Penjelasan fiqh independen

Salat, langkah demi langkah

Garis besar salat berdiri menurut mazhab Syafi'i, dengan catatan bersumber tentang qunut Subuh dan posisi duduk di empat mazhab.

Ini adalah ringkasan belajar independen, bukan fatwa atau buku panduan salat lengkap. Isinya menjelaskan gerakan dan beberapa klasifikasi Syafi'i. Kutipan Arab pilihan diambil persis dari riwayat hadis yang ditautkan; kutipan itu tidak menetapkan klasifikasi mazhab atau menjadikan halaman ini bacaan salat lengkap. Al-Fatihah dan transliterasi tersendiri yang dibuat aplikasi ini tidak disertakan.

Sumber yang dicantumkan telah diperiksa; penjelasan dalam panduan ini belum ditelaah secara independen oleh ulama.

Urutan salat biasa

LANGKAH 01

Bersiap untuk salat

Untuk keadaan biasa, pastikan waktu salat telah masuk; Anda memiliki wudu; tubuh, pakaian, dan tempat bebas dari najis; bagian yang wajib ditutup telah tertutup; dan Anda menghadap kiblat. Pengecualian dan rincian syarat tidak dibahas di sini.

Sebelum salat; rincian syarat bergantung keadaan

Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestions 36, 138, 172 and 177, pp. 81–82, 133, 149–150 and 153
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
Qibla: Frequently asked questionsQibla FAQ question 1; four-school baseline and Shafi'i detail
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, Malaysia2020-01-20Qibla FAQ, question 1; dated 20 January 2020, states the condition across four schools and gives Shafi'i detail.

Catatan Subuh Syafi'i

Qunut adalah amalan sunnah yang terkait mazhab tertentu. Panduan ini tidak menyebutnya kewajiban universal dan tidak menampilkan lafaznya.

  1. Qunut pada rakaat terakhir Subuh

    Sangat dianjurkan dalam sumber Syafi'i yang dirujuk

    Dalam mazhab Syafi'i, qunut dianjurkan setelah bangkit tegak dari rukuk pada rakaat terakhir Subuh. Sumber menyebut sujud sahwi jika ditinggalkan; lafaz bacaan tidak ditampilkan.

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 152, pp. 141–142
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Prayer question 152, pp. 141–142; cites al-Nawawi, al-Majmu' 4:290.
    What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Perbandingan empat mazhab

Pilihan ini membandingkan rincian bersumber tentang qunut Subuh biasa, qunut Witir, duduk akhir, dan mengangkat tangan saat takbir pembuka. Sumber Witir yang dirujuk membahas pandangan Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali; sumber itu tidak membahas mazhab Maliki sehingga perbandingan tersebut tidak ditampilkan.

Syafi'i / Shafi'i · Dipilih

Qunut pada Subuh biasa

Sunnah; sumber menyebut sujud sahwi bila ditinggalkan

Ringkasan Syafi'i yang dirujuk menganjurkan qunut setelah berdiri tegak dari rukuk pada rakaat terakhir. Sumber menyebut sujud sahwi jika qunut ditinggalkan; lafaznya tidak dimuat di sini.

Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 152, pp. 141–142; al-Nawawi, al-Majmu' 4:290
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Prayer question 152, pp. 141–142; cites al-Nawawi, al-Majmu' 4:290.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Posisi duduk

Rincian Syafi'i yang diakui; variasi internal dicatat

Jawaban perbandingan Kantor Mufti Wilayah Persekutuan menyebut iftirasy untuk duduk akhir salat dua rakaat dan tawarruk untuk duduk akhir salat tiga dan empat rakaat. Jawaban itu juga mencatat ulama besar Syafi'i yang menerapkan tawarruk pada salat dua rakaat. Jawaban ulama Syafi'i lain mengutip al-Majmu' karya al-Nawawi untuk tawarruk pada duduk akhir, termasuk salat dua rakaat. Keduanya disajikan sebagai penjelasan dengan atribusi terpisah dan tidak disatukan menjadi satu aturan.

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Nawawi, al-Majmu' 1:429
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
The tawarruk style of sitting in the prayerQibla.com answer; cites al-Nawawi, al-Majmu'
Rincian sumber
Jawaban ulama · Qibla.com answer indexed by IslamQA.orgAnswered by Shaykh Ali Hani; translated by Shazia AhmadAnswer to a question on two-rak'ah prayers; cites al-Nawawi, al-Majmu' on iftirash in the first sitting and tawarruk in the final sitting, including a two-rak'ah prayer.Jawaban ulama ini adalah salah satu penjelasan Syafi'i yang bersumber; perbandingan kelembagaan yang dirujuk mencatat rincian berbeda untuk salat dua rakaat.

Qunut pada salat Witir

Dianjurkan dalam ringkasan Syafi'i yang dirujuk

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut mazhab Syafi'i menganjurkan qunut pada Witir di paruh kedua Ramadan.

Juristic views on qunut in Witr and Fajr prayersFatwa 23880
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta1956-01-27Fatwa 23880.

Mengangkat tangan saat takbir pembuka

Gerakan sunnah; posisi tangan laki-laki dinisbatkan kepada Diyanet

Perbandingan Diyanet menggambarkan laki-laki dalam mazhab Syafi'i mengangkat kedua tangan setinggi bahu saat takbir pembuka. Sumber ini tidak merinci posisi tangan perempuan menurut mazhab tersebut.

Fatwas of the High Board of Religious AffairsPrayer question 158, pp. 144–145
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
Buka panduan lengkap, perbandingan, dan lafaz pilihan

Urutan salat biasa

  1. Bersiap untuk salat

    Untuk keadaan biasa, pastikan waktu salat telah masuk; Anda memiliki wudu; tubuh, pakaian, dan tempat bebas dari najis; bagian yang wajib ditutup telah tertutup; dan Anda menghadap kiblat. Pengecualian dan rincian syarat tidak dibahas di sini.

    Sebelum salat; rincian syarat bergantung keadaan

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestions 36, 138, 172 and 177, pp. 81–82, 133, 149–150 and 153
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    Qibla: Frequently asked questionsQibla FAQ question 1; four-school baseline and Shafi'i detail
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, Malaysia2020-01-20Qibla FAQ, question 1; dated 20 January 2020, states the condition across four schools and gives Shafi'i detail.
  2. Berdiri, berniat, lalu memulai

    Berdirilah untuk urutan salat biasa dan niatkan salat dalam hati saat memulai dengan takbir pembuka. Lafaz takbir sengaja tidak dicetak di sini.

    Rukun Syafi'i mencakup berdiri jika mampu, niat, dan takbir pembuka

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Al-Kafi #692: Is it enough to make the intention for prayer in this way?Al-Kafi #692; intention accompanies opening takbir
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaUmar Mukhtar Mohd Noor2018-01-15Al-Kafi #692; discusses the Shafi'i requirement that intention be in the heart with the opening takbir.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
  3. Baca Al-Fatihah

    Dalam mazhab Syafi'i, Al-Fatihah adalah rukun pada setiap rakaat. Halaman ini tidak menampilkan teks Arab atau transliterasinya.

    Rukun pada setiap rakaat

    Al-Kafi #1271: The imam omitted one verse of Al-FatihaAl-Kafi #1271; Al-Fatiha in every prayer unit
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAdmin PMWP2019-06-01Al-Kafi #1271; summarizes the Shafi'i treatment of Al-Fatiha in every rak'ah.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 149, pp. 140–141; cites Mughni al-Muhtaj 1:240–248
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  4. Bacaan tambahan dianjurkan

    Ringkasan Syafi'i yang dirujuk menganjurkan bacaan Al-Qur'an tambahan setelah Al-Fatihah. Panduan ini tidak menentukan surah atau menampilkan lafaz bacaan.

    Sunnah menurut sumber Syafi'i yang dirujuk

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 149, pp. 140–141; cites Mughni al-Muhtaj 1:240–248
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  5. Rukuk dan berhenti sejenak

    Bungkukkan badan dari posisi berdiri, letakkan tangan di lutut, sejajarkan kepala dengan punggung, lalu berhenti sejenak sebelum bangkit. Sumber Syafi'i memasukkan rukuk dan tumakninah sebagai rukun gerakan salat.

    Rukun beserta tumakninah

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; physical pillars include bowing
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    How to perform Prayer (Salah)Steps 7–8; hand placement and head-to-back alignment
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-IftaPerforming the Prayer, steps 7–10; the bowing description says to place hands on knees and keep the head in line with the back.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 150, p. 141; cites al-Hidayah 1:204–205 and Ibn Rushd, Bidayat al-Mujtahid 1:135
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  6. Bangkit hingga tegak

    Kembali berdiri tegak setelah rukuk dan berhenti sejenak sebelum beralih. Berdiri tegak kembali adalah rukun gerakan Syafi'i yang terpisah.

    Rukun beserta tumakninah

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; upright standing after bow is a physical pillar
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 150, p. 141
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  7. Sujud dan berhenti sejenak

    Bergerak menuju sujud dan tenang sejenak. Dar Al-Ifta menjelaskan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan jari-jari kaki menyentuh lantai; ringkasan Syafi'i memasukkan sujud beserta tumakninah sebagai rukun.

    Rukun; dua kali sujud pada setiap rakaat

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; physical pillars include prostration
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 153, pp. 142–143; cites Ibn Qudamah, al-Mughni 2:193–196
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    How to perform Prayer (Salah)Step 9; forehead, nose, both palms, knees and toes on the floor
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-IftaPerforming the Prayer, steps 7–10; the bowing description says to place hands on knees and keep the head in line with the back.
  8. Duduk di antara dua sujud

    Bangkit ke posisi duduk di antara dua sujud dan berhenti sejenak sebelum sujud kembali. Penjelasan Syafi'i yang dirujuk menggunakan iftirasy di sini: duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan.

    Duduk dengan tumakninah adalah rukun; iftirasy dianjurkan

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; sitting between prostrations is a physical pillar
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 150, p. 141
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
  9. Sujud untuk kedua kalinya

    Selesaikan sujud kedua pada rakaat itu dan berhenti sejenak. Ulangi urutan gerakan utama yang sama untuk setiap rakaat berikutnya.

    Rukun; lakukan dua kali pada setiap rakaat

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 153, pp. 142–143
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
  10. Duduk setelah rakaat kedua jika salat berlanjut

    Dalam salat tiga atau empat rakaat, duduklah setelah rakaat kedua sebelum berdiri untuk rakaat berikutnya. Penjelasan Syafi'i yang dirujuk menggambarkan iftirasy pada posisi ini: duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan. Lafaz bacaan tidak ditampilkan dan duduk ini tidak digolongkan di sini sebagai syarat sah.

    Rincian urutan; tidak digolongkan sebagai syarat sah di sini

    Reciting the tashahud during prayersFatwa 6495
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2013-08-25Fatwa 6495; cites al-Bajuri's commentary on Sharh Ibn Qasim and Matn Abi Shuja'.
    Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Majmu' 1:429
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
  11. Selesaikan duduk akhir dan akhiri salat

    Pada duduk akhir, sempurnakan tasyahud dan selawat yang diwajibkan, lalu akhiri dengan salam pertama. Lafaz pilihan ditampilkan di bawah sebagai riwayat hadis yang terpisah; ini bukan penetapan bacaan menurut mazhab tertentu. Salam kedua memiliki pembahasan tersendiri dan tidak disebut wajib pada halaman ini.

    Duduk akhir, tasyahud, selawat, dan salam pertama adalah rukun

    Al-Kafi #1436: Repeating the first salām twiceAl-Kafi #1436; al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Majmu' 3:475–476
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaTengku Ibrahim Helmi2019-11-20Al-Kafi #1436; cites al-Taqrirat al-Sadidah, pp. 208–209; al-Nawawi, al-Majmu' 3:475–476; al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:385; and al-Nawawi, Rawdat al-Talibin 1:267–268.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Catatan Subuh Syafi'i

  1. Qunut pada rakaat terakhir Subuh

    Dalam mazhab Syafi'i, qunut dianjurkan setelah bangkit tegak dari rukuk pada rakaat terakhir Subuh. Sumber menyebut sujud sahwi jika ditinggalkan; lafaz bacaan tidak ditampilkan.

    Sangat dianjurkan dalam sumber Syafi'i yang dirujuk

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 152, pp. 141–142
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Prayer question 152, pp. 141–142; cites al-Nawawi, al-Majmu' 4:290.
    What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Lafaz pilihan dalam riwayat hadis

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magrib

Salah satu doa pembuka yang diriwayatkan setelah takbir pembuka; pilihan ini tidak mencakup semua riwayat.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Sahih al-Bukhari 744 · Call to Prayers (Adhaan) · What to say after the Takbir

Label derajat HadeethEnc: Sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan,

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ berdiam diri sejenak setelah bertakbir ketika salat sebelum membaca Al-Fātiḥah. Lantas aku bertanya, "Wahai Rasulullah, bapak dan ibuku sebagai tebusanmu! Kabari aku tentang diammu antara ucapan takbir dan bacaan Al-Fātiḥah, apa yang engkau baca?" Beliau menjawab, "Aku membaca: Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magrib. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhumma-gsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā`i wal-barad (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dengan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari noda. Ya Allah, basuhlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan es)."

Atribusi HadeethEnc: Muttafaq 'alaih

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 0b81c78c10839b42baf6463cc7e44c1e62ab2cccccd47f696bc35f7ea444b13d

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً ـ قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ هُنَيَّةً ـ فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ قَالَ ‏"‏ أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ‏"‏‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Suatu malam aku salat bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau memulai dengan bacaan Al-Baqarah.

Lafaz ini diriwayatkan saat rukuk dalam Sahih Muslim 772.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Lafaz ini diriwayatkan saat sujud dalam Sahih Muslim 772.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

Sahih Muslim 772 · The Book of Prayer - Travellers · It is recommended to recite for a long time in the night prayers

Label derajat HadeethEnc: Hadis sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Dari Hużaifah bin Al-Yamān -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Suatu malam aku salat bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau memulai dengan bacaan Al-Baqarah. Aku berkata (dalam hati), "Mungkin beliau akan rukuk kalau sudah seratus ayat." Ternyata beliau meneruskan bacaannya. Aku berkata (dalam hati), "Mungkin beliau akan rukuk setelah membaca surah Al-Baqarah." Ternyata beliau meneruskan bacaannya. Aku berkata (dalam hati), "Beliau akan rukuk". Selanjutnya beliau baca surah An-Nisā` dan beliau membacanya sampai selesai. Setelah itu beliau membaca surah Āli 'Imrān. Beliau membaca seluruhnya dengan bacaan perlahan-lahan . Jika melewati ayat yang mengandung tasbih, beliau pun bertasbih. Jika melewati ayat yang menyuruh memohon, beliau pun memohon. Jika melewati ayat yang menyuruh untuk memohon perlindungan, beliau pun memohon perlindungan. Setelah itu beliau rukuk dan membaca, "Subḥāna Rabbiyal 'Aẓīmi" (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung). Lamanya rukuk beliau sama dengan lamanya berdiri. Lantas beliau mengucapkan, "Sami'allāhu liman Ḥamidah. Rabbanā Lakal Ḥamdu" (Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mulah segala pujian), selanjutnya beliau berdiri lama hampir sama lamanya dengan rukuk, lalu bersujud dan membaca, "Subḥāna Rabbiyal A'lā" (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Luhur). Lamanya sujud beliau hampir sama dengan lamanya berdiri.

Atribusi HadeethEnc: Diriwayatkan oleh Muslim

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 3e8acbf29a18ddb820b7176f3d1f1eabcff643c442984ad614f99885958928ae

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ ح وَحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ ، جَمِيعًا عَنْ جَرِيرٍ ، كُلُّهُمْ عَنِ الأَعْمَشِ ، ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا أَبِي ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ ، عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ الأَحْنَفِ ، عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ ، عَنْ حُذَيْفَةَ ، قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ‏.‏ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ‏.‏ ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلاً إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ ‏"‏ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ‏"‏ ‏.‏ فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَامَ طَوِيلاً قَرِيبًا مِمَّا رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَقَالَ ‏"‏ سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى ‏"‏ ‏.‏ فَكَانَ سُجُودُهُ قَرِيبًا مِنْ قِيَامِهِ ‏.‏ قَالَ وَفِي حَدِيثِ جَرِيرٍ مِنَ الزِّيَادَةِ فَقَالَ ‏"‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ"‏ ‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh, aku yang paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ. Seperti inilah salat beliau hingga meninggal dunia

Sahih al-Bukhari 803 mencatat lafaz ini dalam keterangan Abu Hurairah tentang praktik salatnya.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sahih al-Bukhari 803 mencatat lafaz ini dalam keterangan Abu Hurairah tentang praktik salatnya.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Sahih al-Bukhari 803 · Call to Prayers (Adhaan) · One should say Takbir while going in prostration

Label derajat HadeethEnc: Sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mencontohkan,

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mencontohkan, Dia bertakbir di setiap salat fardu dan salat lainnya pada bulan Ramadan dan lainnya. Ia bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika rukuk, kemudian mengucapkan "sami'allāhu liman ḥamidah" lalu membaca "rabbanā walakal-ḥamdu" sebelum sujud, kemudian mengucapkan "allāhu akbar" ketika turun sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepala dari sujud, kemudian bertakbir ketika bangun dari duduk setelah dua rakaat. Ia melakukan itu di setiap rakaat hingga salatnya selesai, kemudian setelah salam ia berkata, "Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh, aku yang paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ. Seperti inilah salat beliau hingga meninggal dunia."

Atribusi HadeethEnc: Muttafaq 'alaih

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 53508f5a33dc6eacaa0fcf49eaa49ca402c0de1ec66bf651675f74f16616cecb

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يُكَبِّرُ فِي كُلِّ صَلاَةٍ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ وَغَيْرِهَا فِي رَمَضَانَ وَغَيْرِهِ، فَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ، ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ يَقُولُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ حِينَ يَهْوِي سَاجِدًا، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنَ الْجُلُوسِ فِي الاِثْنَتَيْنِ، وَيَفْعَلُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ حَتَّى يَفْرُغَ مِنَ الصَّلاَةِ، ثُمَّ يَقُولُ حِينَ يَنْصَرِفُ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لأَقْرَبُكُمْ شَبَهًا بِصَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنْ كَانَتْ هَذِهِ لَصَلاَتَهُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Pada saat Nabi ﷺ (duduk) di antara dua sujud, beliau mengucapkan, "Allāhummagfirlī, warḥamnī, wa 'āfinī, wahdinī, warzuqnī (Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku rahmat, selamatkanlah aku, tunjukilah aku dan anugerahkanlah rezeki kepadaku)

Lafaz lima bagian yang diriwayatkan di antara dua sujud; dipisahkan dari lafaz riwayat lain yang ditampilkan di sini.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

Sunan Abi Dawud 850 · Prayer (Kitab Al-Salat) · The Supplication Between The Two Prostration

Label derajat HadeethEnc: Hasan berdasarkan syahid-syahidnya · Label derajat yang ditampilkan Sunnah.com: Hasan (Al-Albani)

Label masing-masing sumber dipertahankan terpisah; aplikasi ini tidak menyelaraskan atau memilihnya.

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan,

Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Pada saat Nabi ﷺ (duduk) di antara dua sujud, beliau mengucapkan, "Allāhummagfirlī, warḥamnī, wa 'āfinī, wahdinī, warzuqnī (Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku rahmat, selamatkanlah aku, tunjukilah aku dan anugerahkanlah rezeki kepadaku)."

Atribusi HadeethEnc: HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 7e7633643876e37f14f738ecc96219334c0a89c58c2bd9415e782c90a5f85684

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْعُودٍ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا كَامِلٌ أَبُو الْعَلاَءِ، حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ ‏"‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي ‏"‏ ‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Nabi ﷺ biasa membaca di antara dua sujud: rabbi-gfir lī, rabbi-gfir lī (Tuhanku, ampunilah aku. Tuhanku, ampunilah aku)

Lafaz permohonan ampun yang berulang dan diriwayatkan di antara dua sujud; dipisahkan dari lafaz riwayat lain yang ditampilkan di sini.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي

Sunan Ibn Majah 897 · Establishing the Prayer and the Sunnah Regarding Them · What is to be said between the two prostrations

Label derajat HadeethEnc: Sahih · Label derajat yang ditampilkan Sunnah.com: Sahih (Darussalam)

Label masing-masing sumber dipertahankan terpisah; aplikasi ini tidak menyelaraskan atau memilihnya.

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan,

Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ biasa membaca di antara dua sujud: rabbi-gfir lī, rabbi-gfir lī (Tuhanku, ampunilah aku. Tuhanku, ampunilah aku).

Atribusi HadeethEnc: HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 43b14e7c237141bfb1b29388a70cf8d93e8baa27943b1d3ca9720ef7ddc0cb31

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ ، حَدَّثَنَا الْعَلاَءُ بْنُ الْمُسَيَّبِ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَزِيدَ ، عَنْ حُذَيْفَةَ ، ح وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ ، عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ الأَحْنَفِ ، عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ ، عَنْ حُذَيْفَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ ‏"‏ رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي ‏"‏ ‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Dahulu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengajarkan kami bacaan tasyahud sebagaimana mengajarkan kami surah Al-Qur'ān.

Salah satu lafaz riwayat dari Ibnu 'Abbas dalam Sahih Muslim 403a; tidak disimpulkan sebagai pilihan mazhab tertentu.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Sahih Muslim 403a · The Book of Prayers · The Tashah-hud In The Prayer

Label derajat HadeethEnc: Hadis sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-, dia berkata: Dahulu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengajarkan kami bacaan tasyahud sebagaimana mengajarkan kami surah Al-Qur'ān, beliau membacakan (doanya), "At-taḥiyyātul-mubārakātu, aṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh, assalāmu'alaika ayyuhannabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuhu, assalāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhi aṣ-ṣāliḥīn, asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna muḥammadan rasūlullāh," (Segala ucapan selamat, keberkahan, selawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya). Dan dalam riwayat Ibnu Rumḥ disebutkan, “sebagaimana beliau mengajarkan kami Al-Qur'ān."

Atribusi HadeethEnc: Diriwayatkan oleh Muslim

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 61b12b6e51937220b06fb96aa1ed3ece56a5586fe6531366a367239992717683

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، وَعَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ فَكَانَ يَقُولُ ‏"‏ التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ‏" ‏ ‏.‏ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ رُمْحٍ كَمَا يُعَلِّمُنَا الْقُرْآنَ ‏.‏

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?'

Lafaz yang diriwayatkan dalam riwayat Ka'b bin 'Ujrah pada Sahih al-Bukhari 6357.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Sahih al-Bukhari 6357 · Invocations · As-Salat upon the Prophet (saws)

Label derajat HadeethEnc: Sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Abdurrahman bin Abu Lailā meriwayatkan, ia berkata, "Aku bertemu dengan Ka'ab bin 'Ujrah, dia berkata, "Maukah engkau kuberi sebuah hadiah?"

Abdurrahman bin Abu Lailā meriwayatkan, ia berkata, "Aku bertemu dengan Ka'ab bin 'Ujrah, dia berkata, "Maukah engkau kuberi sebuah hadiah?" "Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?' Beliau bersabda, 'Ucapkanlah: Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā ṣallaita 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā bārakta 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. (Ya Allah! berikanlah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan selawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah! berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia)'."

Atribusi HadeethEnc: Muttafaq 'alaih

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 0024b368e102be6b88bbfa8eed9178116a8f697d6b02be9909d2f7629a991c1c

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا الْحَكَمُ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى، قَالَ لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلاَ أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً، إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ عَلَيْنَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكَ، فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ ‏"‏ فَقُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ‏"‏‏.‏

Rujukan tambahan: Sahih Muslim 406a

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Aku pernah salat bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersalam ke kanan dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh," dan juga ke kiri dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh

Lafaz salam ke kanan dalam riwayat Wa'il bin Hujr, Sunan Abi Dawud 997.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Lafaz salam ke kiri dalam riwayat Wa'il bin Hujr, Sunan Abi Dawud 997.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Sunan Abi Dawud 997 · Prayer (Kitab Al-Salat) · Regarding The Salam

Label derajat HadeethEnc: Hasan · Label derajat yang ditampilkan Sunnah.com: Sahih (Al-Albani)

Label masing-masing sumber dipertahankan terpisah; aplikasi ini tidak menyelaraskan atau memilihnya.

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

Wā`il bin Ḥujr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan,

Wā`il bin Ḥujr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku pernah salat bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersalam ke kanan dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh," dan juga ke kiri dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh."

Atribusi HadeethEnc: HR. Abu Daud

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: 4f7479f0a97eb442fa9fe7c614ad1579ddf192640d3f7bacda5aee5aa3a4aee8

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ قَيْسٍ الْحَضْرَمِيُّ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ ‏"‏ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ‏"‏ وَعَنْ شِمَالِهِ ‏"‏ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ ‏"‏.‏

Perbandingan empat mazhab

Syafi'i / Shafi'i

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Qunut pada Subuh biasa

Ringkasan Syafi'i yang dirujuk menganjurkan qunut setelah berdiri tegak dari rukuk pada rakaat terakhir. Sumber menyebut sujud sahwi jika qunut ditinggalkan; lafaznya tidak dimuat di sini.

Sunnah; sumber menyebut sujud sahwi bila ditinggalkan

Fatwas of the High Board of Religious AffairsQuestion 152, pp. 141–142; al-Nawawi, al-Majmu' 4:290
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Prayer question 152, pp. 141–142; cites al-Nawawi, al-Majmu' 4:290.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Posisi duduk

Jawaban perbandingan Kantor Mufti Wilayah Persekutuan menyebut iftirasy untuk duduk akhir salat dua rakaat dan tawarruk untuk duduk akhir salat tiga dan empat rakaat. Jawaban itu juga mencatat ulama besar Syafi'i yang menerapkan tawarruk pada salat dua rakaat. Jawaban ulama Syafi'i lain mengutip al-Majmu' karya al-Nawawi untuk tawarruk pada duduk akhir, termasuk salat dua rakaat. Keduanya disajikan sebagai penjelasan dengan atribusi terpisah dan tidak disatukan menjadi satu aturan.

Rincian Syafi'i yang diakui; variasi internal dicatat

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Nawawi, al-Majmu' 1:429
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
The tawarruk style of sitting in the prayerQibla.com answer; cites al-Nawawi, al-Majmu'
Rincian sumber
Jawaban ulama · Qibla.com answer indexed by IslamQA.orgAnswered by Shaykh Ali Hani; translated by Shazia AhmadAnswer to a question on two-rak'ah prayers; cites al-Nawawi, al-Majmu' on iftirash in the first sitting and tawarruk in the final sitting, including a two-rak'ah prayer.Jawaban ulama ini adalah salah satu penjelasan Syafi'i yang bersumber; perbandingan kelembagaan yang dirujuk mencatat rincian berbeda untuk salat dua rakaat.

Qunut pada salat Witir

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut mazhab Syafi'i menganjurkan qunut pada Witir di paruh kedua Ramadan.

Dianjurkan dalam ringkasan Syafi'i yang dirujuk

Juristic views on qunut in Witr and Fajr prayersFatwa 23880
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta1956-01-27Fatwa 23880.

Mengangkat tangan saat takbir pembuka

Perbandingan Diyanet menggambarkan laki-laki dalam mazhab Syafi'i mengangkat kedua tangan setinggi bahu saat takbir pembuka. Sumber ini tidak merinci posisi tangan perempuan menurut mazhab tersebut.

Gerakan sunnah; posisi tangan laki-laki dinisbatkan kepada Diyanet

Fatwas of the High Board of Religious AffairsPrayer question 158, pp. 144–145
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Hanafi

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Qunut pada Subuh biasa

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut mazhab Hanafi tidak menetapkan qunut rutin pada Subuh; sumber itu mencatat hukum berbeda untuk qunut saat musibah.

Tidak ada qunut Subuh rutin dalam ringkasan yang dirujuk

What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895; also fatwa 4591
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Posisi duduk

Ringkasan perbandingan yang dirujuk kantor Mufti menyebut laki-laki menggunakan iftirasy pada duduk tasyahud pertama maupun akhir; sumber itu menyebut posisi berbeda bagi perempuan. Panduan ini tidak menggambar posisi berdasarkan gender.

Ringkasan perbandingan; pembedaan gender dipertahankan

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.

Qunut pada salat Witir

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut fikih Hanafi menetapkan qunut pada rakaat ketiga Witir dan tidak menetapkannya pada salat lain dalam ringkasan yang dirujuk.

Wajib dalam ringkasan Hanafi yang dirujuk

Juristic views on qunut in Witr and Fajr prayersFatwa 23880
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta1956-01-27Fatwa 23880.

Mengangkat tangan saat takbir pembuka

Perbandingan Diyanet menyebut laki-laki dalam mazhab Hanafi mengangkat kedua tangan setinggi cuping telinga saat takbir pembuka dan perempuan setinggi bahu.

Gerakan sunnah; perbedaan tinggi menurut gender dinisbatkan kepada Diyanet

Fatwas of the High Board of Religious AffairsPrayer question 158, pp. 144–145
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Maliki

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Qunut pada Subuh biasa

Pembahasan Maliki Dar Al-Ifta mencatat lebih dari satu posisi, dan menyebut sebelum rukuk sebagai pilihan yang diutamakan dalam pandangan yang dipilihnya. Panduan ini tidak meratakan transmisi tersebut menjadi satu praktik universal.

Dianjurkan; sumber mencatat perbedaan posisi

What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895; preferred placement discussed in answer
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Posisi duduk

Ringkasan perbandingan kantor Mufti menyebut tawarruk untuk duduk tasyahud akhir. Panduan singkat ini tidak menggunakannya untuk menetapkan seluruh urutan duduk Maliki.

Hanya duduk akhir dalam perbandingan ini

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.

Mengangkat tangan saat takbir pembuka

Perbandingan Diyanet menyebut laki-laki dalam mazhab Maliki, seperti laki-laki di mazhab non-Hanafi lain yang disebutnya, mengangkat kedua tangan setinggi bahu saat takbir pembuka. Sumber ini tidak merinci posisi tangan perempuan menurut mazhab tersebut.

Gerakan sunnah; posisi tangan laki-laki dinisbatkan kepada Diyanet

Fatwas of the High Board of Religious AffairsPrayer question 158, pp. 144–145
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Hanbali

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.
What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Qunut pada Subuh biasa

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut mazhab Hanbali tidak menetapkan qunut rutin pada Subuh; sumber itu mencatat hukum berbeda untuk qunut saat musibah.

Tidak ada qunut Subuh rutin dalam ringkasan yang dirujuk

What is the ruling on making qunut during the morning prayer?Fatwa 7895; also fatwa 4591
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta2015-02-26Fatwa 7895; compare also Dar Al-Ifta fatwa 23880 on Witr and Fajr qunut.

Posisi duduk

Untuk salat yang memiliki duduk tasyahud awal dan akhir secara terpisah, ringkasan perbandingan kantor Mufti menyebut iftirasy pada duduk awal dan tawarruk pada duduk akhir bagi laki-laki. Panduan ini tidak menyimpulkan bagaimana sumber tersebut menerapkan uraian itu pada salat dua rakaat.

Ringkasan perbandingan bagi laki-laki

Al-Kafi #623: Posisi Duduk Ketika Tasyahhud AkhirAl-Kafi #623; al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaAnswered by Muhammad Fahmi Rusli2017-05-22Al-Kafi #623; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:429 and al-Mawsu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 16:270.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul ditampilkan dalam bahasa sumber.

Qunut pada salat Witir

Perbandingan Dar Al-Ifta menyebut mazhab Hanbali menganjurkan qunut dalam Witir sepanjang tahun.

Dianjurkan sepanjang tahun dalam ringkasan Hanbali yang dirujuk

Juristic views on qunut in Witr and Fajr prayersFatwa 23880
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Egypt's Dar Al-Ifta1956-01-27Fatwa 23880.

Mengangkat tangan saat takbir pembuka

Perbandingan Diyanet menyebut laki-laki dalam mazhab Hanbali, seperti laki-laki di mazhab non-Hanafi lain yang disebutnya, mengangkat kedua tangan setinggi bahu saat takbir pembuka. Sumber ini tidak merinci posisi tangan perempuan menurut mazhab tersebut.

Gerakan sunnah; posisi tangan laki-laki dinisbatkan kepada Diyanet

Fatwas of the High Board of Religious AffairsPrayer question 158, pp. 144–145
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Cakupan dan penelaahan

  • Qunut berbeda menurut mazhab. Sumber Maliki mencatat lebih dari satu posisi; sumber Syafi'i menempatkannya setelah bangkit dari rukuk. Panduan ini memisahkan pendapat-pendapat tersebut.
  • Perbandingan Kantor Mufti Wilayah Persekutuan dan jawaban ulama Syafi'i lain mencatat rincian berbeda tentang duduk akhir salat dua rakaat. Gambar mengilustrasikan postur yang disebut; sumber-sumbernya tetap dipisahkan dan tidak disatukan menjadi satu aturan.
  • Ringkasan terbatas Diyanet menyebut tangan laki-laki Hanafi setinggi telinga dan perempuan setinggi bahu saat takbir pembuka; laki-laki mazhab lain digambarkan setinggi bahu, tetapi tinggi tangan perempuan tidak dirinci. Posisi tangan setelah takbir (qabd/sadl), basmalah sebelum bacaan, dan posisi jari tidak dibandingkan karena sumber yang diperiksa tidak memberi uraian lengkap tiap mazhab.
  • Kumpulan ini hanya memuat riwayat pilihan, bukan teks salat lengkap: Al-Fatihah, takbir pembuka dan perpindahan, serta lafaz qunut Subuh tidak disediakan. Teks latin hanya muncul jika menjadi bagian laporan HadeethEnc yang tidak diubah; aplikasi ini tidak menambahkan transliterasi tersendiri. Penjelasan ini belum ditinjau oleh ulama independen yang berkualifikasi.
  • Urutan salat berdiri ini tidak membahas salat bagi orang sakit atau disabilitas, salat yang terlewat, rincian berjemaah, kesalahan salat, atau seluruh daftar syarat. Untuk keadaan tersebut, mintalah bimbingan ahli setempat.