REFERENSI · HADIS

Hadis pilihan

Dua puluh rekaman dwibahasa dipilih dari tiga kategori topik HadeethEnc, bukan koleksi kitab hadis. Dua kategori topik pertama disajikan seluruhnya; lima dari 33 doa terlapor disertakan.

Cakupan pilihan

  • Zikir Pagi dan Sore7 dari 7 dipilihPilihan kategori lengkap
  • Zikir-zikir Umum8 dari 8 dipilihPilihan kategori lengkap
  • Doa-doa Ma`ṡūr5 dari 33 dipilihPilihan kategori sebagian

20 dari 20 rekaman pilihan

  1. Lokator sumber · 6274

    Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya

    Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya."

    Teks Arab HadeethEnc tidak disertakan karena cakupan izin redistribusinya belum jelas.

  2. Lokator sumber · 5490

    Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr

    Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ: Beliau biasa ketika memasuki waktu pagi membaca, "Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr." (Ya Allah! Dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk). Sementara ketika memasuki waktu sore beliau membaca, "... bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr (dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk)." Perawi menambahkan: Di waktu yang lain, beliau membaca, "Wa ilaikal-maṣīr (dan hanya kepada-Mu semua makhluk kembali)."

    Teks Arab HadeethEnc tidak disertakan karena cakupan izin redistribusinya belum jelas.

  3. Lokator sumber · 5503

    Sayyidul-istigfār (istigfar yang paling agung)

    Syaddād bin Aus -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Sayyidul-istigfār (istigfar yang paling agung) adalah engkau mengucapkan, 'Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu. A'ūżu bika min syarri mā ṣana'tu. Abū`u laka bi ni'matika 'alayya, wa abū`u laka bi żanbī, fagfir lī fa innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta. (Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau).' Siapa yang mengucapkan ini di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum memasuki sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga."

    Lafaz Arab dari sumber terpisah

    Teks Arab ini memiliki sumber terpisah dari terjemahan HadeethEnc. Aplikasi ini mempertahankan kedua lafaz sumber secara terpisah.

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

    Buka sumber Arab · Sahih al-Bukhari 6306

    Riwayat sumber Arab lengkap

    حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ ، حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ كَعْبٍ الْعَدَوِيِّ ، قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ سَيِّدُ الاِسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ‏"‏‏.‏ قَالَ ‏"‏ وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏‏.‏

    Sunnah.com · 2026-10-04

  4. Lokator sumber · 6082

    Bacalah qul huwallāhu aḥad dan Al-Mu'awwiżatān ketika memasuki petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka ia akan mencukupkanmu dari segala sesuatu

    Abdullah bin Khubaib -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Kami keluar di suatu malam yang hujan dan sangat gelap untuk mencari Rasulullah ﷺ; agar beliau mengimami kami salat sampai aku mendapati beliau. Beliau bersabda, "Katakanlah?" Tetapi aku tidak mengucapkan apa-apa. Kemudian beliau berkata lagi, "Katakanlah." Tetapi aku tetap tidak mengucapkan apa-apa. Beliau bersabda, "Katakanlah." Aku bertanya, "Apa yang aku akan katakan?" Beliau bersabda, "Bacalah qul huwallāhu aḥad dan Al-Mu'awwiżatān ketika memasuki petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka ia akan mencukupkanmu dari segala sesuatu."

    Penilaian sumber tambahan

    Sunnah.com · Jami` at-Tirmidhi 3575 — Hasan (Darussalam) (2026-10-04).

    Label sumber berbeda. Keduanya ditampilkan sesuai sumber dan tidak diselaraskan atau diperingkat oleh aplikasi ini.

    Teks Arab HadeethEnc tidak disertakan karena cakupan izin redistribusinya belum jelas.

  5. Lokator sumber · 6093

    Siapa yang membaca: Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'asmihī syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm (Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan secara tiba-tiba hingga memasuki waktu subuh

    Abān bin Uṡmān meriwayatkan, Aku mendengar Uṡmān bin Affān -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca: Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'asmihī syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm (Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan secara tiba-tiba hingga memasuki waktu subuh. Siapa yang membacanya ketika pagi tiga kali, tidak akan ditimpa keburukan yang tiba-tiba hingga memasuki waktu sore." Ternyata Abān bin Uṡmān ditimpa stroke sebelah, sehingga laki-laki yang mendengar hadis itu menatapnya, maka ia berkata, "Ada apa engkau menatapku? Demi Allah! Aku tidak pernah berdusta atas nama Uṡmān, tidak juga Uṡmān berdusta atas nama Nabi ﷺ. Akan tetapi, pada hari ketika aku ditimpa musibah itu, aku sedang marah lalu lupa membaca doa ini."

    Lafaz Arab dari sumber terpisah

    Teks Arab ini memiliki sumber terpisah dari terjemahan HadeethEnc. Aplikasi ini mempertahankan kedua lafaz sumber secara terpisah.

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Buka sumber Arab · Sunan Abi Dawud 5088 · Sahih (Al-Albani)

    Riwayat sumber Arab lengkap

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ ، حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ ، عَمَّنْ سَمِعَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ ، يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ، - يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ - يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِيَ ‏" ‏.‏ قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَىَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ وَلاَ كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلَكِنَّ الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا ‏.‏

    Sunnah.com · 2026-10-04

  6. Lokator sumber · 3008

    Apabila Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki waktu sore hari, beliau mengucapkan, "Kami memasuki waktu sore hari dan segala kekuasaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya."

    Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, Apabila Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki waktu sore hari, beliau mengucapkan, "Kami memasuki waktu sore hari dan segala kekuasaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya." Perawi berkata, "Aku lihat beliau membaca (dalam doa itu), "Bagi-Nya-lah segala kekuasaan dan bagi-Nya-lah segala puji dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan yang terdapat setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ada di malam ini dan kejelekan yang terdapat setelahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadamu dari kemalasan dan kejelekan umur tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan azab kubur." Apabila beliau berada di pagi hari, beliau mengucapkan doa itu juga, "Kami memasuki waktu pagi dan segala kekuasaan hanya milik Allah."

    Lafaz Arab dari sumber terpisah

    Teks Arab ini memiliki sumber terpisah dari terjemahan HadeethEnc. Aplikasi ini mempertahankan kedua lafaz sumber secara terpisah.

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ

    Buka sumber Arab · Sahih Muslim 2723a

    Riwayat sumber Arab lengkap

    حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُوَيْدٍ النَّخَعِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمْسَى قَالَ ‏"‏ أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ الْحَسَنُ فَحَدَّثَنِي الزُّبَيْدُ أَنَّهُ حَفِظَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ فِي هَذَا ‏"‏ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ ‏"‏ ‏.‏

    Sunnah.com · 2026-10-04

  7. Lokator sumber · 5508

    Sungguh, setelah meninggalkanmu aku telah membaca empat kalimat sebanyak tiga kali; sekiranya ditimbang dengan semua yang kamu baca sejak pagi ini niscaya akan mengalahkannya

    Ummul Mukminin Juwairiyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Nabi ﷺ keluar meninggalkannya pagi hari ketika salat Subuh, sementara dia sedang di tempat salatnya. Beliau kemudian kembali setelah waktu duha sementara dia masih duduk, maka beliau bertanya, "Kamu masih dalam keadaan ketika aku meninggalkanmu?" Dia menjawab, "Ya." Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh, setelah meninggalkanmu aku telah membaca empat kalimat sebanyak tiga kali; sekiranya ditimbang dengan semua yang kamu baca sejak pagi ini niscaya akan mengalahkannya, yaitu: Subḥānallāhi wa biḥamdihi 'adada khalqihi wa riḍā nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midāda kalimātihi (Mahasuci Allah, dan aku memuji-Nya sejumlah bilangan makhluk-Nya, sejauh rida jiwa-Nya, seberat Arasy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya)."

    Lafaz Arab dari sumber terpisah

    Teks Arab ini memiliki sumber terpisah dari terjemahan HadeethEnc. Aplikasi ini mempertahankan kedua lafaz sumber secara terpisah.

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادِ كَلِمَاتِهِ

    Buka sumber Arab · Sahih Muslim 2726a

    Riwayat sumber Arab lengkap

    حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ ، - وَاللَّفْظُ لاِبْنِ أَبِي عُمَرَ - قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، عَنْ جُوَيْرِيَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ ‏"‏ مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادِ كَلِمَاتِهِ ‏" ‏.‏

    Sunnah.com · 2026-10-04

  8. Lokator sumber · 3567

    Zikir yang paling utama ialah lā ilāha illallāh, dan doa paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh

    Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Zikir yang paling utama ialah lā ilāha illallāh, dan doa paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh."

  9. Lokator sumber · 5475

    Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: subḥānallāh (Mahasuci Allah), alḥamdulillāh (segala puji bagi Allah), lā ilāha illallāh (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan allāhu akbar (Allah Mahabesar). Tidak masalah dari mana pun engkau memulai

    Samurah bin Jundub -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: subḥānallāh (Mahasuci Allah), alḥamdulillāh (segala puji bagi Allah), lā ilāha illallāh (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan allāhu akbar (Allah Mahabesar). Tidak masalah dari mana pun engkau memulai."

  10. Lokator sumber · 5507

    Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang

    Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang: subḥānallāhil-'aẓīm, subḥānallāh wa biḥamdih (Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dengan sembari memuji-Nya)."

  11. Lokator sumber · 6211

    Sungguh bila aku mengucapkan, 'Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang hak selain Allah, dan Allah Mahabesar)', itu lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)

    Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh bila aku mengucapkan, 'Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang hak selain Allah, dan Allah Mahabesar)', itu lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)."

  12. Lokator sumber · 5477

    Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Lā ilāha illallāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, walḥamdulillāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mahasuci Allah. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (daya dan upaya) Allah)

    Dari Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Lā ilāha illallāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, walḥamdulillāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mahasuci Allah. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (daya dan upaya) Allah)

  13. Lokator sumber · 6273

    Siapa mengucapkan, "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Allah Maha Besar," Tuhannya pun membenarkannya lalu berfirman, "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan Aku Mahabesar."

    Dari Abu Sa'īd Al-Khudri dan Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhumā-, keduanya bersaksi terhadap Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Siapa mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Allah Mahabesar.' Tuhannya pun membenarkannya lalu berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan Aku Maha Besar.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya.' Nabi bersabda, "Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Ku.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian.' Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, milik-Ku kerajaan dan bagi-Ku segala pujian.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari Allah.' Allah pun berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari-Ku.' Nabi bersabda, "Siapa mengucapkan zikir ini ketika sakit lalu ia meninggal dunia, niscaya api neraka tidak akan melahapnya."

  14. Lokator sumber · 5511

    Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka

    Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka."

  15. Lokator sumber · 65906

    Siapa yang membaca, 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin rasūlan (Aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai rasulku)', dia pasti mendapatkan surga

    Abu Sa‘īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca, 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin rasūlan (Aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai rasulku)', dia pasti mendapatkan surga."

  16. Lokator sumber · 2932

    Wahai ‘Abbās, wahai paman Rasulullah! Mintalah kepada Allah keafiatan di dunia dan akhirat

    Al-'Abbās bin Abdul Muṭṭalib -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku berkata, "Wahai Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku sesuatu yang akan aku minta kepada Allah ﷻ." Beliau menjawab, "Mintalah kepada Allah keafiatan." Aku lantas diam beberapa hari, kemudian menemui beliau lagi dan berkata, "Wahai Rasulullah! Ajarkanlah aku sesuatu yang aku minta kepada Allah." Beliau berkata kepadaku, "Wahai ‘Abbās, wahai paman Rasulullah! Mintalah kepada Allah keafiatan di dunia dan akhirat."

  17. Lokator sumber · 5482

    Ya Allah! Perbaikilah agamaku yang merupakan benteng urusanku

    Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ biasa berdoa, "Ya Allah! Perbaikilah agamaku yang merupakan benteng urusanku, perbaiki duniaku yang menjadi tempat hidupku, dan perbaiki akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kelangsungan hidup sebagai penambah segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematian sebagai pemutus dari segala keburukan bagiku."

  18. Lokator sumber · 5483

    Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)

    Abu Musa Al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa dengan doa ini, "Rabbi-gfir lī khaṭī`atī wa jahlī, wa isrāfī fī amrī kullihi, wa mā anta a'lamu bihi minnī. Allāhumma-gfir lī khaṭāyāya, wa 'amdī wa jahlī wa hazlī, wa kullu żālika 'indī. Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, Antal-muqaddimu wa Antal-mu`akhkhiru, wa Anta alā kulli syai`in qadīr (Ya Tuhanku! Ampuni kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku seluruhnya, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kesengajaanku, seriusku dan main-mainku; karena semua itu ada padaku. Ya Allah! Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kurahasiakan dan yang kutampakkan. Engkau Yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan; Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu)."

  19. Lokator sumber · 5485

    Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat

    Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa-doa ini saat memasuki waktu sore dan pagi: "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah! Tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah! Jagalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Aku juga berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku."

  20. Lokator sumber · 5487

    Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui

    Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarinya doa berikut: "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, baik yang segera (di dunia) ataupun yang tertunda (di akhirat), baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang pernah dimohonkan oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang dimohonkan perlindungannya oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu. Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku juga memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap takdir yang Engkau tentukan untukku adalah kebaikan."