Telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Bapakku] dia berkata; [Aisyah] Radliyallahu'anha berkata: "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sama sekali tidak pernah meninggalkan dua rakaat setelah Ashar di sampingku."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Mughirah] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dia berkata; [Aisyah] Radliyallahu'anha berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidak pernah menemuiku setelah Ashar kecuali setelah mengerjakan shalat dua rakaat (ba'da ashar)."
Telah mengabarkan kepada kami [Ismail bin Mas'ud] dari [Khalid bin Al Harits] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dia berkata; Aku mendengar [Masruq] dan [Al Aswad] mereka berkata; "Kami bersaksi bahwa [Aisyah] pernah berkata, 'Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika berada di sampingku (di rumahku) setelah Ashar, beliau mengerjakan shalat dua rakaat."
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Hujr] dia berkata; Telah memberitakan kepadaku [Ali bin Mushir] dari [Abu Ishaq] dari [Abdurrahman bin Al Aswad] dari [Bapaknya] dari [Aisyah] Radliyallahu'anha berkata; "Ada dua shalat yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, yaitu shalat dua rakaat sebelum Fajar (Subuh) dan dua rakaat setelah Ashar."
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Hujr] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ismail] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Harmalah] dari [Abu Salamah] bahwa dia pernah bertanya kepada Aisyah tentang dua rakaat yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam setelah Ashar. Maka [Aisyah] menjawab, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam awal mulanya mengerjakan sebelum Ashar, lalu beliau sibuk atau lupa, maka beliau shalat setelah Ashar. Beliau jika telah mengerjakan shalat maka beliau mengerjakannya terus-menerus."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir] dia berkata; Aku mendengar [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam mengerjakan shalat dua rakaat setelah Ashar di rumahnya hanya sekali, dan Ummu Salamah pernah mengingatkannya. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda kepadanya, "Dua rakaat tersebut dulunya aku kerjakan setelah Zhuhur, lalu aku disibukkan dengan seseuatu sehingga aku mengerjakannva setelah Ashar."
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Waki'] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Ummu Salamah] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah disibukkan oleh sesuatu sehingga tidak sempat shalat dua rakaat sebelum Ashar, maka beliau mengerjakannya setelah Ashar."
Telah mengabarkan kepada kami [Utsman bin Abdullah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Bapakku] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Imran bin Hudair] dia berkata; Aku bertanya kepada [Lahiq] tentang seseorang yang mengerjakan shalat dua rakaat sebelum matahari terbenam, maka dia mengatakan bahwa Abdullah bin Zubair mengerjakan dua rakaat ini. Lalu Muawiyah mengutus seseorang kepada Abdullah bin Zubair dan berkata, "Apakah shalat dua rakaat ketika matahari terbenam?" Abdullah bin Zubair mengembalikan hadis tersebut kepada [Ummu Salamah], maka dia berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam shalat dua rakaat sebelum Ashar, lalu beliau sibuk sehingga akhirnya beliau mengerjakannya ketika matahari terbenam. Aku tidak pernah melihat beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum dan sesudah ini."
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Utsman bin Muhammad bin Sa'id bin Abdullah bin Nufail] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Isa] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Al Qasim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Bakr bin Mudlar] dari [Amr bin Al Harits] dari [Yazid bin Abu Habib] bahwa [Abu Al Khair] Telah menceritakan kepadanya, sesungguhnya Abu Tamim Al Jaisyani bangkit untuk mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Maghrib. Abu Al Khair lalu berkata kepada Uqbah bin Amir, "Lihat ini, shalat apa yang dia kerjakan?" Lalu [Uqbah bin Amir] menoleh kepadanya dan melihatnya, lantas berkata; "Ini shalat yang dulu biasa kami kerjakan pada zaman Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam."
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Abdullah bin Al Hakam] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Zaid bin Muhammad] dia berkata; Aku mendengar [Nafi'] berkata; dari [Ibnu Umar] dari [Hafshah] dia berkata; "Apabila Fajar telah terbit maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidak mengerjakan shalat kecuali dua rakaat yang ringan."
Telah mengabarkan kepada kami [Al Hasan bin Ismail bin Sulaiman] dan [Ayyub bin Muhammad] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad]. [Ayyub] berkata; Telah menceritakan kepada kami, dan [Hasan] berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Syu'bah] dari [Ya'la bin Atha] dari [Yazid bin Thalq] dari [Abdurrahman bin Al Bailamani] dari [Amru bin Abasah] dia berkata; "Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu kukatakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, siapakan yang masuk Islam bersama engkau? ' Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, 'Orang merdeka dan budak'. Kemudian aku bertanya lagi, 'Apakah ada waktu yang sangat dekat dengan Allah Azza wa Jalla dibanding yang lain? ' Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, 'Ya, pada pertengahan malam yang terakhir. Shalatlah yang kamu kehendaki sampai engkau shalat Subuh, kemudian berhentilah ketika matahari terbit dan selagi matahari laksana perisai hingga memancar sinarnya. Kemudian shalatlah sekehendakmu sampai bayangan tongkat sama dengan aslinya, kemudian berhentilah sampai matahari condong ke arah Barat, karena neraka Jahannam dinyalakan pada pertengahan hari. Kemudian shalatlah sekehendakmu hingga shalat Ashar. lalu berhentilah hingga matahari terbenam, karena matahari terbenam diantara dua tanduk setan dan terbit diantara dua tanduk setan '."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata; Aku mendengar dari [Abu Zubair] dia berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Babah] dia bercerita dari [Jubair bin Muth'im] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Bani Abdi Manaf, Janganlah kalian mencegah seorang pun yang thawaf di Ka'bah ini, dan siapapun yang shalat kapan pun waktunya, baik waktu siang dan malam yang dia kehendaki."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Mufadlal] dari [Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Anas bin Malik], dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila hendak melakukan perjalanan sebelum matahari condong ke barat beliau mengakhirkan Zhuhur sampai waktu shalat Ashar, kemudian singgah dan shalat dengan menjama' (menggabungkan) dua shalat tersebut. Jika matahari telah condong ke barat sebelum berangkat beliau shalat Zhuhur dulu, baru kemudian berangkat."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dan [Al Harits bin Miskin] telah dibacakan kepadanya dan aku mendengarnya, lafazh ini miliknya. Dari [Ibnu Al Qasim] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abu Zubair Al Makki] dari [Abu Thufail Amir bin Watsilah] Telah mengabarkan kepadanya [Mu'adz bin Jabal] bahwa para sahabat keluar bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pada tahun terjadinya perang Tabuk, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menjama' antara shalat Zuhur dan shalat Ashar, juga antara Maghrib dan Isya'. Beliau mengakhirkan shalat pada suatu hari kemudian keluar, lalu shalat Zhuhur dan Ashar dengan menjama'nya. Kemudian beliau masuk dan keluar, kemudian shalat Maghrib dan Isya' dengan menjama'nya pula.
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Bazi'] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] berkata; Telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Qarawanda] dia berkata; "Aku bertanya kepada [Salim bin Abdullah] tentang shalat [ayahnya] dalam perjalanan, "Apakah beliau menjama' diantara dua shalat dalam perjalanan" Lalu Salim menyebutkan bahwa Shafiyyah binti Abu Ubaid -dia adalah istrinya- menulis surat kepadanya saat dia berada di ladangnya. Dia (Shafiyah) berkata, "Aku berada pada hari-hari terakhir di dunia dan permulaan hari-hari di akhirat." Lalu Salim segera menaiki kendaraannya dan cepat-cepat pergi menuju Shafiyah hingga waktu shalat Zhuhur tiba berkatalah muadzin kepadanya, "Shalat wahai Abu Abdurahman" namun beliau tidak menoleh, hingga sampai saatnya antara dua (waktu) shalat beliau turun dan berkata, "Kumandangkan iqamat, dan jika aku sudah mengucapkan salam (selesai shalat) maka (ia berkata) kumandangkan lagi iqamat." Lalu beliau shalat. Kemudian naik kendaraannya lagi, hingga tatkala matahari terbenam muadzin berkata, "Shalat!", Salim berkata, "Kerjakanlah seperti yang kamu kerjakan saat shalat Zhuhur dan Ashar." Kemudian Salim berjalan lagi dan ketika bintang mulai bertaburan (telah beranjak malam) dia singgah. Kemudian dia berkata kepada muadzin, "Kumandangkanlah iqamat dan jika aku telah salam (selesai shalat) (ia berkata) maka kumandangkanlah iqamat lagi, lalu dia shalat." Kemudian setelah selesai shalat ia menoleh kepada kami dan berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Bila salah seorang dari kalian menghadapi suatu perkara yang kalian khawatir kehilangannya maka shalat lah seperti ini' (Jamak takdim)."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Amr] dari [Jabir bin Zaid] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Aku shalat bersama Nabi Shallallahu'alaihi wasallam di Madinah delapan rakaat dengan menjama'nya, dan tujuh rakaat dengan menjama'nya, menyegerakan Ashar dan mengakhirkan Maghrib, serta menyegerakan Isya'."
Telah mengabarkan kepadaku [Abu 'Ashim Khusyaisy bin Ashram] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Habban bin Hilal] Telah menceritakan kepada kami [Habib yaitu Ibnu Abu Habib] dari [Amr bin Haram] dari [Jabir bin Zaid] dari [Ibnu Abbas], bahwa dia shalat Zhuhur dan Ashar di Bashrah tanpa ada sesuatupun diantara keduanya, juga shalat Maghrib dan Isya tanpa ada sesuatupun diantara keduanya. Dia melakukan hal tersebut karena sibuk. Ibnu Abbas menyangka bahwa dia shalat Zhuhur dan Ashar di Madinah bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam delapan rakaat, tanpa ada sesuatu diantara keduanya.
Telah mengabarkan kepadaku [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Ismail bin Abdurahman] -pemuka Quraisy- dia berkata, "Aku menemani [Ibnu Umar] ke perbatasan, dan tatkala matahari terbenam aku berkata kepadanya, "Shalat dulu". Namun beliau tetap berjalan hingga lenyap cahaya putih di ufuk dan kegelapan Isya'. Kemudian beliau singgah dan mengerjakan shalat Maghrib tiga rakaat. Lalu shalat dua rakaat setelahnya dan berkata; 'Dulu aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melakukannya seperti ini'."
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Utsman] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] dari [Ibnu Abu Hamzah] dan Telah memberitakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad bin Al Mughirah] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Utsman] dan lafazh ini darinya, dari [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila tergesa-gesa dalam perjalanannya, beliau mengakhirkan shalat Maghrib hingga menjama' antara Maghrib dan Isya'."
Telah mengabarkan kepada kami [Al Mu'ammal bin Ihab] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Muhammad Al Jari] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Malik bin Anas] dari [Abu Zubair] dari [Jabir] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sedang berada di Makkah, dan matahari telah terbenam, maka beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjama' Shalatnya di Sarif.
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Sawwad bin Al Aswad bin Amr] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahab] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Jabir bin Ismail] dari [Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Anas] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bahwa apabila Beliau Shallallahu'alaihi wasallam sedang tergesa-gesa dalam perjalanannya maka beliau mengakhirkan Zhuhur sampai waktu shalat Ashar, lalu menjama' keduanya. Beliau juga mengakhirkan shalat Maghrib hingga beliau menjama' antara Maghrib dan Isya' hingga mega merah menghilang.
Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Khalid] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al Walid] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Jabir] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dia berkata; "Aku keluar bersama [Abdullah bin Umar] dalam suatu perjalanan menuju suatu daerah, lalu datanglah seseorang yang berkata, 'Shafiyyah binti Abu Ubaid ada masalah, maka tolong temuilah, semoga kamu dapat sampai padanya'. Lalu dia keluar dengan cepat bersama seorang laki-laki Quraisy. Matahari sudah terbenam, namun beliau tidak mengerjakan shalat, padahal aku tahu dia orang yang sangat menjaga shalat (pada waktunya), maka setelah agak lambat aku berkata kepadanya, 'Shalat dulu, semoga Allah merahmatimu! ' Dia menoleh kepadaku dan terus berlalu hingga tatkala sampai akhir mega merah, beliau singgah dan shalat Maghrib kemudian shalat Isya', sedangkan mega merah telah lenyap. Beliau shalat bersama kami, dan setelah selesai beliau menghadap ke kami dan mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila tergesa-gesa dalam suatu perjalanan beliau berbuat seperti itu."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Al Athaf] dari [Nafi'], dia berkata, "Kami datang dari Makkah bersama [Ibnu Umar], malam itu kami berjalan hingga masuk waktu sore hari dan kami menyangka bahwa beliau telah lupa shalat, maka kami berkata, 'Shalat dulu'. Namun beliau diam saja dan terus berjalan hingga mega merah hampir lenyap. Kemudian kami singgah lalu shalat, dan hilanglah mega merah tersebut. Kemudian shalat Isya dan setelah selesai ia menghadap kepada kami sambil berkata, 'Beginilah kami dahulu berbuat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila sedang tergesa-gesa dalam perjalanan'."
Telah mengabarkan kepada kami ['Abdah bin Abdurrahim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syumail] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Qarawanda], dia berkata; "Aku bertanya kepada [Salim bin Abdullah], "Apakah ayahmu ([Abdullah]) menjama' antara dua shalat dalam perjalanan? ' la menjawab, 'Tidak kecuali di Muzdalifah'. Kemudian aku mendatanginya, dan ia berkata, 'Di sampingnya ada Shafiyyah (istrinya), maka dia (shafiyyah) menulis surat kepada Salim, bahwa ia pada hari terakhir dari hari-harinya di dunia dan permulaan dari hari-harinya di akhirat. Lalu Salim segera menaiki kendaraannya dan aku bersamanya. Dia (Salim) memacu laju kendaraannya, hingga ketika saat shalat Zhuhur tiba berkatalah muadzin kepadanya, "Shalat wahai Abu Abdurahman!" namun beliau tetap berlalu hingga ketika sampai diantara dua shalat beliau turun dan berkata kepada muadzinnya, "Kumandangkan i iqamat, dan jika aku sudah mengucapkan salam (setelah shalat) dari shalat Zhuhur maka kumandangkan lag! iqamat." Lalu muadzin mengumandangkan iqamat, lantas ia (Salim) shalat Zhuhur dua rakaat kemudian salam. Kemudian shalat Ashar dua rakaat. Selanjutnya ia naik kendaraan lagi dan memacu lajunya hingga bila matahari telah terbenam, muadzin berkata kepadanya, "Shalat, wahai Abdurrahman!" la berkata, "Kerjakanlah seperti yang kamu lakukan saat Zhuhur dan Ashar." Kemudian dia berjalan lagi hingga ketika bintang mulai bertaburan iapun singgah, kemudian berkata kepada muadzin, "Kumandangkanlah iqamat dan jika aku telah salam (selesai shalat) maka kumandangkanlah iqamat lagi, lalu dia shalat" Kemudian dia selesai shalat Maghrib tiga rakaat dan dia tetap di tempatnya hingga shalat Isya yang terakhir, kemudian salam sekali dengan wajahnya. Lalu ia berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda; "Bila salah seorang dari kalian menghadapi suatu perkara yang kalian khawatir akan kehilangannya, maka shalatlah seperti ini."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dari [Malik] dari [Nafi] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila tergesa-gesa dalam perjalanan beliau menjama' shalat Maghrib dan lsya'.
Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Abdur Razak] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam apabila tergesa-gesa dalam suatu perjalanan - atau ada perkara yang mendesaknya - maka beliau menjama' antara shalat Maghrib dan Isya'."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dia berkata; Telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dia berkata; Aku mendengar [Az Zuhri] dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata; "Aku melihat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bila tergesa-gesa dalam perjalanan beliau menjama' antara shalat Maghrib dan Isya'."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Abu Zubair] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menjama' shalat Zhuhur dan Ashar, serta menjama' shalat Maghrib dan Isya' bukan karena alasan takut (peperangan) dan bukan karena alasan perjalanan."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul 'Aziz bin Abu Rizmah Ghazwan] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah shalat di Madinah dengan menjama' Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya' bukan karena rasa takut (peperangan) dan bukan karena hujan.Ibnu Abbas ditanya, "Kenapa demikian?" maka dia menjawab, "Agar tidak memberatkan umatnya."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Amr bin Dinar] dari [Abu Asy-Sya'tsa] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Aku shalat di belakang Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam delapan rakaat secara jama' dan tujuh rakaat secara jama'."
Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Harun] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Ismail] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Muhammad] dari [Bapaknya] bahwa [Jabir bin Abdullah] berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berjalan hingga ke Arafah, lalu beliau mendapati kemah telah didirikan untuk dirinya di daerah Namirah, maka beliau singgah sampai matahari terbenam. Beliau mempersiapkan untanya untuk segera berangkat. Sesampainya di Bathn Al Wadi beliau berkhutbah dihadapan manusia, lalu Bilal mengumandangkan adzan, dan shalat Zhuhur. Kemudian iqamat lagi dan mengerjakan shalat Ashar. Beliau tidak mengerjakan shalat apapun diantara keduanya."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dari [Malik] dari [Yahya bin Sa'id] dari ['Adi bin Tsabit] dari ['Abdullah bin Yazid] bahwasanya [Abu Ayyub Al-Anshari] mengabarkan kepadanya bahwasanya dia pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dalam haji Wada', yakni shalat jama' antara Maghrib dan Isya' di Muzdalifah.
Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Sa'id bin Jubair] dia berkata, "Aku bersama [Ibnu Umar] bertolak dari Arafah, dan setelah sampai di Jama' (Muzdalifah) beliau menjamak antara shalat Maghrib dan Isya'. Setelah selesai dia berkata; 'Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah melakukan hal seperti ini di tempat ini'."
Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dari [Malik] dari [Az-Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah.
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al-A'masy] dari ['Umarah] dari ['Abdurrahman bin Yazid] dari ['Abdullah] dia berkata; "Aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menjamak antara dua shalat kecuali di Jama' (Muzdalifah) beliau shalat Subuh sebelum waktunya."
Telah mengabarkan kepada kami [Al-Husain bin Huraits] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim bin 'Uqbah] dan [Muhammad bin Abu Harmalah] dari [Kuraib] dari [Ibnu 'Abbas] dari [Usamah bin Zaid] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah memboncengnya dari Arafah, dan setelah sampai di Syi'b (jalan setapak) beliau turun dan buang air kecil. Beliau tidak berkata, "Tuangkan air." Ia berkata, "Aku menuangkan air kepadanya dari ember, lalu beliau berwudhu dengan ringan. Lantas aku berkata kepada beliau, 'Waktu Shalat telah tiba! ' Beliau Shallallahu'alaihi wasallam lalu berkata, 'Shalat (nanti) di depanmu'. Maka setelah sampai Muzdalifah beliau shalat Maghrib, kemudian mereka menurunkan barang bekalannya lalu beliau shalat Isya."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Al-Walid bin Al-'Aizar] dia berkata; aku mendengar [Abu 'Amr Asy-Syaibani] berkata; telah menceritakan kepada kami penghuni rumah ini -dan mengisyaratkan ke arah rumah ['Abdullah] - dia berkata; 'Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, "Apakah amalan yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla? Beliau menjawab."Shalat pada waktunya, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah Azza wa Jalla."
Telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah An-Nakha'i] yang mendengarnya dari [Abu 'Amr] dari ['Abdullah bin Mas'ud] dia berkata; "Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, 'Apakah amalan yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla? Beliau menjawab: "Mendirikan shalat pada waktunnya."
Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Hakim] dan ['Amr bin Yazid] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Syu'bah] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Al-Muntasyir] dari [bapaknya] bahwa dia sedang berada di masjid [Amru bin Syurahbil], kemudian iqamah dikumandangkan dan mereka menunggunya, dia berkata."Aku telah shalat witir." Dia berkata, " [Abdullah] pernah ditanya, 'Apakah ada shalat witir setelah adzan? dia menjawab, "Ya, juga setelah iqamah'. Lalu ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah ketiduran dari shalat hingga matahari terbit, kemudian beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengerjakan shalat (witir) '."
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa lupa shalat, maka hendaklah mengerjakannya apabila dia ingat."