Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] telah menceritakan kepada kami ['Amr bin 'Ashim] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Umar bin Abu Salamah] dari [ibunya yaitu Ummu Salamah] dari [Abu Salamah] bahwa Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian tertimpa musibah hendaknya ia mengucapkan; INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN, ALLAAHUMMA 'INDAKA IHTASABTU MUSHIIBATII, FA`JURNII FIIHAA WA ABDILNII MINHAA KHAIRAN (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kami kepadaNya akan kembali. Ya Allah, aku mengharapkan pahala musibahku di sisiMu maka berilah aku pahala padanya dan gantilah untukku yang lebih baik darinya!). kemudian tatkala Abu Salamah akan meninggal ia berdoa; ya Allah, gantikanlah di dalam keluargaku orang yang lebih baik dariku. Kemudian tatkala Abu Salamah meninggal maka Ummu Salamah berdoa: INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN, 'INDALLAAHI IHTASABTU MUSHIIBATII, FA`JURNII FIIHAA WA ABDILNII MINHAA KHAIRAN (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, di sisi Allah aku mengharapkan pahala musibahku maka berilah aku pahala padanya dan gantilah untukku yang lebih baik darinya!). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan hadits ini dari selain jalur ini dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Salamah namanya adalah Abdullah bin Abdul Asad.
Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Wardan] dari [Anas bin Malik] bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; wahai Rasulullah, doa apakah yang lebih baik? Beliau bersabda: "Mintalah kepada kesalamatan serta ampunan kepada Tuhanmu di dunia dan akhirat!" kemudian ia datang pada hari kedua dan berkata; wahai Rasulullah, doa apakah yang lebih baik? Kemudian beliau menjawab seperti itu. Kemudian ia datang kepada beliau pada hari ketiga dan beliau menjawab seperti itu dan berkata: "Apabila engkau diberi keselamatan di dunia dan diberi kesalamatan di akhirat maka sungguh engkau telah beruntung." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini. Sesungguhnya kami mengetahuinya dari hadits Salamah bin Wardan.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdullah bin Al Harits] dari [Al Abbas bin Abdul Muththalib] ia berkata; aku katakan; wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu yang aku minta kepada Allah 'azza wajalla! Beliau mengatakan: "Mintalah keselamatan kepada Allah." Kemudian aku diam beberapa hari, kemudian aku datang mengatakan; wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu yang aku minta kepada Allah! Kemudian beliau berkata kepadaku: "Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah keselamatan kepada Allah di dunia dan di akhirat!"
Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Dinar Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur Al Kufi] dari [Isma'il] dari [Abdurrahman bin Abu Bakr Al Mulaiki] dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada permintaan yang lebih Allah cintai seperti halnya jika Dia mintai keselamatan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abdurrahman bin Abu Bakr Al Mulaiki.
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Habban bin Hilal] telah menceritakan kepada kami [Aban yaitu Ibnu Yazid Al 'Aththar] telah menceritakan kepada kami [Yahya] bahwa [Zaid bin Sallam] telah menceritakan kepadanya bahwa [Abu Salam] menceritakan kepadanya dari [Abu Malik Al Asy'ari] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Wudhu adalah setengan keimanan, Al Hamdulillah memenuhi timbangan, dan Subhanallah wal hamdulillah memenuhi antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, kesabaran adalah pelita dan Al Qur'an adalah hujjah yang akan menjadi pembelamu atau bahkan akan menuntutmu. Setiap orang akan pergi, kemudian ia menjual dirinya, maka ia akan membebaskannya atau akan mencelakakannya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Arafah] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ayyasy] dari [Abdurrahman bin Ziyad bin An 'um] dari [Abdullah bin Yazid] dari [Abdullah bin 'Amr] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Tasbih adalah setengah timbangan, Al Hamdulillah memenuhi timbangan, dan Laa ilaaha illallaah tidak memiliki penghalang dari Allah hingga leluasa menuju kepadaNya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari jalur ini, dan sanadnya tidak kuat.
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Jurai An Nahdi] dari [seseorang dari Bani Sulaim] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam menghitungnya pada tanganku atau tangannya: "Tasbih adalah setengah timnbangan Al Hamdulillah memenuhinya, takbir memenuhi antara langit dan bumi, puasa adalah setengah kesabaran, dan bersuci adalah setengah keimanan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan dan diriwayatkan oleh [Syu'bah] serta [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq].
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami ['Ammar bin Muhammad] anak saudari Sufyan Ats Tsauri, telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Abu Sulaim] dari [Abdullah bin Sabith] dari [Abu Umamah] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam berdoa dengan banyak doa, kami tidak hafal sesuatu pun darinya. Kami katakan; wahai Rasulullah, anda berdoa dengan doa yang banyak, kami tidak hafal sedikit pun darinya. Kemudian beliau bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang menggabungkan hal itu semua? Engkau ucapkan; ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA MIN KHAIRI MAA SA-ALAKA MINHU NABIYYUKA MUHAMMADIN WA NA'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAS TA'AADZA MINHU NABIYYUKA MUHAMMADUN SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM WA ANTAL MUSTA'AANU WA 'ALAIKAL BALAAGH, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH" (Ya Allah, kami memohon diantara kebaikan apa yang diminta NabiMu Muhammad, dan kami berlindung dari keburukan yang NabiMu Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam meminta perlindungan kepadanya, Engkau Tempat meminta pertolongan, dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolonganMu). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Musa Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Mu'adz] dari [Abu Ka'b] pemilik sutera, ia telah menceritakan kepadaku [Syahr bin Hausyab] ia berkata; aku katakan kepada [Ummu Salamah]; wahai Ummul mukminin, apakah doa Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam yang paling sering, apabila ada padamu? Ia berkata; doa beliau yang paling sering adalah: "YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu). Ummu Salamah berkata; wahai Rasulullah, betapa sering anda berdoa: "YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu). Beliau berkata: "Wahai Ummu Salamah, sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun melainkan hatinya berada diantara dua jari diantara jari-jari Allah, barang siapa yang Allah kehendaki maka Dia akan meluruskannya dan barang siapa yang Allah kehendaki maka Dia akan membelokkannya." Kemudian Mu'adz membaca ayat: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami." Dan dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Aisyah serta An Nawwas bin Sam'an serta Anas, Jabir, Abdullah bin 'Amr dan Nu'aim bin Hammam. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim Al Muktib] telah menceritakan kepada kami [Abu Badr Syuja' bin Al Walid] dari [Ar Ruhail bin Mu'awiyah] saudara Zuhair bin Mu'awiyah, dari [Ar Raqasyi] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila mengalami kesusahan beliau berdoa: "YAA HAYYU, YAA QAYYUUM, BIRAHMATIKA ASTAGHIITSU." (Wahai Dzat yang Maha hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim bin Abu An Najud] dari [Zirr bin Hubaisy] ia berkata; aku datang kepada [Shafwan bin 'Assal Al Muradi] bertanya kepadanya mengenai mengusap sepatu. Kemudian ia berkata; apa yang engkau bawa wahai Zirr? Aku berkata; keinginan mendapat ilmu. Kemudian ia berkata; sesungguhnya Malaikat meletakkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha terhadap ilmu yang ia tuntut. Kemudian aku katakan; sesungguhnya terbetik di hatiku masalah mengusap sepatu setelah buang air besar dan air kecil, sementara engkau adalah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku datang bertanya kepadamu, apakah engkau pernah mendengar beliau menyebutkan sesuatu mengenai hal tersebut? Ia berkata; ya. Beliau memerintahkan kami apabila sedang bersafar agar tidak melepaskan sepatu kami selama tiga hari tiga malam kecuali karena junub, akan tetapi karena buang air besar dan buang air kecil serta tidur. Aku katakan; apakah engkau mendengar beliau menyebutkan sesuatu mengenai hawa nafsu? Ia berkata; ya. Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, disaat kami berada di sisinya tiba-tiba terdapat seorang badui memanggil dengan suara keras; wahai Muhammad! Kemudian Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam menjawabnya seperti suaranya: "Ada apa?" kemudian kami katakan kepadanya; celaka engkau, pelankan suaramu! Sesungguhnya engkau di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan engkau telah dilarang untuk melakukan hal ini. Orang badui tersebut berkata; Bagaimana nasib seseorang mencintai sebuah kaum, namun ia belum berjumpa dengan mereka. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya pada Hari Kiamat." Ia terus bercerita kepada kami hingga ia menyebutkan sebuah pintu di sebelah barat yang jaraknya sejauh perjalanan tujuh puluh tahun, Atau jika ditempuh seorang pengendara memerlukan waktu selama empat puluh atau tujuh puluh tahun. Sufyan berkata; pintu tersebut berada ke arah Syam, Allah menciptakannya pada hari menciptakan langit dan bumi, pintu tersebut dalam keadaan terbuka untuk taubat dan tidak ditutup hingga matahari terbit dari barat. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin 'Abdah Adh Dhabbi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari ['Ashim] dari [Zirr bin Hubaisy] ia berkata; aku datang kepada [Shafwan bin 'Assal Al Muradi] kemudian ia berkata; apa yang engkau bawa? Aku katakan; keinginan mendapatkan ilmu. Ia berkata; telah sampai kepadaku bahwa malaikat meletakkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha kepada apa yang ia lakukan. Zirr bin Hubaisy berkata; aku katakan kepadanya; sesungguhnya telah terbetik dalam hatiku sesuatu mengenai masalah mengusap sepatu, apakah engkau menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai hal tersebut? Ia berkata; ya, dahulu apabila kami dalam sebuah perjalanan maka kami diperintahkan untuk tidak melepas sepatu kami kecuali karena junub, akan tetapi karena buang air besar dan buang air kecil serta tidur. Zirr berkata; aku katakan; apakah engkau menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai hawa nafsu? Ia berkata; ya, kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebagian perjalanan beliau, kemudian terdapat seorang laki-laki yang berada paling belakang memanggil beliau dengan suara keras. Ia berkata; wahai Muhammad, wahai Muhammad. Kemudian orang-orang berkata; diam. Sesungguhnya engkau telah dilarang dari hal ini. Kemudian Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam menjawab seperti suaranya: "Apa?" kemudian orang tersebut berkata; seseorang mencintai sebuah kaum, dan belum berjumpa dengan mereka. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya." Zirr berkata; ia terus bercerita hingga menceritakan kepadaku bahwa Allah 'azza wajalla menciptakan di Maghrib sebuah pintu yang lebarnya sejauh perjalanan tujuh puluh tahun untuk bertaubat, dan tidak ditutup selama matahari belum terbit dari barat, yang demikian itu sebagaimana firman Allah 'azza wajalla: "Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri." (QS. Al-an'am 158), Abu Isa bekata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ayyasy Al Himshi] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban] dari [ayahnya] dari [Makhul] dari [Jubair bin Nufair] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] dari [Abdurrahman] dengan sanad ini seperti itu dengan maknanya.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah bin Abdurrahman] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Allah lebih senang dengan taubat seseorang diantara kalian daripada senangnya seseorang diantara kalian karena mendapatkan barangnya yang hilang." Dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Ibnu Mas'ud serta An Nu'man bin Basyir serta Anas. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib dari jalur ini dari hadits Abu Az Zinad. Dan hadits ini telah diriwayatkan dari [Makhul] denngan sanadnya dari [Abu Dzarr] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Muhammad bin Qais] tukang cerita Umar bin Abdul Aziz, dari [Abu Sharmah] dari [Abu Ayyub] bahwa ketika kematian menjemputnya ia berkata; aku telah menulis sesuatu untuk kalian yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam, aku mendengar Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah menciptakan makhluk yang akan berbuat dosa dan akan mengampuni mereka." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Dan hadits ini telah diriwayatkan dari Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu. Telah menceritakan kepada kami dengan seperti itu [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abu Ar Rijal] dari [Umar] mantan budak Ghufrah dari [Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi] dari [Abu Ayyub] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Ishaq Al Hauhari Al Bashri] telah menceritakan kepadaku [Abu 'Ashim] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Faid] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Ubaid] ia berkata; saya mendengar [Bakr bin Abdullah Al Muzani] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] ia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Allah tabaraka wa ta'ala berfirman: "Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli, wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepadaKu niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa kesalahan kepenuh bumi kemudian engkau menemuiKu dengan tidak mensekutukan sesuatu denganKu niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi." Abu Isa berkata; hadits adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam besabda: "Allah telah menciptakan seratus kasih sayang kemudian Allah bagikan diantara makhluk-Nya, dengan satu kasih sayang tersebut mereka saling mengasihi diantara mereka, dan sembilan puluh sembilan kasih sayang ada pada Allah." Dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Salman dan Jundab bin Abdullah bin Sufyan Al Bajali. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya seorang mukmin mengetahui hukuman yang ada di sisi Allah, maka tidak ada seorangpun yang mengharapkan Surga. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, maka tidak ada seorang pun yang berputus asa dari Surga." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al 'Ala` dari Abu Hurairah.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah ketika menciptakan makhluk Dia mewajibkan atas diriNya dengan tanganNya: "Sesungguhnya kasih sayangKu mengalahkan kemurkaanKu." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Abu Ats Tsalj] yang merupakan penduduk Baghdad berkunyah Abu Abdullah, sahabat Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Zarbi] dari [Ashim Al Ahwas] dan [Tsabit] dari [Anas] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki masjid dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat dan berdoa dengan mengucapkan: ALLAAHUMMA LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al MANNAAN, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Memberi, Pencipta langit dan bumi, Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Tahukah kalian, dengan apakah orang tersebut berdoa kepada Allah? Ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang paling agung, yang apabila Dia dimintai doa maka Dia akan mengabulkannya. Dan apabila diminta maka Dia akan memberi." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari selain jalur ini.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Rib'i bin Ibrahim] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maburi] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)." Abdurrahman berkata; dan aku mengira beliau berkata; atau salah seorang dari keduanya. Dan dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Jabir serta Anas. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari jalur ini. Rib'i bin Ibrahim adalah saudara Isma'il bin Ibrahim, ia adalah orang yang tsiqah, dan ia adalah Ibnu 'Ulayyah. Dan telah diriwayatkan dari sebagian ulama, beliau mengatakan: "Apabila seseorang bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam satu kali maka hal tersebut telah memberikan kecukupan terhadap apa yang ada di dalam majelis tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Musa] serta [Ziyad bin Ayyub] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] dari [Sulaiman bin Bilal] dari ['Umarah bin Ghaziyyah] dari [Abdullah bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib] dari [ayahnya] dari [Husain bin Ali bin Abu Thalib] dari [Ali bin Abu Thalib] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebutkan di hadapannya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauiraqi] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Al Hasan bin Ubaidullah] dari ['Atho` bin As Saib] dari [Abdullah bin Abu Aufa] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARRID QALBII BITS TSALJI WAL MAAIL BAARIDI, ALLAAHUMMA NAQQI QALBII MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANAS!" (Ya Allah, dinginkan hatiku dengan salju dan air dingin, ya Allah, bersihkan hatiku dari dosa sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran!) Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Bakr bin Khunais] dari [Muhammad Al Qurasyi] dari [Rabi'ah bin Yazid] dari [Abu Idris Al Khaulani] dari [Bilal] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah hidangan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Bilal kecuali dari jalur ini. Dan tidak shahih dari sisi sanadnya. Ia berkata; aku mendengar Muhammad bin Isma'il berkata; Muhammad Al Qurasyi adalah Muhammad bin Sa'id Asy Syami, dan ia adalah Ibnu Abi Qais, dan ia adalah Muhammad bin Hassan. Dan haditsnya ditinggalkan. Hadits ini telah diriwayatkan oleh [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Rabi'ah bin Yazid] dari [Abu Idris Al Khaulani] dari [Abu Umamah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Hendaknya kalian melakukan shalat malam karena shalat malam adalah hidangan orang-orang shalih sebelum kalian, dan mendekatkan kepada Tuhan kalian, menghapus keburukan, serta mencegah dosa."Abu Isa berkata; hadits ini lebih shahih daripada hadits Abu Idris dari Bilal.
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Arafah] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Muhammad Al Muharibi] dari [Muhammad bin 'Amr] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, dan sedikit diantara mereka yang melebihi itu." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, dari hadits Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari Abu Hurairah dari selain jalur ini.
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahswash] dari [Abu Hamzah] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang mendoakan kecelakaan atas orang yang menzhaliminya maka ia telah mendapatkan pertolongan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abu Hamzah. Sebagian ulama telah mempermasalahkan Abu Hamzah dari sisi hafalannya. Abu Hamzah tersebut adalah Maimun Al A'war. Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Abdurrahman Ar Ruasi] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abu Hamzah] dengan sanad ini seperti hadits tersebut.
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Abdurrahman Al Kindi Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Hubab] ia berkata; dan telah mengabarkan kepadaku [Sufyan Ats Tsauri] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Asy Sya'bi] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Abu Ayyub Al Anshari] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang mengucapkan sepuluh kali: LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagiNya, milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh pujian, Dia Yang menghidupkan, serta mematikan, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu) maka baginya seperti memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il." Abu Isa berkata; dan hadits ini telah diriwayatkan dari Abu Ayyub secara mauquf.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Hasyim yaitu ibnu Sa'id Al Kufi] telah menceritakan kepadaku [Kinanah] mantan budak Shafiyyah, ia berkata; aku mendengar [Shafiyyah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku sementara ditanganku terdapat empat ribu biji kurma, yang aku gunakan untuk bertasbih. Kemudian beliau berkata: "Sungguh engkau telah bertasbih dengan ini! Maukah aku ajarkan kepadamu sesuatu yang lebih banyak pahalanya daripada apa yang engkau gunakan untuk bertasbih?" Maka aku katakan; ya, ajarkan kepadaku. kemudian beliau bersabda: "Ucapkanlah; SUBHAANALLAAH, 'ADADA KHALQIHI (Maha suci Allah, sebanyak jumlah makhluqNya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Shafiyyah kecuali dari jalur ini, dari hadits Hasyim bin Sa'id Al Kufi. Dan sanadnya tidaklah dikenal. Dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Ibnu Abbas.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] ia berkata; telah memberikatakan kepada kami [Ja'far bin Maimun] sahabat Al Anmath, dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Salman Al Farisi] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mulia, Dia merasa malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepadaNya dan kembali dalam keadaan kosong tidak membawa hasil." Abu Isa berakata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Dan sebagian ulama telah meriwayatkannya dan tidak merafa'kan hadits tersebut.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Baysysar] telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ajlan] dari [Al Qa'qa'] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] bahwa seorang laki-laki berdoa menggunakan dua jarinya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Gunakan satu jari, gunakan satu jari!" Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, dan makna hadits ini adalah apabila seseorang mengisyaratkan dengan kedua jarinya dalam berdoa pada saat bersyahadat maka ia tidak boleh mengisyaratkan kecuali dengan satu jari.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Yazid Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Abu Yahya Al Himmani] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Waqid] dari [Abu Nushairah] dari [mantan budak Abu Bakr] dari [Abu Bakr] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak disebut orang yang terus-menerus berbuat dosa orang yang beristighfar, walaupun ia dalam sehari berbuat dosa sebanyak tujuh puluh kali." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Abu Nushairah, dan sanadnya tidak kuat.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Musa] dan [Sufyan bin Waki'] dan maknanya satu, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Al Ashbagh bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Abu Al 'Ala`] dari [Abu Umamah] ia berkata; [Umar bin Al Khathab] radliallahu 'anhu memakai baju baru, kemudian ia mengucapkan: Al HAMDULILLAAHILLADZII KASAANII MAA UWAARII BIHI 'AURAATII, WA ATAJAMMALU BIHI FII HAYAATII (Segala puji bagi Allah, yang telah memberiku pakaian yang dapat aku gunakan untuk menututupi auratku, dan berhias dalam hidupku). Kemudian ia mengambil baju yang telah usang kemudian mensedekahkannya, dan mengatakan; aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang memakai baju baru, dan mengucapkan; Al HAMDULILLAAHILLADZII KASAANII MAA UWAARII BIHI 'AURAATII, WA ATAJAMMALU BIHI FII HAYAATII (Segala puji bagi Allah, yang telah memberiku pakaian yang dapat aku gunakan untuk menututupi auratku, dan berhias dalam hidupku), kemudian ia ambil baju yang telah usang kemudian ia mensedekahkannya maka ia berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah, serta ditutupi oleh Allah baik dalam keadaan ia hidup maupun mati." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. Dan [Yahya bin Ayyub] telah meriwayatkannya dari [Ubaidullah bin Zahr] dari [Ali bin Yazid] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah].
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amr bin Murrah] dari [Abdullah bin Salamah] dari [Ali] ia berkata; aku pernah mengeluh, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewatiku sementara aku berkata; ya Allah, seandainya ajalku telah datang maka rahmatilah aku, dan apabila tertunda maka lapangkanlah aku dalam kehidupan. Dan seandainya sebagai musibah maka sabarkanlah diriku! Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apa yang engkau ucapkan?" kemudian ia mengulangi apa yang telah ia ucapkan. Abdullah bin Salamah berkata; kemudian beliau menendangnya dengan kaki beliau dan berdoa: "Ya Allah, selamatkanlah dia, atau sembuhkanlah dia" -ia merasa ragu-. Ali berkata; kemudian aku tidak lagi mengeluhkan sakitku setelah itu. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliallahu 'anhu, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila menjenguk orang sakit beliau berdoa: "ALLAAHUMMA ADZHIBIL BA`SA, RABBAN NAASI, WASYFI, FA-ANTASY SYAAFII, LAA SYIFFAA-A ILLAA SYIFAAUKA, SYIFAA-AN LAA YUGHAADIRU SAQAMAN (Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, dan sembuhkanlah, Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhanMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Hisyam bin 'Amr Al Fazari] dari [Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dari [Ali bin Abu Thalib] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa dalam witirnya: "ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIRIDHAAKA MIN SAKHATHIK, WA A'UUDZU BIMU'AAFAATIKA MIN 'UQUUBATIK, WA A'UUDZU BIKA MINKA LAA UHSHII TSANAA-AN 'ALAIK, ANTA KAMAA ATSNAITA 'ALAA NAFSIK (Aku berlindung dengan keridhaanMu dari kemurkaanMu, dan dengan ampunanMu dari hukumanMu, aku tidak dapat menghitung pujian kepadaMu. Engkau sebagaimana pujian yang Engkau berikan kepada diriMu). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib dari hadits Ali, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini dari hadits Hammad bin Salamah.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Zakariya bin Adi] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin 'Amr Ar Raqqi] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Mush'ab bin Sa'd] dan ['Amr bin Maimun] mereka berkata; [Sa'd] mengajarkan kalimat-kalimat ini kepada anak-anaknya sebagaimana orang yang mengajarkan menulis kepada anak-anak, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dengan kalimat-kalimat tersebut setelah shalat yaitu: ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI WA A'UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A'UUDZU BIKA MIN ARDZALIL 'UMRI, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATID DUN-YAA WA 'ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut, dan berlindung kepadaMu dari sifat pelit, dan berlindung kepadaMu dari umur yang paling hina, dan berlindung kepadaMu dari fitnah dunia serta adzab kubur). Abdullah bin Abdurrahman berkata; Abu Ishaq Al Hamdani dalam hadits ini mengalami kegoncangan, ia mengatakan; dari 'Amr bin Maimun dari Umar dan ia juga mengatakan dari selainnya, sehingga ia mengalami kegoncangan dalam hal tersebut. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih dari jalur ini.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Ashbagh bin Al Faraj] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah bin Wahb] dari ['Amr bin Al Harits] bahwa ia telah mengabarkan kepadanya dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Khuzaimah] dari [Aisyah binti Sa'd bin Abu Waqqash] dari [ayahnya] bahwa ia bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui seorang wanita dan dihadapannya terdapat biji kurma, atau kerikil yang ia gunakan untuk bertasbih. Kemudian beliau berkata: "Maukah aku kabarkan kepadamu mengenai apa yang lebih ringan bagimu dari hal ini atau lebih baik? Yaitu mengucapkan; SUBHAANALLAAHI 'ADADA MAA KHALAQA FIS SAMAA'I, WA SUBHAANALLAAHI 'ADADA MAA KHALAQA FIL ARDHI, WA SUBHAANALLAAHI 'ADADA MAA BAINA DZALIK, WA SUBHAANALLAAHI 'ADADA MAA HUWA KHALIQUN. ALLAAHU AKBAR MITSLA DZALIK, WAL HAMDULILLAAHI MITSLA DZAALIK, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI MITSLA DZAALIK. (Maha Suci Allah sebanyak apa yang Dia ciptakan di langit, Maha Suci Allah sebanyak apa yang Dia ciptaan di bumi, Maha Suci Allah sebanyak apa yang ada diantara hal itu, Maha Suci Allah sebanyak apa yang Dia ciptakan, Allah Maha Besar sebanyak itu, segala puji bagi Allah sebanyak itu, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah sebanyak itu). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari hadits Sa'd.
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] serta [Zaid bin Hubab] dari [Musa bin 'Ubaidah] dari [Muhmmad bin Tsabit] dari [Abu Hakim] mantan budak Az Zubair, dari [Az Zubair bin Al 'Awwam] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba pada pagi hari, melainkan terdapat malaikat yang menyeru; Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Abdurrahman Ad Dimasyqi] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari ['Atho` bin Abu Rabbah] dan [Ikrimah] mantan budak Ibnu Abbas, dari [Ibnu Abbas] bahwa ia berkata; ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba Ali bin Abu Thalib datang, dan berkata; ayah dan ibuku kurelakan untuk aku korbankan, Al Qur'an telah hilang dari dadaku, aku tidak mendapati diriku mampu untuk membacanya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Wahai Abu Al Hasan, maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang dengannya Allah memberimu manfaat, dan memberikan manfaat kepada orang yang engkau ajari serta memantapkan apa yang telah engkau pelajari dalam hatimu?" Ia berkata; ya wahai Rasulullah! Ajarkan kepadaku! beliau berkata "Apabila tiba malam Jum'at, jika engkau mampu bangun pada sepertiga malam terakhir, ketahuilah bahwa waktu itu merupakan malam yang disaksikan (para malaikat), dan doa pada malam tersebut terkabulkan, dan saudaraku Ya'qub telah berkata kepada anak-anaknya; aku akan memintakan kalian ampunan kepada Tuhanku. Ucapan ini terus beliau ucapkan hingga datang malam Jum'at. Jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada pertengahan malam, jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada awal malam, kemudian shalatlah empat raka'at dan engkau baca pada raa'at pertama surat Al Fatihah dan Surat Yaasiin, dan pada raka'at kedua engkau baca Surat Al Fatihah dan Surat Ad Dukhan, dan pada raka'at ketiga engkau baca Surat Al Fatihah dan Alif laam miim As Sajdah, dan pada raka'at keempat engkau baca Surat Al Fatihah dan Surat Tabarak (Surat Al Mulk). Kemudian apabila engkau telah selesai dari tasyahud maka pujilah Allah dengan sebaik-baiknya, ucapkanlah shalawat kepadaku serta seluruh para nabi dengan sebaik-baiknya, mintakan ampunan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, serta saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu beriman, kemudian ucapkan di akhir semua itu: "ALLAAHUMMARHAMNII BITARKIL MA'AASHII ABADAN MAA ABQAITANII, WAR HAMNII AN ATAKALLAFA MAA LAA YA'NIINII, WARZUQNII HUSNAN NAZHARI FIIMAA YURDHIIKA 'ANNII. ALLAAHUMMA BADII'AS SAMAAWATI WAL ARDHI DZAL JALAALI WAL IKRAAM, WAL 'IZZATIL LATII KAA TURAAMU. AS-ALUKA YAA ALLAAHU, YAA RAHMAANU BI JALAALIKA WA NUURI WAJHIKA AN TULZIMA QALBII HIFZHA KITAABIKA KAMAA 'ALLAMTANII, WARZUQNII AN ATLUWAHU 'ALAN NAHWILLADZII YURDHIIKA 'ANNII. ALLAAHUMMA BADII'AS SAMAAWAATI WAL ARDHI, DZAL JALAALI WAL IKRAAM, WAL 'IZZILLATII LAA TURAAM, AS-ALUKA YAA ALLAAHU, YAA RAHMAANU BI JALAALIKA WA NUURI WAJHIKA AN TUNAWWIRA BIKITAABIKA BASHARII WA AN TUDHLIQA BIHI LISAANII, WA AN TUFARRIJ BIHI 'AN QALBII, WA AN TASYRAH BIHI SHADRII, WA AN TAGHSIL BIHI BADANII. FAINNAHU LAA YU'IINUNII 'ALAL HAQQI GHAIRUKA, WA LAA YU`TIIHI ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BIKA Al 'ALIYYIL 'AZHIIM." (Ya Allah, rahmatilah aku untuk meninggalkan kemaksiatan selamanya selama Engkau masih menghidupkanku, dan rahmatilah aku untuk tidak memperberat diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku, berilah aku rizki berupa kenikmatan mencermati perkara yang mendatangkan keridhaanMu kepadaku. Ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan serta keperkasaan yang tidak mungkin bisa dicapai oleh makhluk. Aku memohon kepadaMu ya Allah, wahai Dzat yang Maha pengasih, dengan kebesaranMu dan cahaya wajahMu agar mengawasi hatiku untuk menjaga kitabMu, sebagaimana Engkau telah mengajarkannya kepadaku, dan berilah aku rizki untuk senantiasa membacanya hingga membuatMu ridha kepadaku. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Dzat yang memiliki kebesaran, kemulian dan keperkasaan yang tidak mungkin diinginkan oleh makhluk. Aku memohon kepadaMu ya Allah, wahai Dzat yang Maha pengasih, dengan kebesaranMu dan cahaya wajahMu agar Engkau menyinari hatiku dan membersihkan badanku, sesungguhnya tidak ada yang dapat membantuku untuk mendapatkan kebenaran selain Engkau, dan juga tidak ada yang bisa memberi kebenaran itu selainMu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung). Wahai Abu Al Hasan, engkau lakukan hal tersebut sebanyak tiga Jum'at atau lima atau tujuh niscaya engkau akan dikabulkan dengan idzin Allah. Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, Allah tidak bakalan lupa memberi seorang mukmin." Abdullah bin Abbas berkata; demi Allah, Ali tidak berdiam kecuali hanya lima atau tujuh Jum'at hingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam majelis tersebut. Kemudian ia berkata; wahai Rasulullah, dahulu aku hanya mengambil empat ayat atau sekitar itu dan apabila aku membacanya dalam hatiku maka ayat tersebut hilang, dan sekarang aku mempelajari empat puluh ayat atau sekitar itu, dan apabila aku membacanya dalam hati maka seolah-olah Kitab Allah ada di depan mataku. Dan dahulu aku mendengar hadits, apabila aku mengulangnya maka hadits tersebut hilang, dan sekarang aku mendengar beberapa hadits, kemudian apabila aku membacanya maka aku tidak mengurangi satu huruf pun darinya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Disaat demikian itu maka engkau adalah seorang mukmin demi Tuhan Pemilik Ka'bah wahai Abu Al Hasan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al Walid bin Muslim.
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Mu'adz Al 'Aqadi Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Waqi'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mintailah Allah dari karuniaNya, sesungguhnya Allah 'azza wajalla senang dimintai, dan ibadah yang paling utama adalah menanti pertolongan." Abu Isa berkata; demikianlah Hammad bin Waqid meriwayatkan hadits ini, dan ia telah diselisihi dalam riwayatnya. Hammad bin Waqid adalah Ash Shaffar, bukan Al Hafizh, dan ia menurut kami adalah syekh dari Bashrah. [Abu Nu'aim] telah meriwayatkan hadits ini dari [Israil] dari [Hakim bin Jubair] dari [seorang laki-laki] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara mursal. Dan hadits Abu Nu'aim sepertinya lebih shahih.