Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Jabir] mengatakan; "Mu'adz bangkit untuk shalat Isya dan ia memperlama shalatnya. Lalu Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Mua'dz, apakah engkau hendak menjadi orang yang menimbulkan fitnah? Wahai Mua'dz, apakah engkau hendak menjadi orang yang menimbulkan fitnah? Kenapa kamu tidak membaca Sabbihisma Rabbikal A'laa (Qs. Al A'laa), wadhdhuhaa (Qs. Adh-Dhuhaa), serta Idzas Samaaun fatharat (Qs. Al Infithaar)?"
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata; "Mu'adz bin Jabal shalat Isya' bersama para sahabatnya dan ia memperlama shalatnya, sehingga ada salah seorang dari kami yang keluar dari jamaah shalat. Mua'dz lalu segera diberitahu hal itu, lalu ia berkata; 'Dia munafik'. Setelah berita itu sampai kepada orang tersebut, ia segera datang kepada Nabi Shallallallahu'alaihi wasallam dan memberitahukan tentang perkataan Mu'adz. Kemudian Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada Mu'adz, 'Wahai Mua'dz, apakah engkau hendak menjadi orang yang menimbulkan fitnah? ' Jika kamu jadi imam, maka bacalah, "Wasy syamsi wadhuhaha (Qs. Asy-Syamsy) ", "Sabbihisma Rabbikal A'laa (Qs. Al A'laa), "Wallaili Idzaa Yaghsyaa (Qs. Al Lail), dan "Iqra bismi Rabbika (Qs. Al Alaq)."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Ali bin Al Hasan bin Syaqiq] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [bapakku] dia berkata; telah bertanya kepada kami [Al Husain bin Waqid] dari [Abdullah bin Buraidah] dari Bapaknya - [Buraidah] -, bahwa Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam saat pernah shalat Isya' membaca Wasy Syamsi Wadluhaha (Qs. Asy-Syams) dan yang serupa dengannya."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Yahya bin Sa'id] dari ['Adi bin Tsabit] dari [Al Bara' bin 'Azib] dia berkata, "Aku pernah shalat Isya' bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, dan beliau Shallallallahu'alaihi wasallam membaca: Wattiini waz-zaituun (Surat. At-Tiin)."
Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Adi bin Tsabit] dari [Al Bara' bin 'Azib] dia berkata; "Dalam suatu perjalanan Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam pernah membaca Wattiini Waz-Zaituun (Qs. At-Tiin) pada shalat Isya' dalam rakaat pertama."
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu 'Aun] dia berkata; "Aku mendengar [Jabir bin Samurah] dia berkata; "Umar berkata kepada Sa'ad, 'Orang-orang (penduduk Kufah) mengeluhkan kamu tentang semua hal, hingga dalam masalah shalat! ' [Sa'ad] berkata; 'Aku tidak buru-buru (agak lama) pada dua rakaat pertama dan meringankan dua rakaat terakhir. Aku tidak mengurangi shalat yang aku teladani dari shalatnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam.' Umar berkata; 'Itulah yang dituduhkan kepadamu'."
Telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Ismail bin Ibrahim bin Ulayyah Abu Al Hasan] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Daud Ath Tha'i] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Jabir bin Samurah] dia berkata; "Orang-orang Kufah mengadukan Sa'ad kepada Umar, mereka berkata; 'Demi Allah, ia tidak baik shalatnya! ' [Sa'ad] berkata; 'Aku shalat dengan mereka sesuai cara shalat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, Aku tidak mengurangi shalat, memperlama dua rakaat pertama, dan memperpendek dua rakaat terakhir'. Umar berkata; 'Itulah yang dituduhkan kepadamu'."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah memberitakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] dia berkata, "Aku mengetahui surat-surat yang hampir sama panjangnya, yang biasa di baca oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, yakni dua puluh surat pada sepuluh rakaat (tiap satu rakaat dua surat - penerj)."Kemudian ia menarik tangan Alqomah dan masuk. Lalu Alqomah keluar kepada kami, dan kami bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ia memberitahukan semua hal tersebut kepada kami."
Telah mengabarkan kepada kami [Ismail bin Mas'ud] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amr bin Murrah] dia berkata; "Aku mendengar [Abu Wail] berkata; "Seorang laki-laki berkata kepada Abdullah Ibnu Mas'ud, 'Aku pernah membaca surah-surah Al Mufashshal dalam satu rakaat! ' [Abdullah] berkata; 'Cepat sekali membacanya, seperti cepatnya orang yang membaca syair. Aku mengetahui surah-surah yang panjangnya hampir sama, yang biasa dibaca oleh Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam dengan bersambung di antara surah-surah tersebut. la menyebutkan dua puluh surat dari surah-surah Al Mufashshal, dan tiap dua surat dibaca pada satu rakaat.'
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Manshur] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Raja'] telah memberitakan kepada kami [Isra'il] dari [Abu Hashin] dari [Yahya bin Watstsab] dari [Masruk] dari [Abdullah] -dia didatangi oleh seorang laki-laki- laki-laki tersebut berkata; "Suatu malam aku membaca surat Al Mufashshal dalam satu rakaat.' Abdullah berkata; Cepat sekali, seperti cepatnya orang yang membaca syair? Akan tetapi aku mendengar Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam membaca surat-surat yang panjangnya hampir sama, dua puluh surat dari surah-surah Al Mufashshal dari surat Haa miim'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin 'Abbad Rafa'ah] ke [Ibnu Sufyan] dari [Abdullah As Saib] dia berkata; "Aku datang kepada Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam saat penaklukan Makkah, beliau Shallallallahu'alaihi wasallam shalat di depan Ka'bah, lalu melepas kedua sandalnya dan meletakkannya di sebelah kirinya. Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam memulai shalatnya dengan membaca surat Al Mukminun, dan ketika menyebut Musa atau Isa Alaihimassalam beliau batuk, sehingga beliau segera ruku'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dan [Abdurrahman] dan [Ibnu Abu 'Adi] dari [syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Al Mustaurid bin Al Ahnaf] dari [Shilah bin Zufar] dari [Hudzaifah] dia berkata; bahwa pada suatu malam ia pernah mengerjakan shalat di samping Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, dan beliau membaca surat. Jika beliau melalui bacaan yang berkenaan tentang adzab maka ia berhenti dan ber-ta'awudz (berlindung), sedangkan jika ia melalui ayat yang berkenaan dengan rahmat maka ia berhenti serta berdoa. Beliau saat ruku' membaca."Subhana rabbiyal 'adziim (Maha suci Tuhan yang Maha Agung) " dan saat sujud membaca, "Subbhana rabbiyal a'laa (Maha Suci Allah, Tuhan yang Maha Tinggi)."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dari [Hafsh bin ghiyats] dari [Al A'la bin Al Musayyab] dari [Amr bin Murrah] dari [Thalhah bin Yazid] dari [Hudzaifah] dan [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Al Mustawrid Al Ahnaf] dari [Shilah bin Zufar] dari [Hudzaifah] bahwa Nabi Shallallallahu'alaihi wasallam pernah membaca surat Al Baqarah, Ali 'Imraan, dan An-Nisaa' dalam satu rakaat. Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam tidak melewati (membaca) ayat yang berkenaan dengan rahmat kecuali beliau berdoa, dan tidak melewati (membaca) ayat yang berkenaan dengan adzab kecuali beliau memohon perlindungan kepada-Nya.
Telah mengabarkan kepada kami [Nuh bin Habib] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Qaththan] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Qudamah bin Abdullah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Jasrah binti Dajajah] dia berkata; "Aku mendengar [Abu Dzar], dia berkata, "Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam shalat hingga pagi dengan membaca ayat, "In Tuadzibhum Fainnahum 'Ibaduk wa In Taghfirlahum Fainnaka Antal 'Azizul Hakim" (Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) (Qs. Al Maa'idah (5): I18) '."
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Mani'] dan [Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqiy] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyr Ja'far bin Abu Wahsyiyyah bin Iyas] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] tentang firman Allah Azza wa Jalla, "Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan Janganlah pula merendahkannya." (Qs. Al Israa' (17): 1 10), dia berkata; "Ayat ini turun dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah di Makkah. Jika beliau mengerjakan shalat dengan para sahabatnya, maka beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengeraskan suaranya, Ibnu Mani' berkata, "Beliau memperdengarkan bacaan Al Qur'annya. Adalah orang-orang musyrik yang mendengar suara Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam (saat membaca Al Qur'an) mencela Al Qur'an, yang menurunkannya (Allah), serta yang membawanya (malaikat Jibril). Oleh karena itu Allah Azza wa Jalla berfirman kepada nabi-Nya, "Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu" yakni dalam bacaannya. -Jika- Orang musyrik mendengar hal ini, maka mereka mencela Al Qur'an."Dan janganlah pula melirihkannya" dari sahabatmu hingga mereka tidak mendengar."Dan carilah jalannya diantara keadaan yang demikian." (Qs. Al Israa' (17): 110).
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Ja'far bin Iyas] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata; "Dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengeraskan suara dalam membaca Al Qur'an, sehingga bila orang-orang musyrik mendengarnya maka mereka segera mencela Al Qur'an dan yang membawanya. Suatu saat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam membaca dengan suara pelan hingga tidak bisa didengar oleh sahabatnya, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: 'Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalannya diantara keadaan yang demikian"
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim Ad Dauraqiy] dari [Waki'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abu Al 'Alaa] dari [Yahya bin Ja'dah] dari [Ummu Hani'] dia berkata; "Aku mendengar bacaan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, sementara aku sedang berada di atas bangsal (tandu)."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Hazim] dari [Qatadah] dia berkata; "Aku bertanya kepada [Anas], 'Bagaimana bacaan (Al Qur'an) Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam? ' la menjawab, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memanjangkan suaranya."
Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Thalhah bin Musharrif] dari ['Abdurrahman bin 'Ausajah] dari [Al Barra'] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Indahkan suaramu dalam membaca AI Qur 'an."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Thalhah] dari ['Abdurrahman bin 'Ausajah] dari [Al Barra' bin 'Azib] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Indahkan suaramu dalam membaca AI Qur'an."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Zunbur Al Makki] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Hazim] dari [Yazid bin 'Abdullah] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Allah subhanahu wata'ala tidak pernah mengijinkan untuk (melakukan) sesuatu sebagaimana Dia mengizinkan nabi-Nya untuk memperindah dan mengeraskan suaranya saat membaca Al Qur'an."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Allah tidak pernah mengijinkan untuk sesuatu sebagaimana Dia mengijinkan Nabi-Nya untuk memperindah suara saat membaca Al Qur'an."
Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] dari [Ibnu Wahb] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku ['Amr bin Al Harits] Telah mengabarkan kepadanya [Ibnu Syihab] telah mengabarkan kepadanya [Abu Salamah] telah menceritakan kepadanya [Abu Hurairah] bahwa; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendengar bacaan Abu Musa, maka beliau bersabda: "la telah diberi suara indah dari suara indahnya keluarga nabi Daud Alaihissalam."
Telah mengabarkan kepada kami ['Abdul Jabbar bin Al 'Alaa bin 'Abdul Jabbar] dari [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendengar bacaan Abu Musa, maka beliau bersabda: "la telah diberi suara indah ini dari keluarga Nabi Daud Alaihissalam."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendengar bacaan Abu Musa, maka beliau bersabda: "la telah diberi suara indah ini dari keluarga Nabi Daud Alaihissalam."
Telah mengkhabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'ad] dari ['Abdullah bin 'Ubaidillah bin Abu Mulaikah] dari [Ya'la bin Mamlak] bahwa dia bertanya kepada [Ummu Salamah] tentang bacaan dan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ummu Salamah balik bertanya; 'Ada apa dengan Shalat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam? lalu dia menyifati bacaan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa sallam dengan bacaan yang jelas huruf demi huruf.'
Telah mengabarkan kepada kami [Suaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman] bahwasanya [Abu Hurairah] ketika menggantikan (kepemimpinan imam) Marwan di Madinah, jika ia berdiri untuk shalat wajib maka ia bertakbir dan bila hendak ruku' ia juga bertakbir. Jika ia mengangkat kepalanya dari ruku' maka ia mengucapkan, "Sami'alluhu liman hamidah rabbana lakal hamdu (Allah Mendengar semua yang memuji-Nya. Ya Allah, hanya untuk-Mu segala pujian)." Kemudian ia bertakbir ketika turun untuk sujud dan bertakbir ketika hendak bangun dari dua rakaat setelah tasyahhud. la melakukan semua itu sampai selesai shalat. Jika ia selesai shalat dan telah mengucapkan salam, maka ia menghadap kepada jamaah masjid, lalu berkata, "Demi Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, aku adalah orang yang paling serupa shalatnya dengan shalat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam diantara kalian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Isma'il] dari [Sa'ad] dari [Qatadah] dari [Nashr bin 'Ashim Al Laitsi] dari [Malik bin Al Huwairits] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tatkala memulai shalat mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua daun telinganya, juga ketika hendak ruku' serta saat mengangkat kepala dari ruku'."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika memulai shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan kedua bahunya. Beliau Shallallahu'alaihi wasallam juga melakukan hal itu saat takbir untuk ruku' dan saat mengangkat kepala dari ruku'."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami ['Abdullah bin Al Mubarak] dari [Sufyan] dari ['Ashim bin Kulaib] dari ['Abdurrahman bin Al Aswad] dari ['Alqamah] dari ['Abdullah] dia berkata; "Maukah kalian aku beritahu tentang cara shalat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam? Beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengangkat kedua tangan pertama kali kemudian tidak mengulanginya."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Fudhail] dari [Al A'masy] dari ['Umarah bin 'Umair] dari [Abu Ma'mar] dari [Abu Mas'ud] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sempurna shalat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya (Thuma'ninah) ketika ruku' dan sujud."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami ['Abdullah bin Al Mubarak] dari [Sa'id bin Abu 'Arubah] dan [Hammad bin Salamah] dari [Qatadah] dari [Anas] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, beliau Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Luruskanlah saat ruku' dan sujud, serta janganlah salah seorang dari kalian menghamparkan kedua lengannya di tanah seperti anjing."