Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah ditampakkan kepadaku para Nabi, maka (aku melihat) Musa seperti seorang laki-laki yang kekar dari daerah Syanu`ah (Yaman), aku melihat Isa bin Maryam, maka orang yang saya ketahui sangat mirip dengannya adalah 'Urwah bin Mas'ud, aku juga melihat Ibrahim, orang yang saya ketahui sangat mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yaitu diri beliau, aku juga melihat Jibril, orang yang saya lihat mirip dengannya adalah Dihyah yaitu Ibnu Khalifah Al Kalbi." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] dan [Ya'qub bin Ibrahim Ad dauraqi] keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin 'Ulayyah] dari [Khalid Al Khaddza`] dia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Ammar] bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Bani Hasyim dia berkata; saya mendengar [Ibnu Abbas] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia pada usia enam puluh lima tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Ali Al Jahdhami] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadhdhal] telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Khaddza`] telah menceritakan kepada kami ['Ammar bekas budak (yang telah dimeredekakan oleh) Bani Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia ketika berusia enam puluh lima tahun." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan dengan isnad yang shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin 'Ubadah] telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Dinar] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tinggal di Makkah selama tiga belas tahun yaitu ketika beliau di beri wahyu, dan beliau meninggal ketika berusia enam puluh tiga tahun." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Aisyah, Anas dan Daghfal bin Hanzhalah, sedangkan Daghfal tidak benar jika ia mendengar langsung dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak pula pernah melihat beliau. Abu Isa berkata; "Hadits Ibnu Abbas adalah hadits hasan gharib dari hadits 'Amru bin Dinar."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Jarir bin Abdullah] dari [Mu'awiyah bin Abu Sufyan] bahwa dia berkata; saya mendengar dia berkhutbah, katanya; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat ketika berusia enam puluh tiga tahun, sedangkan Abu Bakar, Umar dan saya berusia enam puluh tiga tahun." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al 'Abbas Al 'Anbari] dan [Al Husain? bin Mahdi] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dari [Ibnu Juraij] dia berkata; [saya diberi kabar] dari [Ibnu Syihab Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah]. [Husain bin Mahdi] mengatakan dalam haditsnya [Ibnu Juraij] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat, sedangkan beliau berusia enam puluh tiga tahun." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan telah di riwayatkan pula oleh [sepupunya Az Zuhri] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah] seperti hadits ini."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari menjadikan khalil (kekasih) selain Allah, seandainya aku di perbolehkan menjadikan (seseorang sebagai khalil (kekasih) niscaya aku akan menjadikan Ibnu Abu Quhafah sebagai khalil (kekasih), dan sesungguhnya sahabat kalian ini adalah kahlilullah (kekasih Allah)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan dalam bab ini ada juga riwayat dari Abu Sa'id, Abu Hurairah dan Ibnu Zubair serta Ibnu Abbas."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'id Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Uwais] dari [Sulaiman bin Bilal] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] dari [Umar bin Khattab] dia berkata; "Abu Bakar adalah penghulu kami dan orang yang terbaik kami serta yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] dari [Al Jurairi] dari [Abdullah bin Syaqiq] dia berkata; aku berkata kepada [Aisyah]; "Siapakah sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang paling di cintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" jawabnya; "Abu Bakar." Tanyaku; "Kemudian siapa?" jawabnya; "Umar." Tanyaku; "Kemudian siapa?" jawabnya; "Kemudian Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah." Tanyaku; "Kemudian siapa?" Abdullah berkata; "Kemudian Aisyah diam." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Salim bin Abu Hafshah], [Al A'masy], [Abdullah bin Shahban], [Ibnu Abu Laila] dan [Katsir An Nawa`] mereka berkata; dari ['Athiyah] dari [Abu Sa'id] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya derajat penghuni surga yang paling tinggi dapat dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka, sebagaimana kalian melihat bintang yang terbit terlihat di ujung langit. Dan sesungguhnya Abu Bakr dan Umar termasuk dari golongan mereka dan yang paling baik." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan yang tidak hanya diriwayatkan oleh satu jalur dari 'Athiyah dari Abu Sa'id."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Ibnu Abu Al Mu'alla] dari [ayahnya] bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah, beliau bersabda: "Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang diberi pilihan oleh Rabbnya Azza wa jalla untuk memilih antara hidup di dunia sesuka hati, ia bisa makan di dunia sesuka hati atau memilih berjumpa dengan Rabbnya, maka ia pun memilih berjumpa dengan Rabbnya." Abu Al Mu'ala berkata: "Lalu Abu Bakar menangis." Maka para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Tidakkah kalian heran dengan orang tua ini (Abu Bakr), ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki shalih yang disuruh Rabnya memilih antara (perhiasan) dunia atau berjumpa dengan Rabbnya namun ia memilih berjumpa dengan Rabbnya." Abu Al Mu'alla berkata; "Abu Bakar adalah orang yang paling mengerti maksud dari sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di antara para sahabat yang lain, maka Abu bakar berkata; "Bahkan kami akan menebus anda dengan harta dan anak-anak kami wahai Rasulullah." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak seorang pun di antara manusia yang lebih berbuat baik kepada kami dalam persahabatannya dan apa yang telah diberikannya melebihi imannya Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar), seandaianya aku boleh menjadikan khalil (kekasih sebagai seorang Nabi-pent) tentulah aku menjadikan Ibnu Abi Quhafah sebagai khalil, akan tetapi ia sangat menyukai persaudaraan dan keimanan (yang tulus), akan tetapi ia sangat menyukai persaudaraan dan keimanan (yang tulus), -beliau mengatakannya hingga dua kali-. Ketahuilah sesungguhnya sahabat kalian ini (Abu Bakar) adalah khalilullah." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Sa'id. Hadits ini derajatnya hasan gharib, hadits ini juga telah diriwayatkan dari Abu 'Awanah dari Abdul Malik bin 'Umair dengan sanad selain ini, sedangkan makna sabda beliau: "Amanna ilaina (berbuat baik kepada kami) maksudnya adalah Amanna 'alaina (berbuat baik atas kami)."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik bin Anas] dari [Abu An Nadhlr] dari ['Ubaid bin Hunain] dari [Abu Sa'id Al Khudri] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atas mimbar, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah menawarkan pada hamba-Nya antara perhiasan dunia sesuai yang ia kehendaki dan apa yang ada di sisi-Nya, namun hamba itu memilih apa yang ada di sisi-Nya, " Maka Abu Bakar berkata; "Bahkan kami akan menebus anda dengan bapak-bapak kami dan anak-anak kami wahai Rasulullah." Abu Sa'id berkata; "Kami pun keheranan." Lantas orang-orang (para sahabat) berkata; "Lihatlah kepada syaikh (orang tua yakni Abu Bakar) ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan tentang seorang hamba yang disuruh memilih antara di beri perhiasan dunia sekehendak hatinya dengan apa yang ada di sisi-Nya, justru ia berkata; Bahkan kami akan menebus anda dengan bapak-bapak kami dan anak-anak kami." Abu Sa'id berkata; "Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba yang diberi pilihan tersebut, sedangkan Abu Bakar adalah orang yang lebih mengetahui hal itu. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik orang terhadapku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar, jika saja aku boleh menjadikan kekasih selain Allah, niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku, namun persaudaraan Islam (sebagai kecintaan), tidaklah tersisa seberkas cahaya di dalam masjid kecuali melainkan cahaya Abu Bakar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Hasan Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Mahbub bin Muhriz Al Qawariri] dari [Daud bin Yazid Al Audi] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada tangan seorang pun di sisi kami kecuali telah kami cukupkan melainkan Abu Bakar, karena bagiku ia memiki tangan yang Allah cukupkan baginya pada hari Kiamat, dan tidak ada harta seorang pun yang dapat memberiku manfa'at sebagaimana harta Abu Bakar memberi manfa'at kepadaku, sekiranya aku di perbolehkan mengambil seorang kekasih, sungguh aku akan mengambil Abu Bakar sebagai khalil (kekasih), dan ketahuilah bahwa sahabat kalian ini adalah khalilullah (kekasih Allah)." Abu Isa berkata; "hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin As Shabah Al Bazzar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Za`idah] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Rib'i yaitu Ibnu Hirasy] dari [Hudzaifah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Teladanilah dua orang sepeninggalku yaitu Abu Bakar dan Umar." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ibnu Mas'ud. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan hadits ini juga di riwayatkan pula oleh [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Rib'i] dari [Rib'i] dari [Hudzaifah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Abdul Malik bin 'Umair] seperti hadits di atas, sedangkan Sufyan bin 'Uyainah telah berbuat tadlis (menyamarkan, menggelapkan, meyembunyikan, menipu) dalam hadits ini, kemungkinan ia menyebutkannya dari Za`idah dari Abdul Malik bin Umair seperti hadits di atas, dan kemungkinan juga ia tidak menyebutkan di dalam sanadnya dari Zaidah. Hadits ini juga di riwayatkan oleh [Ibrahim bin Sa'd] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Hilal] bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) dari [Rib'i] dari [Hudzaifah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. hadits ini juga diriwayatkan melalui jalur selain ini, dari [Rib'i] dari [Hudzaifah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. dan diriwayatkan pula oleh [Salim Al Al'an'umi] seorang Kufah dari [Rib'I bin Hirasy] dari [Hudzaifah]."
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Yahya bin Sa'id Al Umawi] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Salim Abu Al 'Ala` Al Muradi] dari ['Amru bin Harim] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah radliallahu 'anhu] berkata; "Kami duduk-duduk di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu beliau bersabda: Sesungguhnya aku tidak tahu sampai kapan aku akan hidup bersama kalian, oleh karena itu teladanilah dua orang sepeninggalku." -sambil menunjuk Abu Bakar dan Umar-.
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin As Shabah Al Bazzar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir Al 'Abdi] dari [Al Auza'i] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar dan Umar: "Dua orang ini adalah penghulu penduduk syurga yang berusia dewasa dari orang pertama hingga yang terakhir selain para Nabi dan para Rasul, jangan beritahu kepada keduanya wahai Ali." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dia berkata; [Daud] menyebutkan dari [As Sya'bi] dari [Al Harits] dari [Ali] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Abu Bakar dan Umar adalah penghulu penduduk syurga yang berusia dewasa dari orang pertama hingga yang terakhir selain para Nabi dan para Rasul, jangan beritahu kepada keduanya wahai Ali."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Uqbah bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Jurairi] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata; [Abu Bakar] berkata; "Bukankah aku orang yang pertama kali masuk Islam, bukankah aku sahabat (Muhammad) yang seperi ini." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, sebagian mereka (ahli hadits) meriwayatkan dari [Syu'bah] dari [Al Jurairi] dari [Abu Nadhrah] dia berkata; [Abu Bakar] berkata; …" dan inilah (riwayat) yang lebih shahih. [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan hal itu kepada kami, telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Syu'bah] dari [Al Jurairi] dari [Abu Nadhrah] dia berkata; [Abu Bakar] berkata; …" dengan menyebutkan hadits seperti di atas secara maknanya, tanpa menyebutkan di dalam sanadnya dari Abu Sa'id, dan ini adalah riwayat yang lebih shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Isma'il bin Mujalid] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Maslamah] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa pada suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar (dari rumah) kemudian memasuki masjid, sedangkan Abu Bakar dan Umar berada di samping kanan dan samping kiri sambil menggandeng tangan beliau, beliau bersabda: "Seperti inilah kita akan di bangkitkan di hari Kiamat." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib, menurut mereka (ahli hadits) riwayat Sa'id bin Maslamah tidaklah kuat, dan hadits ini telah diriwayatkan dari selain jalur ini, dari Nafi' dari Ibnu Umar."
Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Musa Al Qatthan Al Baghdadi] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Isma'il] dari [Manshur bin Abu Al Aswad] telah menceritakan kepadaku [Katsir Abu Isma'il] dari [Jumai' bin Umair At Taimi] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar: "Kamu adalah sahabatku ketika di telaga dan sahabatku ketika di goa." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik] dari [Abdul Aziz bin Al Mutthalib] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Abdullah bin Hanthab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memandang Abu Bakar dan Umar seraya bersabda: "(kedua laki-laki) Ini bagaikan pendengaran dan penglihatan (di kalangan kaum Muslimin)." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abdullah bin 'Amru. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits mursal karena Abdullah bin Hanthab tidak pernah bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Nahsr bin Abdurrahman Al Kuffi] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Basyir] dari [Isa bin Maimun Al Anshari] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah radliallahu 'anha] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak layak bagi suatu kaum yang terdapat di di tengah mereka Abu Bakar untuk menjadikan Imam selainnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Musa Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Az Zuhri] dari [Humaid bin Abdurrahman] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barang siapa yang menginfakkan satu pasang di jalan Allah, ia akan diseru di Surga; wahai hamba Allah, ini lebih baik. Barang siapa yang merupakan ahli shalat, ia diseru dari pintu shalat, dan barang siapa yang merupakan ahli jihad maka ia diseru dari pintu jihad, dan barang siapa yang merupakan ahli shadaqah maka ia diseru dari pintu shadaqah, dan barang siapa yang merupakan ahli puasa ia akan diseru dari pintu Ar Rayyan." Kemudian Abu Bakar berkata; "Demi ayah dan ibuku yang aku menebus keduanya untukmu, tidak ada ruginya orang yang diseru dari seluruh pintu-pintu tersebut. Apakah ada seseorang yang diseru dari seluruh pintu-pintu tersebut? Beliau menjawab: "Ya, dan saya berharap kamu termasuk diantara mereka." (Ket; Sepasang; Dua bilangan dari benda yang jenisnya sama. Misal; dua dinar, dua pakaian dll). Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Muhammad bin Rafi'] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] telah menceritakan kepada kami [Kharijah bin Abdullah Al Anshari] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah berdoa: "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu diantara kedua orang yang paling Engkau cintai, Abu Jahal atau Umar bin Khaththab." Ibnu Umar berkata; "Dan ternyata yang lebih Allah cintai di antara keduanya adalah Umar bin Khaththab." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib dari hadits Ibnu Umar."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] dari [An Nadhr Abu Umar] dari ['Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdo'a: "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan Abu Jahal bin Hisyam atau Umar." Ibnu Abbas berkata; "Ternyata di pagi harinya, Umar datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk memeluk Islam." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini, dan sebagian mereka (ahli hadits) telah memberi komentar mengenai diri An Nadhr Abu Umar, karena ia meriwayatkan dari para perawi yang riwayatnya munkar."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud Al Wasithi Abu Muhammad] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Akhi Muhammad Al Munkadir] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; Umar pernah berkata kepada Abu Bakar; "Wahai orang yang terbaik setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam!." maka [Abu Bakar] menimpali; "Kenapa kamu mengatakan seperti itu? sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah matahari terbit atas seseorang yang lebih baik daripada Umar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini, dan isnadnya tidak seperti itu, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Darda`."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud] dari [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Muhammad bin Sirin] dia berkata; "menurutku seseorang yang meremehkan Abu Bakar dan Umar tidak dianggap mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari ['Uqail] dari [Zuhri] dari [Hamzah bin Abdillah bin Umar] dari [Abdullah bin Umar] dia berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Aku telah bermimpi seakan Aku diberi segelas susu dan meminum sebagiannya, dan selebihnya aku berikan kepada Umar bin Khaththab." Mereka (para sahabat) bertanya; "Apa yang anda takwilkan dari mimpi itu wahai Rasulullah?" beliau menjawab, "Itulah Ilmu." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah bercerita kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] dari [Humaid] dari [Anas] bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda; "Ketika saya masuk surga, tiba-tiba aku berada di istana yang terbuat dari emas, aku bertanya; "Untuk siapakah istana ini?" (para malaikat) menjawab; "Untuk seorang pemuda Quraisy." aku mengira bahwa akulah orangnya. Maka kau bertanya; "Siapakah dia?" Mereka mengatakan; "Dia adalah Umar bin Khattab." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Husain bin Waqid] telah menceritakan kepadaku [ayahku] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Buraidah] dia berkata; saya mendengar [Buraidah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berangkat menuju salah satu peperangan, ketika telah usai seorang budak wanita berkulit hitam mendatangi beliau sambil berkata; "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bernadzar bila Allah mengembalikan baginda dalam keadaan baik, aku akan menabuh rebana dan bernyanyi didekat baginda." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bjika kamu telah bernadzar demikian, silahkan lakukan namun jika tidak, maka jangan kamu lakukan." Budak wanita itu pun menabuh rebana, kemudian Abu Bakar masuk dan budak itu masih menabuh rebana, Ali masuk, dia pun masih menabuh rebana, kemudian Utsman masuk dan dia tetap menabuh rebananya, dan ketika Umar masuk, budak itu menyembunyikan rebananya di balik pangkalnya dan duduk di atasnya." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "sesungguhnya setan benar-benar takut darimu wahai Umar, karena ketika aku sedang duduk dia (budak wanita) menabuh rebananya lalu Abu Bakar masuk dan ia masih menabuh, lalu Ali masuk dan ia masih menabuh, lalu Utsman masuk dan ia masih menabuh, namun tatkala kamu yang masuk wahai Umar ia segera membuang rebananya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib dari hadits Buraidah, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Umar dan Sa'ad bin Abu Waqash serta Aisyah."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Shabbah Al Bazzaz] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Hubbab] dari [Kharijah bin Abdullah bin Sulaiman bin Zaid bin Tsabit] telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Ruman] dari ['Urwah] dari [Aisyah] dia berkata; "(Suatu ketika) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk-duduk, maka kami mendengar suara hiruk pikuk dan suara anak-anak kecil, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri, ternyata seorang budak wanita habasyah sedang menari dan bermain, sedangkan di sekitarnya ada beberapa anak-anak kecil, maka beliau bersabda: "Kemarilah wahai Aisyah dan lihatlah." Akupun datang, sambil menaruh janggutku di atas pundak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku melihat pertunjukan itu -yaitu antara pundak sampai kepala beliau-, maka beliau bersabda kepadaku: "Apakah kamu sudah puas, apakah kamu sudah puas?" jawabku; "Belum." karena aku masih ingin berada di dekat beliau, tiba-tiba Umar muncul, Aisyah berkata; "Maka orang-orang (yang ada di situ) sama berlarian." Aisyah berkata; maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah melihat syetan dari jenis jin dan manusia telah lari dari Umar." Aisyah berkata; "Lalu aku pun kembali." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya adalah hasan shahih gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Syabib] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Nafi' Ash Sha`igh] telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Umar Al 'Umari] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah orang yang pertama kali di bangkitkan dari permukaan bumi, kemudian Abu Bakar kemudian Umar, kemudian aku datang kepada penghuni Baqi', hingga akhirnya mereka di kumpulkan bersamaku, lalu aku menunggu penduduk Makkah sehingga mereka di kumpulkan di antara Haramain." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, menurut ahli hadits, 'Ashim bin Umar bukanlah orang yang hafidz."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdul Quddus] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abdullah bin Salamah] dari ['Abidah As Salmani] dari [Abdullah bin Mas'ud] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan datang kepada kalian seseorang dari penghuni surga." Ternyata yang muncul adalah Abu Bakar, kemudian beliau bersabda: "Akan datang kepada kalian seseorang dari penghuni surga." Ternyata yang muncul adalah Umar." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Musa dan Jabir, Abu Isa mengatakan; "Hadits ini derajatnya gharib melalui hadits Ibnu Mas'ud."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa dia telah menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendaki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman, tiba-tiba gunung itu bergetar, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tenanglah wahai Uhud, karena yang bersamamu adalah seorang Nabi dan Shiddiq serta dua Syahid." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Hisyam Ar Rifa'i] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Al Yaman] dari [seorang syaikh dari Bani Zuhrah] dari [Al Harits bin Abdurrahman bin Abu Dzubab] dari [Thalhah bin 'Ubaidillah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap Nabi memiliki seorang teman dekat, sedangkan teman dekatku di surga adalah 'Utsman." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, sanadnya tidak kuat karena terputus."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Ja'far Ar raqqi] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin 'Amru] dari [Zaid yaitu Ibnu Abu Unaisah] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dia berkata; Ketika [Utsman] terkepung, maka ia menampakkan diri di hadapan mereka sambil berseru; "Aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian mengetahui peristiwa ketika goa Hira` berguncang, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tenanglah wahai Hira` sesungguhnya tidak ada yang berada di atasmu kecuali seorang nabi atau shiddiq atau dua orang syahid." Mereka menjawab; "Ya." Kemudian utsman berkata lagi; "aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian juga mengetahui sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terhadap pasukan Al 'Usrah (pasukan perang Tabuk): "siapa yang ingin berinfaq untuk (perang) besok?" sedangkan (waktu) itu orang-orang baru ditimpa kesusahan dan sesengsaraan, maka aku mempersiapkan perbekalan untuk pasukan tersebut?" mereka menjawab; "Ya." Kemudian Utsman bertanya lagi; "aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian mengetahui sumur Ruumah (nama sumur yang airnya banyak) yang tidak ada seorang pun dapat minum darinya kecuali dengan membelinya dengan harga yang mahal, kemudian aku membelinya, lalu aku berikan baik kepada orang yang kaya dan faqir serta Ibnu Sabil? Mereka menjawab; "Demi Allah, ya." Dan beberapa (kemuliaan) yang ia hitung (sebutkan)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini, yaitu dari hadits Abu Abdurrahman As Sulami dari Utsman."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Waki' Ar Ramli] telah menceritakan kepada kami [Dhamrah bin Rabi'ah] dari [Abdullah bin Syaudzab] dari [Abdullah bin Al Qasim] dari [Katsir] bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abdurrahman bin Samurah dari [Abdurrahman bin Samurah] dia berkata; "Utsman datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa seribu dinar." Al Hasan bin Waki' berkata; "Sedangkan di dalam tempat yang lain dalam kitabku (lafadz hadits tersebut berbunyi; meletakkan) di dalam pakaiannya ketika beliau menyiapkan pasukan Usrah, kemudian Utsman menaruh dinar tersebut di kamar beliau, Abdurrhaman berkata; "Maka aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membungkusnya seraya bersabda; "Tidak akan ada yang membahayakan Utsman setelah apa yang dia lakukan hari ini." Dan beliau mengulangi ucapannya hingga dua kali." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Zur'ah] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Al Hakam bin Abdul Malik] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dia berkata; Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk berbai'at Ridlwan, saat itu Utsman bin 'Affan sebagai delegasi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ke penduduk Makkah, Anas berkata; "Maka orang-orang pun berbai'at. lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Utsman sedang menjalankan tugas Allah dan Rasul-Nya." Sambil menggenggam salah satu tangan beliau di atas tangan beliau yang lain, sedangkan tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan tangan Utsman lebih baik daripada tangan mereka (para sahabat) atas diri mereka sendiri." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab Ats Tsaqafi] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Al Asy'ats Ash Shan'ani] bahwa para khatib berdiri dan melakukan orasi di daerah Syam, dan di antara mereka ada beberapa orang laki-laki dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka seorang laki-laki terakhir di antara mereka yang bernama [Murrah bin Ka'ab] berdiri dan berkata; "Kalau bukan karena hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku tidak akan berdiri di sini. Lalu beliau menyebutkan beberapa fitnah yang telah dekat masa terjadinya, kemudian berlalulah seorang laki-laki yang bertutupkan kain, ia berkata; "Orang inilah yang (saat itu) berada dalam kebenaran." Maka aku bergegas menuju kepadanya, ternyata dia adalah Utsman bin 'Affan." Murrah berkata; "lalu aku menatap wajahnya dan berkata; "Apakah orang ini?" beliau menjawab: "Ya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ibnu Umar, Abdullah bin Hawalah dan Ka'ab bin 'Ujrah."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Hujain bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Rabi'ah bin Yazid] dari [Abdullah bin 'Amir] dari [An Nu'man bin Basyir] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Utsman, jika pada suatu hari nanti Allah menguasakanmu atas perkara ini, lalu orang-orang ingin agar kamu melepaskan jubah (khilafah) ini, maka janganlah kamu melepasnya untuk mereka." dan dalam hadits ini ada cerita yang panjang. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."