Telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Utsman bin Abdullah bin Mauhab] bahwa seorang laki-laki dari penduduk Mesir berhaji ke baitullah, lalu dia melihat suatu kaum yang sedang duduk seraya berkata; "Siapa mereka?" mereka menjawab; "Quraisy" lalu dia berkata; "Siapakah orang tua ini?" mereka menjawab; " [Ibnu Umar] " kemudian ia mendatanginya seraya berkata; "Sungguh aku minta kepadamu sesuatu, oleh karena itu ceritakanlah kepadaku (suatu hadits) "aku bersumpah kepadamu dengan kehormatan baitullah ini, apakah kamu mengetahui, bahwa Utsman lari dari perang Uhud?" dia menjawab; "Ya" apakah kamu mengetahui bahwa dia tidak hadir dalam bai'at ridhwan?" Ibnu Umar menjawab; "Ya" laki-laki itu bertanya; "apa kamu mengetahui bahwa Utsman tidak hadir pada perang Badar dan tidak menyaksikannya?" Ibnu Umar menjawab; "Ya" laki-laki itu berseru; "Allah Maha Besar" Maka Ibnu Umar berkata kepadanya; "Aku akan jelaskan apa yang kamu tanyakan, Adapun larinya dia dalam perang Uhud, sungguh aku bersaksi bahwa Allah telah memaafkan dan mengampuninya. Adapun ketidak hadirannya dalam perang Badar, karena pada waktu itu dia sedang mengurusi putrinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Kamu akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang ikut serta dalam perang badar begitu pula sahamnya (bagian ghanimah).", lalu beliau memerintahkannya untuk tinggal dan mengurusi putrinya sedang sakit. Sedangkan tidak hadirnya dia dalam bai'atur ridlwan, maka sekiranya dari kota Makkah ada seseorang yang lebih berwibawa dari Utsman, sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan mengutusnya sebagai pengganti Utsman, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Utsman ke Makkah, sedangkan Bai'atur ridlwan terjadi setelah Utsman berangkat ke Makkah, Ibnu Umar berkata; maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengisyaratkan dengan tangan kanannya sambil bersabda: "Ini adalah tangannya Utsman." Lalu beliau menaruh tangannya yang satu di atas tangan yang tadi sambil bersabda: "(bai'at) ini untuk Utsman." Ibnu Umar berkata kepada laki-laki itu; "Pergilah kamu dengan (jawaban) ini sekarang juga." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'id Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Syadzan Al Aswad bin 'Amir] dari [Sinan bin Harun Al Burjumi] dari [Kulaib bin Wa`il] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menjelaskan tentang fitnah seraya besabda: "Orang Ini akan dibunuh di dalam peristiwa itu dengan dzalim." Yaitu bagi Utsman. Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur indah, yaitu dari hadits Ibnu Umar."
Telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Abu Thalib Al Baghdadi] dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Zufar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ziyad] dari [Muhammad bin 'Ajlan] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata; "Di datangkan jenazah seorang laki-laki kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam supaya beliau mau menshalatinya, namun beliau enggan menshalatinya, maka di katakan kepada beliau; "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat anda meninggalkan shalat jenazah terhadap seorang pun sebelum (jenazah) ini." beliau menjawab: "Karena sesungguhnya dia telah membenci Utsman, sehingga Allah membencinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari jalur ini, Muhammad bin Ziyad adalah sahabat Maimun bin Mihran salah seorang yang didla'ifkan sekali dalam periwayatan hadits, sedangkan Muhammad bin Ziyad adalah sahabat Abu Hurairah dari penduduk Bashrah, seorang yang tsiqah, yang di juluki dengan Abu Al Harits, sedangkan Muhammad bin Ziyad Al Alhani adalah sahabat Abu Umamah, ia seorang yang tsiqah yang di juluki dengan Abu Sufyan berasal dari Syam."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman Adl Dluba'i] dari [Yazid Ar Risyk] dari [Mutharrif bin Abdullah] dari [Imran bin Hushain] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus sebuah ekspedisi perang dan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin mereka, lalu Ali (menggauli) seorang budak perempuan (dalam sariyah tersebut). Sehingga merekapun mengingkari perbuatan Ali, dan empat sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengadakan kesepakatan, dan mereka berkata; "Bila kita bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kita laporkan apa yang telah diperbuat oleh Ali." Dan apabila kaum muslimin kembali dari peperangan, mereka akan menghadap dan mengucapkan salam terlebih dahulu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu mereka pergi kerumah masing-masing. Maka tatkala ekspedisi perang tersebut telah kembali, mereka menghadap kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka salah seorang diantara empat orang tersebut berdiri sambil berkata; "Wahai Rasulullah! Tidakkah anda mengetahui (apa yang di perbuat) Ali bin Abi Thalib, dia telah melakukan begini dan begini." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpaling darinya. Lalu berdirilah laki-laki yang kedua seraya mengatakan seperti apa yang dikatakannya, namun beliau masih berpaling darinya. giliran lelaki yang ketiga, dia berdiri sambil mengatakan seperti apa yang dikatakannya, namun beliau tetap berpaling darinya. Lalu berdirilah lelaki keempat seraya mengatakan seperti apa yang telah mereka katakan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadapkan mukanya dan tampak dari raut wajahnya beliau sangat marah, baliau bersabda: "Apa yang kalian inginkan dari Ali?" Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? Sungguh Ali adalah bagian dariku dan aku juga termasuk bagian darinya, dia adalah walinya setiap orang yang beriman sepeninggalku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya melainkan dari hadits Ja'far bin Sulaiman."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bassyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah bin Kuhail] dia berkata; saya mendengar [Ath Thufail] bercerita dari [Abu Sarihah] atau [Zaid bin Arqam] -Syu'bah ragu- dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sekiranya aku menjadikan seorang wali (penolong), maka Ali adalah walinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib. Dan hadits ini juga telah di riwayatkan pula oleh [Syu'bah] dari [Maimun Abu Abdullah] dari [Zaid bin Arqam] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti di atas. Sedangkan Abu Sarihah adalah Hudzaifah bin Asid Al Ghifari salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Syarik] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy]; telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abi Thalib] ketika di Rahabiyah, dia berkata; "Ketika peristiwa Hudaibiyah, sekelompok orang-orang Musryik, -diantara mereka terdapat Suheil bin 'Amru dan sekelompok dari pemimpin kaum musyrikin- yang keluar memerangi kami. Lalu mereka (para sahabat) berkata; "Wahai Rasulullah, sekelompok orang dari anak-anak kami, saudara-saudara kami dan budak-budak kami keluar memerangimu, padahal mereka tidak paham terhadap agama, akan tetapi mereka berperang karena lari dengan membawa harta-harta kami dan kebun-kebun kami, maka kembalikanlah mereka kepada kami." Beliau bersabda; "Bila mereka tidak paham terhadap agama, maka kami akan memahamkan mereka." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai kaum Quraisy, Kalian tidak akan henti-hentinya (mengatakan apa yang kalian katakan), sungguh Allah akan mengutus atas kalian orang yang akan memenggal leher kalian dengan pedang, ketika (kalian) berada diatas agama, sungguh Allah telah menguji keimanan yang ada pada hatinya." Lalu mereka bertanya; "Siapakah dia ya Rasulullah?" Abu Bakar juga bertanya kepada beliau; "Siapa dia ya Rasulullah?" dan Umar pun bertanya kepada beliau; "Siapa dia ya Rasulullah?" beliau menjawab: "Ia adalah seorang yang memperbaiki sandal." lalu beliau memberikan sandalnya kepada Ali untuk di perbaiki. Ali menoleh kepada kami seraya berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka bersiaplah menempati tempat tinggalnya di neraka." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari dari jalur ini yaitu dari hadits Rib'i dari Ali dia berkata…" dan saya telah mendengar Jarud berkata; saya mendengar Waki' berkomentar; Rib'i bin Hirasy tidak pernah sama sekali berdusta dalam Islam, dan telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Isma'il dari Abdullah bin Abu Al Aswad dia berkata; saya mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata; "Manshur bin Al Mu'tamir adalah seoraang perawi kufah yang paling kuat."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Isra`il], dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra` bin 'Azib] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali bin Abu Thalib: "Kamu adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirimu." Dalam hadits ini ada cerita (yang panjang). Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Washil bin Abdul A'la] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Abdullah bin Abdurrahman Abu Nashr] dari [Al Musawir Al Himyari] dari [ibunya] dia berkata; "Aku menemui [Ummu Salamah] dan mendengar dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang munafik tidak akan pernah mencintai Ali, sedangkan orang beriman tidak akan pernah membencinya." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ali. Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini. Dan Abdullah bin Abdurrahman adalah Abu Nashr Al Warraq, Sufyan Ats Tsauri telah meriwayatkan hadits darinya."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Musa Al Fazari cucunya As Suddi] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Rabi'ah] dari [Ibnu Buraidah] dari [ayahnya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk mencintai empat orang, dan Dia mengabarkan kepadaku bahwa Dia telah mencintai mereka." Dikatakan; "Wahai Rasulullah! Sebutlah nama mereka kepada kami!." Beliau bersabda: "Ali termasuk diantara mereka, -beliau menyebutkan hal itu tiga kali-, lalu Abu Dzar, Miqdad dan Salman. Dia memerintahkan aku agar mencintai mereka dan Dia juga mengabarkan kepadaku bahwa Dia mencintai mereka." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Syarik."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Hubsyi bin Junadah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ali adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian darinya, dan tidak ada yang menunaikan kewajibanku kecuali aku sendiri atau Ali." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Isa bin Umar] dari [As Suddi] dari [Anas bin Malik] dia berkata; (Suatu ketika) di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ada seekor burung, maka beliau bersabda: "Ya Allah, datangkanlah kepadaku makhluk (orang) yang paling Engkau cintai supaya dia dapat makan burung ini bersamaku." Kemudian ali datang dan makan bersama beliau." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits As Suddi kecuali melalui jalur ini, dan telah diriwayatkan pula dari beberapa jalur dari Anas. Isa bin Umar adalah seorang penduduk Kufah, sedangkan As Suddi nama aslinya adalah Isma'il bin Abdurrahman, dia telah bertemu dengan Anas bin Malik dan melihat Al Husain bin Ali. Syu'bah, Sufyan Ats Tsauri serta Za`idah telah mentsiqahkannya (menetapkan bahwa dirinya tsiqah), begitu juga dengan Yahya bin Sa'id Al Qatthan menetapkan bahwa dirinya tsiqah."
Telah menceritakan kepada kami [Al Khallad bin Aslam Al Baghdadi] telah menceritakan kepada kami [An Nadhr bin Syumail] telah mengabarkan kepada kami ['Auf] dari [Abdullah bin 'Amru bin Hind Al Jamali] dia berkata; [Ali] berkata; "Apabila aku memohon kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau akan memberiku, namun apabila aku diam, maka beliau yang memulainya kepadaku." Abu Isa berkata; "Hadits ini hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] dari [Bukair bin Mismar] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [ayahnya] dia berkata; "Muawiyah bin Abi Sufyan pernah mengangkat Sa'ad menjadi seorang pemimpin. Lalu dia berkata; "Apa yang menghalangimu untuk mencela Abu Turab (Ali)?" Sa'd menjawab; "Adapun tiga hal yang telah kamu sebutkan, semuanya telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku tidak akan pernah mencelanya. Aku lebih suka termasuk di antara tiga hal tersebut dari pada unta merah, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali dan beliau pernah mengangkatnya sebagai wakil beliau (di Madinah) di salah satu peperangan (perang Tabuk) ". Lalu Ali berkata kepada beliau; "Wahai Rasulullah, apakah anda hendak meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah kamu rela bila kedudukanmu bagiku bagaikan kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada Nabi sesudahku." Dan aku juga pernah mendengar beliau bersabda pada perang Khaibar: "Sungguh aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya." Lalu kami berebut untuk mendapatkannya, namun beliau bersabda: "Panggilkan Ali untukku." Lalu dia pun didatangkan dan sedang menderita sakit mata, maka beliau meludahi matanya dan memberikan bendera tersebut kepadanya. kemudian Allah menaklukkan Khaibar melalui dirinya. Dan karenanya ayat berikut ini di turunkan; "Kami seru anak-anak kami, anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri kalian" (al-Ayat). Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a untuk 'Ali, Fathimah, Hasan dan Husein seraya bersabda: "Ya Allah! mereka semua adalah keluargaku." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Yahya bin 'Abbad bin Abdullah bin Zubair] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Abdullah bin Zubair] dari [Az Zubair] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakai dua baju besi ketika perang Uhud, lalu beliau bangkit (mendekati) sebongkah batu (untuk melihat orang kafir -pent), namun beliau tidak bisa, lants Thalhah duduk dibawahnya dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun naik diatasnya hingga beliau dapat berdiri di atas batu tersebut." Zubair berkata; "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Thalhah pasti mendapatkan surga." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Musa Ath Thulahi] -salah seorang dari anaknya Thalhah bin Ubaidillah- dari [Ash Shalt bin Dinar] dari [Abu Nadhrah] dia berkata; [Jabir bin Abdullah] berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin melihat seorang Syahid berjalan di muka bumi, maka hendaknya ia melihat Thalhah bin 'Ubaidillah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ash Shult, sebagian ulama telah mengomentari Shult bin Dinar dan Shalih bin Musa dari segi hafalannya."
Telah menceritakan kepada kami ['Abd Al Quddus bin Muhammad Al 'Atthar Al Bashri] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Ashim] dari [Ishaq bin Yahya bin Thalhah] dari [pamannya Musa bin Thalhah] dia berkata; aku menemui [Mu'awiyah], lalu dia berkata; "Maukah aku beri kabar gembira kepadamu? Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Thalhah termasuk diantara orang yang berjanji untuk mati." Perawi berkata (Abu Isa); "Hadits ini adalah hadits gharib. Kami tidak mengetahuinya dari hadits Mu'awiyah kecuali dari jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman bin Manshur Al 'Anazi] dari ['Uqbah bin 'Alqamah Al Yasykuri] dia berkata; saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] dia berkata; "Telingaku mendengar sendiri dari mulut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib Muhammad bin Al 'Ala`] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari [Musa] dan [Isa] -keduanya adalah anak Thalhah- dari ayahnya yaitu [Thalhah] bahwa para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada seorang Arab badui yang masih bodoh, "Tanyakan kepada beliau mengenai orang yang berjanji untuk mati, siapakah dia." -sebab mereka (para sahabat) tidak berani menanyakan langsung kepada beliau, karena mereka sangat menghormati dan takut terhadap beliau- lantas orang Arab tersebut bertanya kepada beliau, akan tetapi beliau berpaling darinya, kemudian ia menanyakannya lagi dan beliau tetap berpaling darinya. Lalu aku datang dari arah pintu masjid, -waktu itu aku memakai baju berwarna hijau- ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihatku, beliau bertanya: "Mana orang yang bertanya mengenai siapa orang yang pernah berjanji sampai titik darah penghabisan". orang Arab badui itu menjawab, "Aku ya Rasulullah! beliau bersabda: "Inilah orang yang pernah berjanji hingga titik darah penghabisan." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abu Kuraib dari Yunus bin Bukair, dan hadits ini juga telah diriwayatkan oleh beberapa perawi dari para tokoh ahli hadits dari Abu Kuraib, dan aku juga mendengar [Muhammad bin Isma'il] menceritakan tentang hal ini dari [Abu Kuraib] dan ia meletakkannya dalam kitab Al Fawa`id."
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Abdullah bin Az Zubair] dari [Az Zubair] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyebut kedua orang tuanya (sebagai tebusan) untukku ketika perang Bani Quraidlah, beliau bersabda: "Demi ayah dan ibuku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari ['Ashim] dari [Zirr] dari [Ali radliallahu 'anhu] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesunggunya setiap Nabi memiliki seorang penolong dan penolongku adalah Zubeir bin 'Awwam." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih." Dan di katakan "Al Hawari maknanya adalah An Nashir (penolong), aku mendengar Ibnu Abu Umar berkata; Sufyan bin 'Uyainah berkata; "Al Hawari adalah An Nashir (penolong)."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Al Hafari] dan [Abu Nu'aim] dari [Sufyan] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir radliallahu 'anhu] dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sesungguhnya setiap Nabi memiliki seorang penolong dan penolongku adalah Zubeir bin 'Awwam." Abu Nu'aim (dalam riwayatnya) menambahkan; "Ketika perang Ahzab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Siapa yang akan memberi kabar mengenai suatu kaum kepada kami." Zubair menjawab; "Saya." beliau mengatakannya hingga tiga kali, Zubeir berkata; "Saya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Shakhr bi Juwairiyah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dia berkata; " [Zubair] berwashiat kepada anaknya yaitu Abdullah di pagi hari (menjulang) peristiwa unta (perang Jamal), katanya; "Tidaklah aku memiliki anggota badan kecuali telah terluka (ketika) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." sehingga luka tersebut sampai kepada kemaluannya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib yaitu dari hadits Hammad bin Zaid."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Abdurrahman bin Humaid] dari [ayahnya] dari [Abdurrahman bin 'Auf] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali masuk surga, Thalhah masuk surga, Zubeir masuk surga, Abdurrahman bin 'Auf masuk surga, Sa'ad masuk surga, Sa'id masuk surga dan Abu Ubaidah bin Jarah masuk surga." Telah mengabarkan kepada kami [Abu Mush'ab] dengan bacaan dari [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Abdurrahman bin Humaid] dari [ayahnya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti di atas, namun dia tidak menyebutkan di dalamnya dari Abdurrahman bin 'Auf. Perawi (Abu Isa) berkata; "Dan hadits ini juga diriwayatkan dari [Abdurrahman bin Humaid] dari [ayahnya] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits di atas, dan hadits ini lebih shahih dari hadits yang pertama."
Telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Mismar Al Marwazi] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik] dari [Musa bin Ya'qub] dari ['Umar bin Sa'id] dari [Abdurrahman bin Humaid] dari [ayahnya] dari [Sa'id bin Zaid] pernah bercerita kepadanya mengenai beberapa orang (dikabarkan masuk surga), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sepuluh orang (akan) masuk surga, yaitu; Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman, Ali, Zubeir, Thalhah, Abdurrahman, Abu Ubaidah dan Sa'ad bin Abi Waqash." Humaid berkata, "Jumlah mereka baru sembilan, sedang yang kesepuluh Sa'id diam, " Maka sebagian orang berkata; "Kami bersumpah atas nama Allah siapa yang kesepuluh wahai Abul A'war!". Lalu Sa'id berkata; "Kalian telah bersumpah dengan nama Allah kepadaku, (iya) Abu A'war masuk dalam syurga." Abu Isa berkata; "Abu A'war adalah Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail, dan aku mendengar Muhammad berkata; "Hadits ini lebih shahih dari hadits yang pertama."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Bakr bin Mudlar] dari [Shakhr bin Abdullah] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya perkara kalian (para wanita) membuat aku sedih sepeninggalku, sungguh kalian tidak akan bisa sabar kecuali mereka yang bersabar." Abu Salamah berkata; kemudian Aisyah berkata; "Semoga Allah memberi karunia ayahmu dengan salsabila (mata air) yang ada di surga." -yang dimaksud (Aisyah) adalah Abdurrahman bin Auf, karena dia telah menyedekahkan hartanya kepada para istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dikatakan; "Telah terbeli (kebun ini -pent) seharga empat puluh ribu (dinar)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Utsman Al Bashri] dan [ishaq bin Ibrahim bin Habib Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Quraisy bin Anas] dari [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] bahwa [Abdurrahman bin 'Auf] pernah mewasiatkan kebunnya kepada para ummul mukminin (para istri rasul) seharga empat ratus ribu (dirham)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Raja` bin Muhammad Al 'Udzri Bashri] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Sa'd] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, kabulkanlah do'a Sa'd jika dia berdo'a kepada Engkau." Abu Isa berkata; "Hadits ini juga diriwayatkan dari Isma'il dari Qais bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, kabulkanlah do'a Sa'd apabila dia berdo'a kepada Engkau." Dan inilah yang lebih shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] dan [Abu Sa'id Al Asyaj] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Mujalid] dari ['Amir Asy Sya'bi] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; Sa'd datang menghadap, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ini adalah pamanku, maka hendaknya seseorang memperlihatkan pamannya kepadaku." (maksudnya tidak ada seseorang yang (kedudukan) pamannya seperti paman beliau -pent). Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Mujalid, Sa'd bin Abu Waqash adalah seseorang dari Bani Zuhrah, begitu juga dengan ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berasal dari Bani Zuhrah, oleh karena itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ini adalah pamanku."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ash Shabah Al Bazzar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Ali bin Zaid] dan [Yahya bin Sa'id] keduanya mendengar [Sa'id bin Musayyab] berkata; [Ali] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam belum pernah mengumpulkan antara ayah dan ibunya sebagai (tebusan) untuk seseorang kecuali kepada Sa'd, pada perang Uhud, beliau bersabda kepadanya: "Lemparlah, (demi) ayah dan ibuku sebagai tebusanmu." beliau bersabda kepadanya lagi; "Lemparlah wahai sang pemuda yang kuat." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih. Dan hadits ini juga telah di riwayatkan dari beberapa perawi dari [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd]."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dan [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'id bin Musayab] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengumpulkan kedua orang tuanya (sebagai tebusan) bagiku pada perang Uhud." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, hadits ini juga di riwayatkan dari [Abdullah bin Syaddad bin Al Had] dari [Ali bin Abu Thalib] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami seperti itu pula [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Abdullah bin Syaddad] dari [Ali bin Abu Thalib] dia berkata; "Aku tidak pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjadikan kedua orang tuanya sebagai tebusan untuk seseorang kecuali kepada Sa'd, sungguh aku telah mendengar beliau bersabda pada perang Uhud: "Lemparlah (panahlah) wahai Sa'd, (demi) ayah dan ibuku sebagai tebusanmu." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah] bahwa [Aisyah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah begadang pada suatu malam pada awal mula di Madinah (ketika terjadi peperangan), beliau bersabda: "seandainya ada seorang lelaki shalih yang menjagaku pada malam ini." Aisyah berkata; "Ketika itu, kami mendengar suara gesekan senjata, beliau bersabda; "Siapa ini?" orang itu menjawab; "(aku) Sa'ad bin Abi Waqash." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apa yang membuat kamu datang (kemari)?", Sa'd menjawab; "Aku merasa khawatir akan (ada yang membunuh) diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku datang dan ingin menjaganya." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a untuknya kemudian beliau tidur." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Dlalim Al Mazini] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa dia berkata; "Saya bersaksi terhadap sembilan orang yang mereka telah dijamin masuk surga dan sekiranya aku bersaksi terhadap sepuluh orang, maka aku tidak akan berdosa." Dikatakan; "Bagaimana bisa begitu?." Dia menjawab; "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di (goa) Hira', lalu beliau bersabda: "Tenanglah wahai (goa) Hira', tidaklah orang yang ada di atasmu melainkan seorang Nabi, shiddiq (jujur) atau orang yang syahid." Dikatakan; "Siapakah mereka?" Dia menjawab; (mereka adalah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad dan Abdurrahman bin 'Auf." Dikatakan; "Siapa yang kesepuluh?" Dia menjawab; "Saya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih." Dan hadits ini telah diriwayatkan pula dari beberapa jalur dari Sa'id bin Zaid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj bin Muhammad] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Al Hurr bin Ash Shayyah] dari [Abdurrahman bin Al Akhnas] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits di atas secara maknanya, dia berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdullah bin Al Harits] telah menceritakan kepadaku [Abdul Muthalib bin Rabi'ah bin Al Harits bin Abdul Muthalib] bahwa Abbas bin Abdul Muthalib menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan marah, -ketika itu aku bersamanya-, beliau bertanya; "Apa yang membuatmu marah?" Dia menjawab; "Wahai Rasulullah, kenapa dengan kami (Bani Hasyim) dan orang-orang Quraisy, bila mereka (orang Quraisy) bertemu dengan sebagian yang lain, mereka bertemu dengan wajah yang berseri-seri namun jika berjumpa dengan kami, mereka tidak seperti itu." Abdul Muthhalib bin Rabi'ah berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun marah hingga wajahnya memerah seraya bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, Keimanan tidak akan masuk kedalam hati seseorang hingga mereka mencitai kalian karena Allah dan rasul-Nya." Kemudian beliau bersabda: "Wahai manusia! Barangsiapa menyakiti pamanku, berarti ia telah menyakitiku, karena paman bagi seseorang adalah saudara kandung ayahnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Dinar Al Kufi] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] dari [Isra`il] dari [Abdul A'la] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Abbas adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Isra`il."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dia berkata; saya mendengar [Al A'masy] bercerita dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Ali] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Umar mengenai diri Abbas: "Sesungguhnya paman seseorang adalah saudara kandung ayahnya." sedangkan Umar (ketika itu) mempersoalkan akan shadaqahnya (Abbas). Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim Ad Dauraqi] telah menceritakan kepada kami [Syababah] telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Abu Az Zinnad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Abbas adalah paman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan sesungguhnya paman seseorang adalah saudara kandung ayahnya atau termasuk dari bagian ayahnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Abu Az Zinnad kecuali dari jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'id Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab bin 'Atha`] dari [Tsaur bin Yazid] dari [Makhul] dari [Kuraib] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abbas: "Pada hari senin pagi, datanglah kamu bersama anakmu sehingga aku dapat mendo'akanmu dengan suatu doa, semoga (dengan doa itu) Allah memberi manfa'at kepadamu dan juga terhadap anak-anakmu." Di pagi harinya, kami (sekeluarga) pergi bersamanya, lalu beliau memakaikan kami pakaian dan bersabda: "Ya Allah, ampunilah Abbas dan anaknya dengan ampunan (dari dosa) baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan janganlah Engkau menyisakan dosa (yang tidak Engkau ampuni), Ya Allah, jagalah dia pada anaknya." Perawi (Abu Isa) berkata; "hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahui hadits ini kecuali dari jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat Ja'far terbang di Syurga bersama dengan para Malaikat." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib dari hadits Abu Hurairah kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abdullah bin Ja'far, Yahya bin Ma'in dan lainnya telah mendla'ifkan (hadits ini), sedangkan Abdullah bin Ja'far adalah ayahnya Ali bin Al Madini, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ibnu Abbas."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Khaddza`] dari [Ikrimah] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Tidak ada seorangpun yang memakai sepatu dan tidak pula sandal, dan tidak pula mengendarai kendaraan atau unta yang lebih utama sesudah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pada Ja'far bin Abu Thalib." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib." Makna Al Kuur adalah Ar Rahl (kendaraan)."