Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Hisyam bin 'Aidz Al Asadi] ia berkata, "Aku bertanya [Ibrahim] tentang perasan, ia menjawab, "Minumlah ia hingga mendidih dan belum berubah."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Abdul Malik] dari [Atha] tentang perasan buah, "Ia menjawab, "Minumlah hingga ia mendidih (mengalami fermentasi)."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Hammad bin Salamah] dari [Dawud] dari [Asy Sya'bi] ia berkata, "Minumlah ia selama tiga hari, kecuali jika ia telah mendidih (mengalami fermentasi)."
Telah mengabarkan kepadaku [Amru bin Utsman bin Sa'id bin Katsir] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Al Auza'i] dari [Yahya bin Abu Amru] dari [Abdullah bin Ad Dailami] dari bapaknya [Fairuz] ia berkata, "Aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, kami adalah para pemilik kebun anggur, sedangkan Allah Azza Wa Jalla telah menurunkan keharaman khamer, lalu apa yang harus kami lakukan?" beliau menjawab: "Jadikanlah zabib (anggur kering)." Aku bertanya, "Lalu apa yang harus aku lakukan dengan zabib?" beliau menjawab: "Engkau rendam di waktu pagi lalu engkau minum di waktu sore. Engkau rendam di waktu sore lalu engkau minum di waktu pagi." Aku bertanya, "Tidak baikkah jika kami akhirkan hingga ia menjadi keras?" beliau bersabda: "Janganlah kamu merendamnya dalam Qulal (guci besar dari tembikar), tapi rendamlah dalam guci kecil sebab jika ditangguhkan ia akan menjadi cuka."
Telah mengabarkan kepada kami [Isa bin Muhammad Abu Umair bin An Nuhhas] dari [Dlamrah] dari [Asy Syaibani] dari [Ibnu Ad Dailami] dari [Bapaknya] ia berkata, "Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, kami mempunyai banyak anggur, lantas apa yang harus kami lakukan?" beliau menjawab: "Jadikanlah sebagai zabib (anggur kering)." Kami bertanya lagi, "Lalu apa yang harus kami lakukan dengan zabib?" beliau menjawab: "Buatlah perasan di pagi hari lalu minumlah di sore hari kalian. Dan buatlah perasan di sore hari lalu minumlah di pagi hari kalian. Buatlah perasan nabidz itu pada guci kecil dan jangan pada Qulal (guci besar dari tembikar), sebab jika ditangguhkan ia akan menjadi cuka."
Telah mengabarkan kepada kami [Abu Dawud Al Harrani] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ya'la bin Ubaid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muthi'] dari [Abu Utsman] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa dibuatkan minuman dari perasan, lalu beliau meminumnya pada keesokan hari dan lusa. Jika pada hari ketiga masih ada sisa di dalam wadah, beliau tidak meminumnya, tetapi menumpahkannya."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Yahya bin Ubaid Al Bahrani] dari [Ibnu Abbas] berkata, "Pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam direndamkan perasan anggur, lalu beliau meminumnya pada hari tersebut, keesokan harinya dan lusa."
Telah mengabarkan kepada kami [Washil bin Abdul A'la] dari [Ibnu Fudlail] dari [Al A'masy] dari [Yahya bin Abu Umar] dari [Ibnu Abbas] ia berkata, "Pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dibuatkan perasan buah anggur dalam wadah air minum, lalu beliau meminumnya pada hari tersebut, keesokan harinya dan lusa. Pada sore hari di hari ketiga, beliau meminumnya. Dan jika di pagi hari masih ada sesuatu yang tersisa beliau menumpahkannya."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Bassam] ia berkata, "Aku bertanya [Abu Ja'far] tentang perasan nabidz, ia lalu menjawab, "Pernah [Ali bin Husain]? radliallahu 'anhu dibuatkan perasan nabidz pada malam hari lalu meminumnya pada pagi hari, dan dibuatkan pada pagi hari lalu meminumnya pada malam hari."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] ia berkata, "Aku mendengar [Sufyan] ditanya tentang perasan nabidz, ia lalu menjawab, "Buatlah di malam hari lalu minumlah di pagi hari."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Sa'id Ibnul Musayyab], bahwasanya ia membenci jika endapan nabidz disatukan dalam perasan nabidz supaya endapan itu menjadi keras (hasiatnya)."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Sufyan] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Sa'id Ibnul Musayyab], bahwa ia pernah berkata tentang perasan nabidz, "Khamernya itu terletak pada ampasnya."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] ia berkata, "Dinamakan khamer karena ia dibiarkan hingga kemurniannya hilang dan tersisa endapannya. Dan dia memakruhkan setiap sesuatu yang dibuat perasan hingga mengendap."
Telah mengabarkan kepada kami [Abu Bakr bin Ali] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Qawariri] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Zaidah] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Amru] dari [Fudlail bin Amru] dari [Ibrahim] ia berkata, "Mereka berpandangan bahwa siapa yang meminum perasan kemudian mabuk, maka tidak boleh untuk mengulanginya lagi."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Sufyan] dari [Mughirah] dari [Abu Ma'syar] dari [Ibrahim] ia berkata, "Tidak apa-apa minum perasan nabidz yang telah dimasak."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Abu Arubah] dari [Abu Miskin] ia berkata, "Aku bertanya kepada [Ibrahim], aku katakan, "Kami mengambil ambas (endapan) khamer, atau perasan nabidz yang telah dimasak. Kemudian kami membersihkan bekasnya memasukkan ke dalamnya tiga butir kismis. Setelah itu kami membersihkannya kembali dan membiarkannya hingga matang, lalu kami meminumnya?" Ibrahim menjawab, "Itu dimakruhkan."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Jarir] dari [Ibnu Syubrumah] ia berkata, "Semoga Allah merahmati [Ibrahim], orang-orang berlaku keras dalam masalah perasan nabidz, namun ia justeru memberi kemudahan."
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Sa'id] dari [Abu Usamah] ia berkata, "Aku mendengar [Ibnul Mubarak] berkata, "Aku tidak pernah mendapatkan riwayat yang shahih dari seorang pun yang memberikan keringanan dalam masalah minuman yang memabukkan, selain dari Ibrahim."
Telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Sa'id] ia berkata; aku mendengar [Abu Usamah] berkata, "Aku tidak pernah melihat seseorang yang tekun dalam menuntut ilmu selain Abdullah Ibnul Mubarak, ia pernah pergi ke Syamat, Mesir, Yaman dan Hijaz."
Telah mengabarkan kepada kami [Ar Rabi' bin Sulaiman] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Asad bin Musa] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas]? radliallahu 'anhu, ia berkata, " [Ummu Sulaim] mempunyai gelas yang terbuat dari 'Aidan (batang pohon kurma), ia berkata, "Aku pernah memberi minuman kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan gelas itu, baik air, madu, susu atau perasan nabidz."
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Sufyan] dari [Salamah bin Kuhail] dari [Dzar bin Abdullah] dari [Sa'id bin 'Abdurrahman bin Abza] dari [Bapaknya] ia berkata, "Aku pernah bertanya [Ubay bin Ka'b] tentang perasan nabidz, lalu ia menjawab, "Minumlah air, madu, perasan jewawut, atau susu yang lebih berguna bagimu." Aku tetap saja mengulangi pertanyaan itu kepadanya hingga ia pun berkata, "Apakah kamu mau khamer, apakah kamu mau khamer!"
Telah mengabarkan kepadaku [Ahmad bin Ali bin Sa'id bin Ibrahim] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Qawariri] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] dari [Bapaknya] dari [Muhammad] dari [Abidah] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata, "Orang-orang banyak membuat bermacam-macam minuman, aku tidak mengetahui minuman apa itu. Dan aku tidak mengenal minuman sejak dua puluh tahun, atau ia mengatakan, 'empat puluh tahun, selain air dan perasan jewawut." Hanya saja Ibnu Mas'ud tidak menyebutkan perasan nabidz.
Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Ibnu Aun] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abidah] ia berkata, "Orang-orang banyak membuat bermacam-macam minuman, aku tidak mengetahui minuman apa itu. Sementara aku sendiri tidak mengenal minuman sejak dua puluh tahun lalu selain air, susu dan madu."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Jarir] dari [Ibnu Syubrumah] ia berkata, " [Thalhah] berkata kepada penduduk Kufah, "Pada perasan nabidz terdapat fitnah; ia akan membuat orang yang muda tampak tua, dan membuat orang yang tua tampah renta." Ibnu Syubrumah berkata, "Jika di antara mereka mengadakan pesta pernikahan, maka Thalhah dan Zubaid hanya menuang susu dan madu. Lalu dikatakan kepada Thalhah, "Kenapa engkau tidak menuang perasan nabidz untuk mereka?" ia menjawab, "Aku tidak ingin seorang muslim mabuk karena aku."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Jarir] ia berkata, " [Ibnu Syubrumah] tidak minum kecuali air atau susu."