Penjelasan fiqh independen
Wudu, langkah demi langkah
Urutan wudu menurut mazhab Syafi'i, dengan basuhan dan usapan wajib, tindakan sunnah bersumber, serta perbandingan empat mazhab secara terpisah.
Ini adalah penjelasan independen yang disusun untuk aplikasi ini berdasarkan rujukan di bawah. Langkah utama mengikuti urutan Syafi'i; pilihan mazhab membandingkan klasifikasi hukum dan tidak mencampurnya menjadi praktik baru. Kesaksian pilihan setelah wudu ditampilkan terpisah sebagai riwayat hadis, tanpa klasifikasi mazhab.
Sumber yang dicantumkan telah diperiksa; penjelasan dalam panduan ini belum ditelaah secara independen oleh ulama.
Urutan wajib Syafi'i
LANGKAH 01
Niatkan dalam hati
Saat air mulai mengenai wajah, niatkan wudu untuk bersuci. Niat berada di dalam hati; panduan ini tidak menyediakan rumusan lisan.
Fardu
Rincian sumber
Rincian sumber
Amalan sunnah Syafi'i
Sunnah yang dinisbatkan sumber ini melengkapi praktik wudu. Semuanya tidak ditambahkan ke enam rukun Syafi'i di atas.
Mulai dengan sunnah pembuka
Sunnah; lafaz tidak ditampilkanSumber Syafi'i yang dirujuk mencantumkan membasuh tangan sampai pergelangan dan memulai dengan basmalah sebagai amalan sunnah. Lafaz bacaannya tidak ditampilkan.
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20Rincian sumber
Berkumur dan bersihkan hidung
Sunnah dalam panduan Syafi'iSumber Syafi'i dan Maliki menggolongkan berkumur dan membersihkan hidung sebagai sunnah. Perbandingan Hanbali menggolongkan tindakan ini secara berbeda, sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.
The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4b–4.4cRincian sumber
Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.Usap seluruh kepala dan telinga
Sunnah di luar kadar minimum wajibAjaran Syafi'i yang dirujuk menganjurkan mengusap seluruh kepala dan kedua telinga; kadar wajib minimumnya tetap mengusap sebagian kepala.
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20Rincian sumber
Ulangi basuhan hingga tiga kali
Sunnah; satu kali adalah minimumTiga kali basuhan dan usapan disebut sunnah dalam rujukan Syafi'i; satu basuhan atau usapan wajib yang merata cukup untuk kadar minimum.
Al-Kafi #1774: Is wiping footwear repeated three times?Al-Kafi #1774; Mughni al-Muhtaj 1:118Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Setelah wudu
Satu riwayat mencatat kesaksian setelah wudu. Kutipan ini ditampilkan sebagai teks sumber, tanpa menetapkan klasifikasi mazhab.
Konteks riwayat
Judul sumber HadeethEnc: Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya
Kesaksian dalam riwayat yang menyebut bacaan setelah wudu; laporan sumber lengkapnya juga memuat konteks lain.
Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Sahih Muslim 234b · The Book of Purification · Adh-Dhikr (the remembrance) which is recommended following wudu’
Label derajat HadeethEnc: Sahih
Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.
Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber
Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc
Pengantar sumber HadeethEnc
'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau:
'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau: "Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya." Aku mengatakan, "Ini sungguh sangat baik." Tiba-tiba di depanku ada yang berkata, "Kata-kata sebelumnya lebih baik." Aku pun melihatnya, ternyata dia Umar. Ia berkata, "Aku melihatmu baru datang." Beliau ﷺ bersabda, "Siapa di antara kalian yang berwudu lalu menyampaikan -atau menyempurnakan- wudu tersebut kemudian membaca, 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan 'abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)', kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya."
Rincian sumber
Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com
وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، وَأَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ بْنِ مَالِكٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ " مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ".
Bandingkan empat mazhab
Pilih mazhab untuk membaca klasifikasi yang bersumber. Urutan utama di atas tetap Syafi'i agar metode hukum yang berbeda tidak dicampur.
Syafi'i / Shafi'i · Dipilih
Rukun wudu
Wajib dalam mazhab Syafi'iEnam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan menjaga urutan ini.
Rincian sumber
Mulut dan hidung
SunnahBerkumur dan membersihkan hidung dianjurkan, tetapi bukan bagian dari enam rukun pada ringkasan mazhab ini.
Rincian sumber
Kepala dan telinga
Kadar minimum wajib; tambahannya sunnahMengusap sebagian kepala memenuhi kadar minimum yang disebutkan; mengusap seluruh kepala dan telinga adalah tambahan yang dianjurkan.
Rincian sumber
Rincian sumber
Kesinambungan
Sunnah, bukan syarat sahMelakukan basuhan dan usapan wajib secara berurutan tanpa jeda panjang dianjurkan; jeda itu sendiri tidak membatalkan wudu Syafi'i.
Rincian sumber
Buka panduan lengkap, perbandingan, dan lafaz pilihan
Urutan wajib Syafi'i
Niatkan dalam hati
Saat air mulai mengenai wajah, niatkan wudu untuk bersuci. Niat berada di dalam hati; panduan ini tidak menyediakan rumusan lisan.
Fardu
Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.Al-Kafi #899: Intending wudu before water reaches the faceAl-Kafi #899; al-Majmu' 1:356–361Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.Basuh wajah
Basuh wajah hingga air mencapai seluruh bagian yang diwajibkan. Ini adalah bagian tubuh pertama dalam urutan ayat yang dirujuk sumber.
Fardu
Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.Basuh kedua lengan hingga siku
Basuh kedua lengan termasuk siku dan pastikan air mencapai kulit yang diwajibkan. Dalam urutan Syafi'i, lengan dibasuh setelah wajah.
Fardu
Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.Usap sebagian kepala
Dengan tangan basah, usap setidaknya sebagian kepala. Mengusap seluruh kepala adalah tambahan sunnah Syafi'i, bukan kadar minimum mazhab ini.
Fardu: sebagian kepala
Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.Basuh kedua kaki hingga mata kaki
Basuh kedua kaki termasuk mata kaki hingga air mencapai bagian yang diwajibkan. Dalam urutan Syafi'i, kaki dibasuh setelah mengusap kepala.
Fardu
Al-Kafi #1868: Explanation of the view that wudu has only two pillarsAl-Kafi #1868; al-Fiqh al-Manhaji 1:53Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Amalan sunnah Syafi'i
Mulai dengan sunnah pembuka
Sumber Syafi'i yang dirujuk mencantumkan membasuh tangan sampai pergelangan dan memulai dengan basmalah sebagai amalan sunnah. Lafaz bacaannya tidak ditampilkan.
Sunnah; lafaz tidak ditampilkan
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20Rincian sumber
Berkumur dan bersihkan hidung
Sumber Syafi'i dan Maliki menggolongkan berkumur dan membersihkan hidung sebagai sunnah. Perbandingan Hanbali menggolongkan tindakan ini secara berbeda, sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.
Sunnah dalam panduan Syafi'i
The Risala: Wudu' and Cleaning Oneself after the LavatorySections 4.4b–4.4cRincian sumber
Pengantar situs menyatakan bahwa terjemahan ini belum final.Usap seluruh kepala dan telinga
Ajaran Syafi'i yang dirujuk menganjurkan mengusap seluruh kepala dan kedua telinga; kadar wajib minimumnya tetap mengusap sebagian kepala.
Sunnah di luar kadar minimum wajib
Al-Kafi #1329: Deliberately leaving recommended parts of ablutionAl-Kafi #1329; Kasyifah al-Saja, p. 20Rincian sumber
Ulangi basuhan hingga tiga kali
Tiga kali basuhan dan usapan disebut sunnah dalam rujukan Syafi'i; satu basuhan atau usapan wajib yang merata cukup untuk kadar minimum.
Sunnah; satu kali adalah minimum
Al-Kafi #1774: Is wiping footwear repeated three times?Al-Kafi #1774; Mughni al-Muhtaj 1:118Rincian sumber
Halaman resmi yang ditautkan berbahasa Melayu; judul rujukan ini merupakan terjemahan dari judul Melayunya.
Lafaz pilihan dalam riwayat hadis
Konteks riwayat
Judul sumber HadeethEnc: Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya
Kesaksian dalam riwayat yang menyebut bacaan setelah wudu; laporan sumber lengkapnya juga memuat konteks lain.
Kutipan Arab dari riwayat Sunnah.com
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Sahih Muslim 234b · The Book of Purification · Adh-Dhikr (the remembrance) which is recommended following wudu’
Label derajat HadeethEnc: Sahih
Kutipan ini adalah lafaz yang diriwayatkan, bukan klasifikasi hukum mazhab atau kumpulan bacaan salat lengkap.
Laporan sumber lengkap tanpa perubahan dan metadata sumber
Laporan sumber lengkap dari HadeethEnc
Pengantar sumber HadeethEnc
'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau:
'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami biasa bergiliran untuk menggembala unta, lalu datanglah giliranku hingga aku mengandangkannya di sore hari. Lantas aku menemukan Rasulullah ﷺ sedang berdiri berbicara kepada para sahabat. Aku mendapatkan di antara ucapan beliau: "Tidaklah seorang muslim berwudu dan menyempurnakannya, kemudian berdiri melaksanakan salat dua rakaat dengan mengonsentrasikan hati dan wajah padanya, kecuali surga wajib baginya." Aku mengatakan, "Ini sungguh sangat baik." Tiba-tiba di depanku ada yang berkata, "Kata-kata sebelumnya lebih baik." Aku pun melihatnya, ternyata dia Umar. Ia berkata, "Aku melihatmu baru datang." Beliau ﷺ bersabda, "Siapa di antara kalian yang berwudu lalu menyampaikan -atau menyempurnakan- wudu tersebut kemudian membaca, 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan 'abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)', kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya."
Rincian sumber
Riwayat Arab lengkap dari Sunnah.com
وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، وَأَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ بْنِ مَالِكٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ " مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ".
Bandingkan empat mazhab
Syafi'i / Shafi'i
Rincian sumber
Rukun wudu
Enam: niat, membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan menjaga urutan ini.
Wajib dalam mazhab Syafi'i
Rincian sumber
Mulut dan hidung
Berkumur dan membersihkan hidung dianjurkan, tetapi bukan bagian dari enam rukun pada ringkasan mazhab ini.
Sunnah
Rincian sumber
Kepala dan telinga
Mengusap sebagian kepala memenuhi kadar minimum yang disebutkan; mengusap seluruh kepala dan telinga adalah tambahan yang dianjurkan.
Kadar minimum wajib; tambahannya sunnah
Rincian sumber
Rincian sumber
Kesinambungan
Melakukan basuhan dan usapan wajib secara berurutan tanpa jeda panjang dianjurkan; jeda itu sendiri tidak membatalkan wudu Syafi'i.
Sunnah, bukan syarat sah
Rincian sumber
Hanafi
Rincian sumber
Rukun wudu
Ringkasan perbandingan menyebut empat: membasuh wajah, membasuh kedua lengan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
Empat fardu
Rincian sumber
Niat dan urutan
Sumber ini menggolongkan niat, urutan, dan kesinambungan sebagai sunnah, bukan tambahan fardu, dalam ringkasan Hanafi-nya.
Sunnah dalam ringkasan yang dirujuk
Kepala, mulut, dan hidung
Sumber menyebut seperempat kepala sebagai kadar minimum usapan. Berkumur, membersihkan hidung, dan mengusap seluruh kepala adalah tambahan sunnah.
Kadar minimum wajib; tambahannya sunnah
Rincian sumber
Maliki
Rincian sumber
Rukun wudu
Sumber perbandingan menambahkan niat, menggosok anggota, dan kesinambungan pada empat bagian yang disepakati. Sumber itu juga menyebut usapan seluruh kepala sebagai kadar wajib menurut pandangan yang diutamakan.
Ringkasan Maliki menurut sumber
Rincian sumber
Urutan (tartib)
Daftar syarat tambahan Maliki dari Diyanet tidak mencantumkan tartib. Al-Risala menjelaskan urutan praktik, sedangkan komentarnya membedakan urutan itu dari kewajiban pada anggota tubuh. Karena itu, panduan ini menampilkan urutan bersumber tanpa menyebut tartib sebagai kewajiban.
Tidak digolongkan di sini sebagai syarat wajib
Rincian sumber
Mulut, hidung, dan telinga
Sumber perbandingan menyebut berkumur, membersihkan hidung, dan mengusap telinga sebagai sunnah. Terjemahan Risala juga mencantumkannya sebagai sunnah.
Sunnah dalam ringkasan yang dirujuk
Rincian sumber
Rincian sumber
Hanbali
Rincian sumber
Rukun wudu
Perbandingan menyebut niat, basmalah, empat bagian tubuh, dan urutan sebagai kewajiban; kesinambungan dinyatakan wajib dalam satu pandangan. Usapan seluruh kepala disebut sebagai pandangan yang diutamakan.
Sebagian rincian memiliki variasi internal
Rincian sumber
Mulut dan hidung
Berbeda dari tiga mazhab lain dalam perbandingan ini, mazhab Hanbali memperlakukan berkumur dan membersihkan hidung sebagai bagian wajib dari membasuh wajah.
Wajib menurut pandangan Hanbali yang dirujuk
Rincian sumber
Cakupan dan penelaahan
- Sumber Maliki menjelaskan urutan praktik, tetapi perbandingan Diyanet tidak mencantumkan urutan sebagai kewajiban tambahan Maliki. Karena itu, panduan menampilkan urutan tanpa menyebutnya fardu bagi Maliki.
- Perbandingan Hanbali mencatat variasi internal tentang kesinambungan. Hal itu ditampilkan sebagai salah satu pandangan yang dinukil, bukan posisi tunggal tanpa perbedaan.
- Panduan ini tidak membahas kondisi yang memengaruhi penggunaan air, balutan luka, mengusap alas kaki, penghalang di kulit, atau rincian membersihkan najis. Untuk keadaan pribadi, tanyakan kepada guru agama yang tepercaya dan berkualifikasi.
- Ringkasan sumber diperiksa pada 4 Oktober 2026. Panduan ini belum ditinjau secara independen oleh ulama yang berkualifikasi.