Penjelasan fiqh independen

Wudu, langkah demi langkah

Urutan wudu menurut mazhab Syafi'i, dengan basuhan dan usapan wajib, tindakan sunnah bersumber, serta perbandingan empat mazhab secara terpisah.

Ini adalah penjelasan independen yang disusun untuk aplikasi ini berdasarkan rujukan di bawah. Langkah utama mengikuti urutan Syafi'i; pilihan mazhab membandingkan klasifikasi hukum dan tidak mencampurnya menjadi praktik baru. Kesaksian pilihan setelah wudu ditampilkan terpisah sebagai riwayat hadis, tanpa klasifikasi mazhab.

Sumber yang dicantumkan telah diperiksa; penjelasan dalam panduan ini belum ditelaah secara independen oleh ulama.

Urutan wajib Syafi'i

LANGKAH 01

Niatkan dalam hati

Saat air mulai mengenai wajah, niatkan wudu untuk bersuci. Niat berada di dalam hati; panduan ini tidak menyediakan rumusan lisan.

Fardu

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Al-Kafi #899: Intending wudu before water reaches the faceAl-Kafi #899; al-Majmu' 1:356–361
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaMuhammad Shahrulnizam Muhadi2018-11-14Al-Kafi #899; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:356–361 and al-Baijuri 1:88–89.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Amalan sunnah Syafi'i

Sunnah yang dinisbatkan sumber ini melengkapi praktik wudu. Semuanya tidak ditambahkan ke enam rukun Syafi'i di atas.

  1. Mulai dengan sunnah pembuka

    Sunnah; lafaz tidak ditampilkan

    Sumber Syafi'i yang dirujuk mencantumkan membasuh tangan sampai pergelangan dan memulai dengan basmalah sebagai amalan sunnah. Lafaz bacaannya tidak ditampilkan.

    Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.
  2. Berkumur dan bersihkan hidung

    Sunnah dalam panduan Syafi'i

    Sumber Syafi'i dan Maliki menggolongkan berkumur dan membersihkan hidung sebagai sunnah. Perbandingan Hanbali menggolongkan tindakan ini secara berbeda, sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4b–4.4c
    Rincian sumber
    Teks klasik dalam terjemahan · International Islamic University Malaysia, Islamic LawbaseAbdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani; English translation by Alhaj Bello Mohammad Daura, with commentary from ath-Thamr ad-Dani by al-AzhariSections 4.4–4.6 (sunnas, obligations and described order); source introduction says this translation is not a final version.Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.
  3. Usap seluruh kepala dan telinga

    Sunnah di luar kadar minimum wajib

    Ajaran Syafi'i yang dirujuk menganjurkan mengusap seluruh kepala dan kedua telinga; kadar wajib minimumnya tetap mengusap sebagian kepala.

    Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  4. Ulangi basuhan hingga tiga kali

    Sunnah; satu kali adalah minimum

    Tiga kali basuhan dan usapan disebut sunnah dalam rujukan Syafi'i; satu basuhan atau usapan wajib yang merata cukup untuk kadar minimum.

    Al-Kafi #1774: Is wiping footwear repeated three times?Al-Kafi #1774; Mughni al-Muhtaj 1:118
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2021-03-24Al-Kafi #1774; cites al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:118.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Setelah wudu

Satu riwayat mencatat kesaksian setelah wudu. Kutipan ini ditampilkan sebagai teks sumber, tanpa menetapkan klasifikasi mazhab.

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya

Kesaksian dalam riwayat yang menyebut bacaan setelah wudu; laporan sumber lengkapnya juga memuat konteks lain.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sahih Muslim 234b · The Book of Purification · Adh-Dhikr (the remembrance) which is recommended following wudu’

Label derajat HadeethEnc: Sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau:

'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau: "Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya." Aku mengatakan, "Ini sungguh sangat baik." Tiba-tiba di depanku ada yang berkata, "Kata-kata sebelumnya lebih baik." Aku pun melihatnya, ternyata dia Umar. Ia berkata, "Aku melihatmu baru datang." Beliau ﷺ bersabda, "Siapa di antara kalian yang berwudu lalu menyampaikan -atau menyempurnakan- wudu tersebut kemudian membaca, 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan 'abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)', kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya."

Atribusi HadeethEnc: HR. Muslim

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: dcc4569433a133fab34c8e21a8d7ca2bf2a16d30440a0e1722e61af66ebd9240

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، وَأَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ بْنِ مَالِكٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ ‏"‏ مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ‏"‏.‏

Bandingkan empat mazhab

Pilih mazhab untuk membaca klasifikasi yang bersumber. Urutan utama di atas tetap Syafi'i agar metode hukum yang berbeda tidak dicampur.

Syafi'i / Shafi'i · Dipilih

Rukun wudu

Wajib dalam mazhab Syafi'i

Enam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan menjaga urutan ini.

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Mulut dan hidung

Sunnah

Berkumur dan membersihkan hidung dianjurkan, tetapi bukan bagian dari enam rukun pada ringkasan mazhab ini.

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:465
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Kepala dan telinga

Kadar minimum wajib; tambahannya sunnah

Mengusap sebagian kepala memenuhi kadar minimum yang disebutkan; mengusap seluruh kepala dan telinga adalah tambahan yang dianjurkan.

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.

Kesinambungan

Sunnah, bukan syarat sah

Melakukan basuhan dan usapan wajib secara berurutan tanpa jeda panjang dianjurkan; jeda itu sendiri tidak membatalkan wudu Syafi'i.

Al-Kafi #1432: Forgetting to wash an arm during wuduAl-Kafi #1432; al-Mu'tamad fi al-Fiqh al-Shafi'i 1:81–82
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaUmar Mukhtar Mohd Noor2019-11-18Al-Kafi #1432; cites al-Mu'tamad fi al-Fiqh al-Shafi'i 1:81–82 and al-Nawawi, al-Majmu' 1:448.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Buka panduan lengkap, perbandingan, dan lafaz pilihan

Urutan wajib Syafi'i

  1. Niatkan dalam hati

    Saat air mulai mengenai wajah, niatkan wudu untuk bersuci. Niat berada di dalam hati; panduan ini tidak menyediakan rumusan lisan.

    Fardu

    Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Al-Kafi #899: Intending wudu before water reaches the faceAl-Kafi #899; al-Majmu' 1:356–361
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaMuhammad Shahrulnizam Muhadi2018-11-14Al-Kafi #899; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:356–361 and al-Baijuri 1:88–89.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
  2. Basuh wajah

    Basuh wajah hingga air mencapai seluruh bagian yang diwajibkan. Ini adalah bagian tubuh pertama dalam urutan ayat yang dirujuk sumber.

    Fardu

    Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  3. Basuh kedua lengan hingga siku

    Basuh kedua lengan termasuk siku dan pastikan air mencapai kulit yang diwajibkan. Dalam urutan Syafi'i, lengan dibasuh setelah wajah.

    Fardu

    Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 36, pp. 81–82
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  4. Usap sebagian kepala

    Dengan tangan basah, usap setidaknya sebagian kepala. Mengusap seluruh kepala adalah tambahan sunnah Syafi'i, bukan kadar minimum mazhab ini.

    Fardu: sebagian kepala

    Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  5. Basuh kedua kaki hingga mata kaki

    Basuh kedua kaki termasuk mata kaki hingga air mencapai bagian yang diwajibkan. Dalam urutan Syafi'i, kaki dibasuh setelah mengusap kepala.

    Fardu

    Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 36, pp. 81–82
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Amalan sunnah Syafi'i

  1. Mulai dengan sunnah pembuka

    Sumber Syafi'i yang dirujuk mencantumkan membasuh tangan sampai pergelangan dan memulai dengan basmalah sebagai amalan sunnah. Lafaz bacaannya tidak ditampilkan.

    Sunnah; lafaz tidak ditampilkan

    Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.
  2. Berkumur dan bersihkan hidung

    Sumber Syafi'i dan Maliki menggolongkan berkumur dan membersihkan hidung sebagai sunnah. Perbandingan Hanbali menggolongkan tindakan ini secara berbeda, sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.

    Sunnah dalam panduan Syafi'i

    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
    The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4b–4.4c
    Rincian sumber
    Teks klasik dalam terjemahan · International Islamic University Malaysia, Islamic LawbaseAbdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani; English translation by Alhaj Bello Mohammad Daura, with commentary from ath-Thamr ad-Dani by al-AzhariSections 4.4–4.6 (sunnas, obligations and described order); source introduction says this translation is not a final version.Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.
  3. Usap seluruh kepala dan telinga

    Ajaran Syafi'i yang dirujuk menganjurkan mengusap seluruh kepala dan kedua telinga; kadar wajib minimumnya tetap mengusap sebagian kepala.

    Sunnah di luar kadar minimum wajib

    Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.
    Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
  4. Ulangi basuhan hingga tiga kali

    Tiga kali basuhan dan usapan disebut sunnah dalam rujukan Syafi'i; satu basuhan atau usapan wajib yang merata cukup untuk kadar minimum.

    Sunnah; satu kali adalah minimum

    Al-Kafi #1774: Is wiping footwear repeated three times?Al-Kafi #1774; Mughni al-Muhtaj 1:118
    Rincian sumber
    Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2021-03-24Al-Kafi #1774; cites al-Khatib al-Shirbini, Mughni al-Muhtaj 1:118.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Lafaz pilihan dalam riwayat hadis

Konteks riwayat

Judul sumber HadeethEnc: Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya

Kesaksian dalam riwayat yang menyebut bacaan setelah wudu; laporan sumber lengkapnya juga memuat konteks lain.

Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Sahih Muslim 234b · The Book of Purification · Adh-Dhikr (the remembrance) which is recommended following wudu’

Label derajat HadeethEnc: Sahih

Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.

Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber

Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc

Pengantar sumber HadeethEnc

'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau:

'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau: "Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya." Aku mengatakan, "Ini sungguh sangat baik." Tiba-tiba di depanku ada yang berkata, "Kata-kata sebelumnya lebih baik." Aku pun melihatnya, ternyata dia Umar. Ia berkata, "Aku melihatmu baru datang." Beliau ﷺ bersabda, "Siapa di antara kalian yang berwudu lalu menyampaikan -atau menyempurnakan- wudu tersebut kemudian membaca, 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan 'abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)', kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya."

Atribusi HadeethEnc: HR. Muslim

Versi terjemahan HadeethEnc: v1.22.0 · 2026-05-10 17:47:10 · Diperiksa: 2026-10-04

Ketentuan HadeethEnc · Rekaman API HadeethEnc · SHA-256 rekaman sumber: dcc4569433a133fab34c8e21a8d7ca2bf2a16d30440a0e1722e61af66ebd9240

Rincian sumber

Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com

وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، وَأَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ بْنِ مَالِكٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ ‏"‏ مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ‏"‏.‏

Bandingkan empat mazhab

Syafi'i / Shafi'i

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Rukun wudu

Enam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan menjaga urutan ini.

Wajib dalam mazhab Syafi'i

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Mulut dan hidung

Berkumur dan membersihkan hidung dianjurkan, tetapi bukan bagian dari enam rukun pada ringkasan mazhab ini.

Sunnah

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92; cites al-Nawawi, al-Majmu' 1:465
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Kepala dan telinga

Mengusap sebagian kepala memenuhi kadar minimum yang disebutkan; mengusap seluruh kepala dan telinga adalah tambahan yang dianjurkan.

Kadar minimum wajib; tambahannya sunnah

Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaIbrahim Adham2022-04-27Al-Kafi #1868; cites al-Fiqh al-Manhaji 1:53 and al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Madhahib al-Arba'ah 1:51.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaWan Ahmad Naqiuddin2019-07-23Al-Kafi #1329; cites Kasyifah al-Saja, p. 20.

Kesinambungan

Melakukan basuhan dan usapan wajib secara berurutan tanpa jeda panjang dianjurkan; jeda itu sendiri tidak membatalkan wudu Syafi'i.

Sunnah, bukan syarat sah

Al-Kafi #1432: Forgetting to wash an arm during wuduAl-Kafi #1432; al-Mu'tamad fi al-Fiqh al-Shafi'i 1:81–82
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Office of the Mufti of the Federal Territories, MalaysiaUmar Mukhtar Mohd Noor2019-11-18Al-Kafi #1432; cites al-Mu'tamad fi al-Fiqh al-Shafi'i 1:81–82 and al-Nawawi, al-Majmu' 1:448.Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.

Hanafi

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu questions 36–38 and 61, pp. 81–84 and 91–92
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Rukun wudu

Ringkasan perbandingan menyebut empat: membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Empat fardu

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84; cites al-Ikhtiyar 1:40–42
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Niat dan urutan

Sumber ini menggolongkan niat, urutan, dan kesinambungan sebagai sunnah, bukan tambahan fardu, dalam ringkasan Hanafi-nya.

Sunnah dalam ringkasan yang dirujuk

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu questions 37–38, pp. 83–84
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Kepala, mulut, dan hidung

Sumber menyebut seperempat kepala sebagai kadar minimum usapan. Berkumur, membersihkan hidung, dan mengusap seluruh kepala adalah tambahan sunnah.

Kadar minimum wajib; tambahannya sunnah

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu questions 36 and 61, pp. 81–82 and 91–92; cites Ibn Juzay, al-Qawanin, p. 84
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Maliki

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4–4.6
Rincian sumber
Teks klasik dalam terjemahan · International Islamic University Malaysia, Islamic LawbaseAbdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani; English translation by Alhaj Bello Mohammad Daura, with commentary from ath-Thamr ad-Dani by al-AzhariSections 4.4–4.6 (sunnas, obligations and described order); source introduction says this translation is not a final version.Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.

Rukun wudu

Sumber perbandingan menambahkan niat, menggosok anggota, dan kesinambungan pada empat bagian yang disepakati. Sumber itu juga menyebut usapan seluruh kepala sebagai kadar wajib menurut pandangan yang diutamakan.

Ringkasan Maliki menurut sumber

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84; cites Sharh Mukhtasar Khalil 1:120 and 1:124–125
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Urutan (tartib)

Daftar syarat tambahan Maliki dari Diyanet tidak mencantumkan tartib. Al-Risala menjelaskan urutan praktik, sedangkan komentarnya membedakan urutan itu dari kewajiban pada anggota tubuh. Karena itu, panduan ini menampilkan urutan bersumber tanpa menyebut tartib sebagai kewajiban.

Tidak digolongkan di sini sebagai syarat wajib

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.5–4.6; translation caveat in the source introduction
Rincian sumber
Teks klasik dalam terjemahan · International Islamic University Malaysia, Islamic LawbaseAbdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani; English translation by Alhaj Bello Mohammad Daura, with commentary from ath-Thamr ad-Dani by al-AzhariSections 4.4–4.6 (sunnas, obligations and described order); source introduction says this translation is not a final version.Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.

Mulut, hidung, dan telinga

Sumber perbandingan menyebut berkumur, membersihkan hidung, dan mengusap telinga sebagai sunnah. Terjemahan Risala juga mencantumkannya sebagai sunnah.

Sunnah dalam ringkasan yang dirujuk

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92; cites Mawahib al-Jalil 1:245
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.
The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4b–4.4d
Rincian sumber
Teks klasik dalam terjemahan · International Islamic University Malaysia, Islamic LawbaseAbdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani; English translation by Alhaj Bello Mohammad Daura, with commentary from ath-Thamr ad-Dani by al-AzhariSections 4.4–4.6 (sunnas, obligations and described order); source introduction says this translation is not a final version.Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.

Hanbali

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu questions 38 and 61, pp. 83–84 and 91–92
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Rukun wudu

Perbandingan menyebut niat, basmalah, empat bagian tubuh, dan urutan sebagai kewajiban; kesinambungan dinyatakan wajib dalam satu pandangan. Usapan seluruh kepala disebut sebagai pandangan yang diutamakan.

Sebagian rincian memiliki variasi internal

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 38, pp. 83–84; cites al-Mughni 1:166, 175–176, 189, 191
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Mulut dan hidung

Berbeda dari tiga mazhab lain dalam perbandingan ini, mazhab Hanbali memperlakukan berkumur dan membersihkan hidung sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.

Wajib menurut pandangan Hanbali yang dirujuk

Fatwas of the High Board of Religious AffairsWudu question 61, pp. 91–92; cites Ibn Qudamah, al-Mughni 1:88
Rincian sumber
Rujukan kelembagaan · Presidency of Religious Affairs of the Republic of Türkiye (Diyanet)Wudu questions 36–40 and 61, pp. 81–84 and 91–92; prayer questions 138, 149–158, 167, 172 and 177, pp. 133, 140–148, 149–150 and 153.

Cakupan dan penelaahan

  • Sumber Maliki menjelaskan urutan praktik, tetapi perbandingan Diyanet tidak mencantumkan urutan sebagai kewajiban tambahan Maliki. Karena itu, panduan menampilkan urutan tanpa menyebutnya fardu bagi Maliki.
  • Perbandingan Hanbali mencatat variasi internal tentang kesinambungan. Hal itu ditampilkan sebagai salah satu pandangan yang dinukil, bukan posisi tunggal tanpa perbedaan.
  • Panduan ini tidak membahas kondisi yang memengaruhi penggunaan air, balutan luka, mengusap alas kaki, penghalang di kulit, atau rincian membersihkan najis. Untuk keadaan pribadi, tanyakan kepada guru agama yang tepercaya dan berkualifikasi.
  • Ringkasan sumber diperiksa pada 4 Oktober 2026. Panduan ini belum ditinjau secara independen oleh ulama yang berkualifikasi.