Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Ali], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [As Saib bin Umar], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Mulaikah] bahwa [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki Ka'bah dan hampir beliau keluar, saya mendapati adanya sesuatu. Lalu saya pergi dan datang cepat, maka saya mendapati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang keluar. Kemudian saya bertanya kepada [Bilal]; apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat di Ka'bah? Ia berkata; ya, dua rekaat di antara dua tiang.
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Saif bin Sulaiman], ia berkata; saya mendengar [Mujahid] berkata; [Ibnu Umar] didatangi di rumahnya kemudian dikatakan kepadanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memasuki Ka'bah. Lalu saya datang dan mendapati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah keluar, dan saya dapati Bilal berdiri di depan pintu. Lalu saya katakan; wahai [Bilal], apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat di Ka'bah? Ia berkata; ya. Saya katakan; dimana? Ia menjawab; diantara dua tiang rukun ini, kemudian keluar dan melakukan shalat dua rekaat menghadap Ka'bah.
Telah mengabarkan kepada kami [Hajib bin Sualaiman Al Manbaji] dari [Ibnu Abu Rawwad], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari ['Atho`] dari [Usamah bin Zaid], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam Ka'bah lalu beliau bertasbih di pojok-pojoknya dan bertakbir, namun beliau tidak melakukan shalat, kemudian beliau keluar dan melakukan sholat di belakang maqam dua rekaat dan bersabda: " Inilah kiblat."
Telah mengabarkan kepada kami [Hannad bin As Sari] dari [Ibnu Abi Zaidah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Sulaiman] dari ['Atho`], berkata [Ibnu Az Zubair]; saya mendengar [Aisyah] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya manusia tidak dekat dengan masa kekafiran, dan saya tidak memiliki biaya yang dapat memperkuat pembangunannya niscaya saya akan memasukkan hijr padanya sejauh lima hasta, dan saya buat pintu untuknya yang digunakan untuk masuk manusia, dan satu pintu yang mereka gunakan untuk keluar."
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sa'id Ar Ribathi], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Qurrah bin Khalid] dari [Abdul Hamid bin Jubair] dari bibinya yaitu [Shafiyah binti Syaibah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Aisyah], ia berkata; saya pernah bertanya; wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bolehkah saya memasuki Ka'bah? Beliau menjawab: "Masuklah Hijr, karena ia termasuk bagian dari Ka'bah."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad], ia berkata; telah memberitakan kepadaku ['Alqamah bin Abi 'Alqamah] dari [ibunya] dari [Aisyah], ia berkata; saya pernah hendak memasuki Ka'bah, kemudian melakukan shalat padanya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuntun tanganku dan memasukkanku ke dalam Hijr. Lalu beliau bersabda: "Apabila engkau ingin memasuki Ka'bah maka lakukanlah shalat di sini, Karena ia bagian dari Ka'bah akan tetapi kaummu telah mengurangi ketika membangunnya."
Telah mengabarkan kepada kami [Qais], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari ['Amr] bahwa [Ibnu Abbas] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam belum pernah melakukan shalat di Ka'bah, akan tetapi beliau melakukan takbir di pojok-pojoknya.
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Abi Sulaiman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Atho`] dari [Usamah bin Zaid] bahwa ia pernah memasuki Ka'bah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk menutup pintu, pada saat itu Ka'bah berada di atas enam tiang, kemudian beliau berjalan hingga setelah sampai tempat diantara dua tiang yang terletak setelah pintu Ka'bah beliau duduk kemudian memuji Allah dan memohon serta beristighfar. Kemudian beliau berdiri hingga setelah sampai bagian belakang Ka'bah dihadapannya beliau meletakkan wajah, serta pipinya di atasnya, dan memuji Allah, memohon kepada-Nya serta beristighfar. Kemudian beliau menuju setiap rukun Ka'bah, lalu menghadap kepadanya dengan mengucapkan takbir, mengucapkan talbiyah, tasbih, memuji kepada Allah, memohon serta beristighfar, kemudian beliau keluar lalu melakukan shalat dua rekaat menghadap ke arah Ka'bah lalu pergi dan mengatakan: "Ini adalah Kiblat, ini adalah Kiblat."
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Husyaim], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdul Malik] dari ['Atho`] dari [Usamah bin Zaid], ia berkata; saya pernah memasuki Ka'bah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau duduk dan memuji Allah, bertakbir serta mengucapkan talbiyah. Kemudian beliau pergi kesisi Ka'bah di depannya, lalu meletakkan dada, pipi, serta kedua tangannya diatasnya. Kemudian beliau bertakbir, mengucapkan talbiyah, serta berdoa, beliau melakukan hal tersebut pada seluruh rukun. Kemudian beliau keluar dan menghadap Kiblat, sedangkan beliau berada di depan pintu. Lalu beliau bersabda: "Ini adalah Kiblat, ini adalah Kiblat."
Telah mengabarkan kepada kami [Ismail bin Mas'ud], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdul Malik] dari ['Atho`] dari [Usamah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari Ka'bah dan melakukan shalat dua rekaat di hadapan Ka'bah, kemudian bersabda: "Ini adalah Kiblat."
Telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Ashim Khusyaisy An Nasai], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq], ia berkata; telah memberitakan kami [Ibnu Juraij] dari ['Atho`], ia berkata; saya pernah mendengar [Ibnu Abbas] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Usamah bin Zaid] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki Ka'bah kemudian berdoa di seluruh pojok-pojoknya, kemudian keluar darinya. Setelah beliau keluar beliau melakukan ruku' dua rekaat di depan Ka'bah.
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Ali], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [As Saib bin Umar], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdullah bin As Saib] dari [bapaknya] bahwa ia pernah menuntun Ibnu Abbas dan memberdirikannya di sisi ke tiga setelah rukun yang berada setelah Hijr setelah pintu. Kemudian [Ibnu Abbas] berkata; apakah engkau pernah diberitahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melakukan shalat di sini? Maka ia berkata; ya. Lalu ia maju ke depan dan melakukan shalat.
Telah mengabarkan kepada kami Abu Abdur Rahman Ahmad bin Syu'aib dari lafazhnya, ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Qutaibah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari ['Atho`] dari [Abdullah bin 'Ubaid bin 'Umair] bahwa seorang laki-laki berkata; wahai [Abu Abdur Rahman] saya tidak melihatmu mengusap kecuali hanya kepada dua rukun ini, ia menjawab; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mengusap keduanya menghapuskan kesalahan, " dan saya mendengarnya bersabda: " Barangsiapa yang berthawaf tujuh kali maka dia seperti memerdekakan budak."
Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij], ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman Al Ahwal] bahwa [Thawus] telah mengabarkan kepadanya dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan thawaf di Ka'bah dan melewati seseorang yang dituntun orang dengan gelang pada hidungnya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memotongnya menggunakan tangannya kemudian memerintahkannya untuk menuntun menggunakan tangannya.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid], ia berkata; [Ibnu Juraij], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Sulaiman Al A'raj] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati seorang laki-laki yang dituntun laki-laki yang lain menggunakan sesuatu yang ia sebutkan dalam nadzarnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambil dan kemudian memotongnya. Orang tersebut mengatakan sesungguhnya itu adalah sebuah nadzar.
Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij], ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Al Hasan bin Muslim] -Dan dari jalur periwayatan yang lain; - [Al Harits bin MIskin] dengan membacakan riwayat dan saya mendengar, dari [Ibnu Wahb], telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Juraij] dari [Al Hasan bin Muslim] dari [Thawus] dari [seorang laki-laki] yang mendapati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Thawaf di Ka'bah adalah shalat, persedikitlah berbicara." Lafazhnya adalah lafazh Yusuf, ia berbeda dengan Hanzhalah bin Abu Sufyan.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Asy Syaibani] dari [Hanzhalah bin Sufyan] dari [Thawus], ia berkata; berkata [Abdullah bin Umar]; persedikitlah berbicara disaat melakukan thawaf, karena kalian sedang berada dalam shalat.
Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Muhammad bin Abdur Rahman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Abdullah bin Babah] dari [Jubair bin Muth'im] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau larang seseorang melakukan thawaf di Ka'bah ini dan melakukan shalat kapanpun ia mau, malam atau siang."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah] serta [Al Harits bin Miskin] dengan membacakan riwayat dan saya mendengar, dari [Ibnul Qasim], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Muhammad bin Abdur Rahman bin Naufal] dari ['Urwah] dari [Zainab binti Abi Salamah] dari [Ummu Salamah], ia berkata; saya pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa saya sedang sakit. Kemudian beliau bersabda: "Berthawaflah di belakang manusia dalam keadaan berkendaraan." Maka saya melakukan thawaf dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang melakukan shalat di samping Ka'bah membaca WATH THUUR WA KITAABIN MASTHUUR."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dari ['Abdah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Ummu Salamah], ia berkata; wahai Rasulullah, saya tidak bisa melakukan thawaf untuk keluar. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila telah didirikan shalat maka berthawaflah di atas untamu di belakang manusia." 'Urwah tidak mendengarnya dari Ummu Salamah.
Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman] dari [Malik] dari [Abu Al Aswad] dari ['Urwah] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] bahwa ia datang ke Mekkah dalam keadaan sakit, kemudian ia sebutkan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Berthawaflah di belakang orang-orang yang sedang melakukan shalat dengan berkendaraan." Ia berkata; kemudian saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Ka'bah membaca WATH THUUR.
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Usman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib yaitu Ibnu Ishaq] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika haji wada' melakukan thawaf di sekeliling Ka'bah diatas unta, beliau mengusap rukun dengan tongkatnya.
Telah mengabarkan kepada kami ['Abdah bin Abdullah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Suwaid yaitu Ibnu 'Amr Al Kalbi] dari [Zuhair], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Bayan] bahwa [Wabarah] menceritakan kepadanya, ia berkata; saya mendengar Abdullah bin Umar dan seseorang bertanya kepadanya; bolehkan saya berthawaf di Ka'bah sedang saya telah berihram untuk melakukan haji? Ia berkata; apa yang menghalangimu? Orang tersebut menjawab; aku melihat Abdullah bin Abbas melarang hal itu sedangkan engkau lebih kami sukai daripadanya. [Abdullah bin Umar] berkata; saya pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berihram untuk haji lalu beliau melakukan thawaf di Ka'bah dan bersa'i diantara Shafa dan Marwah.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amr], ia berkata; saya pernah mendengar [Ibnu Umar] dan kami bertanya kepadanya mengenai seorang laki-laki yang datang untuk berumrah, kemudian melakukan thawaf di Ka'bah dan belum melakukan thawaf antara Shafa dan Marwah, apakah ia boleh ia mendatangi isterinya? Ibnu Umar berkata; tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kemudian beliau melakukan thawaf sebanyak tujuh kali, dan melakukan shalat di belakang Maqam sebanyak dua rekaat, serta melakukan thawaf antara Shafa dan Marwah. Sungguh bagi kalian dalam diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam suri tauladan yang baik.
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Al Azhar], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Al Anshari], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Asy'ats] dari [Al Hasan] dari [Anas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dan kami keluar bersamanya, tatkala sampai di Dzal Hulaifah, beliau melakukan shalat Zhuhur kemudian mengendarai kendaraannya. Dan setelah berada di atas Al Baida` beliau mengucapkan talbiyah untuk melakukan haji, serta umrah bersamaan. Lalu kami mengucapkan talbiyah bersamanya, kemudian setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai Mekkah dan kami telah melakukan thawaf, beliau memerintahkan manusia untuk bertahallul. Lalu orang-orang merasa enggan, maka beliau bersabda: "Seandainya saya tidak membawa hewan kurban niscaya saya akan bertahallul." Lalu orang-orangpun bertahallul hingga halal untuk mendatangi isteri-isteri mereka, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam belum halal dan belum memotong rambut hingga hari penyembelihan kurban.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayub bin Musa] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa ia mengiringkan haji dan umrah, kemudian melakukan satu thawaf, dan berkata; demikian saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya.
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Maimun Ar Raqqi], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub As Sahtiyani], [Ayyub bin Musa] dan [Isma'il bin Umayyah] serta ['Ubaidullah bin Umar] dari [Nafi'], ia berkata; [Abdullah bin Umar] pernah keluar, tatkala telah sampai Dzul Hulaifah ia mengucapkan talbiyah untuk melakukan umrah, kemudian berjalan sebentarl. Lalu ia khawatir dihalangi dari mendatangi Ka'bah, sehingga berkata; seandainya saya dihalangi maka saya akan melakukan seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia berkata; demi Allah, tidaklah jalan haji melainkan merupakan jalan umrah, saya persaksikan kepada kalian bahwa saya telah mewajibkan diriku melakukan haji bersamaan dengan umrahku. Kemudia ia berjalan hingga sampai di Qudaid, lalu ia membeli hewan kurban kemudian datang ke Mekkah, lalu melakukan thawaf di Ka'bah sebanyak tujuh kali, serta diantara Shafa serta Marwah. Ia berkata; demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya.
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dari [Abdur Rahman bin Mahdi], telah mengabarkan kepadaku [Hani` bin Ayyub] dari [Thawus] dari [Jabir bin Abdullah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan satu thawaf.
Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Musa bin Daud] dari [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Saib] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hajar Aswad berasal dari Surga."
Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim bin Abdul A'la] dari [Suwaid bin Ghafalah] bahwa [Umar] pernah mencium Hajar Aswad, serta memeluknya, dan berkata; saya pernah melihat Abu Al Qasim shallallahu 'alaihi wasallam begitu perhatian kepadamu.
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Isa bin Yunus] serta [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Abis bin Rabi'ah], ia berkata; saya pernah melihat [Umar] mendatangi Hajar Aswad kemudian berkata; sungguh saya mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, dan seandainya saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu maka saya tidak akan menciummu. Kemudian ia mendekatinya dan menciumnya.
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Usman], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Walid] dari [Hanzhalah], ia berkata; saya pernah melihat [Thawus] melewati rukun, apabila ia mendapati keramaian maka ia lewat dan tidak ikut berdesak-desakan, dan apabila ia melihatnya sunyi maka ia menciumnya tiga kali, kemudian berkata; saya melihat Ibnu Abbas melakukan seperti itu, dan [Ibnu Abbas] berkata; saya melihat [Umar bin Al Khaththab] melakukan seperti itu kemudian berkata; sesungguhnya engkau hanyalah batu yang tidak dapat memberikan manfaat dan kerugian, seandainya saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu niscaya saya tidak akan menciummu. Kemudian Umar berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan hal tersebut.
Telah mengabarkan kepada kami [Abdul A'la bin Washil bin Abdul A'la], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dari [Sufyan] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [ayahnya] dari [Jabir], ia berkata; tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Mekkah, beliau memasuki masjid lalu meng-istilami Hajar Aswad, kemudian berjalan ke kanannya dan berjalan cepat tiga kali, serta berjalan biasa empat kali, kemudian beliau mendatangi Maqam seraya mengucapkan: "Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat." Kemudian beliau melakukan shalat dua rekaat, sedangkan Maqam berada diantara beliau dan Ka'bah, kemudian beliau mendatangi Ka'bah setelah melakukan shalat dua rekaat, lalu meng-istilami Hajar kemudian keluar menuju Shafa.
Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] bahwa [Abdullah bin Umar] berjalan cepat tiga kali, dan berjalan biasa empat kali, dan meyakini bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melakukan hal tersebut.
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika datang ke Mekkah meng-istilami rukun aswad pertama kali beliau melakukan thawaf berjalan cepat tiga kali putaran, dan berjalan biasa empat kali, kemudian melakukan shalat dua rekaat, dan melakukan thawaf antara Shafa dan Marwah.
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin 'Amr] serta [Sulaiman bin Daud] dari [Ibnu Wahb], ia berkata; telah memberitakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [ayahnya], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika datang ke Mekkah meng-istilami rukun aswad, pertama kali melakukan thawaf beliau berjalan cepat sebanyak tiga kali putaran dari tujuh putaran.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad] dan [Abdur Rahman] anak Abdullah bin Abdul Hakam, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib bin Al Laits] dari [ayahnya] dari [Katsir bin Farqad] dari [Nafi'] bahwa [Abdullah bin Umar] berjalan cepat ketika berthawaf disaat datang melakukan haji dan umrah sebanyak tiga kali, dan berjalan biasa empat kali. Ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukan hal tersebut.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah] serta [Al Harits bin Miskin] dengan membaca riwayat dan saya mendengar, dari [Ibnu Al Qasim], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [ayahnya] dari [Jabir bin Abdullah], ia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan cepat dari satu Hijir kepada Hijir yang lain hingga sampai kepadanya sebanyak tiga kali putaran.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman] dari [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Ibnu Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam serta para sahabatnya datang ke Mekkah maka orang-orang musyrik berkata; demam Madinah telah menjadikan mereka lemah dan mereka menemui keburukan. Kemudian Allah memberitahukan hal tersebut kepada nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau memerintahkan para sahabatnya untuk berjalan cepat serta berjalan biasa diantara dua rukun. Dan orang-orang musyrik berada di sisi Hijr, kemudian mereka berkata; sungguh mereka lebih tegar daripada sesuatu ini.
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Az Zubair bin 'Arabi], ia berkata; terdapat seorang laki-laki yang bertanya kepada Ibnu Umar mengenai meng-istilami Hajar Aswad, kemudian [Ibnu Umar] berkata; saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusap dan menciumnya. Orang tersebut berkata; bagaimana pendapatmu apabila saya terdesak atau tersingkirkan? Maka Ibnu Umar radliallahu 'anhu berkata; jadikanlah kata bagaimana pendapatmu berada di Yaman. Saya pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meng-istilaminya dan menciumnya.