukan hal tersebut saat hendak ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku' sambil mengucapkan "Sami 'allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu (Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya, wahai Tuhan kami, Segala puji hanya untuk-Mu)." Beliau Shallallahu'alaihi wasallam tidak melakukannya saat sujud.
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Abdul Jabbar bin Wa'il] dari [Bapaknya] dia berkata; "Aku pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam dan beliau mengawali shalatnya dengan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya, lalu bertakbir. Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam membaca surat Al Fatihah, dan setelah selesai membacanya beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengucapkan 'Aamiin dengan mengeraskan suaranya.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata; Aku mendengar [Nashr bin 'Ashim] dari [Malik bin Al Huwairits] -salah satu sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam- bahwa tatkala takbir Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya. Beliau juga melakukan hal tersebut ketika hendak ruku' serta saat mengangkat kepala dari ruku'.
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ulayyah] dari [Ibnu Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Nashr bin 'Ashim] dari [Malik bin Al Huwairits] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tatkala memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bagian atas kedua telinganya, juga ketika hendak ruku' serta saat mengangkat kepala dari ruku'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Fithr bin Khalifah] dari [Abdul Jabbar bin Wa'il] dari [bapaknya] bahwa dia melihat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam apabila beliau hendak memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga kedua ibu jarinya hampir sejajar dengan kedua daun telinganya.
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Sam'an] dia berkata; [Abu Hurairah] datang ke Masjid Bani Zuraiq, kemudian ia berkata, 'Ada tiga hal yang dulu selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tetapi banyak ditinggalkan oleh manusia, yaitu beliau mengangkat kedua tangan saat memulai shalat dan terlihat jelas, diam beberapa saat saat mengawali shalat, dan bertakbir bila hendak sujud dan ketika hendak mengangkat kepala dari sujud'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; ['Ubaidullah bin 'Umar] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Abu Sa'id] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasululluh Shallallahu'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki yang ikut masuk kemudian shalat. Setelah itu ia datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dengan mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam dan beliau Shallallahu'alaihi wasallam membalas salamnya sambil berkata, 'Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat! ' la lalu kembali lagi dan mengulangi shalatnya seperti shalat pertamanya. Kemudian ia datang lagi kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dengan mengucapkan salam kepada beliau Shallallahu'alihiwasallam dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata, "Wa'alaikas-salam. Kembali dan ulangi lagi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat! ' Lalu orang tersebut shalat seperti itu sampai tiga kali. Setelah itu orang tersebut berkata, "Demi Dzat yang mengutus engkau dengan membawa kebenaran, aku tidak bisa shalat lebih baik lagi dari yang seperti ini, maka ajarilah aku!" Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda: 'Jika kamu telah berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah A! Qur'an yang mudah bagimu. Kemudian ruku'lah hingga kamu tenang (thuma 'ninah) dalam rukumu dan bangkitlah dari ruku' hingga kamu berdiri tegak. Lalu sujudlah kamu hingga kamu tenang (thuma 'ninah) dalam sujudmu, dan bangkitlah dari sujud hingga kamu tenang (Thuma'ninah) dalam keadaan duduk. Kerjakanlah semua hal tersebut pada setiap shalatmu."
Telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Wahb] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dari [Abu 'Abdurrahim] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Abu Unaisah] dari ['Amr bin Murrah] dari ['Aun bin Abdullah] dari [Abdullah bin 'Umar] dia berkata; "Ada seorang laki-laki berdiri di belakang Nabi Shallallahu'alaihi wasallam yang mengucapkan, 'Allaahu akbar kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiraa, wa subhaanallaahi bukralan-wa'ashiilaa (Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya, Allah Maha Suci pada pagi dan sore hari) ' maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Siapa yang mengucapkan kalimat ini? ' Laki-laki tersebut berkata; 'Aku wahai Nabi Allah! ' Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda: "Kalimat tersebut diperebutkan oleh dua belas malaikat (untuk diangkat ke tempat diterimanya amalan).'
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Syuja' Al Marrudzi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Hajjaj] dari [Abu Az Zubair] dari ['Aun bin Abdullah] dari [Ibnu 'Umar] dia berkata; "Tatkala kami bersama Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengucapkan, 'Allahu akbar kabiraa wal hamdu lillahi katsiraa wa subhanallahi bukrataw-wa ashilaa (Allah Maha Besar segala puji bagi-Nya, Allah Maha Suci pada pagi dan sore hari) ' maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata: 'Siapa yang mengucapkan kalimat tersebul? ' Seorang laki-laki dari suatu kaum lalu berkata, 'Aku wahai Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam!" Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam kemudian bersabda: 'Aku kagum dengan kalimat tersebut.' Setelah itu beliau Shallallahu'alaihi wasallam bersabda yang maknanya, 'Pintu-pintu langit dibuka dengan kalimat tersebut.' Ibnu Umar berkata; 'Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tersebut.'
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Musa bin 'Umair Al 'Anbari] dan [Qais bin Sulaim Al 'Anbari] mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Alqomah bin Wa'il] dari [bapaknya], dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam apabila berdiri untuk shalat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Al Hajjaj bin Abu Zainab] dia berkata; Aku mendengar [Abu 'Utsman] menceritakan dari [Ibnu Mas'ud] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melihatku meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan saat shalat, lain beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengambil tangan kananku dan meletakkannya di atas tangan kiriku."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Zaidah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Kulaib] dia berkata; [bapakku] telah menceritakan kepadaku bahwasanya [Wa'il bin Hujr] mengabarkan kepadanya, dia berkata; "Aku melihat cara shalat Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam. Aku melihat beliau Shallallahu'alaihi wasallam berdiri untuk shalat, kemudian takbir dengan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya. Lantas beliau Shallallahu'alaihi wasallam meletakkan tangan kanannya di atas telapak kirinya, juga di atas pergelangan tangannya, dan meletakkannya di atas lengannya. Ketika hendak ruku' beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya sama seperti tadi (sejajar dengan kedua telinganya). Beliau Shallallahu'alaihi wasallam meletakkan kedua tangannya di kedua lututnya, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengangkat kedua tangannya, sejajar dengan kedua telinganya, kemudian sujud. Beliau Shallallahu'alaihi wasallam meletakkan kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya, kemudian duduk di atas kaki kiri. Beliau juga meletakkan telapak tangan kiri diantara paha dan lutut kiri. Lalu beliau Shallallahu'alaihi wasallam meletakkan ujung lengan kanan di atas paha kanan. Kemudian ia menggenggam dua jarinya serta membentuk lingkaran, lantas mengangkat jarinya. Aku melihat beliau Shallallahu'alaihi wasallam menggerak-gerakkannya dan berdoa dengannya."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Jarir] dari [Hisyam] -lewat jalur periwayatan lain- dan telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] -dan lafazh ini miliknya- dari [Hisyam] dari [Ibnu Sirin] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang seseorang shalat dengan bertolak pinggang.
Telah mengabarkan kepada kami [Humaid bin Mas'adah] dari [Sufyan bin Habib] dari [Sa'id bin Ziyad] dari [Ziyad bin Shubaih] dia berkata; "Aku shalat di samping [Ibnu Umar], dan aku meletakkan tanganku di atas pinggangku, maka ia berkata kepadaku, 'Begini yang benar' sambil memukulku dengan tangannya. Setelah selesai shalat aku bertanya kepada seseorang, "Siapa ini? ' la menjawab, "la adalah Abdullah bin Umar'. Lalu aku berkata, 'Wahai Abu Abdurrahman, apa yang membuatmu tidak suka denganku? ' la menjawab, 'Ini adalah penyilangan (salib), dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang kami dari hal tersebut.
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan bin Sa'id Ats-Tsauri] dari [Maisarah] dari [Al Minhal bin 'Amr] dari [Abu 'Ubaidah] bahwasanya [Abdullah] melihat seorang lelaki sedang shalat dengan merapatkan kedua telapak kakinya. Lalu ia berkata; 'Dia telah menyelisihi sunnah, seandainya dia memisahkan keduanya, itu lebih utama.'
Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Syu'bah] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Maisarah bin Habib] dia berkata; Aku mendengar [Al Minhal bin 'Amr] menceritakan dari [Abu 'Ubaidah] dari [Abdullah] bahwasanya ia melihat seorang lelaki sedang shalat dengan merapatkan kedua telapak kakinya. Lalu ia berkata; 'Dia telah menyelisihi sunnah, seandainya dia memisahkan keduanya, itu lebih aku sukai.'
Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Umarah bin Al Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah bin 'Amr bin Jarir] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam diam beberapa saat ketika mengawali shalat.
Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Jarir] dari ['Umarah bin Al Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah bin 'Amr bin Jarir] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Apabila Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengawali shalat maka beliau diam beberapa saat. Aku lalu berkata, 'Wahai Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam, ayah dan ibuku jadi jaminan! Apakah yang engkau baca ketika engkau diam diantara takbiratul ihram dan bacaan Al Fatihah? ' Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, 'Aku mengucapkan: -doa yang artinya- (Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan barat dengan timur. Ya Allah, sucikan aku dari segala dosa dan kesalahan, sebagaimana Engkau mensucikan baju dari segala kotoran. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju dan embun '."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Utsman bin Sa'id] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syuraih bin Yazid Al Hadhrami] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Syu'aib bin Abu Hamzah] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; "Bila Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memulai shalat maka beliau bertakbir, kemudian mengucapkan -doa yang artinya- Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk kaum muslimin. Ya Allah, tunjukkan saya kepada perbuatan yang terbaik dan kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang bisa menunjukkan kepada yang terbaik kecuali Engkau. Jagalah aku dari perbuatan jelek dan akhlak yang jelek, karena tidak ada yang bisa menjagaku dari kejelekan kecuali Engkau '."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Abu Salamah] dia berkata; pamanku [Al Majisyun bin Abu Salamah] telah menceritakan kepadaku, dari [Abdurrahman Al A'raj] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'] dari ['Ali] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam apabila memulai shalat beliau bertakbir kemudian mengucapkan -doa yang artinya- "Aku hadapkan wajahku (tujuanku) kepada Dzat yang telah menciptakan lagit dan bumi dan bumi dengan lurus, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku (Kurbanku), hidupku, dan matiku hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. yang tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk kaum muslimin. Ya Allah, Engkau adalah penguasa yang tiada Dzat yang berhak diibadahi selain Engkau, dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosaku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang dapat menunjukkan kepada akhlak yang baik kecuali Engkau. Palingkanlah aku dari perbuatan jelek, karena tidak ada yang bisa memalingkannya dari kejelekan kecuali Engkau. Aku siap untuk menjalankan perintah-Mu dan taat kepada-Mu. Semua kebaikan ada di tangan-Mu dan kejelekan tidak kembali kepada-Mu. Aku bergantung dan berlindung kepada-Mu. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi, maka aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu '."
Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin 'Usman Al Himshi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Hamir] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib bin Abu Hamzah] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dan menyebutkan sebelumnya dari [Abdurrahman bin Hurmuz Al A'raj] dari [Muhammad bin Maslamah] bahwa jika Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bangkit untuk mengerjakan shalat sunnah maka beliau membaca -doa yang artinya- "Allah Maha Besar aku hadapkan wajahku (tujuanku) kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan pasrah. Aku tidak termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku (Kurbanku). hidupkun dan matiku hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk kaum muslim. Ya Allah, Engkau adalah penguasa yang tiada Dzat yang berhak disembah selain Engkau. Engkau Maha Suci dan dengan memuji-Mu." Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam membaca surat (al-Fatihah).
Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Fadhalah bin Ibrahim] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] dari ['Ali bin 'Ali] dari [Abul Mutawakkil] dari [Abu Sa'id] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bila mengawali shalatnya maka beliau mengucapkan (doa), "Maha Suci Allah dan kami memuji Engkau. Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keluhuran-Mu. Tidak ada Dzat yang berhak disembah selain Engkau."
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ja'far bin Sulaiman] dari ['Ali bin 'Ali] dari [Abul Mutawakkil] dari [Abu Sa'id] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam apabila mengawali shalatnya membaca do'a, 'Maha Suci Allah dan kami memuji Engkau. Maha Suci nama-Mu dan Maha Tinggi keluhuran-Mu. Tidak ada Dzat yang berhak disembah selain Engkau."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dan [Qatadah] dan [Humaid] dari [Anas] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam shalat bersama kami, tiba-tiba ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid, dan nafasnya masih tersengal-sengal, kemudian ia mengucapkan, 'Allahu akbar, alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih (Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak serta pujian yang diberkahi) ', Setelah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam selesai shalat beliau Shallallahu'alaihi wasallam berkata: "Siapa di anlara kalian yang mengucapkan kalimat tersebut? ' Orang-orang terdiam, lantas Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata lagi 'Orang yang mengucapkan kalimat tadi tidak mengucapkan hal yang salah'. Lelaki tersebut lalu berkata. 'Aku wahai Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam! Aku datang dalam keadaan nafasku yang tersengal - sengal. lalu aku mengucapkannya'. Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Aku melihat dua belas malaikat berebut untuk mengangkat kalimat tersebut '."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; dia berkata: "Nabi Shallallahu'alihiwasallam, Abu Bakar, dan Umar Radliyallahu'anhum memulai bacaannya dengan membaca, 'Alhamdulillah Rabbil 'Alamin."
Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman Az Zuhri] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; "Aku pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam Abu Bakar, serta Umar Radliyallahu'anhum, dan mereka mengawalinya dengan membaca, 'Alhamdulillah Rabbil 'Alamin.'
Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Mushar] dari [Al Mukhtar bin Fulful] dari [Anas bin Malik] dia berkata; "Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berada diantara kami, dan tiba-tiba beliau Shallallahu'alaihi wasallam tertidur sebentar. Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum, maka kami bertanya kepadanya, 'Wahai Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam apakah yang membuat engkau tersenyum? ' Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, 'Tadi baru saja turun surat (Al Kautsar) Bismillahirrahmaanirrahiim, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terpuruk (QS. Al Kautsar (108): 1 -3). Kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Apakah kalian tahu apa Al Kautsar itu? ' Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui'. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Al Kautsar adalah sebuah telaga yang telah dijanjikan Rabb ku untukku di surga; bejananya (tempat airnya) sebanyak jumlah bintang-bintang di langit. Umatku banyak yang datang kepadaku, namun salah seorang umatku ini ditariknya, maka aku berkata."Ya Rabbi, dia umatku." Lalu Allah berfirman, "Engkau tidak tahu apa yang terjadi setelah engkau wafat."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakim] dari [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Nu'aim Al Mujmir] dia berkata; Aku pernah shalat di belakang [Abu Hurairah] kemudian dia membaca "Bismillaahirrohmaanirrohiim, lalu membaca surat Al Fatihah hingga tatkala telah sampai pada 'Ghairil Maghdlubi 'Alaihim Waladlaallin, (bukan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula orang-orang yang tersesat) dia mengucapkan 'Aamiin.' Orang-orangpun lalu mengucapkan Aamiin pula. Abu Hurairah juga mengucapkan 'Allahu Akbar' setiap hendak sujud, dan bangun dari duduk tahiyyat pertama. Setelah selesai salam, dia berkata; Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, Aku adalah orang yang paling menyerupai Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dalam shalat.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Ali bin Al Hasan bin Syaqiq] dia berkata; aku mendengar [bapakku] berkata; telah memberitakan kepada kami [Abu Hamzah] dari [Manshur bin Zadzan] dari [Anas bin Malik] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam shalat bersama kami dan kami tidak mendengar (bacaan) bismillahirrahmaanirrahiim darinya. Kami juga shalat bersama Abu Bakar serta Umar. dan keduanya juga tidak membaca bismillahirrahmaanirrahim."
Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Sa'id Abu Sa'id Al Asyaj] dia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Uqbah bin Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Ibnu Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; "Aku shalat di belakang Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam Abu Bakar, Umar, serta Utsman Radliyallahu'anhum, dan aku tidak mendengar salah seorang dari mereka mengeraskan bacaan Bismillahirrahmaanirrahiim.
Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Ghiyats] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Na'amah Al Hanafi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abdullah bin Mughaffal] dia berkata; adalah [Abdullah bin Mughaffal] jika dia mendengar salah seorang diantara kami membaca bismillahirrahmaanirrahiim, maka dia berkata; "Aku shalat di belakang Rasulullah Shallallahu'alihiwasallam Abu Bakar, dan Umar Radliyallahu'anhum, dan aku tidak mendengar salah seorang dari mereka membaca Bismillahirrahmaanirrahiim.
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Al 'Ala bin 'Abdurrahman] bahwasanya dia mendengar [Abu As Saib] -maula Hisyam bin Zuhrah- berkata; aku mendengar [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa mengerjakan shalat tanpa membaca Ummul Qur'an (surat Fatihah) maka ia tidak sempurna, ia tidak sempurna, ia tidak sempurna."
(Masih dari hadits sebelumnya). Lalu aku bertanya, "Wahai [Abu Hurairah]! Aku kadang shalat di belakang imam?" lalu menarik tanganku sambil berkata, "Wahai Farisi, bacalah dalam hatimu (dengan lirih), karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Allah Azza wa Jalla berfirman: "Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, sebagian untuk-Ku dan sebagian lagi untuk hamha-Ku, untuk hamba-Ku apa yang dia minta." Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Bacalah -apabila- seorang hamba mengucapkan "Alhumdulillaah rabbil 'aalamiin (Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam " maka Allah berfirman, "Hamba-Ku telah memuji-Ku." Apabila hamba tersebut mengucapkan, "Arrahmaanirrahiim (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) " maka Allah Azza wa Jalla berfirman, "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku."Apabila hamba tadi mengucapkan."Maaliki yaumiddiin (Dia penguasa hari Pembalasan) " maka Allah Azza wa Jalla berfirman, "Hamba-Ku telah meluhurkan-Ku."Apabila hamba itu meneruskan bacaannya, "lyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin (Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan) " maka ayat tersebut adalah antara Allah dan hamba-Nya. Bagi hamba-Nya apa yang dia minta."Apabila hamba tadi melanjutkan bacaannya, "Ihdinash-shiraathal mustaqiim, shiraathal-ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalannya orang-orang yang Engkau beri petunjuk, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat) " maka itu semua untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dari [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Mahmud bin Ar Rabi'] dari ['Ubadah bin Ash Shamit] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, beliau Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Mahmud bin Ar Rabi'] dari ['Ubadah bin Ash Shamit] dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah dan seterusnya"
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak Al Mukharrimi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari ['Ammar bin Ruzaiq] dari [Abdullah bin 'Isa] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata; "Tatkala Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bersama malaikat Jibril, tiba-tiba beliau mendengar suara dari atasnya, maka Jibril mengangkat pandangannya ke langit, kemudian berkata, 'Pintu ini telah dibuka dari langit, yang sebelumnya belum pernah dibuka'." Ibnu Abbasn berkata; "Lalu turun malaikat dan datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, lantas berkata. 'Berbahagialah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, dan dua cahaya tersebut belum pernah diberikan kepada seorang nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun sebelummu, yakni: Fatihah Al Kitab dan akhir surat Al Baqarah. Kamu tidak membaca satu hurufpun dari keduanya kecuali kamu pasti akan diberi'."
Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khubaib bin 'Abdurrahman] dia berkata; aku mendengar [Hafsh bin 'Ashim] menceritakan dari [Abu Sa'id bin Al Mu'alla] bahwasanya bahwa Nabi Shallallallahu'alaihi wasallam pernah melewatinya ketika dia sedang shalat, lalu beliau Shallallallahu'alaihi wasallam memanggilnya. Abu Said berkata, "Aku tadi sedang shalat." Lantas aku mendatangi beliau Shallallahu'alaihi wasallam. Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam bertanya, "Apakah yang menghalangimu untuk menjawabku?" Aku menjawab, "Aku tadi sedang shalat." Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Bukankah Allah Azza wa Julla berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman penuhilah seruan Allah dan Rasul jika menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Qs. Al Anfaal (8): 24) '. Maukah kalian aku ajarkan tentang surat yang paling agung sebelum aku keluar dari masjid?" Lalu Abu Sa'id berkata; "Lalu Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam pergi keluar masjid, dan aku berkata, 'Wahai Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, mana sabdamu? ' Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Alhamdulillah rabbil 'aalamiin (Segala puji bagi Allah. Rabb semesta alam) adalah sab 'ul matsani yang diberikan kepadaku, juga Al Qur 'an Al 'Azhim'.'
Telah mengabarkan kepada kami [Al Husain bin Huraits] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari ['Abdul Humaid bin Ja'far] dari [Al 'Alaa bin 'Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari [Ubay bin Ka'b] dia berkata; "Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah Allah Azza wa Jalla menurunkan dalam Taurat dan Injil seperti Ummul Qur'an. yaitu Sab 'ul Matsani, yang terbagi antara Allah dengan hamba-Nya, bagi hamba-Nya apa yang ia minta '."