Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Ammar] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata, "Pada hari pembukaan Kota Makkah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk (Makkah) dengan mengenakan surban berwarna hitam, dan bukan dalam keadaan ihram."
Telah mengabarkan kepada kami [Amru bin Manshur] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Dukain] dari [Syarik] dari [Ammar Ad Duhni] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk -Kota Makkah- saat pembukaan Kota Makkah dengan memakai surban hitam."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Aban] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Musawir] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Amru bin Umayyah] dari [Bapaknya] ia berkata, "Seakan aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di atas mimbar dengan memakai surban berwarna hitam, beliau menurunkan ujung surbannya di antara dua pundak."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] dari [Abu Thalhah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar."
Telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] dari [Abu Thalhah] ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar patung."
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Syu'aib] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'n] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Abu An Nadlr] dari [Ubaidullah bin Abdullah], bahwasanya ia pernah masuk menemui [Abu Thalhah Al Anshari] untuk menjenguknya, dan ia mendapati di dalam rumah telah ada Sahl bin Hunaif. Abu Thalhah kemudian memerintahkan seseorang untuk menarik permadani yang ada di bawahnya, sehingga [Sahl] bertanya kepadanya, "Kenapa harus ditarik?" Abu Thalhah menjawab, "Karena di dalamnya terdapat gambar, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda dalam masalah tersebut sebagaimana yang engkau ketahui." Sahl berkata, "Bukankah beliau mengatakan 'kecuali gambar yang ada dikain'? Abu Thalhah menjawab, "Benar, namun hal itu lebih membuat hatiku nyaman."
Telah mengabarkan kepada kami [Isa bin Hammad] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Laits] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Bukair] dari [Busr bin Sa'id] dari [Zaid bin Khalid] dari [Abu Thalhah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar." Busr berkata, "Zaid pernah mengeluh (tentang hadits ini), maka kami pun menjenguknya, dan ternyata di atas pintunya terdapat gambar. Aku lalu berkata kepada Abdullah Al Khaulani, "Bukankah sejak hari pertama Zaid mengabarkan kepada kita?" Busr berkata, "Ubaidullah berkata, "Tidakkah engkau telah mendengarnya mengatakan, 'kecuali gambar pada kain'?"
Telah menceritakan kepada kami [Mas'ud bin Juwairiah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Ali] ia berkata, "Aku pernah memasak makanan, lalu aku memanggil Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau kemudian datang dan masuk ke dalam rumah, saat melihat kain yang bergambar beliau keluar seraya bersabda: "Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar sebentar lantas masuk kembali, sementara aku telah menggantungkan sehelai kain tipis bergambar kuda yang memiliki sayap. 'Aisyah berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya, beliau bersabda: "Lepaslah kain itu."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Bazi'] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Abu Hind] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Azrah] dari [Humaid bin 'Abdurrahman] dari [Ibnu Hisyam] dari ['Aisyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Kami memiliki kain bergambar burung yang diletakkan di ruangan rumah bagian depan, sebagai penutup jika ada orang yang masuk. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai 'Aisyah, pindahkanlah kain itu. Sebab saat aku masuk dan melihatnya, aku selalu ingat dengan dunia." 'Aisyah berkata, "Kami juga memiliki selembar kain bergambar, kami biasa memakainya dan tidak memotongnya."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Abdurrahman Ibnul Qasim] dari [Al Qasim] menceritakan dari ['Aisyah] ia berkata, "Di rumah aku memiliki kain yang bergambar, aku menjadikan kain itu sebagai penutup fentilasi rumahku. Saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dan menghadap ke arahnya, beliau bersabda: 'Wahai 'Aisyah, singkirkanlah kain itu dariku.' Akhirnya kain itu aku jadikan beberapa bantal."
Telah mengabarkan kepada kami [Wahb bin Bayan] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Amru] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Bukair] ia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Abdurrahman Ibnul Qasim] bahwa [Bapaknya] menceritakan kepadanya dari ['Aisyah], bahwa ia pernah memasang kain bergambar untuk menjadi satir, saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk beliau langsung melepasnya, maka 'Aisyah memotong kain tersebut dan menjadikannya dua bantal. Seorang laki-laki yang bernama [Rabi'ah bin 'Atha] -waktu itu dalam sebuah majlis- berkata, "Aku mendengar [Abu Muhammad] -yakni Al Qasim-, menceritakan dari ['Aisyah], ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa bersandar pada kedua bantal tersebut."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Abdurrahman Ibnul Qasim] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] ia berkata, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang dari suatu perjalanan, aku telah memasang kain satir yang bergambar di cendelaku, beliau kemudian melepas kain itu seraya bersabda: "Sesungguhnya siksa yang paling pedih pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang menyerupakan ciptaan Allah."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan [Qutaibah bin Sa'id] dari [Sufyan] dari [Az Zuhri] bahwa ia pernah mendengar [Al Qasim bin Muhammad] mengabarkan dari ['Aisyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuiku, sementara aku telah memasang kain tipis bergambar sebagai satir. Saat beliau melihatnya, wajah beliau memerah seraya mengambil kain tersebut, beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya siksa yang paling pedih pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang menyerupakan ciptaan Allah."
Telah mengabarkan kepada kami [Amru bin Ali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Khalid] -yaitu Ibnul Harits- ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Arubah] dari [An Nadlr bin Anas] ia berkata, "Ketika aku sedang duduk-duduk bersama [Ibnu Abbas], datanglah seorang laki-laki dari penduduk Irak kepadanya dan berkata, "Aku melukis gambar-gambar ini, lalu apa pendapatmu?" Ibnu Abbas berkata, "Kemarilah, kemarilah. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membuat suatu gambar di dunia, maka pada hari kiamat akan dibebankan kepada untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut, padahal ia tidak akan bisa."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membuat suatu gambar, maka pada hari kiamat ia akan disiksa hingga ia meniupkan ruh pada gambar tersebut, padahal ia tidak akan bisa."
Telah mengabarkan kepada kami [Amru bin Ali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Affan] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Ikrimah] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membuat suatu gambar di dunia, maka pada hari kiamat akan dibebankan kepada untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut, padahal ia tidak akan bisa."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pemilik gambar-gambar ini, yaitu orang-orang yang telah melukisnya, pada hari kiamat akan dikatakan kepada mereka 'Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan'."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Nafi'] dari [Al Qasim] dari ['Aisyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pemilik gambar-gambar ini pada hari kiamat akan disiksa, dan dikatakan kepada mereka 'Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan'."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Simak] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari ['Aisyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya ia berkata, "Sesungguhnya yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyerupakan ciptaan Allah."
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Harb] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Al A'masy] dari [Muslim]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Yahya bin Muhammad] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Zakariya] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hushain bin 'Abdurrahman] dari [Muslim bin Shubaih] dari [Masruq] dari [Abdullah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah para penggambar." Ahmad menyebutkan, "Yakni tukang gambar."
Telah mengabarkan kepada kami [Hannad bin As Sari] dari [Abu Bakr] dari [Abu Ishaq] dari [Mujahid] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Jibril 'Alaihis Salam minta izin untuk masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu bersabda: "Masuklah." Jibril ganti berkata, "Bagaimana aku akan masuk, sementara di rumahmu ada satir yang bergambar (makhluk bernyawa)! Hendaklah engkau potong kepalanya atau engkau jadikan sebagai bantal yang di duduki. Sesungguhnya kami adalah para malaikat yang tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar."
Telah mengabarkan kepada kami [Al Hasan bin Qaza'ah] dari [Sufyan bin Habib] dan [Mu'tamir bin Sulaiman] dari [Asy'ats] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari ['Aisyah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak shalat di dalam selimut-selimut kami." Sufyan menyebutkan, "Selimut-selimut kami."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mir] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Habban] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Qatadah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Anas] berkata, "Sandal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memiliki dua tali."
Telah mengabarkan kepada kami [Amru bin Ali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin Isa] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari [Amru bin Aus] ia berkata, "Sandal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai dua tali."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika tali sandal salah seorang dari kalian putus, maka janganlah berjalan dengan satu sandal hingga ia memperbaikinya."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abu Mu'awiyah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Razin] ia berkata, "Aku pernah melihat [Abu Hurairah] memukul keningnya dengan tangan seraya berkata, "Wahai penduduk Irak, kalian mengklaim bahwa aku telah berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sungguh, aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika tali sandal salah seorang dari kalian putus maka janganlah berjalan dengan yang lainnya hingga kalian memperbaikinya."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mar] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Umar bin Abu Al Wazir Abu Mutharrif] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Musa] dari [Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik] berkata, "Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbaring di atas tikar hingga berkeringat. Lalu Ummu Sulaim bangun dan menyeka keringat beliau dari atas tikar tersebut dan memasukkannya ke dalam botol. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat hal itu, beliau bertanya: "Wahai Ummu Sulaim, engkau sedang melakukan apa?" Ummu Sulaim menjawab, "Aku ingin menjadikan keringatmu sebagai minyak wangiku." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun tersenyum."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dari [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Wail] dari [Samurah bin Sahm] seorang laki-laki dari kaumnya, ia berkata, "Aku berkunjung ke rumah Hasyim bin Utbah yang ketika itu sedang terluka kena tusukan. Lalu datanglah Mu'awiyah menjenguknya, [Abu Hasyim] pun menangis. Mu'awiyah bertanya, "Apa yang membuatmu menangis? Apakah karena rasa sakit? Atau karena dunia, padahal tidak ada yang perlu untuk ditangisi darinya?" Abu Hasyim menjawab, "Bukan karena itu semua, tetapi karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberikan satu janji kepadaku. Aku berkeinginan sekiranya aku mengikutinya. Beliau bersabda: "Barangkali kamu akan memiliki harta yang banyak hingga cukup untuk dibagi-bagikan ke sejumlah kaum, tapi cukuplah bagimu seorang pelayan dan kendaraan di jalan Allah." Dan sekarang aku telah mendapatkan dan mengumpulkannya."
Telah mengabarkan kepada kami [Imran bin Yazid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Hakim] dari [Abu Umamah bin Sahl] ia berkata, "Gagang pedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bagian atasnya terbuat dari perak."
Telah mengabarkan kepada kami [Abu Dawud] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Amru bin Ashim] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] dan [Jarir] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Anas] ia berkata, "Na'lu (bagian bawah gagang) pedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbuat dari perak, qabi'ah (bagian atas gagang) pedangnya dari perak dan antara keduanya juga terbuat dari gulungan perak."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid] -yakni Ibnu Zurai'- dari [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Al Hasan] ia berkata, "Qabi'ah (bagian atas gagang) pedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbuat dari perak."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad Ibnul 'Ala] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] ia berkata; Aku mendengar [Ashim bin Kulaib] dari [Abu Burdah] dari [Ali] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Ucapkanlah 'Ya Allah, luruskanlah perkataanku dan berilah aku petunjuk'. Beliau juga melarangku untuk duduk di atas alas pelana yang terbuat dari sutera. Yang dimaksud dengan alas pelana ini adalah kain yang bersulam sutera, biasanya ia dibuat oleh para wanita untuk keluarganya yang diletakkan di atas kendaraan, seperti kain tebal yang ada campuran warna merah."
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dari ['Abdurrahman] dari [Sulaiman Ibnul Mughirah] dari [Humaid bin Hilal] ia berkata; [Abu Rifa'ah] berkata, "Aku mendapati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkhutbah, aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ada seorang laki-laki asing datang untuk belajar tentang agamanya, ia tidak tahu bagaimana dengan agamanya!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berpaling dan berhenti dari khutbahnya, hingga beliau berhadapan denganku. Sebuah kursi kemudian diberikan kepada beliau, aku mengira bahwa kaki-kakinya terbuat dari besi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian duduk di atas kursi tersebut dan mulai mengajariku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadanya. Setelah itu beliau meneruskan khutbahnya hingga selesai."
Telah mengabarkan kepada kami ['Abdurrahman bin Muhammad bin Sallam] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ishaq Al Azraq] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Aun bin Abu Juhaifah] dari [Abu Juhaifah] ia berkata, "Kami di Bathha (daerah sekitar Makkah) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, waktu itu beliau berada di dalam kemahnya yang berwarna merah, sementara di sisinya hanya ada beberapa orang. Lalu Bilal datang dan mengumandangkan adzan, ia mengikuti gerakan mulutnya ke sini dan ke sini."