Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr Al Abdi] dan [Ya'la bin Ubaid] dari [Hajjaj bin Dinar] dari [Abu Ghalib] dari [Abu Umamah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk yang ada pada mereka melainkan karena mereka suka berbantah-bantahan." Kemudian beliau membaca ayat ini: "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." (Az Zukhruuf: 58) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hajjaj bin Dinar. Hajjaj tsiqah mendekati hadits. Abu Ghalib namanya Hazawwar.
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Ibrahim Al Juddi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dan [Manshur] keduanya mendengar [Abu Adl Dluha] menceritakan dari [Masruq] berkata: Seseorang mendatangi [Abdullah] lalu berkata: Seorang bercerita, ia berkata: Sesungguhnya asap akan muncul dari bumi lalu melenyapkan pendengaran orang-orang kafir dan mencabut nyawa orang mu`min seperti kondisi selesma. Masruq berkata: Ia marah, tadinya bersandar kemudian duduk, setelah itu berkata: Bila salah seorang dari kalian ditanya sesuatu yang ia tahu, beritahulah -Manshur berkata: Hendaklah memberitahukannya- dan bila ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahui, hendaklah mengucapkan: Allahu a'lam, karena termasuk ilmu seseorang bila ditanya sesuatu yang tidak diketahui adalah dengan mengucapkan: Allahu a'lam karena Allah Ta'ala berfirman kepada nabiNya: "Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan." (Shaad: 86) saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melihat kaum Quraisy durhaka, beliau berdoa: ALLOOHUMMA A'INNNII 'ALAIHIM BISAB'I KASAB'I YUUSUF "Ya Allah, tolonglah aku atas mereka dengan kelaparan seperti kelaparannya Yusuf" lalu mereka diserang kemarau. Kemarau menyerang segala sesuatu hingga mereka makan kulit dan bangkai -salah seorang mengatakan: tulang- kemudian keluarlah seperti asap (dukhan) dari tanah lalu Abu Sufyan mendatangi beliau, ia berkata: Sesungguhnya kaummu telah binasa, berdoalah kepada Allah untuk kebaikan mereka. Ia berkata: Ini sesuai firmanNya: "Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap (dukhan) yang nyata. Yang meliputi manusia. inilah azab yang pedih." (Ad Dukhaan: 10-11) Manshur berkata: Ini sesuai firmanNya: " (Mereka berdoa): "Ya Rabb kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman." (Ad Dukhaan: 10-11) apakah adzab akhirat sudah dilenyapkan? Siksaan, Lizam (kebinasaan) dan asap telah berlalu. Salah seorang dari mereka berkata: Terbelahnya Bulan. Yang lain berkata: Kekalahan Romawi. Abu Isa berkata: Lizam adalah korban perang Badar. Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Musa bin Ubaidah] dari [Yazid bin Aban] dari [Anas bin Malik] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidaklah seorang mu`min melainkan memiliki dua pintu, satu pintu untuk naiknya amal dan pintu lainnya untuk turunnya rizki. Saat ia meninggal, kedua pintu menangisinya, itulah firman Allah 'azza wajalla: 'Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh." (Ad Dukhaan: 29) Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya marfu' kecuali dari sanad ini. musa bin Ubaidah dan Yazid bin Aban Ar Raqasyi dilemahkan dalam hadits.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Sa'id Al Kindi] telah menceritakan kepada kami [Abu Muhayyah] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Ibnu Akhi Abdullah bin Salam] berkata: Saat Utsman diburu untuk dibunuh, [Abdullah bin Salam] datang lalu Utsman bertanya padanya: Ada perlu apa kau datang? Ia menjawab: Aku datang untuk menolongmu. Utsman berkata: Temuilah orang-orang lalu usirlah mereka dariku karena kau diluar itu lebih baik bagiku dari pada kau didalam. Abdullah bin Salam keluar menemui orang-orang lalu berkata: Wahai sekalian manusia, dulu dimasa jahiliyah aku bernama fulan lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memberiku nama Abdullah, berkenaan denganku turun beberapa ayat kitab Allah, berkenaan dengankulah ayat ini turun: "Dan seorang saksi bani israil menyatakan kesaksian semisalnya dan ia beriman, namun kalian malah menyombongkan diri, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang zhalim (QS. Al-Ahqaf 10) Dan diturunkan karenaku, ayat; "Katakanlah: 'Cukuplah Allah dan orang yang memiliki pengetahuan tentang al kitab menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian." (Al Israa`: 96), sesungguhnya Allah memiliki pedang yang disarungkan sehingga tidak menebas kalian, para malaikat telah melindungi kalian di negeri kalian. Inilah pesan-pesan yang karenanya nabi kalian turun. Takutlah kalian kepada Allah dari membunuh nabi ini, Takutlah kalian kepada Allah dari membunuh nabi ini, demi Allah jika kalian membunuhnya niscaya para malaikat akan menghilangkan perlindungan terhadap kalian, dan pedang Allah yang dahulunya disarungkan akan dihunus untuk kalian, dan tidak akan disarungkan lagi hingga hari kiamat. Akhirnya mereka berkata: Bunuhlah si Yahudi dan bunuhlah Utsman. Abu Isa berkata: Hadits ini gharib. [Syu'aib bin Shafwan] meriwayatkannya dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Ibnu Muhammad bin Abdullah bin Salam] dari [kakeknya, Abdullah bin Salam].
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Al Aswad Abu Amru Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rabi'ah] dari [Ibnu Juraij] dari [Atho`] dari [Aisyah] radliallahu 'anhaa berkata: Bila nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam melihat awan yang dikiranya akan membawa hujan, beliau mondar-mandir (karena gelisah atau takut) dan bila awan sudah benar-benar menurunkan hujan, ketakutan dan kekhawatiran itu pun hilang. Aisyah berkata: Aku bertanya kepada beliau lalu beliau menjawab: "Aku tidak tahu, mungkin itu seperti yang difirmankan Allah Ta'ala: 'Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami, bahkan itulah siksa yang kalian minta disegerakan, yaitu angin yang berisi siksa yang pedih." (Al Ahqaaf: 24) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengkhabarkan kepada kami [Ismail bin Ibrahim] dari [Dawud] dari [Asy Sya'bi] dari [Alqamah] berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu] apakah ada seorang diantara kalian menemani nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dimalam beliau didatangi jin? Ia menjawab: Tidak ada seorang pun dari kami yang menemani beliau tapi pada suatu malam kami kehilangan beliau saat beliau di Makkah, kami mengatakan beliau diculik atau diterbangkan oleh jin dan sekehendaknya diperlakukannya. Kami pun menginap dengan malam terburuk yang dilalui suatu kaum hingga pagi hari atau dipermulaan pagi, beliau datang dari arah Hira. Alqamah berkata: Mereka menceritakan kondisi mereka pada beliau lalu beliau bersabda: "Penyeru jin mendatangiku lalu aku mendatangi mereka, aku membacakan (al-Qur`an) pada mereka, " beliau pergi lalu memperlihatkan jejak-jejak mereka dan sisa-sisa perapian mereka. Asy Sya' bi berkata: Jin-jin tersebut meminta perbekalan kepada beliau dan mereka berasal dari jin jazirah arab, beliau bersabda: "Semua tulang yang disebut nama Allah atasnya yang ada ditangan-tangan kalian lebih banyak mendatangkan daging (sekalipunnampak tulang) dan setiap kotoran hewan atau makanan hewan kalian." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Karena itu jangan beristinja` dengan keduanya (tulang dan kotoran hewan) karena keduanya itu adalah perbekalan saudara-saudara kalian, jin." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengkhabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu: "Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan." (Muhammad: 19) nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak tujuhpuluh kali." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Diriwayatkan dari Abu Hurairah juga dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali." Diriwayatkan melalui sanad lain dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, "Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali." [Muhammad bin Amru] juga meriwayatkannya dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah].
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengkhabarkan kepada kami [seorang guru dari penduduk Madinah] dari [Al Ala` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pada suatu hari membaca ayat ini: "Dan jika kamu berpaling niscaya dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini." (Muhammad: 38) mereka bertanya: Siapa gerangan yang mengganti kami? Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menepuk pundak Salman lalu bersabda: "Ini dan kaumnya, ini dan kaumnya." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib dalam sanadnya diperbincangkan. [Abdullah bin Ja'far] juga meriwayatkan hadits ini dari [Al Ala` bin Abdurrahman].
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah memberitakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far bin Najih] dari [Al Ala` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] berkata: Beberapa sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berkata: Wahai Rasulullah, siapa gerangan mereka yang bila kami berpaling akan menggantikan kami itu kemudian mereka tidak seperti kami? Abu Hurairah berkata: Salman berada di sebelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau menepuk betis Salman dan bersabda: "Ini dan para sahabatnya, demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, demi Allah bila keimanan digantung di gugusan bintang pastilah akan didapatkan oleh orang-orang dari Persia." Abu Isa berkata: Abdullah bin Ja'far bin Najih adalah ayah Ali bin Al Madini. Ali bin Hujr banyak meriwayatkan dari Abdullah bin Ja'far. Telah menceritakan kepada kami [Ali] hadits ini dari [Isma'il bin Ja'far bin Najih] dari [Abdullah bin Ja'far] dan telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Al Ala`] sepertinya hanya saja ia berkata: Digantungkan di gugusan bintang.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid bin Atsmah] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari [ayahnya] berkata: Aku mendengar [Umar bin Al Khaththab] radliallahu 'anhu berkata: Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dalam salah satu perjalanan beliau, aku berbicara dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tapi beliau diam, aku berbicara tapi beliau diam, aku berbicara dan beliau tetap diam lalu aku menggerakkan tungganganku lalu aku menyingkir, aku berkata: Huss kamu wahai Ibnu Al Khaththab, kau mendesak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tiga kali, dan semua itu beliau tidak menggubrismu?, pasti akan turun (ayat) al-Qur'an berkenaan denganmu!. Ia berkata: Tidak lama kemudian aku mendengar seseorang meneriakkanku. Ia berkata: Lalu aku mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Wahai Ibnu Al Khaththab, sesungguhnya telah diturunkan surat ini padaku pada malam ini, aku lebih menyukainya dari yang disinari matahari (dunia): 'Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (Al Fath: 1) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Sebagaian dari mereka meriwayatkannya secara mursal dari Malik.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dari [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas] radliallahu 'anhu berkata: Turun (ayat) kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam: "Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang." (Al Fath: 2) sepulangnya dari Hudaibiyah. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Telah turun ayat padaku yang lebih aku sukai daripada apa yang ada di atas bumi." Setelah itu nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam membacakannya kepada mereka, mereka berkata: Bergembiralah wahai Rasulullah, Allah telah menjelaskan kepada baginda apa yang akan dilakukan terhadap baginda, lalu apa gerangan yang akan dilakukan terhadap kami? lalu turun ayat: "Supaya dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, " sampai firmanNya: "Keberuntungan yang besar." (QS. Alfath 5), Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Dalam hal ini ada hadits serupa dari Mujamma' bin Jariyah.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas], ada delapan puluh orang menyerang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan para sahabat beliau dari gunung Tan'im saat shalat shubuh, mereka ingin membunuh beliau, mereka akhirnya tertangkap lalu dibebaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam kemudian Allah menurunkan (ayat): "Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) Tangan kamu dari (membinasakan) mereka." Dan seterusnya (Al Fath: 24) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Qaza'ah Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Habib] dari [Syu'bah] dari [Tsuwair] dari [ayahnya] dari [Ath Thufail bin Ubai bin Ka'ab] dari [ayahnya] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam: "Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa." Beliau bersabda: kalimat takwa maksudnya "LAA ILAAHA ILLALLAAH." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya marfu' kecuali dari hadits Al Hasan bin Qaza'ah. Abu Isa berkata: Aku bertanya kepada Abu Zur'ah tentang hadits ini, ia tidak kemarfu'annya kecuali melalui sanad ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Mu`amal bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Nafi' bin Umar bin Jamil Al Jumahi] telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abi Malikah] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Az Zubair] bahwa Al Aqra' bin Habis mendatangi nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu Abu Bakar berkata: Wahai Rasulullah, pekerjakan dia atas kaumnya. Umar berkata: Jangan pekerjakan dia wahai Rasulullah. keduanya berbincang-bincang didekat nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam hingga suara mereka berdua mengeras lalu Abu Bakar berkata kepada Umar: Kau hanya ingin menyelisihiku. Umar berkata: Aku tidak bermaksud menyelisimu. Al Aqra' berkata: Lalu ayat ini turun: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi." (Al Hujuraat: 2) setelah itu bila Umar berbicara didekat nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, kata-katanya tidak terdengar hingga beliau menanyakannya. Ia berkata: Ibnu Az Zubair tidak menyebut kakeknya, yaitu Abu Bakar. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib. Sebagian dari mereka meriwayatkannya dari Ibnu Abi Malikah secara mursal dan tidak disebut dari Abdullah bin Az Zubair.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ammar Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Musa] dari [Al Husain bin Waqid] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara` bin Azib] tentang fimranNya: "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti." (Al Hujuraat: 4) Al Barra` berkata: Seseorang berdiri lalu berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya pujianku adalah hiasan dan celaanku adalah aib. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Itu Allah." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ishaq Al Jauhari Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Abu Zaid] teman Al Harawi, dari [Syu'bah] dari [Dawud bin Abu Hind] berkata: Aku mendengar [Asy Sya'bi] menceritakan dari [Abu Jabirah bin Adl Dlahhak] berkata: Seseorang dari kami memiliki dua atau tiga nama lalu dipanggil dengan salah satunya dan mungkin ia tidak suka. Abu Jabirah berkata: Lalu ayat ini turun: "Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan (keburukan)." (Al Hujuraat: 11) Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Abu Jabirah adalah saudara Tsabit bin Adl Dlahhak bin Khalifah Al Anshari. Abu Zaid Sa'id bin Ar Rabi', teman Al Harawi, adalah orang Bashrah tsiqah. Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Yahya bin Khalaf] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadldlal] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Asy Sya'bi] dari [Abu Jabirah bin Adl Dlahhak] sepertinya. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] dari [Al Mustamir bin Ar Rayyan] dari [Abu Nadlrah] berkata: [Abu Sa'id Al Khudri] membaca: "Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah, kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan." (Al Hujuraat: 7) lantas bagaimana dengan kalian saat ini? Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Ali bin Al Madini berkata: Aku bertanya kepada Yahya bin Sa'id Al Qaththan tentang Al Mustamir bin Ar Rayyan, ia menjawab: Tsiqah.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berkhutbah saat penaklukkan Makkah, beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kebanggaan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyangnya dari kalian. Manusia terbagi dua; baik, bertakwa, mulia bagi Allah dan keji, sengsara, hina bagi Allah. Manusia adalah anak cucu Adam dan Allah menciptakan Adam dari tanah. Allah berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." (Al Hujuraat: 13) Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar dari jalur sanad ini. Abdullah bin Ja'far dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in dan lainnya. Abdullah bin Ja'far adalah ayah Ali bin Al Madini. Abu Isa berkata: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas.
Telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Sahl Al A'raj Al Baghdadi] dan lainnya, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] dari [Sallam bin Abu Muthi'] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Samurah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kebanggaan diperoleh karena harta, dan kemuliaan diperoleh karena takwa." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib dari hadits Samurah, kami hanya mengetahuinya dari hadits Sallam bin Abu Muthi'.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa nabi Allah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jahanam senantiasa berkata: 'Masihkah ada tambahan?" (Qaaf: 30) hingga Rabbul 'Izzah meletakkan kakiNya didalamnya, jahanam berkata: Cukup, cukup demi kemuliaanMu. Sebagaiannya dihimpun pada yang lain." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib melalui sanad ini dari Abu Hurairah.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Sallam] dari [Ashim bin Abu An Najud] dari [Abu Wa`il] dari [seorang bani Rabi'ah] berkata: Aku tiba di Madinah lalu bertamu ke kediaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, aku menyebutkan utusan 'Ad didekat beliau, aku berkata: Aku berlindung kepada Allah menjadi seperti utusan 'Ad. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: Apa itu utusan 'Ad?" aku menjawab: baginda bertanya kepada orang yang tepat. Sesungguhnya kaum 'Ad ketika tertimpa kemarau, mereka mengutus Qail lalu ia singgah di tempat Bakr bin Mu'awiyah, Bakr kemudian menjamunya dengan minuman khamar, dan dua penyanyi wanita dihadirkan agar bernyanyi untuknya. Setelah itu ia (Qail) pergi menuju gunung Mahrah, ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku tidak mendatangiMu untuk orang sakit sehingga aku mengobatinya, bukan untuk seorang tawanan lalu aku menebusnya, berilah hambaMu minum yang belum Kau beri minum, dan juga berilah minum Bakr bin Mu'awiyah yang bersamanya, sebagai ujud terima kasih Qail atas khamar yang diberikan untuknya. Tiga awan kemudian mendatangi Qail, dan dikatakan padanya: "Pilihlah salah satunya." Qail rupanya memilih yang hitam diantaranya. Dikatakan kepada Qail: Ambillah awal itu, itulah awan yang membakar habis semua benda, ia tidak membiarkan seorang pun dari kaum 'Ad. Dan ada berita bahwa angin tidak dikirim untuk mereka kecuali seukuran lingkaran ini, yaitu lingkaran cincin. Lalu ia membaca: "Dan juga pada (kisah) Aad ketika kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk." (Adz Dzaariyaat: 41-42) Abu Isa berkata: Beberapa orang meriwayatkan hadits ini dari Sallam Abu Al Mundzir dari Ashim bin Abu An Najud dari Abu Wa`il dari Al Harit bin Hassan dan dikatakan Al Harits bin Yazid. Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Hubab] telah menceritakan kepada kami [Salam bin Sulaiman An Nahwi Abu Al Mundzir] Telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Abu An Najud] dari [Abu Wa`il] dari [Al Harits bin Yazid Al Bakri] berkata: Aku datang di Madinah lalu masuk masjid ternyata penuh sesak dengan orang, disana ada bendera-bendera hitam berkibar dan Bilal tengah mengalungkan pedang di hadapan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, aku bertanya: Apa apa dengan orang-orang itu? Mereka menjawab: Beliau hendak mengutus Amru bin Al Ash ke suatu arah. Lalu ia menyebut hadits secara lengkap seperti hadits Sufyan bin Uyainah dengan maknanya. Ia juga disebut Al Harits bin Hassan.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Hisyam Ar Rifa'i] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Risydin bin Kuraib] dari [ayahnya] dari [Ibnu Abbas] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: " Yang dimaksud shalat setelah berlalunya bintang adalah dua rakaat sebelum fajar dan yang dimaksud salat seusai sujud adalah dua rakaat setelah maghrib." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya marfu' kecuali dari sanad ini dari hadits Muhammad bin Fudlail dari Risydin bin Kuraib. Aku bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang Muhammad dan Risydin bin Kuraib, mana diantara keduanya yang lebih tsiqah, ia menjawab: Keduanya berdekatan dan Muhammad menurutku lebih kuat. Abu Isa berkata: Aku juga bertanya Abdullah bin Abdurrahman tentang hal ini, ia menjawab: Keduanya berdekatan dan Risydin bin Kuraib lebih kuat menurutku. Abu Isa berkata: Menurutku yang benar seperti yang dikatakan Abu Muhammad. Risydin lebih kuat dari Muhammad dan lebih dahulu. Risydin berjumpa dengan Ibnu Abbas dan melihatnya.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Malik bin Mighwal] dari [Thalhah bin Musharrif] dari [Murrah] dari [Abdullah] berkata: Saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam sampai Shidratul Muntaha, beliau bersabda: "Kesanalah berakhirnya sesuatu yang naik dari bumi dan yang turun dari atas." Lalu Allah memberi beliau tiga hal disana yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum beliau; shalat lima waktu diwajibkan atas beliau, beiau diberi penutup-penutup surat al Baqarah dan dosa-dosa besar diampuni untuk ummatnya selama tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun." Ibnu Mas'ud berkata: "Ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya." (An Najm: 16) ia berkata: Sidrah berada dilangit keenam. Sufyan berkata: Hamparan dari emas. Ia berisyarat dengan tangannya lalu menggoyang-goyangnya. Selain Malik bin Mighwal berkata: Disanalah berakhirnya ilmu makhluk, mereka tidak mengetahui apa yang ada diatasnya. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih.
Telah mengkhabarkan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Abbad bin Al Awwam] telah menceritakan kepada kami [Asy Syaibani] berkata: Aku bertanya kepada [Zirr bin Hubaisy] tentang firman Allah 'azza wajalla: "Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)." (An Najm: 9) ia menjawab: Telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Mas'ud] bahwa nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam melihat Jibril, ia memiliki enam ratus sayap. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Mujalid] dari [Asy Sya'bi] berkata: Ibnu Abbas bertemu Ka'ab di Arafah lalu bertanya tentang sesuatu kemudian ia bertakbir hingga gunung menyahutnya. Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya kami adalah bani Hasyim. Ka'ab berkata: Sesungguhnya Allah membagi kesempatan untuk melihat-Nya dan berbicara dengan-Nya antara Muhammad dan Musa. Allah berbicara dengan Musa dua kali dan Muhammad melihatnya dua kali. [Masruq] berkata: Lalu aku bertamu ke kediaman [Aisyah], aku bertanya: Apakah Muhammad melihat Rabbnya? Aisyah menjawab: Kau membicarakan sesuatu yang membuat bulu kuduku merinding. Aku berkata: Tenang. Setelah itu aku membaca: "Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Rabb yang paling besar." (An Najm: 18) Aisyah bertanya: Kamu kemana? Itu hanya Jibril. Barangsiapa memberitahumu bahwa Muhammad melihat Rabbnya atau menyembunyikan sesuatu yang diperintahkan atau mengetahui lima (hal) yang difirmankan Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, " (Luqman: 34) berarti ia berdusta besar, beliau hanya melihat Jibril, beliau hanya melihat wujud (aslinya) dua kali, sekali saat berada di Sidratul Muntaha dan sekali lagi saat berada di Jiyad (tempat dibagian bawah Makkah, pent.) ia memiliki enamratus sayap yang menutupi ufuk. Abu Isa berkata: [Dawud bin Abu Hind] meriwayatkan dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam seperti hadits ini dan hadits Dawud lebih pendek dari hadits Mujalid.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad 'Amr bin Nabhan bin Shafwan Al Bashri Ats Tsaqafi] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Katsir Al 'Anbari Abu Ghassan] telah menceritakan kepada kami [Salm bin Ja'far] dari [Al Hakam bin Aban] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; Muhammad telah melihat Tuhannya. Saya katakana; Bukankah Allah telah berfirman "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (QS. AL-an'am 103), Huss kamu, maksud ayat itu apabila Allah menampakkan diri dengan cahayaNya yang merupakan cahayaNya. Ia berkata; dan ia (Muhammad) diberi kesempatan melihat Allah sebanyak dua kali. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari sisi ini.
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Yahya bin Sa'id Al Umawi] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amr] dari [Abu Salamah] dari [Ibnu Abbas] mengenai firman Allah: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha" (QS. Nnajm 13-14) "Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan." (QS. ANnajm; 10) "Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)." (QS. Annajm 9), Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melihatNya. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq] dan [Ibnu Abu Rizmah] serta [Abu Nu'aim] dari [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas], ia berkomentar tentang ayat; "Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya." (QS. ANnajm 11), Ia berkata; ia melihatNya dengan hatinya. Abu Isa berkata; hadits hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Waki'] serta [Yazid bin Harun] dari [Yazid bin Ibrahim At Tustari] dari [Qatadah] dari [Abdullah bin Syaqiq], ia berkata; aku berkata kepada [Abu Dzar] seandainya aku bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam niscaya aku bertanya kepadnya. Ia berkata; mengenai apakah engkau bertanya? Aku berkata; aku bertanya kepadanya; apakah Muhammad melihat Tuhannya? Ia berkata; sungguh aku telah bertanya kepada beliau dan beliau berkata; Itu hanyalah cahaya, bagaimana mungkin aku melihatNya? Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan.
Telah menceritakan kepada kami ['Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] serta [Ibnu Abu Rizmah] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abdur Rahman bin Yazid] dari [Abdullah], mengenai ayat; "Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya." (QS. ANnajm 11), Ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat Jibril memakai perhiasan dari permadani yang telah memenuhi antara langit dan bumi. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Utsman Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Zakariya bin Ishaq] dari ['Amr bin Dinar] dari ['Atho`] dari [Ibnu Abbas] mengenai ayat: "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil." (QS. Annajm 32), Ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, apabila engkau mengampuni maka Engkau banyak mengampuni, siapakah hamba yang tidak pernah melakukan dosa-dosa kecil?" Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Zakariya bin Ishaq.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu], ia berkata; ketika kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Mina, kemudian bulan terbelah menjadi dua belah, sebelah dari balik gunung dan sebelah di depan gunung. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada kami; saksikanlah! yaitu telah dekat datangnya hari kiamat dan telah terbelah bulan. (QS. Alqomar 1), Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq] dari [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas], ia berkata; penduduk Mekkah meminta satu tanda kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian bulan terbelah di Mekkah dua kali. Kemudian turunlah ayat: "Telah dekat datang hari kiamat dan telah terbelah bulan Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." (QS. Alqomar 1-2).
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada kami: "Saksikanlah."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau berkata: "Saksikanlah." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya], ia berkata; telah terbelah bulan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga menjadi dua belah di atas gunung ini. Kemudian orang-orang kafir berkata; Muhammad telah menyihir kita. Kemudian sebagian mereka berkata; Pun seandainya ia menyihir kita namun ia tidak mampu menyihir seluruh manusia. Abu Isa berkata; sebagian para ulama telah meriwayatkan hadits ini dari [Hushain] dari [Jubair bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Jubair bin Muth'im] seperti itu.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] serta [Abu Bakr Bundar] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Ziyad bin Isma'il] dari [Muhammad bin 'Abbad bin Ja'far Al Makhzumi] dari [Abu Hurairah], ia berkata; orang-orang musyrik Quraisy datang berdebat dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai takdir, kemudian turunlah ayat: (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka!" Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir). (QS. Alqomar 48-49). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdur Rahman bin Waqid Abu Muslim As Sa'di] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Zuhair bin Muhammad] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir radliallahu 'anhu], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menemui para sahabatnya dan membacakan kepada mereka surat Ar Rahman dari awal hingga akhir, kemudian mereka terdiam. Lalu beliau berkata; sungguh aku telah membacakannya kepada jin pada malam kedatangan jin dan mereka lebih baik jawabannya daripada kalian. Aku setiap kali membaca FirmanNya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Arrahman 16 dan seterusnya), Mereka mengatakan; "laa, bisyai'in min ni'amika robbanaa nukadzdzibu falakal hamdu."Tidak, kami tidak mendustakan sedikitpun kenikmatanMu wahai Tuhan kami. Segala puji bagiMu. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al Walid bin Muslim dari Zuhair bin Muhammad. Ibnu Hanbal berkata; sepertinya Zuhair bin Muhammad yang berada di Syam bukan Zuhair yang menjadi sumber periwayatan hadits di Irak, sepertinya ia adalah orang lain. Mereka membalikkan namanya karena mereka riwayatkan hadits-hadits munkar darinya. Dan aku mendengar Muhammad bin Isma'il Al Bukhari berkata; penduduk Syam meriwayatkan dari Zuhair bin Muhammad hadits-hadits munkar sementara penduduk Irak meriwayatkan darinya hadits-hadits yang shahih.
Bismillahirrahmanirrahim. Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami ['Abdah bin Sulaiman] serta [Abdur Rahim bin Sulaiman] dari [Muhammad bin 'Amr], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah berfirman: "Aku telah mempersiapkan bagi para hambaku yang shalih, apa yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak terlintas dalam hati manusia." Apabila kalian kehendaki maka bacalah: "Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang dirahasiakan bagi mereka, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan." (QS. Assajdah 17), Di Surga terdapat pohon yang mana seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak mampu menyeberanginya. Apabila kalian menghendaki maka bacalah: "Dan naungan yang terbentang luas" (QS. Alwaqi'ah 30), Dan tempat cemeti di Surga lebih baik daripada dunia dan seisinya. Apabila kalian menghendaki maka bacalah: "Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali'Imran 185), Abu Isa berkata: hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq] dari [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di Surga terdapat pohon yang jika seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak mampu menyeberanginya. Apabila kalian menghendaki maka bacalah: "Dan naungan yang terbentang luas dan air yang tercurah" (QS. Alwaqi'ah 30-31). Abu Isa berkata; ini adalah hadits hasan shahih, dan di dalam bab tersebut dari Abu Sa'id.