Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdusshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Hasyim dia adalah Ibnu Sa'id Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Kinanah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Shafiyyah binti Huyay] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku, setelah sampai kepadaku perkataan Hafshah dan Aisyah (yang membuatku sakit hati), maka aku mengadukan hal itu kepada beliau, lantas beliau bersabda: "Tidakkah kamu mengatakan; "Bagaimana kamu berdua bisa lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku (dari keturunan) Harun sedangkan pamanku (dari keturunan) Musa." Sedangkan berita yang sampai kepadanya adalah mereka mengatakan; "Kami lebih mulia di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam daripada dia (Shafiyah binti Huyay)." mereka juga mengatakan; "Kami adalah para isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan anak paman beliau." dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Shafiyah kecuali dari haditsnya Hasyim Al Kufi, dan isnadnya pun lemah."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid bin 'Atsmah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Musa bin Ya'qub Az Zam'i] dari [Hasyim bin Hasyim] bahwa [Abdullah bin Wahb bin Zam'ah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Ummu Salamah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika hari penaklukan kota Makkah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Fathimah, kemudian beliau berbisik kepadanya, tiba-tiba Fathimah menangis, kemudian beliau berbicara kepadanya (yang kedua kali), dan dia tersenyum." Ummu Salamah melanjutkan; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, maka aku bertanya kepadanya perihal sesuatu yang membuatnya menangis dan tersenyum." Fathimah berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabariku bahwa beliau akan meninggal dunia, maka aku menangis, kemudian beliau memberitahukanku bahwa aku adalah wanita penghulu syurga selain kepada Maryam binti Imran, maka aku pun tersenyum." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dan ['Abd bin Humaid] keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; Telah sampai kabar ke (telinga) Shafiyah bahwa Hafshah berkata; "Puteri seorang Yahudi." maka dia menangis, hingga ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemuinya dan ia masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya; "Apa yang membuatmu menangis?" Shafiyah menjawab; "Hafshah telah berkata kepadaku bahwa aku adalah puteri seorang Yahudi." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kamu adalah puteri seorang Nabi, dan sesungguhnya pamanmu juga seorang Nabi, dan sesungguhnya kamu juga di bawah perlindungan seorang Nabi (Muhammad), lalu apa yang bisa ia (Hafshah) banggakan atas dirimu!." Kemudian beliau bersabda: "Bertakwalah kamu wahai Hafshah." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap isteriku, apabila sahabat kalian meninggal dunia maka biarkanlah dia (tinggalkanlah dia jangan membicarakan keburukan- keburukannya)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib shahih dari hadits Ats Tsauri, dan sangat sedikit perawi yang meriwayatkannya dari Ats Tsauri, dan hadits ini diriwayatkan pula dari Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara mursal."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Isra`il] dari [Al Walid] dari [Zaid bin Za`id] dari [Abdullah bin Mas'ud] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan sampai ada seseorang yang menyampaikan kepadaku tentang keburukan salah seorang dari sahabatku, karena aku ingin keluar kepada (menemui) mereka dalam keadaan lapang dada dari penyakit hati." Abdullah berkata; "(suatu ketika) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di beri harta, lalu beliau membagi-bagikannya (kepada orang-orang), hingga sampailah aku kepada dua orang yang sedang duduk-duduk, keduanya berkata; "Demi Allah, dalam pembagiannya Muhammad tidak mengharapkan wajah Allah dan tidak pula mengharap (pahala) negeri Akhirat, hingga aku merasa sakit ketika mendengarnya, lalu aku bersegera menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan hal itu kepada beliau. maka wajah beliau memerah seraya bersabda: "Biarkanlah, sungguh Musa pernah di sakiti lebih dari ini, namun dia tetap bersabar." Abu Isa berkata; "hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini, karena dalam isnadnya ada tambahan seorang laki-laki."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dan [Al Husain bin Muhammad] dari [Isra`il] dari [As Suddi] dari [Al Walid bin Abu Hisyam] dari [Zaid bin Za`idah] dari [Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Jangan sampai ada seseorang yang menyampaikan kepadaku tentang keburukan orang lain." Hadits ini sebagian darinya telah diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud melalui jalur selain ini.
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim] dia berkata; saya mendengar [Zir bin Hubaisy] bercerita dari [Ubay bin Ka'ab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk membacakan ayat Al Qur`an kepadamu." Lalu beliau membaca; " Tidaklah orang-orang kafir … QS Al Bayyinah; 1, kemudian beliau juga membaca; INNA DZAATADDIINI 'INDALLAHI AL HANIIFIYYAH AL MUSLIMAH LAA AL YAHUUDIYYAH WALAA AN NASHRANIYYAH WALAA AL MAJUUSIYYAH, MAN YA'MAL KHAIRAN FALAN YUKFARAH (Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah adalah hanifiyah muslimah (agama yang lurus lagi selamat) tidak agama Yahudi, tidak pula Nashrani dan tidak pula Majusi, barangsiapa berbuat baik, Maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya." dan beliau juga membaca: LAU ANNA LI IBNI AADAM WAADIYAN MIN MAALIN LABTAGHAA ILAIHI TSAANIYAN WALAU KAANA LAHUU TSAANIYAN LAABTAGHAA ILAIHI TSAALITSAN WALAA YAMLA`U JAUFA IBNU AADAM ILLA TURAAB WA YATUUBULLAHU 'ALAA MAN TAABA (Sekiranya Ibnu Adam memiliki sebukit harta kekayaan, niscaya ia akan mengharapkan untuk mendapatkan dua bukit, dan sekiranya ia memiliki dua bukit harta kekayaan, niscaya ia akan mengharapkan untuk mendapatkan tiga bukit, dan tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan hadits ini telah diriwayatkan dari selain jalur ini, yaitu telah diriwayatkan oleh [Abdullah bin Abdurrahman bin Abza] dari [ayahnya] dari [Ubay bin Ka'ab radliallahu 'anhu] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membaca Al Qur'an kepadamu." Dan juga telah diriwayatkan oleh [Qotadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ubay bin Ka'ab: "Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membaca Al Qur'an kepadamu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] dari [Zuhair bin Muhammad] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Ath Thufail bin Ubay bin Ka'ab] dari [ayahnya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya bukan karena hijrah, mungkin aku termasuk dari orang-orang Anshar." Dan dengan isnad ini pula, (terdapat riwayat) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sekiranya orang-orang Anshar menapaki lembah atau jalan di antara dua bukit, sungguh aku akan menyertai orang-orang Anshar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan."
Telah menceritakan kepada kami [Bundar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Adi bin Tsabit] dari [Al Barra` bin 'Azib] bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -atau dia berkata- Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda mengenai orang-orang Anshar: "Tidak ada yang mencintai mereka kecuali orang mukmin dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang munafik, barangsiapa mencintai mereka, maka Allah akan mencintainya, dan barangsiapa membenci mereka, maka Allah akan membencinya." Lantas aku bertanya kepadanya; "Apakah kamu mendengarnya dari Al Barra`?" dia menjawab; "Ya, kepadaku lah dia bercerita." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; saya mendengar [Qatadah] dari [Anas radliallahu 'anhu] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan orang-orang dari Anshar, lalu beliau bersabda: "Apakah di antara kalian terdapat seseorang yang tidak berasal dari kaum kalian?" Mereka menjawab; "Tidak, kecuali sepupu kami." Beliau bersabda: "Sesungguhnya sepupu kalian termasuk dari kaum kalian." Kemudian beliau melanjutkan: "Sesungguhnya orang-orang Quraisy baru saja keluar dari jahiliyah dan mushibah yang mereka alami, oleh karena itu, aku ingin menghibur dan menjinakkan hati mereka, relakah kalian jika mereka pulang dengan membawa dunia sedangkan kalian pulang ke rumah-rumah kalian dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" mereka menjawab; "Tentu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya orang-orang menapaki suatu lembah atau jalan (celah) di antara dua bukit, sedangkan kaum Anshar menapaki suatu lembah atau jalan (celah) di antara dua bukit (lainnya), sungguh aku akan menapaki lembah atau jalan (celah di antara dua bukit yang di lewati oleh kaum Anshar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid bin Jud'an] telah menceritakan kepada kami [An Nadhr bin Anas] dari [Zaid bin Arqam] bahwa dia menulis surat bela sungkawa kepada Anas bin Malik karena musibah yang di alami oleh anggota keluarganya dan Kabilah pamannya ketika terjadi Perang Harrah (tentara Marwan yang menyerang Madinah). Maka Anas membalas suratnya; "Sesungguhnya aku beritahukan kepadamu kabar gembira dari Allah, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, ampunilah orang-orang Anshar, anak-anak dan para wanita Anshar, serta anak cucunya orang-orang Anshar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan telah diriwayatkan pula oleh [Qatadah] dari [An Nadhr bin Anas] dari [Zaid bin Arqam]."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdah bin Abdullah Al Khuza'i Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dan [Abdusshamad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Tsabit Al Bunani] dari [ayahnya] dari [Anas bin Malik] dari [Abu Thalhah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Sampaikanlah salam kepada kaummu, karena sesungguhnya menurut sepengetahuanku mereka adalah orang-orang yang menjaga kehormatan dan penyabar." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepadaku [Al Fadhl bin Musa] dari [Zakariya bin Abu Za`idah] dari ['Athiyah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Ketahuilah sesungguhnya kerabat dekatku yang aku bertempat kepadanya adalah ahli baitku, dan sesungguhnya teman dekatku adalah kaum Anshar, oleh karena itu maafkanlah jika ada yang berbuat buruk di antara mereka dan terimalah jika ada orang yang berbuat baik di antara mereka." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Hasan] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [Shalih bin Kaisan] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Abu Sufyan] dari [Yusuf bin Al Hakam] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [ayahnya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa merendahkan orang-orang Quraisy, maka Allah akan merendahkan dirinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini." Telah menceritakan kepada kami ['Abd bin Humaid] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] seperti hadits di atas dengan isnad ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; saya mendengar [Qatadah] bercerita dari [Anas bin Malik] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kaum Anshar adalah sahabat dekatku dan penjaga rahasiaku. Manusia akan menjadi banyak dan mereka (kaum Anshar) akan menjadi sedikit, maka terimalah kebaikan mereka dan ampunilah kejelekan mereka". Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abu Yahya Al Himmani] dari [Al A'masy] dari [Thariq bin Abdurrahman] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah Engkau telah menimpakan siksaan kepada kaum Quraisy generasi pertama, maka limpahkanlah anugerah kepada generasi yang terakhir dari mereka." Perawi berkata; Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab Al Warraq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Amawi] dari [Al A'masy] seperti hadits di atas."
Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Dinar Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dari [Ja'far Al Ahmar] dari ['Atha` bin As Sa`ib] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa) kaum Anshar, dan anak-anak kaum Anshar dan cucu-cucu kaum Anshar serta para wanita kaum Anshar." Abu Isa berkata; "Dari jalur ini, hadits ini adalah hadits hasan gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Yahya bin Sa'id Al Anshari] bahwa dia mendengar [Anas bin Malik] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah kalian mau aku beritahukan sebaik-baik rumah kaum Anshar atau sebaik-baik kaum Anshar?" mereka menjawab; "Tentu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Yaitu Bani Najjar, kemudian setelah mereka yaitu Bani Abdul Asyhal, kemudian setelah mereka yaitu Bani Al Harits bin Al Khazraj, kemudian setelah mereka yaitu Bani Sa'idah." Kemudian beliau mengisyaratkan dengan mengepalkan jarijarinya dan melepaskannya lagi bagaikan orang yang habis melempar dengan tangannaya." Kemudian beliau melanjutkan: "dan dalam rumah kaum Anshar, semuanya baik." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan hadits ini juga di riwayatkan pula dari [Anas] dari [Abu Usaid As Sa'idi] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; saya mendengar [Qatadah] bercerita dari [Anas bin Malik] dari [Abu Usaid as Sa'idi] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebik-baik rumah kaum Anshar adalah rumah Bani Najjar, kemudian rumah Bani Abdul Asyhal kemudian Bani Al Harits bin Al Khazraj kemudian Bani Sa'idah, dan setipa rumah kaum Anshar adalah baik." Maka Sa'd berkata; "Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali beliau selalu mengutamakan kami, dan di katakan pula; "Sungguh kalian telah di beri keutamaan yang sangat banyak." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, sedangkan Abu Usaid As Sa'idi namanya adalah Malik bin Rabi'ah'ah, dan di riwayatkan pula seperti (hadits di atas) dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan [Ma'mar] juga telah meriwayatkan dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dan ['Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Abu As Sa`ib Salm bin Junadah] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Basyir] dari [Mujalid] dari [Asy Sya'bi] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik rumah kaum Anshar adalah Bani Najjar." Abu Isa berkata; "Dari jalur ini, hadits ini adalah hadits gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Abu As Sa`ib Salm bin Junadah] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Basyir] dari [Mujalid] dari [Asy Sya'bi] dari [Jabir bin Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik tempat tinggal orang-orang Anshar adalah Bani Najjar." Abu Isa berkata; "dari jalur ini, hadits ini adalah hadits gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari ['Amru bin Sulaim az Zuraqi] d ari ['Ashim bin 'Amru] dari [Ali bin Abu Thalib] dia berkata; "Kami keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga ketika kami sampai di derah Harrah Suqya -yaitu (daerah pemukiman) Sa'd bin Abu Waqash- maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berikanlah kepadaku air wudlu'." Kemudian beliau berwudlu', setelah itu beliau menghadapkan wajahnya ke kiblat sambil mengucapkan: "Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu dan kekasih-Mu, dan dia telah mendo'akan penduduk Makkah dengan keberkahan, sedangkan aku juga hamba-Mu dan rasul-Mu, aku berdo'a kepada Engkau untuk penduduk Madinah, supaya Engkau memberkahi mereka dalam mud dan sha' (takaran) mereka sebagaimana Engaku memberkahi penduduk Makkah satu keberkahan dengan dua keberkahan." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Aisyah, Abdullah bin Zaid dan Abu Hurairah.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abu Nubatah Yunus bin Yahya bin Nubatah] telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Wardan] dari [Abu Sa'id bin Al Mu'alla] dari [Ali bin Abu Thalib] dan [Abu Hurairah] radliallahu 'anhuma, keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di antara rumahku dengan mimbarku ini terdapat taman dari tamam-taman surga." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini, yaitu dari hadits Ali. Dan telah diriwayatkan pula dari beberapa jalur dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin kamil Al Marwazi] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu Hazim Az Zahid] dari [Katsir bin Zaid] dari [Al Walid bin Rabah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Di antara rumahku dengan mimbarku ini terdapat taman dari taman-taman surga." Dengan isnad ini pula, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih baik dari pada shalat seribu kali di masjid yang lain kecuali Masjidil haram." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan telah diriwayatkan pula dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari beberapa jalur."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mampu untuk mati di kota Madinah, maka hendaknya ia mati di dalamnya, karena sesungguhnya aku akan memberi syafa'at bagi siapa saja yang meninggal di dalamnya." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Subai'ah binti Al Harits Al Aslamiyah. Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya shahih gharib melalui jalur ini, yaitu dari hadits Ayyub As Sakhtiyani."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul A'la] telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir bin Sulaiman] dia berkata; saya mendengar ['Ubaidullah bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar radliallahu 'anhuma] bahwa bekas budak perempuan yang telah dimerdekakannya datang menemuinya sambil berkata; ""Betapa kerasnya zaman yang aku rasakan saat ini, sesungguhnya saya akan keluar menuju Iraq." Ibnu Umar berkata; "Tidakkah kamu pergi saja ke Syam karena ia termasuk dari negeri yang suci, bersabarlah wahai orang yang cepat bosan, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa bersabar atas keras dan kepayahannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafa'at untuknya pad ahari Kiamat kelak." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Sa'id, Sufyan bin Abu Zuhair dan Subai'ah Al Aslamiyah. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib dari hadits 'Ubaidillah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu As Sa`ib Salm bin Junadah] telah mengabarkan kepada kami [Abu Junadah bin Salm] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kota yang terakhir kali dari beberapa kota Islam yang akan di serang adalah Madinah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Junadah dari Hisyam bin 'Urwah. Perawi berkata; "Muhammad bin Isma'il terheran-heran setelah mendengar dari hadits Abu Hurairah ini."
Telah menceritakan kepada kami [Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas]. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik bin Anas] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir] bahwa seorang arab badui berbai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas Islam, lalu dia menderita sakit demam ketika berada di Madinah, lantas orang badui tersebut datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Wahai Rasulullah, batalkan saja bai'atku." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menolaknya, lalu badui itu keluar, tidak lama kemudian dia datang lagi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Batalkan saja bai'atku." Namun beliau enggan, sehingga dia keluar. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hanyasanya Madinah ibarat alat peniup api tukang besi yang akan menghilangkan karat dan memurnikan yang baiknya."
Telah menceritakan kepada kami [Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik]. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Abu Hurairah] bahwa dia berkata; "Sekiranya aku melihat biri-biri (kijang) yang sedang di gembala di Madinah, niscaya aku tidak akan manakut-nakutinya, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di antara dua sisinya adalah haram (suci)." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Sa'd, Abdullah bin Zaid, Anas, Abu Ayyub, Zaid bin Tsabit, Rafi' bin Khadij, Sahl bin Hunaif dan Jabir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik]. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Anas bin Malik] bahwa gungung Uhud muncul di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka beliau bersabda: "Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya, Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan (mensucikan) kota Makkah, dan sesungguhnya aku mengharamkan (mensucikan) di antara dua sisinya (yaitu Madinah)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Isa bin 'Ubaid] dari [Ghailan bin Abdullah Al 'Amiri] dari [Abu Zur'ah bin 'Amru bin Jarir] dari [Jarir bin Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku yaitu; mana saja ketiga tempat tersebut yang kamu pijaki, maka itu merupakan tempat hijrahmu, yaitu; Madinah atau Bahrain atau Qinasrin (daerah di Syam)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al Fadhl bin Musa, sedangkan Abu 'Amir menyendiri dalalm meriwayatkan hadits ini."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abdullah bin 'Adi bin Hamra` Az Zuhri] dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di Hazwarah (daerah Makkah) sambil bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya kamu (kota Makkah) adalah sebaik-baik tanah Allah, dan tanah yang paling dicintai oleh Allah, seandainya aku tidak diusir dari tempatmu, niscaya saya tidak akan keluar (darimu)." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib shahih, dan telah diriwayatkan pula oleh [Yunus] dari [Az Zuhri] seperti di atas, dan diriwayatkan pula oleh [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan menurutku, hadits Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abdullah bin 'Adi bin Hamra` itu lebih shahih."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Musa Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Al Fudhail bin Sulaiman] dari [Abdullah bin Utsman bin Khutsaim] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Jubair] dan [Abu Ath Thufail] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kota Makkah: "Alangkah bagusnya dirimu wahai Makkah dan alangkah cintanya diriku terhadap dirimu, seandainya kaumku tidak mengeluarkanku darimu, niscaya saya tidak akan bertempat tinggal melainkan di selain tanahmu." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya Al Azdi] dan [Ahmad bin Mani'] dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Badr Syuja' bin Al Walid] dari [Qabus bin Abu Dhabyan] dari [ayahnya] dari [Salman] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Wahai Salman, janganlah kamu membuatku marah, hingga kamu dapat berpisah dari agamamu." Kataku; "Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin aku membuatmu marah, padahal dengan perantaraanmu lah Allah memberi petunjuk kepada kami." Beliau bersabda: "yaitu Kamu membuat orang-orang arab marah maka sama dengan kamu telah membuatku marah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abu Badr Syuja' bin al Walid." Dan saya mendengar Muhammad bin Isma'il berkata; "Abu Dhabyan tidak pernah berjumpa dengan Salman, karena Salman meninggal dunia sebelum Ali (meninggal)."
Telah menceritakan kepada kami [Abd bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr Al 'Abdi] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdullah bin Al Aswad] dari [Hushain bin Umar Al Ahmasi] dari [Mukhariq bin Abdullah] dari [Thariq bin Syihab] dari [Utsman bin 'Affan] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menipu orang-orang Arab, maka ia tidak akan masuk (dari golongan yang akan) mendapatkan syafa'atku, dan tidak pula mendapatkan kasih sayangku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Hushain bin Umar Al Ahmasi dari Mukhariq dan menurut ahli hadits, riwayatnya Hushain tidaklah kuat."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Musa] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Razin] dari [ibunya] dia berkata; "Apabila salah seorang penduduk Arab meninggal dunia, maka [Ummu Hurair] akan bersedih karenanya, lalu dikatakan kepadanya; "kenapa Kami selalu melihatmu bersedih, jika ada salah seorang penduduk arab yang meninggal dunia?." Dia menjawab; "karena aku mendengar mantan [budakku] (yang telah merdeka olehku) berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah binasanya orang-orang Arab." Muhammad bin Abu Razin berkata; mantan budak Ummu Hurair (yang telah dimerdekakan olehnya) adalah Thahah bin Malik. Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami hanya mengetahui hadits tersebut dari hadits Sulaiman bin Harb."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] dari [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ummu Syarik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh orang-orang akan melarikan diri dari Dajjal sampai mereka mencapai ke gunung-gunung." Ummu Syarik berkata; "Wahai Rasulullah, Di manakah orang-orang Arab saat itu?" beliau bersabda: "(Kala itu) jumlah mereka sangatlah sedikit." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih gharib."
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Mu'adz Al 'aqadi Bashri] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Samurah bin Jundab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sam (nama orang) adalah nenek moyangnya orang-orang Arab, dan Yafits adalah nenek moyangnya orang-orang Romawi, sedangkan Ham adalah nenek moyangnya orang-orang Habasyah." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan." Yafits disebut juga dengan Yafit atau Yafat."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dari [Abu Bakar bin Ayyasy] telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Abu Shalih] mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) 'Amru bin Huraits, dia berkata; saya mendengar [Abu Hurairah] berkata; "Pernah ada beberapa orang 'Ajm (non Arab) di sebut di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh diriku dengan mereka atau dengan sebagian mereka lebih erat hubungannya daripada diriku dengan kalian atau dengan sebagian kalian." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahui hadits tersebut kecuali dari hadits Abu Bakr bin 'Ayyasy, sedangkan Shalih bin Abu Shalih disebut juga dengan Shalih bin Mihran mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) 'Amru bin Huraits."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] telah menceritakan kepadaku [Tsaur bin Zaid Ad Diili] dari [Abu Al Ghaits] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yaitu ketika turunnya surat Al Jumu'ah, maka beliau membacanya hingga ketika beliau sampai pada ayat Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka QS Al Jum'ah; 2. maka ada seorang laki-laki bertanya kepada beliau; "Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang belum berhubungan dengan kami?" beliau tidak menjawabnya, Abu Hurairah berkata; "Saat itu Salman Al Farisi berada di antara kami." Abu Hurairah melanjutkan; Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangannya kepada Salman seraya bersabda: "Sekiranya iman itu di perbintangan, sungguh iman itu akan diraih oleh mereka." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, adapun Abu Al Ghaits nama aslinya adalah Salim mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abdullah bin Muthi' Madani."