Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengkhabarkan kepada kami [Sha'id Al Harrani] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah mengkhabarkan kepada kami [Qabus bin Abu Dlabyan] bahwa [ayahnya] telah menceritakan kepadanya, ia berkata: Kami berkata kepada [Ibnu Abbas]: Tahukah kamu firman Allah 'azza wajalla: "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya." (Al Ahzaab: 4) apa maksudnya? Ibnu Abbas menjawab: Pada suatu hari, nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam shalat lalu terlintas sesuatu dibenak beliau, orang-orang munafik yang shalat bersama beliau berkata: Apa kau tidak lihat, ia memiliki dua hati, satu hati bersama kalian dan satu hati bersama mereka. Lalu Allah menurunkan (ayat): "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya." (Al Ahzaab: 4), Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] sepertinya. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengkhabarkan kepada kami [Humaid Ath Thawil] dari [Anas bin Malik] bahwa pamannya absen dalam peperangan Badar, ia berkata: Aku absen dalam perang pertama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melawan orang-orang musyrik, bila Allah menyertakanku dalam peperangan (berikutnya) melawan kaum musyrikin, sungguh Allah akan mengetahui apa yang akan aku lakukan. Saat perang Uhud kaum muslimin kocar-kacir, maka ia berkata: Ya Allah, sesungguhnya aku membebaskan diriku padamu dari yang dibawa oleh mereka -maksudnya kaum musyrikin- dan aku memohon ampunan padamu dari yang mereka lakukan -maksudnya para sahabatnya. Ia maju lalu ia ditemui Sa'ad, Sa'ad berkata: Saudaraku, yang aku lakukan bersamamu, aku tidak mampu untuk melalukan yang ia lakukan. Ternyata ditubuhnya terdapat delapanpuluh sekian tebasan pedang, tusukan tombak dan tancapan panah. Kami mengatakan berkenaan dengannya dan para sahabatnya turun (ayat): "Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)." (Al Ahzaab: 23) Yazid berkata: Maksudnya ayat tersebut. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Nama pamannya adalah Anas bin An Nadlr.
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Quddus bin Muhammad Al Aththar] telah menceritakan kepada kami [Amru bin Ashim] dari [Ishaq bin Yahya bin Thalhah] dari [Musa bin Thalhah] berkata: Aku mengunjungi [Mu'awiyah], ia berkata: Maukah kau aku beri khabar gembira? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Thalhah termasuk orang yang gugur." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Mu'awiyah melalui sanad ini. hadits ini hanya diriwayatkan dari Musa bin Thalhah dari ayahnya.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] dari [Yunus bin Yazid] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] radliallahu 'anhaa, berkata: Saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam diperintahkan untuk memilih istri-istri beliau, beliau memulai dariku, beliau berkata: Hai Aisyah, aku mengingatkan suatu hal padamu, jangan terburu-buru hingga kau meminta izin pada kedua orang tuamu. Aisyah berkata: Beliau tahu bahwa kedua orang tuaku tidak akan memerintahkanku untuk berpisah dengan beliau. Setelah itu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: 'Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: 'Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah" hingga firmanNya: 'Bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar." (Al Ahzaab: 28-29) aku bertanya: Untuk apa aku meminta izin kepada kedua orang tuaku, aku menginginkan Allah, rasulNya dan negeri akhirat. Selanjutnya para istri nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam melakukan seperti yang aku lakukan. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan dari [Az Zuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] Radliyallaahu 'anhaa.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman bin Al Ashbahani] dari [Yahya bin Ubaid] dari [Atho` bin Abu Rabah] dari [Umar bin Abu Salamah] anak didik nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, berkata: Saat ayat ini turun kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Al Ahzaab: 33) Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berada di rumah Ummu Salamah, beliau memanggil Fathimah, Hasan dan Husain lalu mengenakan pakaian pada mereka sementara Ali berada di belakang beliau lalu beliau juga mengenakan pakaian untuknya. Setelah itu beliau berdoa: "ALLOOHUMMA HAA'ULAAI AHLU BAITII, FA'ADZHIB 'ANHUM ARRIJSA WATOHHIRHUM TAHTHIIRON "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku, maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." Ummu Salamah bertanya: Aku bersama mereka nabi Allah? beliau menjawab: "Engkau berada ditempatmu dan engkau berada di atas kebaikan." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib melalui sanad ini dari hadits Atho` dari Umar bin Abu Salamah.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Affan bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengkhabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Anas bin Malik], Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melewati depan pintu Fathimah selama enam bulan. Saat hendak shalat fajar, beliau menegur: "Shalat wahai ahlul bait, 'sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Al Ahzaab: 33) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib melalui sanad ini, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hammad bin Salamah. Abu Isa berkata: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Al Hamra`, Ma'qil bin Yasar dan Ummu Salamah.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Aban] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Adi] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] Radliyallaahu 'anhaa, berkata: Andai nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam menyembunyikan suatu wahyu, pastilah beliau menyembunyikan ayat ini: "Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) Telah memberi nikmat kepadanya." (Al Ahzaab: 37) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdurrahman] dari [Musa bin Uqbah] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] berkata: Kami tidak memanggil Zaid bin Haritsah selain Zaid bin Muhammad hingga turun (ayat) al-Qur`an: "Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah." (Al Ahzaab: 5)
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain] dari [Ikrimah] dari [Ummu Umarah Al Anshariyyah] ia mendatangi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu berkata: Aku tidak mengetahui segala sesuatu melainkan diperuntukkan kaum lelaki, dan setahuku kaum wanita tidak disebut sama sekali, lalu turunlah ayat ini: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin." (Al Ahzaab: 35) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahui hadits ini dari sanad ini.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdah Adl Dlabyi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Tsabit] dari [Anas] berkata: Saat turun ayat ini: "Sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia." (Al Ahzaab: 37) berkenaan dengan Zainab binti Jahsy. Zaid datang mengadu dan berkeinginan untuk mencerainya lalu meminta izin kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau lalu bersabda: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah." (Al Ahzaab: 37) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] dan [Abdu bin Humaid] keduanya berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami [Abu Usamah] dari [Al Hasan bin Al Hakam An Nakha'i] berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Sabrah An Nakha'i] dari [Farwah bin Musaik Al Muradi] berkata: Aku mendatangi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memerangi diantara yang lari dengan orang terus maju diantara mereka. Beliau mengijinkanku untuk memerangi mereka dan menunjukku sebagai pemimpin. Saat aku meninggalkan beliau, beliau bertanya mengenaiku, apa yang dilakukan Al Ghuthaifi, beliau diberitahu bahwa aku telah berangkat dimalam hari. Lalu beliau mengirim utusan untuk mencari jejakku lalu utusan itu menyuruhku kembali, aku mendatangi beliau saat bersama dengan beberapa sahabat beliau. Beliau bersabda: "Serulah kaum(mu), yang masuk Islam terimalah dan yang tidak masuk Islam, jangan terburu-buru hingga kau diberitahu. Farwah berkata: Surat Saba' diturunkan lalu seseorang berkata: Wahai Rasulullah, apa itu Saba', negerikah atau seorang wanitakah? Beliau menjawab: "Bukan negeri atau seorang wanita, tapi ia adalah seorang lelaki yang melahirkan sepuluh anak berbangsa arab. Enam diantara mereka menuju ke arah kanan (Yaman) sedangkan keempat lainnya menuju ke arah kiri. Mereka yang berjalan ke arah kiri adalah Lakhm, Judzam, Ghassan dan Amilah sedangkan yang mengharap berkah adalah Azd, Asy'ari, Himyar, Kindah, Madzhij dan Anmar." Seseorang bertanya: Siapa itu Anmar? Beliau menjawab: "Orang-orang yang diantaranya Khats'am dan Bajilah." Ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Amru bin Dinar] dari [Ikrimah] dari [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Bila Allah telah menetapkan suatu hal di langit, para malaikat mengepak-ngepakkan sayap karena tunduk pada firman-Nya seperti rantai di atas batu besar halus. 'Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: 'Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu? mereka menjawab: '(Perkataan) yang benar, ' dan Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Saba`: 23) Beliau bersabda: "Dan setan, sebagian berada diatas bagian lain." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] telah menceritakan kepada kami [Abdul A'laa] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ali bin Husain] dari [Ibnu Abbas] berkata: Saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam duduk bersama beberapa sahabat beliau, ada bintang dilemparkan lalu bersinar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apa komentar kalian untuk (hal) seperti ini dimasa jahiliyah saat kalian melihatnya?" mereka menjawab: "Dulu kami mengatakan ada orang besar meninggal atau calon orang besar lahir. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sebenarnya ia tidak dilemparkan karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang, tapi Rabb kita 'azza wajalla bila memutuskan suatu hal, para malaikat pemikul 'arsy bertasbih lalu penghuni langit setelah mereka bertasbih lalu para penghuni langit setelah mereka bertasbih hingga tasbih sampai ke langit ini, penghuni langit keenam bertanya kepada penghuni langit ketujuh: Apa yang difirmankan Rabb kalian? Lalu mereka memberitahukannya, setelah itu penghuni setiap langit bertanya hingga kabar sampai ke penghuni langit terendah. Setan-setan mencuri dengar lalu mereka dilempari, lantas mereka menyampaikannya kepada wali-wali mereka. Yang mereka bawa itu benar, tapi mereka merubah dan menambah-nambahi." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahi. Hadits ini juga diriwayatkan dari Az Zuhri dari Ali bin Al Husain dari Ibnu Abbas dari [beberapa orang Anshar], mereka berkata: Kami pernah berada di dekat nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu Ibnu Abbas menyebut hadits serupa dengan maknanya. Telah menceritakan kepada kami seperti itu [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Muhammad bin Basyar] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Walid bin Al Aizar] ia mendengar [seseorang dari Tsaqif] menceritakan dari [seseorang dari Kinanah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda tentang ayat ini: "Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan." (Faathir: 32) beliau bersabda: "Mereka semua tingkatannya sama, mereka semua di surga." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari sanad ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Wazir Al Wasithi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf Al Azraq] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Sufyan] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata: Bani Salamah ada di tepi Madinah, mereka ingin pindah di dekat masjid lalu ayat ini turun: "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan." (Yaasiin: 12) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jejak-jejak (kaki) kalian dicatat, karena itu jangan pindah." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib dari hadits Ats Tsauri. Abu Sufyan adalah Tharif As Sa'di.
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [ayahnya] dari [Abu Dzarr] berkata: Aku masuk masjid saat matahari terbenam sementara nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tengah duduk lalu beliau bertanya: "Tahukah kamu wahai Abu Dzarr, kemana matahari pergi?" ia berkata: Aku menjawab: Allah dan rasulNya lebih tahu. Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia pergi lalu meminta ijin untuk sujud, ia diijinkan dan seolah-olah dikatakan padanya: Terbitlah dari tempat kau datang. Lalu ia terbit dari tempat terbenamnya." Beliau membaca: "Dan itulah tempat menetapnya." Itu terdapat dalam bacaan Abdullah. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdah Al Dlabyi] telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Abu Sulaim] dari [Bisyr] dari [Anas bin Malik] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidaklah seseorang mengajak kepada sesuatu melainkan pada hari kiamat dia diberhentikan pada suatu tempat yang selalu ia diami dan tidak ia tinggalkan. Walaupun ia hanya mengajak kepada satu orang. Kemudian beliau membacakan firman Allah 'azza wajalla: "Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena Sesungguhnya mereka akan ditanya." (Ash Shaaffaat: 24) Abu Isa berkata: Hadits ini gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengkhabarkan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Zuhair bin Muhammad] dari [seseorang] dari [Abu Al Aliyah] dari [Ubai bin Ka'ab] berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang firman Allah Ta'ala: "Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih." (Ash Shaaffaat: 147) beliau bersabda: "Duapuluh ribu." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid bin Atsmah] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Basyir] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Samurah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang firman Allah: "Dan kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan." (Ash Shaaffaat: 77) beliau bersabda: "Ham, Sam dan Yafits." Abu Isa berkata: Dikatakan: Yaafit dan Yaafits, juga dikatakan: Yafits. Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Sa'id bin Basyir.
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Mu'adz Al Aqadi] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Sa'id bin Abu Urubah] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Samurah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Sam bapak bangsa arab, Ham bapak bangsa Habasy (Etiopia, Afrika) dan Yafits bapak bangsa Romawi (Eropa)."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dan [Abdu bin Humaid], maknanya sama, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Yahya], berkata Abdu yaitu Ibnu Abbad, dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] berkata: Abu Thalib sakit lalu orang-orang Quraisy mendatanginya dan nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam juga mendatanginya. Didekat Abu Thalib ada tempat duduk seseorang, lalu Abu Jahal berdiri agar menghalangi beliau, mereka melaporkannya kepada Abu Thalib, Abu Thalib berkata: "Wahai keponakanku, kau ada perlu dengan kaummu? Beliau menjawab: Sesungguhnya aku menginginkan satu kalimat mereka yang dijadikan agama oleh bangsa arab, dan orang ajam (non arab) akan membayar jizyah kepada mereka." Abu Thalib bertanya: Satu kalimat? Beliau menjawab: "Satu kalimat." Beliau bersabda: "Wahai paman, ucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH, " lalu mereka berkata: Tuhan yang Esa?, "Kami tidak pernah mendengar hal Ini dalam agama yang terakhir, Ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan." (Shaad: 7) Ibnu Abbas berkata: Berkenaan dengan mereka, turunlah ayat: "Shaad, demi Al Qur`an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit." Hingga firman-Nya: "Kami tidak pernah mendengar hal Ini dalam agama yang terakhir; Ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan." (Shaad: 1-7) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Yahya bin Sa'id meriwayatkan dari Sufyan dari Al A'masy seperti hadits ini. Yahya bin Imarah berkata: Telah menceritakan kepada kami [Bundar] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] sepertinya dari [Al A'masy].
Telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Syabib] dan [Abdu bin Humaid] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dari [Ma'mar] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Ibnu Abbas] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Rabbku Tabaraka wa Ta'ala mendatangiku tadi malam dalam wujud yang paling indah -Ibnu Abbas berkata: Menurutku beliau bersabda: Dalam mimpi- lalu berfirman: 'Hai Muhammad, tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi." Beliau bersabda: "Aku menjawab: "Tidak. lalu Ia meletakkan tanganNya di atas pundakku hingga aku merasakan dinginnya diantara dadaku -atau beliau bersabda: dileherku- lalu aku mengetahui yang ada dilangit dan dibumi. Ia bertanya: 'hai Muhammad, tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Aku menjawab: Ya, tentang penebus (dosa) dan penebus (dosa) adalah berdiam diri di masjid setelah shalat, berjalan dengan kaki menuju (shalat) jamaah, menyempurnakan wudhu pada saat tidak disukai. Barangsiapa hidup seperti itu, ia hidup dengan baik, mati dalam kebaikan dan ia (terbebas) dari kesalahannya seperti saat dilahirkan ibunya. Ia bertanya: 'Hai Muhammad, bila kau berdoa, ucapkan: ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA FI'LAL KHAIRAAT WA TARKAL MUNKARAAT WA HUBBAL MASAAKIIN WA IDZA ARADTA BI IBAADIKA FITNATAN FAQBIDLNI ILAKA GHARA MAFTUNN.' (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta-Mu berbuat kebaikan, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin dan bila Engkau menghendaki suatu fitnah pada hamba-hambaMu, wafatkan aku kepadaMu dalam keadaan tidak terkena fitnah) dan beliau bersabda; 'Dan ketinggian derajat diperoleh dengan cara menyebarkan salam, memberi makan, dan shalat malam ketika orang-orang tidur." Abu Isa berkata: Mereka menyebut [seseorang] dalam hadits ini antara [Abu Qilabah] dan [Ibnu Abbas]. Dan [Qatadah] meriwayatkan hadits ini dari [Abu Qilabah] dari [Khalid bin Al Lajlaj] dari [Ibnu Abbas].
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Qatadah] dari [Abu Qilabah] dari [Khalid bin Al Lajlaj] dari [Ibnu Abbas] bahwa nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Rabbiku mendatangiku dalam wujud yang paling indah lalu berfirman: 'Hai Muhammad, ' aku menjawab: Baik, Rabb. Ia bertanya: 'Tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Beliau menjawab: Rabb aku tidak tahu.' Lalu Ia meletakkan tanganNya di atas pundakku hingga aku merasakan dinginnya diantara dadaku lalu aku mengetahui yang ada ditimur dan dibarat. Ia bertanya: 'Hai Muhammad, ' aku menjawab: Baik, Rabb. Ia bertanya: 'Tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Aku menjawab: Tentang ketinggian derajat, penebus (dosa), melangkahkan kaki menuju (shalat) jamaah, menyempurnakan wudhu pada saat tidak disukai, menunggu shalat setelah shalat, barangsiapa hidup seperti itu, ia hidup dengan baik, mati dalam kebaikan dan ia (terbebas) dari kesalahannya seperti saat dilahirkan ibunya." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib dari sanad ini. Dalam hal ini ada hadits serupa dari Mu'adz bin Jabal dan Abdurrahman bin A`isy dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. Hadits ini juga diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam secara lengkap, beliau bersabda: "Aku mengantuk lalu tertidur, aku melihat Rabbku dalam wujud yang paling indah kemudian bertanya, 'Apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi?"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hani` Al Yasykuri] telah menceritakan kepada kami [Jahdlam bin Abdullah] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid bin Sallam] dari [Abu Sallam] dari [Abdurrahman bin Ayisy Al Hadlrami] bahwa ia telah menceritakan kepadanya dari [Malik bi Yakhamir As Saksaki] dari [Mu'adz bin Jabal] radliallahu 'anhu berkata: "Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tertahan dari kami untuk shalat shubuh hingga hampir saja kami melihat matahari, beliau keluar dengan cepat lalu shalat diiqamati, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam shalat dan mempercepatnya, saat salam beliau memanggil dengan suara keras, beliau bersabda pada kami: "Tetaplah di shaf-shaf kalian seperti ini." Setelah itu beliau meninggalkan kami lalu bersabda "Ingat, sesungguhnya aku akan memberitahukan kepada kalian apa yang menahanku dari kalian pagi ini. Di sebagian malam aku bangun lalu wudhu dan shalat semampuku, saat shalat aku mengantuk hingga tertidur. Tiba-tiba aku berada dihadapan Rabbku Tabaraka wa Ta'ala dalam wujud yang paling indah lalu bertanya: Hai Muhammad, ' aku menjawab: Baik, Rabb. Ia bertanya: 'Tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Beliau menjawab: Rabb aku tidak tahu.' Ia mengucapkan tiga kali, aku melihatNya lalu Ia meletakkan tanganNya di atas pundakku hingga aku merasakan dinginnya ujung-ujung jariNya diantara dadaku lalu segala sesuatu terlihat jelas olehku dan aku mengetahui. Ia bertanya: 'Hai Muhammad, ' aku menjawab: Baik, Rabb. Ia bertanya: 'Tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Aku menjawab: Tentang Penebus (dosa). Ia bertanya: Apa itu? Aku menjawab: Melangkahkan kaki menuju (shalat) jamaah, duduk dimasjid setelah shalat, menyempurnakan wudhu pada saat tidak disukai, ' lalu Ia berfirman seperti yang aku ucapkan: Memberi makan, melunakkan kata-kata, shalat di malam hari saat orang-orang tidur.' Ia berfirman: Mintalah, ucapkan: ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA FI'LAL KHAIRAAT WA TARKAL MUNKARAAT WA HUBBAL MASAAKIIN WA AN TAGHFIRALII WA TARHAMNII WA IDZA ARADTA BI IBAADIKA FITNATAN FAQBIDLNI ILAKA GHARA MAFTUNN AS`ALUK HUBBAKJA WA HUBBA MAN YUHIBBUKA WA HUBBA AMALIN YUQARRIBU ILA HUBBIKA.' (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta-Mu berbuat kebaikan, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin, ampunilah aku dan rahmatilah aku, bila Engkau menghendaki suatu fitnah pada hamba-hambaMu, wafatkan aku kepadaMu dalam keadaan tidak terkena fitnah, aku mengharap cintaMu, cintanya orang yang mencintaiMu, cinta pada amalan yang mendekatkanku pada cintaMu). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya itu benar, pelajarilah, " mereka mempelajarinya. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Aku bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang hadits ini, ia menjawab: Hadits ini hasan shahih. Abu Isa berkata: Ini lebih shahih dari hadits Al Walid ibn Muslim dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir. Abu Isa berkata: Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al Lajlaj] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Ayisy Al Hadlrami] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, ia menyebut hadits ini dan hadits ini tidak terjaga. Seperti itu Al Walid menyebut dalam haditsnya dari Abdurrahman bin Ayisy, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam. [Bisyr bin Bakr] meriwayatkan dari [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] hadits ini dengan sanad ini dari [Abdurrahman bin Ayisy] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dan hadits ini lebih shahih. Abdurrahman bin Ayisy tidak mendengar dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Muhammad bin Amru bin Alqamah] dari [Yahya bin Abdurrahman bin Hathib] dari [Abdullah bin Az Zubair] dari [ayahnya] berkata: Saat turun (ayat): "Kemudian kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Rabbmu." (Az Zumar: 31) Az Zubair berkata: Wahai Rasulullah, apakah berbantah-bantahan terulang lagi setelah terjadi diantara kami di dunia? Beliau menjawab: "Ya." Ia berkata: Kalau begitu masalahnya sangat berat. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Habban bin Hilal], [Sulaiman bin Harb] dan [Hajjaj bin Minhal], mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Asma` binti Yazid] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam membaca: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (Az Zumar: 53) dan Allah tidak peduli. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Tsabit dari Syahr bin Hausyab. Syahr bin Hausyab meriwayatkan dari Ummu Salamah Al Anshariyah. Ummu Salamah Al Anshariyah adalah Asma` binti Yazid.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Manshur] dan [Sulaiman Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Abidah] dari [Abdullah] berkata: Seorang Yahudi mendatangi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu berkata: Hai Muhammad, sesungguhnya Allah menahan langit dengan satu jari, bumi dengan satu jari, gunung dengan satu jari, para makhluk dengan satu jari lalu berfirman: Akulah Raja. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tertawa hingga terlihat gigi geraham beliau, beliau bersabda: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi dia dari apa yang mereka persekutukan." (Az Zumar: 67) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Fudlail bin Iyadl] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Abidah] dari [Abdullah] bekata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tertawa karena kagum dan memebenarkan. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Ash Shalt] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari [Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas] berkata: Seorang Yahudi melintasi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam berkata padanya: "Hai Yahudi, berceritalah kepada kami." si Yahudi berkata: Apa yang kau ucapkan wahai Abu Al Qasim bila Allah meletakkan langit di jari ini, bumi di jari ini, air di jari ini, gunung di jari ini dan seluruh makhluk di jari ini. Abu Ja'far Muhammad bin Ash Shalt berisyarat dengan jari kelingking terlebih dahulu lalu diteruskan hingga ke jari jempol lalu Allah menurunkan: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya." (Az Zumar: 67) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib shahih, kami tidak mengetahuinya dari hadits Ibnu Abbas kecuali melalui sanad ini. Abu Kunaidah namanya Yahya bin Al Muhallab. Abu Isa berkata: Aku melihat [Muhammad bin Isma'il] meriwayatkan hadits ini dari [Al Hasan bin Syuja'] dari [Muhammad bin Ash Shalt].
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Anbasah bin Sa'id] dari [Habib bin Abu Amrah] dari [Mujahid] berkata: [Ibnu Abbas] bertanya: Tahukah kau seberapa luasnya jahanam? Aku menjawab: Tidak. Ibnu Abbas berkata: Ya, kau tidak tahu. Telah menceritakan kepadaku [Aisyah] bahwa ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang firmanNya: "Padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya." (Az Zumar: 67) Aisyah bertanya: Saat itu manusia dimana wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Di atas jembatan jahanam." Dalam hadits ini ada kisahnya. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib melalui sanad ini.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] ia berkata: Wahai Rasulullah, "Padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya." (Az Zumar: 67) Saat itu orang-orang mu`min dimana? beliau menjawab: "Di atas jembatan wahai Aisyah." Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Mutharrif] dari [Athiyah Al Aufi] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Bagaimana aku merasa bahagia sementara (malaikat) peniup sangkakala telah memasukkan sangkakala ke mulut, telah menundukkan dahinya dan menyiapkan pendengarannya menanti perintah peniupan untuk meniup?." Orang-orang muslim bertanya: Apa yang harus kami ucapkan wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Ucapkan: HASBUNALLAAH WAN NI'MAL WAKILL TAWAKKALNAA 'ALALLAAH RABBINAA." (Cukuplah Allah bagi kami dan sebaik-baik penolong, kami bertawakkal kepada Allah Rabb kami) mungkin Sufyan berkata: 'ALALLAAHI TAWAKKALNAA (kepada Allah saja kami bertawakkal). Abu Isa berkata: Hadits ini hasan. [Al A'masy] juga meriwayatkan dari [Athiyah] dari [Abu Sa'id].
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] telah mengkhabarkan kepada kami [Sulaiman At Taimi] dari [Aslam Al Ijli] dari [Bisyr bin Syughaf] dari [Abdullah bin Amru] radliallahu 'anhumaa, ia berkata: Seorang badui berkata: Wahai Rasulullah, apakah maksud istilah As Shur itu? Beliau menjawab: "Tanduk yang ditiup." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan, kami hanya mengetahuinya dari hadits Sulaiman At Taimi.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abdah bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Amru] telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata: Seorang Yahudi di pasar Madinah berkata: Tidak, demi Yang memilih Musa atas seluruh manusia. Abu Hurairah berkata: Seorang Anshar mengangkat tangannya lalu menampar, ia berkata: Kau mengatakan itu sementara ditengah-tengah kita ada nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa Salam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)." (Az Zumar: 68), aku adalah orang pertama yang mengangkat kepala, ternyata Musa memegangi salah satu tiang Arsy, aku tidak tahu apakah ia mengangat kepalanya sebelumku ataukah termasuk yang dikecualikan Allah (tidak mati) dan barangsiapa mengatakan aku lebih baik dari Yunus bin Mata berarti ia dusta." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dan lainnya, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengkhabarkan kepada kami [Ats Tsauri] telah mengkhabarkan kepadaku [Abu Ishaq] bahwa [Al Aghar Abu Muslim] telah menceritakan kepadanya dari [Abu Sa'id] dan [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Penyeru menyerukan: Sesungguhnya kalian hidup dan tidak mati selamanya, kalian sehat dan tidak sakit selamanya, kalian muda dan tidak tua selamanya, kalian bersenang-senang dan tidak akan bersedih selamanya. Itulah firman-Nya: "Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." (Az Zukhruuf: 72) Abu Isa berkata: Ibnu Al Mubarak dan lainnya meriwayatkan hadits ini dari Ats Tsauri tapi tidak memarfu'kannya.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dan [Al A'masy] dari [Dzarr] dari [Yusai' Al Hadlrami] dari [An Nu'man bin Basyir] berkata: Aku mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Doa adalah ibadah" kemudian beliau membaca: "Dan Rabbmu berfirman: 'Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al Mu`min: 60) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud] berkata: Tiga orang berseteru didekat baitullah, dua orang Quraisy dan seorang Tsaqafi, atau dua orang Tsaqafi dan satu orang Quraisy, pemahaman hati mereka sedikit sedang lemak perut mereka banyak. Salah seorang diantara mereka berkata: Apa kalian tidak tahu bahwa Allah mendengar yang kalian katakan? Yang lain berkata: Ia mendengar bila kita katakan dengan keras dan tidak mendengar bila kita lirihkan. Yang lain berkata: Bila Ia mendengar saat kita berbicara keras, Ia juga mendengar saat kita berbicara lirih. Lalu Allah menurunkan: "Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu." (Fushshilat: 22-23) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Umarah bin Umair] dari [Abdurrahman bin Yazid] berkata: [Abdullah] berkata: Aku pernah berlindung dibalik kain ka'bah lalu tiga orang datang, lemak perut mereka banyak tapi pemahaman hati mereka sedikit, satu orang Quraisy dan dua menantu laki-laki tsaqif --atau satu orang Tsaqif dan dua menantu laki-laki quraisy--, mereka mengucapkan kata-kata yang tidak aku fahami. Salah seorang diantara mereka berkata: Apa kalian tidak tahu bahwa Allah mendengar yang kalian katakan? Yang lain berkata: Ia mendengar bila kita katakan dengan keras dan tidak mendengar bila tidak kita keraskan. Yang lain berkata: Bila Ia mendengar sebagiannya, Ia mendengar seluruhnya. Abdullah berkata: Aku laporkan hal itu kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam Lalu Allah menurunkan: "Kamu sekali-sekali tidak dapat menutup-nutupi ketika pendengaran, penglihatan dan kulitmu bersaksi kepadamu" hingga firman-Nya: "Maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi" (Fushshilat: 22-23) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Umarah bin Umair] dari [Wahab bin Rabi'ah] dari [Abdullah] sepertinya.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Hafsh Amru bin Ali Al Fallas] telah menceritakan kepada kami [Abu Qutaibah Salm bin Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Suhail bin Abu Hazm Al Qutha'i] telah menceritakan kepada kami [Tsabit Al Bunani] dari [Anas bin Malik] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam membaca: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Rabb kami ialah Allah' Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka." (Fushshilat: 30) beliau bersabda: Orang-orang mengatakan (berikrar dengan kalimat tersebut), lalu sebagian besar dari mereka kufur, maka Barangsiapa yang istiqomah meninggal di atas (ikrar kalimat) itu maka ia termasuk orang meneguhkan pendiriannya." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari sanad ini. Aku mendengar Abu Zur'ah berkata: Affan meriwayatkan suatu hadits dari Amru bin Ali dan dalam ayat ini diriwayatkan makna istaqaamu dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, Abu Bakar dan Umar radliallahu 'anhumaa.
Telah menceritakan kepada kami [Mahammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin Maisarah] berkata: Aku mendengar [Thawus] berkata: [Ibnu Abbas] ditanya tentang ayat ini: "Katakanlah: 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." (Asy Syuuraa: 23) Sa'id bin Jubair berkata: maksud kekeluargaan yang dimaksud adalah kekerabatan keluarga Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Salam. Ibnu Abbas berkata: tidak sadarkah engkau bahwa tidaklah ada keturunan dari Quraisy melainkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memiliki kekerabatan dengan mereka?. Ia (Sa'id) berkata: Kecuali bila kau menyambung kekerabatan antara aku dan kalian. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan melalui sanad lain dari Ibnu Abbas.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Amru bin Ashim] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Al Wazi'] berkata: Telah menceritakan kepadaku [seorang guru] dari bani Murrah, ia berkata: Aku datang ke Kufah lalu aku diberitahu tentang [Bilal bin Abu Buradah], aku berkata: Sesungguhnya dalam dirinya terdapat pelajaran. Lalu aku mendatanginya saat ia tertahan dirumahnya yang ia bangun. Ia berkata: Ternyata segala sesuatunya telah berubah karena siksaan atau serangan dan ia tengah berada di dalam keterhinadinaan yang tak ada harganya, aku berkata: Alhamdulillaah, hai Bilal aku melihatmu saat melintasi kami, kau menutupi hidungmu bukan karena debu sementara kau tengah berada dalam kondisimu saat ini. Bilal bertanya: Kau dari mana? Aku menjawab: Dari bani Murrah bin Abbas. Bilal berkata: Maukah aku menceritakan padamu suatu hadits, mudah-mudahan Allah membuatmu bermanfaat karenanya?. Aku berkata: Okey, Sebutkan saja. Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku [ayahku, Abu Burdah] dari [ayahnya, Abu Musa] bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidaklah suatu musibah menimpa seorang hamba, lebih besar atau lebih kecil darinya melainkan karena dosa, dan yang dimaafkan Allah lebih banyak." Ia berkata: Dan beliau membaca: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Asy Syuuraa: 30) Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya melalui sanad ini.