Lewati ke isi halaman
Islam

Tata cara salat

Panduan salat fardu langkah demi langkah. Panduan ini mengikuti tata cara yang umum di Indonesia (mazhab Syafi'i).

±5–10 menit5 waktu salat

Salat langkah demi langkah

Jumlah rakaat

SalatRakaatTasyahud awal
Subuh2Tidak
Zuhur4Ya
Asar4Ya
Magrib3Ya
Isya4Ya

Langkah-langkah salat

Gerakan di bawah dikerjakan berulang di setiap rakaat. Untuk dipandu berurutan sesuai salat yang Anda pilih, pakai tombol “Mulai langkah demi langkah”.

  1. Ilustrasi: Niat dan takbiratul ihram
    1

    Niat dan takbiratul ihram

    Wajib
    • Berdiri tegak menghadap kiblat.
    • Niatkan salat di dalam hati.
    • Angkat kedua tangan setinggi bahu sambil mengucap takbiratul ihram (takbir pembuka): Allāhu akbar.

    Takbiratul ihram

    Saat memulai salat, sambil mengangkat kedua tangan.

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allaahu Akbar

    Artinya: Allah Maha Besar (Allah adalah Yang Terbesar)

    Takbir yang sama diucapkan setiap kali berpindah gerakan, kecuali saat bangkit dari rukuk.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Berdiri bagi yang mampu, niat, dan takbiratul ihram termasuk rukun salat. Niat ada di hati, bersamaan dengan takbir. Melafazkan niat sebelum takbir (talaffuzh) adalah amalan dalam mazhab Syafi'i; tidak wajib. Mengangkat tangan saat takbir hukumnya sunah.

    Perbedaan pendapat

  2. Ilustrasi: Bersedekap dan doa iftitah
    2

    Bersedekap dan doa iftitah

    SunahRakaat pertama saja
    • Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri, di bawah dada dan di atas pusar.
    • Baca doa iftitah (doa pembuka) dengan pelan.

    Doa iftitah (Allāhu akbar kabīrā)

    Rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, sebelum Al-Fatihah. Dibaca pelan.

    اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا، إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Allaahu akbar kabiiraa, wal hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya: Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.

    Gabungan dua doa yang diriwayatkan Imam Muslim; umum dibaca di Indonesia. Doa iftitah hukumnya sunah, cukup pilih salah satu.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Doa iftitah hukumnya sunah. Jika terlupa, salat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.

    Perbedaan pendapat

  3. Ilustrasi: Membaca Al-Fatihah
    3

    Membaca Al-Fatihah

    WajibSetiap rakaat
    • Baca ta'awwudz (doa perlindungan dari setan) dengan pelan.
    • Baca Al-Fatihah lengkap dengan tenang, dimulai dari bismillāhirraḥmānirraḥīm.
    • Setelah selesai, ucapkan āmīn.

    Surah Al-Fatihah

    Setiap rakaat, setelah ta’awwudz.

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ﴿٢﴾ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ﴿٣﴾ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ﴿٤﴾ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ﴿٥﴾ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ﴿٧﴾

    Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladh dhaalliin.

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

    Wajib dibaca lengkap di setiap rakaat. Teks Arab dan terjemahan: Al-Qur’an Kemenag.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Al-Fatihah adalah rukun di setiap rakaat. Dalam mazhab Syafi'i, basmalah termasuk ayat Al-Fatihah sehingga wajib dibaca.

    Perbedaan pendapat

  4. Ilustrasi: Rukuk
    5

    Rukuk

    WajibBacaan 3×
    • Angkat kedua tangan sambil bertakbir, lalu bungkukkan badan.
    • Letakkan telapak tangan di lutut; punggung dan kepala lurus sejajar.
    • Diam sejenak dengan tumakninah (tenang sampai badan diam), lalu baca bacaan rukuk.

    Bacaan rukuk

    Saat rukuk, dibaca 3 kali.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Subhaana rabbiyal 'azhiim.

    Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.

    Banyak orang di Indonesia menambahkan wa biḥamdih (dan dengan memuji-Nya) di akhir.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Rukuk dengan tumakninah termasuk rukun salat. Mengangkat tangan saat akan rukuk dan saat bangkit darinya hukumnya sunah.

    Perbedaan pendapat

  5. Ilustrasi: I'tidal
    6

    I'tidal

    Wajib
    • Bangkit sambil mengangkat kedua tangan dan membaca sami'allāhu liman ḥamidah.
    • Berdiri tegak kembali (i'tidal) dengan tenang, lalu baca rabbanā wa lakal-ḥamd.

    Bacaan i'tidal

    Kalimat pertama dibaca saat bangkit dari rukuk; kalimat kedua saat sudah berdiri tegak (i'tidal).

    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Sami'allaahu liman hamidah. Rabbanaa wa lakal hamd.

    Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji.

    Boleh disambung dengan: Mil'us samaawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du (sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki).

    Dalil & perbedaan pendapat

    I'tidal dengan tumakninah termasuk rukun. Pada rakaat terakhir salat Subuh, mazhab Syafi'i menganjurkan doa qunut saat i'tidal.

    Perbedaan pendapat

  6. Ilustrasi: Sujud
    7

    Sujud

    WajibBacaan 3×
    • Turun sujud sambil bertakbir.
    • Tempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
    • Diam sejenak dengan tenang, lalu baca bacaan sujud.

    Bacaan sujud

    Saat sujud, dibaca 3 kali.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىٰ

    Subhaana rabbiyal a'laa.

    Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.

    Banyak orang di Indonesia menambahkan wa biḥamdih (dan dengan memuji-Nya) di akhir.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Sujud dua kali di setiap rakaat, dengan tumakninah, termasuk rukun salat.

  7. Ilustrasi: Duduk di antara dua sujud
    8

    Duduk di antara dua sujud

    Wajib
    • Bangkit dari sujud sambil bertakbir, lalu duduk.
    • Duduk di atas kaki kiri, telapak kaki kanan ditegakkan (duduk iftirasy).
    • Duduk dengan tenang sambil membaca doa.

    Bacaan duduk di antara dua sujud

    Saat duduk di antara sujud pertama dan sujud kedua.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

    Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii, wa'fu 'annii.

    Artinya: Ya Rabb, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku.

    Lafaz lengkap ini menggabungkan beberapa riwayat dan umum dibaca di Indonesia.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Duduk dengan tumakninah di antara dua sujud termasuk rukun. Posisi iftirasy hukumnya sunah.

    Perbedaan pendapat

  8. Ilustrasi: Sujud kedua
    9

    Sujud kedua

    WajibBacaan 3×
    • Sujud sekali lagi sambil bertakbir, sama seperti sujud pertama.
    • Setelah sujud kedua, satu rakaat selesai.

    Bacaan sujud

    Saat sujud, dibaca 3 kali.

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىٰ

    Subhaana rabbiyal a'laa.

    Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.

    Banyak orang di Indonesia menambahkan wa biḥamdih (dan dengan memuji-Nya) di akhir.

    Dalil & perbedaan pendapat
  9. Ilustrasi: Bangkit ke rakaat berikutnya
    10

    Bangkit ke rakaat berikutnya

    Wajib
    • Berdiri lagi sambil bertakbir, lalu bersedekap.
    • Ulangi dari Al-Fatihah sampai sujud kedua.
    • Doa iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama.
    Dalil & perbedaan pendapat

    Berdiri bagi yang mampu termasuk rukun di setiap rakaat. Jumlah rakaat: Subuh 2, Zuhur 4, Asar 4, Magrib 3, Isya 4.

  10. Ilustrasi: Tasyahud awal
    11

    Tasyahud awal

    Sunah

    Setelah rakaat kedua, pada salat 3 dan 4 rakaat

    • Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk iftirasy.
    • Baca tasyahud awal; angkat telunjuk kanan saat mengucap illallāh.

    Tasyahud awal

    Duduk setelah rakaat kedua pada salat 3 dan 4 rakaat.

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ

    Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad.

    Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad.

    Lafaz tasyahud riwayat Ibnu Abbas, yang dipilih dalam mazhab Syafi'i. Banyak orang di Indonesia menambahkan sayyidinā (junjungan kami) sebelum nama Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim. Keduanya dikenal di Indonesia.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Tasyahud awal termasuk sunah ab'ad (sunah penting yang bila tertinggal dianjurkan sujud sahwi). Salat tetap sah tanpanya.

    Perbedaan pendapat

  11. Ilustrasi: Tasyahud akhir
    12

    Tasyahud akhir

    WajibRakaat terakhir
    • Duduk tawarruk: pantat kiri menempel lantai, kaki kiri di bawah kaki kanan, kaki kanan tegak.
    • Baca tasyahud akhir dan shalawat kepada Nabi.
    • Boleh menambah doa sebelum salam.

    Tasyahud akhir dan shalawat Ibrahimiyah

    Duduk pada rakaat terakhir, sebelum salam.

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid. Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.

    Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah sholawat (sanjungan/pujian) kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

    Lafaz tasyahud riwayat Ibnu Abbas, yang dipilih dalam mazhab Syafi'i. Banyak orang di Indonesia menambahkan sayyidinā (junjungan kami) sebelum nama Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim. Keduanya dikenal di Indonesia.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Duduk tasyahud akhir, bacaan tasyahud, dan shalawat kepada Nabi termasuk rukun salat.

    Perbedaan pendapat

  12. Ilustrasi: Salam
    13

    Salam

    Wajib
    • Menoleh ke kanan sambil mengucap salam.
    • Lalu menoleh ke kiri dengan salam yang sama.
    • Salam pertama wajib; salam kedua sunah.

    Salam

    Sambil menoleh ke kanan, lalu ke kiri.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.

    Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.

    Sebagian orang menambahkan wa barakaatuh (dan keberkahan-Nya) pada salam pertama.

    Dalil & perbedaan pendapat

    Salam pertama termasuk rukun dan sudah cukup untuk mengakhiri salat dalam mazhab Syafi'i. Salam kedua, menoleh ke kiri, hukumnya sunah.

Niat salat

Niat letaknya di dalam hati, bersamaan dengan takbiratul ihram. Melafazkan niat sebelum takbir (talaffuzh) adalah amalan dalam mazhab Syafi'i untuk membantu memantapkan hati; tidak wajib. Jika berjamaah, tambahkan ma'muuman (sebagai makmum) atau imaaman (sebagai imam) sebelum lillaahi ta'aalaa.

Niat salat Subuh (2 rakaat)

Niat salat Subuh

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat salat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala.

Niat salat Zuhur (4 rakaat)

Niat salat Zuhur

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhazh zhuhri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat salat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala.

Niat salat Asar (4 rakaat)

Niat salat Asar

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhal 'ashri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat salat fardu Asar empat rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala.

Niat salat Magrib (3 rakaat)

Niat salat Magrib

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat salat fardu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala.

Niat salat Isya (4 rakaat)

Niat salat Isya

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhal 'isyaa-i arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat salat fardu Isya empat rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala.

Dalil niat

Bacaan salat lengkap

Sesuai urutan dalam salat.

Takbiratul ihram

Saat memulai salat, sambil mengangkat kedua tangan.

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar (Allah adalah Yang Terbesar)

Takbir yang sama diucapkan setiap kali berpindah gerakan, kecuali saat bangkit dari rukuk.

Dalil

Doa iftitah (Allāhu akbar kabīrā)

Rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, sebelum Al-Fatihah. Dibaca pelan.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا، إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar kabiiraa, wal hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.

Gabungan dua doa yang diriwayatkan Imam Muslim; umum dibaca di Indonesia. Doa iftitah hukumnya sunah, cukup pilih salah satu.

Dalil
  • Shahih Muslimno. 601
  • Shahih Muslimno. 771
Bacaan lain: Doa iftitah (Allāhumma bā'id)

Doa iftitah (Allāhumma bā'id)

Rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, sebelum Al-Fatihah. Dibaca pelan.

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allaahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allaahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.

Pilihan lain doa iftitah yang juga sahih.

Dalil

Ta'awwudz

Sebelum membaca Al-Fatihah. Dibaca pelan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Dalil
  • Al-Qur'anQS. An-Nahl [16]: 98

Surah Al-Fatihah

Setiap rakaat, setelah ta’awwudz.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ﴿٢﴾ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ﴿٣﴾ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ﴿٤﴾ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ﴿٥﴾ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ﴿٧﴾

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladh dhaalliin.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Wajib dibaca lengkap di setiap rakaat. Teks Arab dan terjemahan: Al-Qur’an Kemenag.

Dalil

Āmīn

Setelah selesai membaca Al-Fatihah.

آمِيْنَ

Aamiin.

Artinya: Ya Allah, kabulkanlah.

Dalil
  • Shahih al-Bukharino. 780
  • Shahih Muslimno. 410

Bacaan rukuk

Saat rukuk, dibaca 3 kali.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Subhaana rabbiyal 'azhiim.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.

Banyak orang di Indonesia menambahkan wa biḥamdih (dan dengan memuji-Nya) di akhir.

Dalil

Bacaan i'tidal

Kalimat pertama dibaca saat bangkit dari rukuk; kalimat kedua saat sudah berdiri tegak (i'tidal).

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Sami'allaahu liman hamidah. Rabbanaa wa lakal hamd.

Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji.

Boleh disambung dengan: Mil'us samaawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du (sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki).

Dalil
Bacaan lain: Doa qunut Subuh

Doa qunut Subuh

Rakaat kedua salat Subuh, saat i'tidal, sebelum sujud.

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allaahummah dinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik. Wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait. Tabaarakta Rabbanaa wa ta'aalait

Artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang Engkau beri keselamatan. Uruslah aku di antara orang-orang yang Engkau urus. Berkahilah aku pada apa yang Engkau berikan. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menentukan dan tidak ada yang menentukan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.

Sunah dalam mazhab Syafi'i. Di Indonesia biasanya ditutup dengan pujian dan shalawat kepada Nabi.

Dalil

Bacaan sujud

Saat sujud, dibaca 3 kali.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىٰ

Subhaana rabbiyal a'laa.

Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.

Banyak orang di Indonesia menambahkan wa biḥamdih (dan dengan memuji-Nya) di akhir.

Dalil

Bacaan duduk di antara dua sujud

Saat duduk di antara sujud pertama dan sujud kedua.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii, wa'fu 'annii.

Artinya: Ya Rabb, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku.

Lafaz lengkap ini menggabungkan beberapa riwayat dan umum dibaca di Indonesia.

Dalil

Tasyahud awal

Duduk setelah rakaat kedua pada salat 3 dan 4 rakaat.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad.

Lafaz tasyahud riwayat Ibnu Abbas, yang dipilih dalam mazhab Syafi'i. Banyak orang di Indonesia menambahkan sayyidinā (junjungan kami) sebelum nama Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim. Keduanya dikenal di Indonesia.

Dalil

Tasyahud akhir dan shalawat Ibrahimiyah

Duduk pada rakaat terakhir, sebelum salam.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid. Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah sholawat (sanjungan/pujian) kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Lafaz tasyahud riwayat Ibnu Abbas, yang dipilih dalam mazhab Syafi'i. Banyak orang di Indonesia menambahkan sayyidinā (junjungan kami) sebelum nama Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim. Keduanya dikenal di Indonesia.

Dalil
Bacaan lain: Tasyahud (lafaz riwayat Ibnu Mas'ud)

Tasyahud (lafaz riwayat Ibnu Mas'ud)

Lafaz tasyahud lain yang juga sahih; boleh dipakai sebagai ganti lafaz di atas.

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyaatu lillaahi wash shalawaatu wath thayyibaat. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.

Artinya: Segala keagungan hanya milik Allah, (begitu pula) sholat-sholat dan amal-amal shalih. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Dalil
  • Shahih al-Bukharino. 1202
  • Shahih Muslimno. 402

Doa sebelum salam

Setelah tasyahud akhir, sebelum salam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Sunah, boleh tidak dibaca.

Dalil
  • Shahih Muslimno. 588
  • Shahih al-Bukharino. 1377

Salam

Sambil menoleh ke kanan, lalu ke kiri.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.

Sebagian orang menambahkan wa barakaatuh (dan keberkahan-Nya) pada salam pertama.

Dalil

Ingin tahu lebih dalam?

Penjelasan tambahan dan dalil. Tidak perlu dibaca untuk mulai belajar.

Syarat sah salat
  • Sudah masuk waktu salat.
  • Suci dari hadas kecil (dengan wudu) dan hadas besar (dengan mandi wajib).
  • Badan, pakaian, dan tempat salat bersih dari najis.
  • Menutup aurat (bagian tubuh yang wajib ditutup). Laki-laki: antara pusar dan lutut. Perempuan: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk kaki.
  • Menghadap kiblat.
Rukun salat (mazhab Syafi'i)
  • Niat.
  • Takbiratul ihram.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Membaca Al-Fatihah di setiap rakaat.
  • Rukuk dengan tumakninah.
  • I'tidal dengan tumakninah.
  • Sujud dua kali di setiap rakaat dengan tumakninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Membaca tasyahud akhir.
  • Membaca shalawat kepada Nabi pada tasyahud akhir.
  • Salam yang pertama.
  • Tertib: mengerjakan semuanya sesuai urutan.
Hal yang membatalkan salat
  • Meninggalkan salah satu rukun, atau mengerjakannya tidak berurutan.
  • Sengaja berbicara di luar bacaan salat.
  • Banyak bergerak di luar gerakan salat, misalnya tiga gerakan berturut-turut.
  • Berhadas, misalnya kentut atau buang air.
  • Terkena najis yang tidak segera dibuang.
  • Aurat terbuka dan tidak segera ditutup.
  • Makan atau minum.
  • Dada berpaling dari arah kiblat.
Catatan tambahan

Langkah di atas adalah salat fardu biasa sambil berdiri. Untuk salat orang sakit, salat yang tertinggal, salat berjamaah, atau keraguan dalam salat, tanyakan kepada ustaz setempat.

Perbedaan pendapat