Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya aku mengangkat seorang amir (pemimpin) tanpa musyawarah dari mereka (terlebih dahulu), niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi 'Abd (Abdullah bin Mas'ud)."
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq bin Salamah] dari [Masruq] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ambillah Al Qur`an (Qira'ah) dari empat orang, yaitu; Ibnu Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal dan Salim bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Hudzaifah." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Jarrah bin Makhlad bin AL Bahsri] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Qatadah] dari [Khaitsamah bin Abu Sabrah] dia berkata; "Aku datang ke Madinah, maka aku memohon kepada Allah supaya Dia memberi kemudahan kepadaku (bertemu) dengan seorang teman yang shalih, lantas Dia memberiku kemudahan kepadaku (bertemu) [Abu Hurairah], lalu aku bergaul dengannya, kataku kepadanya; "Sesungguhnya aku (tadi) memohon kepada Allah supaya memberi kemudahan kepadaku (bertemu) seorang teman yang Shalih, lalu Dia menetapkan kamu kepadaku." Maka Abu Hurairah berkata; 'Dari kamu berasal?" jawabku; "Dari penduduk Kufah, aku datang untuk menuntut kebaikan (ilmu) dan mencarinya." Abu Hurairah berkata; "bukankah di tengah-tengah kalian ada Sa'd bin Malik seorang yang do'anya mustajab, Ibnu Mas'ud seorang yang selalu melayani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika bersuci dan memakai sandal, Hudzaifah seorang juru rahasia Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, 'Ammar yang telah dilindungi oleh Allah dari Syetan melalui lisan Nabi-Nya, dan Salman seorang yang menguasai dua kitab." Qatadah berkata; "(Maksud) dua kitab adalah Injil dan Al Qur'an." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. Haitsamah adalah Ibnu Abdurrahman bin Abu Sabrah hanyasaja dia dinisbatkan kepada kakeknya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Isa] dari [Syarik] dari [Abu Al Yaqzhan] dari [Zadzan] dari [Hudzaifah] dia berkata; Para sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, sekiranya anda meninggalkan (mengangkat) seorang pemimpin." Beliau bersabda: "Sekiranya aku mengangkat seorang pemimpin, dan kalian bermaksiat kepadanya maka kalian akan di siksa, akan tetapi apa yang di katakana oleh Hudzaifah maka benarkanlah, dan apa yang di bacakan Abdullah, maka bacalah." Abdullah berkata; aku berkata kepada Ishaq bin Isa; Mereka (para Perawi) mengatakan; "Hadits ini dari Abu wa`il, Ishaq berkata; insya Allah hadits ini berasal dari zadzan.Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan yaitu hadits riwayat Syarik."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] dari [Ibnu Juraij] dari [Zaid bin Aslam] dari [ayahnya] dari [Umar] bahwa dia memberi tunjangan (dalam kekuasaannya) kepada Usamah bin Zaid sebesar tiga ribu lima ratus dan memberi tunjungan Abdullah bin 'Amru sebesar tiga ribu. Maka Abdullah bin 'Umar protes kepada ayahnya, katanya; "Kenapa anda melebihkan Usamah dariku? Demi Allah, padahal aku lebih dahulu ikut dalam peperangan." Umar berkata; "Karena Zaid adalah orang yang paling di cintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pada ayahmu, sedangkan Usamah lebih di cintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pada dirimu, oleh karena itu aku lebih mendahulukan kecintaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam daripada kecintaanku." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdurrahman] dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Salim bin Abdullah bin Umar] dari [ayahnya] dia berkata; "Kami selalu memanggil Zaid bin Haritsah dengan sebutan Zaid bin Muhammad hingga turun ayat; Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah QS Al Ahzab; 5." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Jarrah bin Makhlad Al Bashri dan yang lain] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Umar bin Ar Rumi] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Abu 'Amru As Syaibani] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Jabalah bin Haritsah] saudara laki-lakinya Zaid, dia berkata; saya datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Wahai Rasulullah, utuslah bersamaku saudara laki-lakiku yaitu Zaid." Beliau bersabda; "dia orangnya?." Beliau melanjutkan: "Jika dia hendak ikut serta denganmu, maka aku tidak akan melarangnya." Zaid berkata; "Wahai Rasulullah, demi Allah, aku tidak berunding kepada seorang pun selain anda." Jabalah berkata; "Maka aku mengetahui pendapat saudaraku lebih tepat dari pendapatku." Abu Isa berkata; Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ibnu Ar Rumi dari Ali bin Mushir."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik bin Anas] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus suatu utusan yang di pimpin oleh Usamah bin Zaid, lantas ada beberapa orang yang mencela dalam kepemimpinannya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mencela kepemimpinannya maka sungguh kalian telah mencela kepemimpinan ayahnya sebelum itu, padahal demi Allah sungguh dia (ayahnya) sangat layak menjabat pemimpin, dan dia (ayahnya) adalah di antara orang yang paling aku cintai, dan sungguh dia (Usamah) adalah di antara orang yang paling aku cintai setelah ayahnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits Malik bin Anas."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Sa'id bin 'Ubaid bin As Sabbaq] dari [Muhammad bin Usamah bin Zaid] dari [ayahnya] dia berkata; "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merasa lemah (letih), maka aku pun singgah, dan orang-orang juga turut singgah di Madinah, lalu aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, namun beliau diam, tidak bicara sedikitpun, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan kedua tangannya kepadaku dan mengangkatnya, akhirnya aku mengerti bahwa beliau sedang berdoa untukku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Aisyah binti Thalhah] dari [Aisyah Ummul Mukminin] dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak membuang ingus dari (hidung) Usamah, maka Aisyah berkata; "Biarkan aku saja yang melakukannya." Beliau bersabda: "Wahai Aisyah, cintailah dia, karena aku mencintainya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Al Hasan] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dia berkata; [Umar bin Abu Salamah bin Abdurrahman] bercerita dari [ayahnya] dia berkata; telah memberitakan kepadaku [Usamah bin Zaid] dia berkata; "Aku duduk di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba Ali dan Abbas meminta izin, keduanya berkata; "Wahai Usamah, mintakanlah izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk kami berdua." Maka kataku; "Wahai Rasulullah, Ali dan Abbas datang meminta izin." Beliau bersabda: "Wahai Usamah, apakah kamu tahu untuk apa keduanya datang?" jawabku; "Aku tidak tahu." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan tetapi aku tahu (untuk apa keduanya datang)." Maka keduanya diizinkan masuk, keduanya bertanya; "Wahai Rasulullah, kami datang untuk bertanya kepada anda; 'Siapakah dari kaum kerabatmua yang paling anda cintai?" beliau menjawab: "Fathimah binti Muhammad." Keduanya berkata; "Kami datang kepada anda tidak bertanya tentang keluarga (anak dan istri) anda." Beliau bersabda: "Dari kerabatku yang paling aku cintai adalah orang yang telah di karuniai Allah (dengan Islam) dan aku juga karuniai dia (dengan menjadikannya sebagai keluarga) yaitu Usamah bin Zaid." Keduanya berkata; "Kemudian siapa?" beliau menjawab; "Kemudian Ali bin Abu Thalib." Abbas berkata; "Wahai Rasulullah, anda menjadikan pamanmu sebagai orang yang terakhir di antara mereka?" beliau bersabda: "Karena sesungguhnya Ali telah mendahului kamu berhijrah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan SYu'bah telah mendlaifkan Umar bin Abu Salamah."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Bayan] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Jarir bin Abdullah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah menghalangiku (masuk rumah beliau) semenjak aku masuk Islam dan tidaklah beliau melihatku melainkan akan tersenyum." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Qais] dari [Jarir] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah menghalangiku (masuk rumah beliau) semenjak aku masuk Islam dan tidaklah beliau melihatku melainkan akan tersenyum." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Mahmud bin Ghailan] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] dari [Sufyan] dari [Laits] dari [Abu Jahdham] dari [Ibnu Abbas] bahwa dia pernah melihat Jibril 'alaihi salam dua kali, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga mendo'akannya hingga dua kali." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits mursal, kami tidak mengetahui Abu Jahdham mendengar dari Ibnu Abbas dan telah meriwayatkan pula dari 'Ubaidillah bin Abdullah bin Abbas dari Ibnu Abbas. Abu Jahdham nama aslinya adalah Musa bin Salim."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hatim Al Muktib Al Mu`addib] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Malik Al Muzanni] dari [Abdul Malik bin Abu Sulaiman] dari ['Atha`] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendo'akanku agar Allah memberiku Al Hikmah hingga dua kali." Abu Isa berkata; "hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini yaitu dari hadits 'Atha`, [Ikrimah] juga telah meriwayatkan dari [Ibnu Abbas]."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab Ats Tsaqafi] dari [Khalid Al Khaddza`] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendekapku sambil bersabda: "Ya Allah, ajarilah ia Al Hikmah (Al Qur'an)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; "Aku bermimpi seakan-akan di tanganku ada sehelai kain sutera, dan tidaklah aku menunjukkan padanya satu tempat di surga kecuali dia akan terbang bersamaku menuju tempat itu. Maka aku ceritakan mimpiku itu kepada Hafshah, lalu Hafshah menceritakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga beliaupun bersabda: "Sesungguhnya saudaramu adalah seorang lelaki shalih atau sesungguhnya Abdullah adalah seorang lelaki shalih." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ishaq Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Abdullah bin Al Mu`amal] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat lampu di rumah ibnu Zubair, beliau bersabda: "Wahai Aisyah, aku tidak menyangka kalau Asma` telah melahirkan, oleh karena itu, janganlah ia di beri nama sehingga aku sendiri yang akan menamainya." Maka beliau menamainya dengan Abdullah dan mentahniqnya (mengolesi rongga mulut bayi dengan manisan atau kurma) dengan sebuah kurma yang ada di tangannya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] dari [Al Ja'd Abu Utsman] dari [Anas bin Malik] dia berkata; Ibuku Ummu Sulaim mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau sedang lewat, maka ia berkata; "Demi ayah dan ibuku (yang aku tebus keduanya untukmu) wahai Rasulullah, (do'akanlah) Anas." Anas berkata; "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendo'akanku dengan tiga perkara, sungguh dari tiga perkara tersebut dua di antaranya telah aku buktikan (kenyataannya) di dunia dan aku berharap yang ketiganya ada di akhirat kelak." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini, dan hadits ini juga telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [syu'bah] dia berkata; saya mendengar [Qatadah] bercerita dari [Anas bin Malik] dari [Ummu Sulaim] bahwa dia berkata; "Wahai Rasulullah, do'akanlah pelayan anda Anas." Beliau bersabda: "Ya Allah, karuniailah ia banyak harta dan anak, dan berkahilah apa yang Engkau karuniakan kepadanya." Abu Isa berkata; "Haidts ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Ahzam Ath Tha`i] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Jabir] dari [Abu Nahsr] dari [Anas radliallahu 'anhu] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberiku julukan dengan buah yang pernah aku petik." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari hadits Jabir Al Ju'fi dari Abu Nashr sedangkan Abu Nashr nama nama aslinya adalah Khaitsamah bin Abu Khaitsamah Al Bashri, dia telah meriwayatkan beberapa hadits dari Anas."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Khubbab] telah menceritakan kepada kami [Maimun Abu Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Tsabit Al Bunani] dia berkata; [Anas bin Malik] berkata kepadaku; "Wahai Tsabit, ambillah (ilmu) dariku, karena sesungguhnya kamu tidak akan mendapati seseorang yang lebih tsiqah daripada aku, sesungguhnya aku mengambil (ilmu) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dari Jibril, sedangkan Jibril mengambilnya dari Allah Ta'ala." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Zaid bin Al Hubbab. telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubbab] dari [Maimun Abu Abdullah] dari [Tsabit] dari [Anas] sebagaimana hadits Ibrahim bin Ya'qub namun ia tidak menyebutkan (lafadz); "Sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambilnya dari Jibril."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Syarik] dari ['Ashim] dari [Anas] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Wahai Dzal Udzunain (si pemilik dua daun telinga)." Abu Usamah mengatakan; beliau bermaksud untuk bersenda gurau dengannya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Abu Khaldah] dia berkata; aku berkata kepada [Abu 'Aliyah], Anas pernah mendengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata; "Dia (Anas) menjadi pelayan beliau selama sepuluh tahun, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendo'akannya, dan (berkat do'anya) Anas memiliki kebun buah-buahan yang setiap tahunnya panen hingga dua kali, dan di dalam kebun tersebut terdapat buah raihanah yang menebarkan bau misk (minyak wangi)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, Abu Khaldah bernama Khalid bin Dinar, menurut ahli hadits dia seorang yang tsiqah, Abu Khaldah juga sempat bertemu dengan Anas bin Malik dan meriwayatkan hadits darinya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Umar bin Ali Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Syu'bah] dari [Simak] dari [Abu Ar Rabi'] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu aku bentangkan kainku di sisi beliau, kemudian aku mengambil dan mengumpulkan (hadits-hadits beliau) ke dalam hatiku, hinngga setelah itu aku tidak pernah lupa satu hadits pun (darinya)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] dia berkata; kataku; "Wahai Rasulullah, aku sering mendengar sesuatu dari anda, namun aku tidak pernah hafal." Beliau bersabda: "Bentangkanlah selendangmu." Aku pun membentangkan selendangku, kemudian beliau menuturkan banyak hadits kepadaku, maka aku tidak pernah lupa sedikitpun terhadap hadits yang beliau tuturkan kepadaku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Abu Hurairah."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Ya'la bin 'Atha`] dari [Al Walid bin Abdurrahman] dari [Ibnu Umar] bahwa dia berkata kepada Abu Hurairah; "Wahai Abu Hurairah, kamu adalah orang yang paling banyak menetap bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pada kami dan kamu adalah orang yang paling banyak hafal hadits-hadits beliau dari pada kami." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Abu Syu'aib Al Harrani] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah Al Harrani] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Malik bin Abu 'Amir] dia berkata; seorang laki-laki datang menemui [Thalhah bin Ubaidillah] seraya berkata; "Wahai Abu Muhammad, apakah anda tahu orang dari Yaman ini -maksudnya Abu Hurairah-, apakah dia lebih mengetahui tentang hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pada kalian?, karena kami telah mendengar darinya apa yang belum pernah kami mendengarnya dari kalian, atau dia cuma mengatakan atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu yang belum pernah beliau sabdakan." Thalhah berkata; "Adapun perkataannya, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terhadap sesuatu yang belum pernah kami dengar, maka aku tidak ragu lagi akan hal itu, bahwa dia memang mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu yang belum pernah kami dengar, sebab dia adalah orang miskin yang tidak memiliki sesuatu, dia sebagai tamu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. tangannya selalu menyertai tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan kami memiliki rumah-rumah dan selalu kecukupan, kami datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hanya di awal dan di akhir siang, maka aku tidak ragu lagi bila dia mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apa yang tidak kami dengar, dan kami juga tidak pernah mendapati seseorang yang memiliki kebaikan, yang berkata atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terhadap sesuatu yang tidak beliau katakan." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengenalnya kecuali dari hadits Muhammad bin Ishaq, [Yunus bin Bukair] dan yang lain juga meriwayatkan hadits tersebut dari [Muhammad bin Ishaq]."
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Adam cucunya Azhar As Saman] telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Abu Khaldah] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Aliyah] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Dari manakah asalmu?", aku berkata; "Dari Daus." Beliau bersabda: "Aku belum pernah melihat di suku Daus terdapat seseorang yang baik." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, dan Abu Khaldah nama aslinya adalah Khalid bin Dinar, sedangkan Abu Aliyah nama aslinya adalah Rufai'."
Telah menceritakan kepada kami [Imran bin Musa Al Qazzaz] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Al Muhajir] dari [Abu 'Aliyah Ar Riyahi] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "(Pada suatu hari) aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa kurma, lalu aku berkata; "Wahai Rasulullah, berdoalah untukku dengan keberkahan kurma ini, " Maka beliau menata kurma itu di depannya, kemudian beliau mendoakanku dengan keberkahan kurma tersebut. Beliau bersabda: "ambillah kurma-kurma tersebut dan tempatkan di dalam karungmu ini, jika kamu ingin mengambil sedikit darinya, maka masukkan tanganmu ke dalam karung itu dan jangan kamu tebarkan (tumpah ruahkan), " Maka aku membawanya sekian dan sekian wasaq di jalan Allah, kami memakannya dan memberi makan orang dengannya, dan karung itu tak pernah lepas dari ikat sarungku, namun ketika Utsman terbunuh, karung itu terputus (terjatuh)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini, dan hadits ini juga diriwayatkan dari selain jalur ini dari Abu Hurairah."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sa'id Al Murabithi] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin 'Ubadah] telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] dari [Abdullah bin Rafi'] dia berkata; aku berkata kepada [Abu Hurairah]; "Kenapa anda di juluki dengan Abu Hurairah?" dia menjawab; "apakah kamu mengkhawatirkanku?" jawabku; "Ya, demi Allah, sungguh aku mengkhawatirkanmu." Abu Hurairah berkata; "Dahulu aku seorang penggembala kambing miliki keluargaku, dan aku memiliki seekor kucing kecil, jika malam hari, aku menaruhnya di pepohonan, dan jika siang hari, aku pergi dan bermain bersamanya, oleh karena itu, aku di juluki dengan Abu Hurairah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari ['Amru bin Dinar] dari [Wahb bin Munabbih] dari [saudaranya yaitu Hammam bin Munabbih] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Tidak ada seorang pun yang banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melebihi diriku selain Abdullah bin 'Amru, sebab ia selalu menulis sedang aku tidak." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Abu Mushir 'Abdul A'la bin Mushir] dari [Sa'id bin Abdul Aziz] dari [Rabi'ah bin Yazid] dari [Abdurrahman bin Abu 'Umairah] -salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau berdo'a kepada Mu'awiyah: "Ya Allah jadikanlah ia pemberi hidayah yang mendapat hidayah dan berilah hidayah melalui perantaraannya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad An Nufaili] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Waqid] dari [Yunus bin Halbas] dari [Abu Idris Al Khaulani] dia berkata; "Ketika Umar bin Khatthab mencopot Jabatan 'Umair bin Sa'd atas wilayah Himsha dan di gantikan oleh Mu'awiyah, maka orang-orang berkata; "Beliau telah melengserkan Uwaimir dan menobatkan Mu'awiyah sebagai gantinya." Lantas ['Umair bin Sa'd] berkata; "Janganlah kalian menyebut-nyebut Mu'awiyah kecuali kebaikan, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, berilah dia petunjuk." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, ia melanjutkan; "'Amru bin Waqid periwayatannya didha'ifkan (lemah)."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Misyrah bin Ha'an] dari ['Uqbah bin 'Amir] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang (penduduk Makkah) berbondong-bondong masuk Islam (karena takut) sedangkan 'Amru bin 'Ash beriman (lantaran cinta)." Abu Isa berkata; 'Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ibnu Lahi'ah dari Misyrah bin Ha'an sementara isnadnya tidak kuat (lemah)."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami [Abu Usamah] dari [Nafi' bin Umar Al Jumahi] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dia berkata; [Thalhah bin Ubaidillah] berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya 'Amru bin 'Ash termasuk orang Quraisy yang terbaik." Abu Isa berkata; "Hadits ini hanya kami ketahui dari hadits (riwayat) Nafi bin Umar Al Jumahi, dan Nafi' adalah orang yang tsiqah, namun isnadnya tidak muttashil (bersambung), karena Ibnu Mulaikah tidak bertemu dengan Thalhah."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Hisyam bin Sa'd] dari [Zaid bin Aslam] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Kami singgah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di suatu tempat, lalu ada orang-orang yang lewat di depan beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapakah ini wahai Abu Hurairah?" jawabku; "Fulan." Beliau bersabda: "Alangkah baiknya hamba Allah ini." beliau bersabda lagi: "Lalu siapakah orang ini?" jawabku; "Dia adalah fulan." Beliau bersabda: "Alangkah buruknya hamba Allah ini." hingga Khalid bin Walid lewat, maka beliau bertanya: "Siapakah ini?" jawabku; "Dia adalah Khalid bin Walid." beliau bersabda: "Alangkah baiknya hamba Allah Khalid bin Walid, salah satu pedang dari pedang-pedang Allah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak pernah mengetahui Zaid bin Aslam mendengar dari Abu Hurairah, dan menurutku hadits ini adalah hadits mursal. Abu Isa berkata; "Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Bakar As Shiddiq."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra`] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diberi hadiah sehelai kain sutra. Maka para sahabat pun merasa kagum karena lembutnya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian merasa kagum dengannya?" Mereka menjawab; "Benar ya Rasulullah! beliau bersabda: "Sesungguhnya sapu tangan Sa'd bin Mu'adz di surga lebih baik dari pada ini." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas, Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jenazah Sa'd bin Mu'adz berada di antara mereka (para Malaikat) membuat 'Arsy ar Rahman bergetar." Perawi (Abu Isa) berkata; "Dan dalam dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Usaid bin Hudlair, Abu Sa'id dan Rumaitsah. Abu Isa mengatakan; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami ['Abd bin Humaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dia berkata; "Ketika jenazah Sa'd bin Mu'adz di usung (ke pemakaman), orang-orang munafik berkata; "Alangkah ringan jenazah ini, hal itu mungkin karena keputusannya terhadap Bani Quraidlah." Ternyata perkataan mereka sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya para Malaikat ikut mengusung jenazahnya Sa'd." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib."